BAB V SIMPULAN DAN SARAN
Bagan 2.2 Kerangka Berpikir Penelitian
Pendidikan Karakter SOS Children’s Village Semarang
Faktor Pendukung Pelaksanaan Pendidikan Karakter
Anak yang Berkarakter - Terbentunya karakter yang
baik
- Mampu mandiri kembali ke masyarakat
Faktor Penghambat Pelaksanaan Pendidikan Karakter Program Family Based Care
59 A. Latar Penelitian
a. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dengan menggunakan metode deskripsi dan analisis lapangan. Bogdan dan Taylor (dalam Suyanto, 2010:166) mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata lisan maupun tulisan, dan tingkah laku yang diamati dari orang yang diteliti. Tujuan penelitian kualitatif yaitu untuk mengungkapkan data yang ada serta menguraikan dan menafsirkan sesuatu seperti apa yang ada di lapangan. Penelitian ini juga menghubungkan sebab akibat dari suatu penelitian agar dapat merumuskan permasalahan-permasalahan yang ada.
Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh yang dilakukan dalam program Family Based Care di SOS Children’s Village Semarang. Program Family Based Care ini merupakan sebuah program pengasuhan anak yang berbasis keluarga, dimana setiap anak asuh di SOS Children’s Village Semarang akan diasuh di dalam keluarga asuh. Proses pelaksanaan pendidikan karakter dilakukan oleh ibu asuh pada anak-anaknya dengan cara menyisipkan nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan-kegiatan keseharian di rumah.
Pendidikan karakter tersebut sebagai upaya untuk membentuk karakter anak asuh terutama membekali mereka agar nantinya mampu menaati norma-norma yang ada di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut yang menjadi landasan bagi peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk menjelaskan pelaksanaan pendidikan karakter dalam program Family Based Care di SOS Children’s Village Semarang.
b. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat dimana peneliti dilaksanakan. Penetapan lokasi penelitian bertujuan untuk melakukan penelitian dan mengumpulkan data. Penelitian telah dilakukan di SOS Children’s Village Semarang yang berada di Jl. Durian KM. 1, Pedalangan, Banyumanik, Kota Semarang. Kode pos 50268.
c. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti dalam kurun waktu penelitian selama tiga bulan yang dimulai dari tanggal 11 Februari sampai 11 April 2020.
B. Fokus Penelitian
Fokus penelitian merupakan landasan peneliti dalam melakukan penelitian di lapangan (Sugiyono, 2017:54). Fokus penelitian kualitatif berkaitan sangat erat dengan rumusan masalah yang dirumuskan peneliti.
Rumusan masalah tersebut dijadikan acuan dalam menentukan kemanakah fokus penelitian akan diarahkan. Hal ini menjadi penting agar penelitian
yang akan dilakukan tidak keluar dari apa yang sudah direncanakan. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh dalam program Family Based Care di SOS Children’s Villages Semarang.
a. Kegiatan-kegiatan anak asuh di SOS Children’s Village Semarang b. Metode yang digunakan orangtua dalam melaksanakan pendidikan
karakter pada anak asuh di dalam keluarga
c. Kontrol sosial orangtua pada anak asuh di dalam keluarga
2. Nilai-nilai karakter yang termuat dalam program Family Based Care di SOS Children’s Village Semarang.
a. Nilai karakter yang hubungannya dengan Tuhan b. Nilai karakter yang hubungannya dengan diri sendiri c. Nilai karakter yang hubungannya dengan sesama d. Nilai karakter yang hubungannya dengan lingkungan
3. Faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh dalam program Family Based Care di SOS Children’s Villages Semarang.
a. Faktor pendukung pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh dalam Family Based Care di SOS Children’s Village Semarang b. Faktor penghambat pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh
dalam Family Based Care di SOS Children’s Village Semarang c. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pelaksanaan
pendidikan karakter pada anak asuh
Berdasarkan fokus penelitian diatas, penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh dalam program Family Based Care di SOS Children’s Village Semarang, nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada anak asuh, dan faktor-faktor yang mendukung serta menghambat pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh.
