• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINDAKAN MORAL 1. Kompetensi

2.3. Kerangka Berpikir

Pendidikan karakter di Sekolah Menengah Pertama dapat dilakukan pada segala macam kegiatan pembelajaran. Dalam penelitian ini, akan dikhususkan untuk pelaksanaan pendidikan karakter di SMP. Dengan demikian, diharapkan dapat memberi inspirasi dalam mengembangkan karakter siswa. Berikut ini adalah kerangka berpikir

55

Berdasarkan gambar di atas, desain penelitian evaluasi dalam pelaksanaan pendidikan karakter di SMP Santo Fransiskus II dilakukan dengan cara sebagai berikut: proses pengambilan keputusan, kesimpulan dan rekomendasi dilakukan dengan cara membandingkan temuan atau fakta yang terdapat pada tiap-tiap komponen evaluasi: konteks, input, proses dan produk dengan standar atau indikator yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Indikator ini dikembangkan oleh evaluator pada saat merancang instrumen. Setelah temuan atau fakta atau data dibandingkan dengan indikator, data itu dianalisa. Dalam analisa data, teori Context

Input

Process

Product

Proses pelaksanaan pendidikan karakter meliputi kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler

dan pembiasaan

Data Dukungan sumber daya yang

tersedia meliputi SDM, sarana prasarana, lingkungan dan

pembagian tugas

Hasil dan dampak pelaksanaan pendidikan karakter yang meliputi pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan

Data Data Data Penentuan dasar dan tujuan

penyusunan program pendidikan karakter SMP santo Fransiskus

II meliputi visi, misi, tujuan,

moto, agenda, kebijakan, dan K

E S I M P U L A N R E K O M E N D A S I I N D I K A T O R

PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER

DI SMP SANTO FRANSISKUS II KAYU PUTIH JAKARTA TIMUR

56

yang relevan dapat membantu untuk mempertajam proses analisa. Berdasarkan hasil analisa data ini, peneliti dapat menarik kesimpulan yang kemudian dijadikan dasar dalam memberikan rekomendasi yang berguna bagi SMP Santo Fransiskus II Kayu Putih, Jakarta Timur, apakah program pendidikan karakter memerlukan perbaikan, keberlanjutan, perluasan atau penghentian program yang dilaksanakan.

131

BAB VI PENUTUP 6.1. Simpulan

Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti menyimpulkan beberapa hal berikut yakni bahwa pendidikan karakter di sekolah merupakan salah satu cara untuk mencerdaskan bangsa. Pendidikan karakter perlu dibuat secara teratur, terencana dan terevaluasi dengan baik agar sesuai dengan perkembangan peserta didik dan kemajuan zaman dewasa ini.

Dasar penyusunan program pendidikan karakter di SMP Santo Fransiskus II berdasarkan visi, misi, tujuan, moto sekolah, agenda tahunan, kebijakan dan kurikulum. Hal tersebut selama ini menjadi dasar pijakan, cara dan cita-cita yang hendak digapai sekolah. Hal yang menonjol adalah moto sekolah yaitu Fransiskus Magnanimus yang sudah merangkum nilai-nilai karakter yang sangat yaitu berjiwa besar. Ada pula hal-hal yang kurang diperhatikan antara lain guru BK belum punya program untuk siswa dengan kasus khusus. Sekolah kurang melibatkan guru BK dalam menentukan buku penunjang pembelajaran. Selain itu, evaluasi dari setiap kegiatan kurang terlaksana dengan baik.

Sumber daya yang tersedia dalam pendidikan karakter di SMP Santo Fransiskus II meliputi sarana dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, lingkungan dan pembagian tugas. Secara umum keempat hal di atas sudah sangat memenuhi dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Pendidik dan tenaga kependidikan cukup berpengalaman dan kompeten dibidangnya, bahkan ada yang sedang studi lanjut. Sehingga menjadi daya jual bagi sekolah ini. Lingkungan

132

sekolah yang rapi, hijau dan bersih menjadi salah satu keunggulan dan jarang ditemukan di Jakarta. Semua dinding di sekolah dipasang tulisan motivasi, visi, misi, moto, tujuan dan juga doa. Diharapkan setiap peserta didik membaca, memahami kemudian melaksanakan. Guru dan karyawan juga membutuhkan suatu penyegaran, ilmu dan keterampilan baru dengan program yang jelas agar dapat lebih baik melayani peserta didik. Pembagian tugas yang dibuat menjadi sarana bagi guru untuk menjadi leader selain mengajar. Namun pendampingan terhadap siswa dengan kasus tertentu kurang diprioritaskan dan masih membutuhkan guru yang kompeten dalam menangani kasus-kasus tertentu.

