GAMBAR 2.2
Sumber : Perda No 2 Tahun 2012 kota Surabaya,Perwali No76 Tahun 2012 Kota Surabaya dan Olahan penulis
Perda Kota Sur abaya No 2 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan
kesejahteraan sosial
Perwali No 76 Tahun 2012 Kota Sur abaya tentang pemberian per makanan bagi penyandang cacat miskin
dan terlantar
Standar t permakanan
Ter wujudnya perlindungan dan Terpeliharanya tar af kesejahteraan sosial bagi penyandang cacat miskin dan
ter lantar Besaran satuan
3.1 J enis Penelitian
Untuk memperoleh hasil yang baik dalam suatu penelitian, maka diperlukan tekhnik-tekhnik tertentu secara ilmiah yang disebut Metode penelitian. Untuk mencapai hal itu maka perlu dipelajari sehingga mencapai tujuan yang diinginkan. Hal tersebut sangat penting karena metode penelitian akan dapat diperoleh data-data dan informasi yang relevan serta valid dengan sebuah tujuan penelitian yang diinginkan. Oleh karena itu, metode penelitian mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan arah dari aktifitas penelitian sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan maksimal.
Sesuai dengan judul dari penelitian ini, maka penelitian ini dinamakan penelitian deksriptif yaitu mencoba menggambarkan secara mendalam dari suatu obyek penelitian yang sesuai fakta-fakta yang ditemukan. Hal ini juga selaras dengan pendapat Hadi (1993 : 03 ) mengatakan bahwa penelitian deskriptif merupakan bentuk penelitian yang bertujuan untuk melukiskan keadaan suatu objek atau peristiwa tertentu tanpa maksud mengambil kesimpulan yangberlaku secara umum.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan maksud member gambaran komprehensif dan mendalam terhadap Implementasi Program Pemberian Permakan Bagi
Penyandang Cacat Miskin Dan Terlantar Di Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir Kota Surabaya yang tertuang dalam Perwali No 76 Tahun 2012.
Secara teoritis, Eogdan dan Taylor dalam Moleong ( 2007 : 4) menjelaskan, penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan pelaku yang dapat diamati. Menurut pendapat tersebut, pendekatan penelitian ini diharapkan pada latar dan individu yang dimasukkan kedalam variable atau hipotesis tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari sebuah keutuhan.
Sejalan dengan defenisi diatas, Kirk dan Miller dalam Moleong (2007 : 4) mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan social yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya.
Hal tersebut juga selaras dengan pendapat Denzin dan Lincoln dalam Moleong (2007 : 5) yang mengatakan penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar ilmiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.
Dari defenisi-defenisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggambarkan dan
sehingga dapat mengambarkan secara jelas fenomena fenomena seperti, perilaku, motivasi, tindakan, dan lain sebagainya dengan cara mendeksipsikan dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks yang di jelaskan dengan memanfaatkan metode ilmiah.
3.2 Fokus Penelitian
Penentuan fokus penelitian sangat diperlukan guna membantu pelaksanaan penelitian , fokus penelitian digunakan untuk menentukan apa saja yang akan dikaji dari sebuah penelitian sehingga lebih jelas arah yang dinginkan. Jika penelitian di tentukan tepat sesuai dengan tujuan dan masalah penelitian, maka penelitian yang dilakukan akan terarah dan berhasi dengan baik.
Moleong ( 2007 : 94 ) menjelaskan, bahwa ada dua maksud tertentu yang ingin dicapai peneliti dalam merumuskan masalah penelitian dengan jalan memanfaatkan fokus. Pertama, fokus dapat membatasi studi, jadi dalam hal ini focus akan membatasi bidang inkuiri sehingga peneliti tidak perlu kesana kemari untuk mencari subjek penelitian. Kedua, penetapan focus itu berfungsi untuk memenuhi kriteria inklusi- eksklusi atau kriteria masuk – keluar suatu informasi yang diperoleh dilapangan. Jadi, dengan penetapan yang jelas dan mantap, seorang peneliti dapat membuat keputusan yang tepat tentang data yang dikumpulkan dan mana yang diperlukan dan mana yang tidak di butuhkan..