C. Sumber Data
a. Sumber Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung dari lapangan oleh peneliti sebagai data utama yang dibutuhkan dalam penelitian. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan (Sarwono, 2006:209). Adapun data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait dalam penelitian ini. Informan sebagai sumber data primer melalui wawancara dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1) Lucas Formiatno selaku Village Director
2) Ardik Ferry Setiawan selaku Deputy Village Director 3) Riri Wahyu Wulan selaku ibu asuh keluarga Muslim 4) Maria Puji Astuti selaku ibu asuh keluarga Katolik 5) Tyas Budi Utami selaku ibu asuh keluarga Kristen 6) Putri Puji Lestari selaku anak asuh keluarga Muslim 7) Paskalia selaku anak asuh keluarga Katolik
8) Anisa Bilqis selaku anak asuh keluarga Kristen
Selain wawancara langsung, data primer juga diperoleh dengan cara observasi melakukan pengamatan dengan seksama terkait dengan kegiatan-kegiatan anak asuh di SOS Children’s Village Semarang yang mengandung muatan nilai-nilai pendidikan karakter.
b. Sumber Data Sekunder
Data sekunder yakni data-data yang sudah tersedia dan dapat diperoleh oleh peneliti dengan cara membaca, melihat atau mendengarkan (Sarwono, 2006:209). Data sekunder dalam penelitian ini didapatkan melalui dokumen seperti SOS Care Promise yang merupakan panduan pelaksanaan pengasuhan di SOS Children’s Village Semarang, dokumentasi kegiatan-kegiatan anak asuh, dan segala dokumen kaitannya dengan permasalahan yang diteliti yang berfungsi sebagai pelengkap data primer.
D. Alat dan Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan (Sarwono, 2006:223). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Wawancara
Wawancara merupakan proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dengan mendengarkan secara langsung informasi-informasi yang dibutuhkan (Narbuko dan Achmadi, 2007:83). Estenberg dalam Sugiyono (2010:319-320) mengemukakan
bahwa macam-macam wawancara dibagi menjadi tiga yaitu: 1) wawancara terstruktur dimana setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan kemudian dicatat oleh pengumpul data: 2) wawancara semistruktur merupakan kategori in-depth interview yang bertujuan untuk menemukan permasalahan secara terbuku; dan 3) wawancara tak berstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data.
Wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan memberikan kesempatan yang luas kepada informan untuk memberikan informasi yang diperlukan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam wawancara yaitu pertama peneliti memulai wawancara dengan menyampaikan tujuan wawancara. Selanjutnya memberikan gambaran umum terkait permasalahan yang diteliti, setelah itu dilanjutkan dengan mengajukan pertanyaan berdasarkan pedoman wawancara yang telah disusun.
Informan untuk memperoleh data yang diteliti yaitu Bapak Lucas Formiatno selaku Village Director, Bapak Ardik Ferry Setiawan selaku Deputy Village Director, Ibu Riri Wahyu Wulan selaku ibu asuh keluarga Muslim, Ibu Maria Puji Astuti selaku ibu asuh keluarga Katolik, Ibu Tyas Budi Utami selaku ibu asuh keluarga Kristen, Putri Puji Lestari selaku anak asuh keluarga Muslim, Paskalia selaku anak
asuh keluarga Katolik, dan Anisa Bilqis selaku anak asuh keluarga Kristen. Wawancara telah dilaksanakan pada alokasi waktu penelitian 11 Februari sampai dengan 11 April 2020. Penelitian menyesuaikan dengan waktu dan tempat yang disanggupi oleh informan dengan memperhatikan faktor kesenggangan waktu sehingga proses pengumpulan data dapat diperoleh secara optimal.
2. Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis fenomena-fenomena yang diteliti (Narbuko dan Achmadi, 2007:82). Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan secara terbuka dengan diketahui oleh subjek penelitian. Subjek dengan sukarela memberikan kesempatan kepada peneliti untuk mengamati hal-hal yang diperlukan. Hal yang diamati yaitu aktivitas anak asuh di rumah baik yang terjadwal atau aktivitas spontan. Peneliti juga mengamati peran ibu asuh dalam mendidik anak dengan menyisipkan muatan nilai-nilai karakter dalam aktivitas yang dilakukan anak asuh di rumah. Selain itu, sarana dan prasarana di SOS Children’s Village Semarang yang mendukung pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh juga ikut diamati.
Pengamatan tersebut bertujuan untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara dengan Village Director, Deputy Village Director, ibu asuh dan anak asuh.
3. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumen dapat berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan, dan kebijakan. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, patung, film, dan lain-lain (Rachman, 2011:168). Fungsi data dalam penelitian sosial yang berasal dari dokumentasi lebih banyak digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap bagi data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam (Basrowi & Suwandi, 2008:158).
Dokumentasi dalam penelitian ini didapatkan melalui dokumen seperti SOS Care Promise yang merupakan panduan pelaksanaan pengasuhan di SOS Children’s Village Semarang, dokumentasi kegiatan-kegiatan anak asuh, dan segala dokumen kaitannya dengan permasalahan yang diteliti yang berfungsi sebagai pelengkap data dari wawancara dan observasi.
