KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL
3.1. Kerangka Konsep
-- _________
3.1: Kerangka Konsep Penelitian 3.2. Definisi Operasional
Kejadian sinusitis maksila yang diderita oleh pasien adalah berdasarkan diagnosa yang dibuat daripada pemeriksaan rutin THT dan rontgen foto sinus paranasal di Rumah Sakit Haji Adam Malik.
1. Tipe sinusitis adalah merupakan klasifikasi sinusitis berdasarkan penyebabnya yang terbagi kepada sinusitis tipe dentogen dan sinusitis tipe rinogen.
a. Sinusitis tipe dentogen adalah sinusitis yang timbul akibat kelainan gigi yang tercatat pada rekam medis pasien sinusitis maksila.
b. Sinusitis tipe rinogen adalah sinusitis yang timbul akibat kelainan hidung yang tercatat pada rekam medis pasien sinusitis maksila.
Tipe sinusitis Umur Jenis kelamin Keluhan utama
Sisi sinus paranasal yang terlibat Gambaran rontgen foto polos
sinus paranasal Jenis gigi terlibat
Penyakit gigi
Penderita Sinusitis Maksila Infeksi Gigi Rahang Atas
2. Umur responden adalah jumlah tahun hidup responden sejak lahir sampai didiagnosa menderita sinusitis maksila yang dinilai melalui skala numerik dan dinyatakan dalam satuan tahun.
3. Jenis kelamin adalah sifat jasmani yang membedakan dua makhluk sebagai betina dan jantan atau wanita dan pria (KBBI, 2010). Penilaian skala adalah berdasarkan skala nominal yang dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu: a. Pria
b. Wanita
4. Keluhan utama adalah keluhan yang paling utama yang dikeluhkan oleh pasien sinusitis maksila yang menyebabkan pasien datang berobat. Keluhan utama yang diderita oleh pasien dinilai berdasarkan skala nominal.
a. Hidung tumpat
Hidung tumpat adalah keadaan dimana rongga hidung penuh atau padat dengan sekret yang didapatkan melalui pemeriksaan fisik yang tercatat pada rekam medis.
b. Hidung berbau
Hidung berbau adalah keluarnya bau yang kurang enak dari lubang hidung yang sering dikeluhkan oleh pasien atau didapat dari pemeriksaan fisik serta tercatat pada rekam medis pasien.
c. Sakit daerah pipi atau hidung
Sakit di daerah pipi atau hidung adalah perasaan subjektif yang dikeluhkan oleh pasien di bagian pipi atau hidung atau didapat sewaktu pemeriksaan fisik dilakukan pada pasien serta tercatat pada rekam medis.
d. Hidung berair
Hidung berair adalah keluarnya sekret yang cair dari lubang hidung pasien sinusitis maksila yang tercatat pada rekam medis pasien.
5. Sisi sinus paranasal yang terlibat adalah bagian sinus maksila yang terlibat berdasarkan letaknya. Jika hanya melibatkan salah satu sisi sinus kanan atau kiri dikenali unilateral. Bila melibatkan kedua-dua sisi sinus maksila dikenali bilateral.
6. Gambaran rontgen foto polos sinus paranasal pada penderita sinusitis maksila dengan infeksi gigi rahang atas. Rontgen foto polos adalah rontgen yang dibaca atau dilakukan pada rongga hidung dan sinus paranasal.
a. Penebalan mukosa
Penebalan mukosa adalah gambaran seperti penebalan dinding sinus maksila yang akan kelihatan suram pada rontgen foto polos sinus paranasal yang tercatat pada rekam medis pasien.
b. Perselubungan
Perselubungan adalah gambaran putih seperti awan pada rontgen foto polos sinus paranasal bagi pasien sinusitis maksila yang kebanyakkannya disebabkan oleh akumulasi pus yang tercatat pada rekam medis.
c. Air- fluid level
Air- fluid level adalah terdapatnya level atau batas cairan pada rongga
sinus maksila yang dapat dilihat di rontgen foto polos sinus paranasal pada pasien dengan sinusitis maksila.
7. Jenis gigi yang terlibat adalah gigi yang menyebabkan terjadinya sinusitis maksila yang ditentukan melalui pemeriksaan gigi oleh dokter gigi. a. Insisivus 1
Gigi insisivus pertama atau gigi seri pertama adalah gigi pertama di rahang atas atau bawah yang mengalami gangguan yang ditentukan melalui pemeriksaan gigi oleh dokter gigi yang memeriksa pasien sinusitis maksila.
b. Insisivus 2
Gigi insisivus kedua atau gigi seri kedua adalah gigi kedua di rahang atas atau bawah yang mengalami gangguan yang ditentukan melalui pemeriksaan gigi oleh dokter gigi yang memeriksa pasien sinusitis maksila.
c. Caninus
Caninus atau gigi taring adalah gigi yang mengalami gangguan yang ditentukan melalui pemeriksaan gigi oleh dokter gigi yang memeriksa pasien sinusitis maksila.
d. Premolar 1
Premolar pertama atau gigi geraham kecil adalah gigi yang mengalami gangguan yang ditentukan melalui pemeriksaan gigi oleh dokter gigi yang memeriksa pasien sinusitis maksila.
e. Premolar 2
Premolar kedua adalah adalah gigi yang mengalami gangguan yang ditentukan melalui pemeriksaan gigi oleh dokter gigi yang memeriksa pasien sinusitis maksila.
f. Molar 1
Molar pertama atau gigi geraham besar adalah gigi yang mengalami gangguan yang ditentukan melalui pemeriksaan gigi oleh dokter gigi yang memeriksa pasien sinusitis maksila.
g. Molar 2
Molar kedua adalah gigi yang mengalami gangguan yang ditentukan melalui pemeriksaan gigi oleh dokter gigi yang memeriksa pasien sinusitis maksila.
h. Molar 3
Molar ketiga merupakan gigi yang mengalami gangguan yang ditentukan melalui pemeriksaan gigi oleh dokter gigi yang memeriksa pasien sinusitis maksila.
8. Penyakit gigi pada penderita sinusitis maksila dengan infeksi gigi rahang atas
a. Abses apikal
Abses apikal adalah kumpulan pus yang terlokalisir serta merupakan penyakit yang tercatat di rekam medis pasien sinusitis maksila dengan infeksi gigi rahang atas.
b. Gingivitis
Gingivitis adalah peradangan pada gusi serta merupakan penyakit yang tercatat di rekam medis pasien sinusitis maksila dengan infeksi gigi rahang atas.
c. Granuloma periapikal
Granuloma periapikal merupakan lesi yang berbentuk bulat dengan perkembangan yang lambat yang berada dekat dengan apex dari akar gigi serta merupakan penyakit yang tercatat di rekam medis pasien sinusitis maksila dengan infeksi gigi rahang atas.
d. Kista dentigerous
Kista dentigerous adalah kista yang terbentuk disekitar mahkota gigi yang belum erupsi (Donald’s Medical Dictionary, 2007). Kista dentigerous ini merupakan penyakit yang tercatat di rekam medis pasien sinusitis maksila dengan infeksi gigi rahang atas.
e. Fistula oroantral
Fistula oroantral adalah komunikasi yang abnormal antara rongga mulut dengan antrum dan adalah penyakit yang tercatat di rekam medis pasien sinusitis maksila dengan infeksi gigi rahang atas.