Adapun fokus dalam penelitian Implementasi Program Pemberian Permakan Bagi Penyandang Cacat Di Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir Kota Surabaya adalah :
1. Besaran satuan permakanan adalah jumlah atau besaran bantuan program permakanan yang diberikan kepada penyandang cacat miskin dan terlantar di Kelurahan Pegirian Kecamatan semampir Kota Surabaya yang dilihat dari:
a. Pemberian bantuan permakanan diberikan kepada setiap penerima manfaat per orang per hari.
b. Harga paket pemberian permakanan yang diberikan kepada penerima manfaat permakanan.
2. Standart permakanan adalah standart makanan program pemberian permakanan bagi penyandang cacat miskin dan terlantar di kelurahan pegirian kecamatan semampir Kota Surabaya yang sesuai standart gizi
Sumber : Perwali No 76 Tahun 2012 Kota Surabaya dan JUKNIS (Program pemberian permakan bagi penyandang cacat miskin dan terlantar )
3.3 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan keadaan sebenarnya dari obyek yang diteliti guna memperoleh data yang akurat. Agar dapat memperoleh data yang akurat atau mendekati kebenaran yang sesuai dengan fokus penelitian, maka peneliti memilih dan menetapkan lokasi penelitian ini di Kelurahan Pegirian Kecamatan semampir Kota Surabaya. Pemilihan lokasi penelitian ini berdasarkan secara disengaja (puposive) yaitu lokasi yang dipilih dengan pertimbangan yang berkaitan dengan judul objek penelitian yang dipilih.
Pemilihan lokasi penelitian itu dipilih karena dilihat dari jumlah penerima manfaat program permakanan bagi penyandang cacat miskin dan terlantar yang tertinggi, sehingga hal ini dilakukan agar mengetahui bagaimana pelaksanaan atau implementasi program permakanan bagi penyandang cacat miskin dan terlantar di kelurahan pegirian yang dilaksanakan apa sudah benar.
3.4 Sumber Data
Lofland dalam Moleond ( 2007 : 157 ) mengatakan, sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah berasal dari informan yang berupa kata-kata dan tindakan. selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Sumber data adalah tempat dimana peneliti menemukan data-data dan dokumen yang diperlukan untuk penunjang penelitian.
Yang dimaksud sumber data dalam penelitian ini adalah : subyek dimana data diperoleh dari informasi yang diperlukan berkenan dengan dengan penelitian ini yang diperoleh melalui informan,peristiwa serta dokumen yaitu :
1. Informan
Informan dipilih berdasarkan purposive (purposive sampling ) yang didasarkan pada subyek yangmenguasai permasalahan, memiliki data dan bersedia memberikan data yang benar-benar relevan dan komprehensif dengan masalah penelitian. Sedangkan informan yang selanjutnya diminta pula untuk menunjuk orang lain yang dapat memberikan informasi yang mendukung fokus penelitian. Key informan dalam penelitian ini :
a. Kepala seksi permakanan penyandang cacat Dinsos Kota Surabaya , Agus Sumitro, S.Sos
Adapun informan dalam penelitian ini adalah : a. IPSM Kelurahan Pegirian
b. Masyarakat penerima manfaat 2. Tempat atau peristiwa
Tempat atau peristiwa yang dimana fenomena ini terjadi atau yang pernah terjadi berkaitan dengan fokus penelitian, tentang bagaimana pelaksanaan atau implementasi program yang dilakukan IPSM setempat kepada penerima manfaat.
3. Dokumen
Dokumen disini adalah dipakai sebagai sumber data yang lain yang sifatnya melengkapi data utama yang relevan terhadap masalah dan fokus penelitian, seperti data demografi dan monografi di lokasi penelitian
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Data merupakan bagian terpenting dalam penelitian,karena hakekat dari peneliti adalah mencari data yang nantinya diinterpretasikan dan dianalisis dalam penelitian kebijakan pengumpulan data diperlukan suatu teknik pengumpulan data dilapangan.
Dalam pengumpulan data, terdapat tiga proseskegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu :
1. Wawancara atau interview
Menurut Bungin (2007 : 108 ), wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai.