E. Uji Validitas Data
Pengujian validitas data merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian, hal ini disebabkan karena pelaksanaan pengujian terhadap validitas hasil temuan secara cermat dengan menggunakan berbagai teknik yang ada diharapkan hasil penelitian benar-benar ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan validitasnya. Penelitian ini dalam uji validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi. Sugiyono (2017:330)
menjelaskan bahwa teknik triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.
Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber adalah teknik pengumpulan data untuk mendapatkan data dari sumber-sumber yang berbeda dengan teknik yang sama. Teknik pengumpulan data dengan cara ini bertujuan untuk menguji atau mengetahui kebenaran suatu data dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Teknik pemeriksaan validitas data dilakukan terhadap informasi yang diperoleh melalui informan yang berbeda. Teknik ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil wawancara dari para informan diantaranya Bapak Lucas Formiatno selaku Village Director, Bapak Ardik Ferry Setiawan selaku Deputy Village Director, Ibu Riri Wahyu Wulan selaku ibu asuh keluarga Muslim, Ibu Maria Puji Astuti selaku ibu asuh keluarga Katolik, Ibu Tyas Budi Utami selaku ibu asuh keluarga Kristen, Putri Puji Lestari selaku anak asuh keluarga Muslim, Paskalia selaku anak asuh keluarga Katolik, dan Anisa Bilqis selaku anak asuh keluarga Kristen.
Sedangkan untuk triangulasi teknik, dilakukan untuk menguji kebenaran suatu data yang diperoleh melalui wawancara dengan informan kemudian membandingkannya dengan data yang diperoleh dari teknik yang berbeda seperti hasil observasi terkait dengan proses
pelaksanaan pendidikan karakter yang dilakukan pada anak asuh dalam program Family Based Care dan juga dari data yang diperoleh dari dokumen-dokumen di SOS Children’s Village Semarang.
F. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi sehingga mudah dipahami.
Analisis data dalam kasus ini menggunakan analisis data kualitatif.
Berdasarkan model analisis interaktif Milles dan Hubberman, teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
1. Pengumpulan data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam pengambilan data peneliti berbaur dan berinteraksi secara intensif dengan informan.
Dokumentasi dan pengumpulan data pendukung dalam penelitian ini digunakan untuk melengkapi dan memaksimalkan hasil penelitian (Sugiyono, 2010:309). Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data di lapangan dengan melakukan observasi tentang pelaksanaan pendidikan karakter yang dilakukan pada anak asuh, wawancara dengan informan yang telah ditentukan secara sistematis sesuai pada pedoman wawancara, dan mengumpulkan dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh
dalam program Family Based Care di SOS Children’s Village Semarang.
2. Reduksi data
Reduksi data merupakan proses seleksi, penyederhanaan, dan abstraksi yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.
Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan-kesimpulan dapat ditarik dan diverifikasi. Data kualitatif dapat disederhanakan dan transformasi dalam aneka macam cara. Diantaranya yaitu melalui seleksi ketat, melalui ringkasan atau uraiang singkat, menggolongkannya dalam suatu pola yang lebih luas dan sebagainya (Milles dan Hubberman, 1992:16). Pada tahap ini peneliti melakukan reduksi data guna memilih data-data yang diperlukan yang sesuai dengan kebutuhan penelitian dari sejumlah data yang terkumpul dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi.
3. Penyajian data
Peneliti akan melakukan penyajian data dari hasil reduksi data dalam bentuk naratif guna mendeskripsikan hasil penelitian yang dilakukan. Penyajian data dalam bentuk naratif akan lebih memudahkan pemahaman terhadap data yang telah direduksi.
Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam mendeskripsikan hasil temuan, sehingga dengan demikian, memudahkan untuk mengambil
suatu kesimpulan. Tahap ini peneliti melakukan penyajian data dari hasil reduksi data dalam bentuk naratif guna mendeskripsikan hasil penelitian yang dilakukan yaitu tentang pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh, nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan pada anak asuh dan faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan karakter dalam program Family Based Care di SOS Children’s Village Semarang.
4. Menarik kesimpulan/verifikasi
Data yang sudah disajikan, kemudian difokuskan dan disusun secara sistematik dalam bentuk naratif. Selanjutnya melalui induksi, data tersebut disimpulkan sehingga makna data dapat ditemukan dalam bentuk tafsiran dan argumentasi. Kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Penarikan kesimpulan dalam penelitian ini dilakukan untuk menjawab rumusan masalah tentang pelaksanaan pendidikan karakter pada anak asuh, nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan pada anak asuh dan faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan karakter dalam program Family Based Care di SOS Children’s Village Semarang. Penarikan kesimpulan ini yang kemudian dijadikan peneliti sebagai hasil penelitian.
Bagan 3.1 Tahap Analisis Data interactive model