• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kerangka Konsep

Berdasarkan tujuan penelitian diatas maka kerangka konsep dalam penelitian tentang prevalensi infeksi HBV, HCV dan HIV pada pasien talasemia- mayor di RSUP Haji Adam Malik Medan adalah

Pasien talasemia‐β mayor  

Gambar 3.1 Kerangka Konsep

Karakteristik 

 Jenis Kelamin   Suku 

 Usia 

 Jumlah Unit Darah   Proporsi Infeksi 

3.2 Definisi Operasional

Definisi operasional untuk penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pasien talasemia- mayor

 Definisi : pasien yang pada rekam medik didiagnosis menderita ffffffffffffffftalasemia dan diberikan transfusi darah

2. Jenis Kelamin

 Definisi : jenis kelamin pasien yang tertulis pada rekam medik  Cara ukur : observasi

 Alat ukur : rekam medik  Hasil ukur : laki-laki

perempuan  Skala ukur : nominal 3. Suku

 Definisi : ras pasien yang tertulis pada rekam medik  Cara ukur : observasi

 Alat ukur : rekam medik  Hasil ukur : Aceh

Batak

Jawa Karo Melayu  Skala ukur : nominal 4. Usia

 Definisi : usia pasien yang tercatat dalam rekam medis  Cara ukur : observasi

 Alat ukur : rekam medik  Hasil ukur : (0-5) tahun

(6-10) tahun

(11-15) tahun

5. Jumlah unit darah

 Definisi : total jumlah darah dalam unit yang ditransfusikan selama ffffffffffffffffperiode Januari 2009 – Juli 2013

 Cara ukur : observasi  Alat ukur : rekam medik  Hasil ukur : < 30 unit

> 30 unit  Skala ukur : nominal 6. Proporsi

 Definisi : jumlah individu yang sedang sakit pada saat tertentu per hhhhhhhhhhjumlah individu pada populasi tersebut pada saat tertentu

7. Infeksi HBV

 Definisi : pasien yang pada pemeriksaan serologis ditemukan nnnnnnnnnnnHbsAg (+)

 Cara ukur : observasi  Alat ukur : rekam medik  Skala ukur : nominal 8. Infeksi HCV

 Definisi : pasien yang pada pemeriksaan serologis ditemukan anti- nnnnnnnnnnn HCV(+)

 Cara ukur : observasi  Alat ukur : rekam medik  Skala ukur : nominal 9. Infeksi HIV

 Definisi : pasien yang pada pemeriksaan serologis ditemukan anti- ffffffffffffffffHIV(+)

 Cara ukur : observasi  Alat ukur : rekam medik  Skala ukur : nominal

BAB 4

METODE PENELITIAN 4.1 Jenis Penilitian

Penelitian ini bersifat cross sectional (studi prevalens) deskriptif yang bertujuan melakukan deskripsi mengenai proporsi infeksi HBV, HCV dan HIV pada pasien talasemia- mayor yang menerima transfusi darah.

4.2 Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu : Bulan Agustus – November 2013

Tempat : Poli Hemato-Onkologi Anak RSUP Haji Adam Malik Medan.

4.3 Populasi dan Sampel 4.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien penderita talasemia- mayor yang menerima transfusi darah di Poli Hemato-Onkologi Anak RSUP Haji Adam Malik Medan periode Januari 2009 – Juli 2013.

4.3.2 Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien penderita talasemia- mayor yang menerima transfusi darah di Poli Hemato-Onkologi Anak RSUP Haji Adam Malik Medan periode Januari 2009 – Juli 2013.

Adapun kriteria sampel yang harus dipenuhi meliputi kriteria inklusi dan eksklusi yang ditetapkan.

Kriteria inklusi

- Pasien talasemia- mayor yang mendapat transfusi darah.

- Pasien talasemia- mayor yang tidak mempunyai data tes serologis HbsAg , anti-HCV, atau anti-HIV.

4.4 Teknik Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder, dimana semua data yang diperlukan diperoleh dari rekam medik pasien talasemia.

4.5 Pengolahan dan Analisis Data

Data yang diperlukan dikumpulkan setelah melihat rekam medis pasien talasemia. Data-data kemudian akan digambarkan dalam bentuk tabel. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Alat bantu yang digunakan dalam mengolah data statistik adalah program Statistical Product and Service Solution (SPSS) dan Microsoft Office.                        

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Poli Hemato - Onkologi Anak RSUP Haji Adam Malik, Medan pada Agustus – November 2013. Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik beralamat di Jalan Bunga Lau No. 17, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, Kotamadya Medan, Provinsi Sumatera Utara. Rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit kelas A sesuai dengan SK Menkes no. 335/Menkes/SK/VII/1990.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 502/Menkes/IX/1991 tanggal 6 September 1991, RSUP Haji Adam Malik Medan ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan, RSUP Haji Adam Malik juga ditetapkan sebagai pusat rujukan wilayah pembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara , Aceh , Sumatera Barat , dan Riau.

5.1.2. Deskripsi Karakteristik Sampel

Dalam penelitian ini jumlah kasus talasemia selama periode Januari 2009 - Juli 2013 tercatat 67 kasus. Dari 67 kasus hanya 32 sampel yang mempunyai data tes serologi HbsAg, Anti-HCV, atau Anti-HIV.

Ada beberapa karakteristik yang dinilai dalam penelitian ini, antara lain: jenis kelamin, suku, usia, dan total jumlah unit darah yang ditransfusikan.