Wawancara jenis ini tidak dilaksanakan dengan struktur ketat, tetapi dengan pertanyaan yang semakin memfokus pada permasalahan sehingga informasi yang dikumpulkan cukup mendalam. kelonggaran semacam ini mampu mendapatkan kejujuran informan untuk memberikan informasi yang sebenarnya, terutama yang berkenan dengan perasaan, sikap, atau pandangan
mereka terhadap pelaksanaan kerjanya. Teknik wawancara semacam ini dilakukan dengan semua informan yang ada pada lokasi peneliti terutama untuk mendapatkan data valid guna menjawab permasalahan penelitian.
Dalam penelitian ini yang diwawancarai adalah: Kepala seksi permakan dinsos, kepala IPSM kelurahan , Kepala kelurahan, dan masyarakat kelurahan Pegirian
2. Pengamatan atau Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti untuk mengungkap dan memperoleh deskripsi secara utuh dengan pengamatan langsung kepada lokasi tempat dimana Implementasi Program Pemberian Permakanan bagi penyandang cacat miskin dan terlantar di Kelurahan Pegirian Kecamat Semampir Kota Surabaya.
3. Dokumentasi
Teknik dokumentasi dilakukan untuk mendapat data sekunder yang dilaksanakan dengan cara mengumpulkan data pada kelurahan Pegirian ,dalam rangka mengetahui Implementasi program Permakan Bagi Penyandang Cacat Miskin Dan Terlantar. 3.6. Analisa Data
Menurut Sugiyono (2005 : 85), analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara cacatan laporan, dan dokumen, dengan cara
unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Sesuai dengan tujuan penelitian, maka setelah data terkumpul, proses selanjutnya adalah menyederhanakan data yang diperoleh kedalam bentuk yang mudah dibaca, dipahami, dan diinterpresentasikan yang pada hakekatnya merupakan upaya mencari jawaban atas permasalahan yang ada sesuai dengan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Karena itulah data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisa secara kualitatif, artinya dari data yang ada di analisa serinci mungkin dengan jalan mengabstraksikan secara teliti setiap informasi yang diperoleh di lapangan, sehingga diharapkan dapat diperoleh kesimpulan yang memadai.
Menurut Miles dan Huberman (1992:16) teknik analisis data kualitatif meliputi tiga unsur alur kegiatan sebagai sesuatu yang terjadi pada saat sebelum, selama, dan sesudah pengumpulan data dalam bentuk sejajar untuk membangun suatu analisis, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dengan menggunakan Model Interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (2007:15-21). Dalam model ini terdapat beberapa komponen analisis, yaitu sebagai berikut :
Data yang dikumpulkan merupakan data yang berupa kata-kata dan bukan angka-angka. Data tersebut dikumpulkan melalui observasi , wawancara, dokumentasi.
b. Reduksi Data
Reduksi Data diartikan sebagai proses pemilihan, perumusan, pemusatan perhatiaan pada penyerderhanaan, pengabstrakan, dan tranformasi data kasar yang muncul dari cacatan tertulis di lapangan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisa menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu hingga kesimpulan-kesimpulan akhirnya dapat ditarik dan diverifikasi. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian atau data di lapangan dalam uraian yang jelas dan lengkap, yang nantinya akan direduksi, diragakai, difokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan penelitian kemudian dicari tema atau pola (melalui proses penyuntingan,pemberian kode dan pembuatan tabel).
c. Penyajian Data
Penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang telah tersusun secara terpadu dan sudah dipahami yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan mengambil tindakan.
d. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi
Penarikan kesimpulan dilakukan secara terus menerus sepanjang proses penelitian sejak peneliti memasuki lokasi penelitian dan proses pengumpulan data langsung. peneliti berusaha untuk menganalisis dan mencari pola, tema, hubungan, persamaan, dan hal-hal yang sering timbul yang dituangakn dalam kesimpulan. Proses analisis data secara interaktif ini dapat disajikan dalam
bentuk skema berikut :
Gambar 3.1
Analisis Data Model Interaktif
Sumber : Miles dan Huberman, Terjemahan Rohidi (1992:20)
Pengum pulan Data
Penyajian Data
Reduksi Data
Penarikan Kesimpulan/ Verifikasi
3.7 Keabsahan Data
Menurut Moleong (2007:324), untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada 4 (empat) kriteria yang digunakan,yaitu :
1. Derajat Kepercayaan (Credibility)
Penerapan kriterium derajat kepercayaan (kredibilitas) pada dasarnya menggantikan konsep validitas internal dari non kualitatif. Kriterium ini berfungsi untuk melaksanakan inkuiri sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai dan, mempertunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.
Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Pengamatan secara terus menerus dan peneliti terjun langsung ke lokasi penelitian untuk kepentingan pengumpulan data, sehingga data yang diperoleh memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Dengan pengamatan secara terus menerus, peneliti dapat memperhatikan sesuatu lebih cermat, terperinci dan mendalam.
b. Membicarakan dengan orang lain, serta mendiskusikan hasil kajian yang memiliki pengetahuan pokok penelitian dan
bertujuan untuk memperoleh kritik dan saran guna mendapatkan kebenaran hasil penelitian.
c. Melakukan triangulasi, yaitu pengecekan kebenaran data tertentu, dan membandingkan data yang diperoleh dari sumber lain, pada berbagai fase penelitian lapangan, pada waktu yang berlainan dan dalam penelitian ini metode tersebut digunakan untuk menguji data para informan dengan dokumen yang ada. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh melalui tekhnik wawancara, pengamatan lapangan, maupun penelususran dokumen senantiasa diolah, disusun dan disekripsikan secara selaras yakni dibandingkan sesuai fokus penelitian.
2. Keteralihan (transferality)
Keteralihan sebagai persoalanempiris bergantung pada kesamaan antara konteks pengirim dan penerima. Untuk melakukan penglihan tersebut seorang peneliti hendaknya mencaridan mengumpulkan kejadian empiris tentang kesamaan konteks dengan demikian penelitian bertanggung jawab untuk menyediakan data deskriptif secukupnya jika ia ingin membuat keputusan tentang pengalihan tersebut. Untuk keperluan itu peneliti harus melakukan penelitian kecil untuk memastikan usaha memverifikasi tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti mencari dan mengumpulkan data kejadian dan empiris dalam konteks yang sama. Dengan demikian peneliti bertanggung jawab untuk menyediakan data dskriptif
secukupnya. Data ini berupa catatan-catatan lapangan, peraturan-peraturan, petunjuk-petunjuk, laporan pelaksanaan dan wawancara informan.
3. Kebergantungan (dependability) yaitu pemeriksaan terhadap ketepatan pengumpulan dan analisa data untuk mengecek apakah hasil penelitian ini benar atau salah, maka peneliti mendiskusikannya dengan Dosen Pembimbing, melalui langkah ini akan diperoleh banyak masukan demi kesempurnaan hasil penelitian.
4. Kepastian (confirmability) yaitu melakukan pemeriksaan yang cermat terhadap seluruh komponen dan proses penelitian dab hasil penelitian. Penelitian ini menekankan pada kepastian sumber data termasuk waktu dan tempat penelitian serta logika penarikan kesimpulan dari data yang ada dibawah pengawasan pembimbing, sehingga apabila terjadi kekeliruan akan segara diperbaiki.
59
4.1Ga mbar an Umum Obyek Penelitian 4.1.1 letak geografis Kelur ahan Pegir ian .
luas wilayah : 76,8 Ha
jumlah RT/RW : 95 RT / 11 RW
Luas gedung atau bangunan : 342 m²
Batas utara : Kelurahan Wonokusumo
Batas selatan : Kelurahan Sidotopo
Batas Timur : Kelurahan Sidotopo Wetan
Batas barat : Kelurahan Ujung.
4.1.2 Kelembagaan Kelur ahan Pegir ian
Nama/isntansi : Kelurahan Pegirian
Kecamatan : Semampir
Kab/kota : Kota Surabaya
Nama Kepala Kelurahan : Drs. Supomo,MM
Alamat Kantor : Jl. Wonokusumo Kidul No. 42
GAMBAR 4.1 KELURAHAN PEGIRIAN
Gambar 4.1 kantor Kelurahan Pegirian sedang di renovasi
4.1.3 Visi ,Misi, Tujuan,Str ategi dan Kebijakan Kelur ahan Pegir ian 1. VISI
Guna mewujudkan visi Kelurahan Pegirian maka dengan mendasarkan pada situasi, kondisi, potensi dan tantangan Kelurahan Pegirian dimasa mendatang, visi pembangunan jangka menengah Kelurahan Pegirian 2009 – 2014, sebagai berikut :
“Terwujudnya Kelurahan Pegirian dalam pelayanan masyarakat yang prima, menuju masyarakat mandiri dan sejahtera”
Secara rinci pengertian atas visi tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut a. Pelayanan masyarakat yang prima mengandung arti bahwa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kelurahan Pesurungan Kidul beusaha untuk selalu memberikan pelayanan secara terbaik sehingga dapat memuaskan masyarakat.