Pelaksanaan pendidikan karakter di SMP Santo Fransiskus II meliputi kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler dan pembiasaan. Seluruh kegiatan yang dilakukan peserta didik sejak masuk ke area sekolah sampai saatnya kembali ke rumah merupakan pendidikan karakter. Kegiatan ekstrakurikuler pilihan dan wajib, diikuti semua peserta didik. Kegiatan ini untuk melatih bersosialisasi, menginternalisasi nilai-nilai persaudaraan, dan sportifitas. Setiap peserta didik bebas memilih jenis ekstrakurikuler dan setiap ekskul didampingi oleh guru pendamping. Peserta didik perlu tetap didorong dan dimotivasi untuk mau menggali potensi diri.

Capaian pendidikan karakter di SMP Santo Fransiskus II dilihat dari tiga hal utama yaitu pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan moral. Ketiga hal tersebut bisa dilihat dan dievaluasi setiap hari selama peserta didik peserta didik belum lulus dan sampai nanti mereka terjun di masyarakat. Dari sekolah ini untuk pengetahuan moral sudah cukup dipahami oleh semua peserta didik. Yang masih

133

kurang nampak adalah perasan moral, cara memaknai dan melibatkan hati dalam bertindak. Sedangkan tindakan moral peserta didik terlihat masih belum terlalu spontan dilakukan, masih karena adanya motivasi lain. mengingat usia SMP adalah usia puber, ada banyak hal yang melatarbelakagi tindakan mereka. Namun dengan ketekunan dan kesetiaan guru dan sekolah, ketiga hal ini akan terus ditanamkan dan disampaikan kepada peserta didik. Melalui pembiasaan dan kegiatan serta kebijakan yang dibuat sekolah, peserta didik mampu menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berkeyakinan teguh dan bertindak penuh perhatian.

6.2. Saran

Upaya memecahkan persoalan berkaitan dengan karakter tidak dapat diselesaikan satu pihak. Keluarga, masyarakat dan sekolah perlu saling bahu membahu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu menemukan sintesis model evaluasi CIPP dalam pelaksanaan pendidikan karakter di SMP Santo Fransiskus II. Diharapkan pula dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan terkait dengan kebijakan tentang pelaksanaan pendidikan karakter di satuan-satuan pendidikan.

Dengan penelitian ini, dapat membantu peserta didik dalam mengenali karakter diri sehingga mau melatih diri agar menjadi pribadi yang baik secara pengetahuan, perasaan dan tindakan moral dan terus menghidupi moto sekolah dalam kehidupan sehari-hari. Guru juga dapat lebih mengenali karakter diri dan karakter siswa yang dihadapi. Sehingga menjadi kreatif dalam kegiatan belajar mengajar.

134

Satuan Pendidikan juga memperoleh wawasan baru dalam meningkatkan program pendidikan karakter agar lebih efektif dan efisien melalui proses evaluasi serta mampu meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik baik bagi guru dan para peserta didik. Dan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi kepada Yayasan dalam melakukan peningkatan pelaksanaan pendidikan karakter terkait dengan kebijakan penguatan pendidikan karakter dari pemerintah.

Yayasan, sekolah dan guru diharapkan mampu menangkap peluang di tengah arus kemajuan zaman dengan inovasi dan kreasi yang sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik. Orang tua diharapkan semakin jeli melihat kemungkinan yang akan memajukan potensi anak-anaknya dengan memberikan pendidikan karakter yang baik. Alumni juga semakin mampu membagikan pengalaman selama pendidikan kepada semua orang di masyarakat dan siswa saat ini juga terus termotivasi untuk membina diri menjadi generasi kebanggaan Indonesia. Semoga hasil penelitian ini dapat sedikit membuka mata kita akan adanya harapan di tengah segala persoalan yang ada di hadapan kita.

135

Dokumen terkait