b. Masyarakat Mandiri dan Sejahtera bermakna bahwa masyarakat mampu menerapkan prinsip kemandirian dalam memenuhi segenap kebutuhan hidupnya secara layak yang mencakup aspek sosial-budaya, ekonomi dan fisik.
2. MISI
Untuk mencapai visi jangka menengah 2009 – 2014 Kelurahan Pegirian, misi yang dilaksanakan Kelurahan Pegirian adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Kelurahan yang Profesional dilandasi dengan Iman,Taqwa dan berbudi;
b. Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas pelayanan pada masyarakat dalam pembuatan dokumen secara cepat tepat dan akurat;
b. Meningkatkan kinerja aparatur Kelurahan untuk selalu dapat memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat;
c. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan secara swadaya dan mandiri menuju masyarakat sejahtera;
d. Menciptakan sistuasi yang aman, tertib, nyaman dan kondusif;
e. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Kelurahan yang Profesional dilandasi dengan Iman,Taqwa dan berbudi;
f. Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas pelayanan pada masyarakat dalam pembuatan dokumen secara cepat tepat dan akurat;
g. Meningkatkan kinerja aparatur Kelurahan untuk selalu dapat memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat;
h. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan secara swadaya dan mandiri menuju masyarakat sejahtera; dan
i. Menciptakan sistuasi yang aman, tertib, nyaman dan kondusif 3. TUJ UAN
Tujuan yang ingin dicapai oleh kelurahan Pegirian pada tahun 2009 – 2014 adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan SDM Aparatur dalam kursus dan pelatihan administrasi dan komputer.
b. Meningkatkan Pelayanan Masyarakat c. Meningkatkan Sarana dan Prasarana
d. Meningkatkan kualitas aparatur
e. Meningkatkan kualitas ketertiban, keamanan dan kenyamanan.
a. SASARAN
a. Terwujudnya SDM yang profesional
b. Peningkatan kualitas pelayanan pada masyarakat c. Perbaikan kualitas pelayanan pendidikan
d. Tercapainya pemberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan
e. Peningkatan perlindungan pada masyarakat f. Pengembangan sarana dan prasarana 4. KEBIJ AKAN
a. Pelaksanaan pembangunan yang efektif dan efisien
b. Penggunaan sarana dan prasarana yang ada seefektif mungkin c. Pelaksanaan ketertiban dan keamanan semakin ditingkatkan.
4.1.4 TUGAS DAN FUNGSI
1. Lurah
Menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan dan ketertiban umum serta melaksanakan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati
Fungsi :
a. Pelasksanaan kegiatan pemerintahan kelurahan; b. Pelaksanaan kegaitan ekonomi dan pembangunan;
c. Pelaksanaan kegaitan perberdayaan masyarakata dan kesejahteraan rakyat d. Penyelnggaraan ketentraman dan ketertiban umum
e. Pelaksanaan kegiatan ke-Tata Usahaan. 2. Sekretariat
Tugas Pokok :
Membantu Lurah melaksanakan tugas-tugas ketatausahaan yang meliputi administrasi, kepegawaian, keuangan, umum, perlengkapan, perencanaan, evaluasi dan pelaporan.
Fungsi :
a. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas dan fungsi Lurah;
b. Penyelenggaraan koordinasi dan pengendalian atas pelaksanaan kebijakan yang ditetapkan oleh Lurah
d. Pelaksaanaan pengurusan administrasi kepegawaian e. Pengelolaan administrasi keuangan
f. Pelaksanaan urusan perlengkapan dan kerumahtanggan kelurahan
g. Penyelenggaraan rapat-rapat dinas, upacara, penerimaan tamu dan acara kedinasan lainnya di luar kegiatan yang telah tercakup dalam seksi lain. 3. Seksi Pemerintahan
Tugas Pokok
Membantu Lurah melaksanakan pembinaan pemrintahan kelurahan, dan pembinaan rukun warga
Fungsi :
a. Penyusunan program dan kegiatan pemerintahan kelurahan b. Pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan kelurahan c. Pemberian pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan d. Pengumpulan dan pengolahan data administrasi pemerintahan
e. Memfasilitasi pelaksanaan pemilihan, pengangkatan dan perberhentian Kepala Lingkungan, Ketua RW dan Ketua RT
g. Pelaksanaan fasilitsi kegiatan dalam rangka pemilihan Kepala Daerah dan Pemilihan Umum
h. Pelaksanaan evaluasi dan pengendalian penyenggaraan pemerintahan kelurahan
i. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya
4. Seksi Ekonomi dan Pembangunan Tugas Pokok
Memebantu Lurah dalam melaksanakan Pengendalian, pembinaan ekonomi pembangunan, koperasi dan UMKM serta pembangunan partisipasi masyarakat
Fungsi
a. Pemberian pelayanan kepada maysarakat di bidang ekonomi dan pembangunan
b. Pelaksanaan fasilitasi kegiatan ekonomi pembangunan serta swadaya masyarakat
c. Perencanaan pembangunan fisik baik program kelurahan maupun atas prakasa masyarakat
d. Pelakasanaan pembinaan terhadapa koperasi, UMKM dan Lembaga Keuangan Mikro formal maupun lembaga keuangan pembiayaan informal
e. Memfasilitasi pelaksanaan pembinaan pengelolaan lingkungan hidup
5. Seksi Pemberdayaan Masyarakat Dan Kesejahteraan Rakyat Tugas Pokok
Membantu Lurah dalam menyiapkan bahan penyusunan program dan melaksanakan pembinaan sosial dan kesejahteraan masyarakat
Fungsi :
a. Penyusunan Program Pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan rakyat b. Pemberian pelayanan kepada masyarakat di bidang ekonomi dan
pembangunan
c. Penyusunan rencana program dan kegiatan dalam rangka pemberdayaan masayarakat dan kesejahteraan rakyat
d. Pengkoordinasian upaya pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan rakyat
e. Pelaksanaan fasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat dan kesejahteraan rakyat
f. Pelaksanaan pemberian pelayanan terhadap kegiatan-kegiatan Pemberdayaan Masyatakat dan Kesejahteraan Rakyat.
6. Seksi Ketentraman Dan Ketertiban Umum Tugas Pokok
Membantu Lurah melaksanakan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum serta pembinaan perlindungan masyarakat.
Fungsi
a. Penyusunan dan pelaksanaan program kegiatan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum
b. Penyelenggaraan penegakan Peraturan Daerah, Peraturan Walikota, Keuptusan Kepala Daerah dan Peraturan perundang-undangan lainnya di kelurahan
c. Pelaksanaan pembinaan dan perlindungan kepada masyarakat dan anggota LINMAS di Kelurahan
d. Pelaksanaan penertiban terhadap gangguan social
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
4.1.5 Str uktur Or ganisasi Kelur ahan Pegir ian
Dasar : Peraturan Daerah Kota Surabaya No 5 Tahun 2006 Tentang Organisasi Perangkat Kelurahan maka bentuk dari struktur organisasi dari Kelurahan Pegirian dapat dilihat dibawah ini :
Gambar 4.2
Str uktur Or ganisasi Kelur ahan Pegir ian
Sumber : Kantor Kelurahan Pegirian juni 2014 Kepala Kelurahan SUSENO, SH Kasi Pemerintahan SUMARMI Kasi Tantrib Kasi Pembangunan MOCH IRFAN J Kasi Kesejahteraan Rakyat
HILDA FAIRUZ R, S.Sos
Sekretaris AZIS PAMUDJIANTO
4.1.6 Susunan Kepegawaian Dan Kelengkapannya 1. Susunan Kepegawaian
Jumlah Pegawai Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir Kota Surabaya sebanyak 9 orang, 5 orang berstatus Pegawai Negeri Sipil dan 4 orang berstatus Non Pegawai Negeri Sipil. Rinciannya adalah sebagai berikut : A.Pegawai Neger i Sipil :
1) Golongan IV : - orang
2) Golongan III : 5 orang
3) Golongan II : - orang
4) Golongan I : - orang
B.Non Pegawai Neger i Sipil :