Berdasarkan tabel 5.1, jenis kelamin sampel pasien talasemia yang paling banyak adalah laki-laki, dimana terdapat 22 orang (68,8%) dan 10 orang perempuan (31,2%).

Suku yang terbanyak merupakan suku Jawa sebanyak 17 orang (53,1%), dan yang paling sedikit suku Karo sebanyak 2 orang (6,3%).

Kelompok usia sampel terbanyak adalah kelompok usia 6 - 10 tahun sebanyak 18 orang (56,2%) , dan yang paling sedikit di jumpai pada kelompok usia 11 – 15 tahun sebanyak 4 orang (12,5%).

Jumlah unit darah yang ditransfusikan selama kunjungan pasien dijumlahkan secara total dan hasilnya dikategorikan menjadi kurang dari 30 unit dan lebih dari atau sama dengan 30 unit. Dari 32 sampel tercatat 21 orang (65,6%) yang mendapatkan transfusi darah kurang dari 30 unit dan 11 orang (34,4%) mendapatkan transfusi lebih dari atau sama dengan 30 unit.

Karakteristik Frekuensi (%) Jenis kelamin Laki-laki Perempuan 22 10 68,8 31,3 Suku Aceh Batak Jawa Karo Melayu 7 3 17 2 3 21,9 9,4 53,1 6,3 9,4 Usia (tahun) 0-5 6-10 11-15

Jumlah Darah (Unit) <30 ≥30 10 18 4 21 11 31,2 56,2 12,5 65,6 34,4

Tabel 5.1. Distribusi frekuensi sampel berdasarkan jenis kelamin, suku, usia, dan jumlah unit darah. 

5.1.3. Proporsi Infeksi HBV, HCV, dan HIV Pada Pasien Talasemia

Berdasarkan tabel 5.2, dari 32 sampel pasien talasemia -mayor yang memiliki data tes serologi HbsAg dan Anti HCV , tidak ada yang menderita infeksi HBV dan 9 orang (28,1%) menderita infeksi HCV.

Dari 32 sampel yang ikut dalam penelitian, hanya 23 pasien yang memiliki data tes Anti-HIV. Dari 23 pasien tercatat 3 orang (13,0%) yang menderita HIV.

5.1.4. Distribusi Karakteristik Infeksi HCV Pada Pasien Talasemia Tes Serologi Jumlah Sampel Jumlah hasil (+) (%) HbsAg Anti-HCV Anti-HIV 32 32 23 0 9 3 0 28,1 13,0

Karakteristik Tes Anti-HCV (+) (%)

Jenis kelamin Laki-laki Perempuan 6 3 66.7 33,3 Suku Aceh Batak Jawa Karo Melayu 1 1 5 2 0 11,1 11,1 55,6 22,2 0 Usia (tahun) 0-5 6-10 11-15

Jumlah Darah (Unit) <30 ≥30 5 3 1 3 6 55,6 33,3 11,1 33,3 66,7

Tabel 5.2. Proporsi infeksi HBV, HCV, dan HIV pada pasien talasemia- mayor.  

Tabel 5.3. Distribusi frekuensi karakteristik infeksi HCV pada pasien talasemia .

Berdasarkan tabel 5.3, dari 9 pasien talasemia dengan tes serologi HCV (+) terdapat 6 orang (66,7%) laki-laki dan 3 orang (33,3%) perempuan. Suku yang terbanyak merupakan suku Jawa sebanyak 5 orang (55,6%), diikuti suku Karo sebanyak 2 orang (22,2%), suku Batak sebanyak 1 orang (11,1%), suku Aceh sebanyak 1orang (11,1%), dan tidak ditemukan pada suku Melayu. Kelompok usia terbanyak adalah kelompok usia 0 - 5 tahun sebanyak 5 orang (55,6%) kemudian diikuti dengan kelompok usia 6 – 10 tahun sebanyak 3 orang (33,3%), dan yang paling sedikit dijumpai pada kelompok usia 11 – 15 tahun sebanyak 1 orang (11,1%). Sebanyak 6 orang (66,7%) mendapatkan transfusi darah ≥ 30 unit dan 3 orang (33,3%) mendapatkan transfusi darah < 30 unit.

5.1.5. Distribusi Karakteristik Infeksi HIV Pada Pasien Talasemia

Karakteristik Tes Anti-HIV (+) (%) Jenis kelamin Laki-laki Perempuan 3 0 100 0 Suku Aceh Batak Jawa Karo Melayu 0 0 3 0 0 0 0 100 0 0 Usia (tahun) 0-5 6-10 11-15

Jumlah Darah (Unit) <30 ≥30 2 1 0 1 2 66,7 33,3 0 33,3 66,7

Tabel 5.4. Distribusi frekuensi karakteristik infeksi HIV pada pasien talasemia  

Berdasarkan tabel 5.4, pasien talasemia dengan tes serologi Anti-HIV (+) semuanya berjenis kelamin laki-laki dan bersuku Jawa yaitu sebanyak 3 orang (100%) .Pada kelompok usia 0 – 5 tahun dijumpai sebanyak 2 orang (75%) dan pada kelompok usia 6 – 10 tahun sebanyak 1 orang (25%). Tidak dijumpai penderita HIV pada kelompok umur 11 – 15 tahun. Sebanyak 1 orang (25%) mendapatkan transfusi darah < 30 unit dan 2 orang (75%) mendapatkan transfusi darah ≥ 30 unit.

5.2 Pembahasan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien talasemia -mayor dan proporsi infeksi HBV, HCV , dan HIV pada pasien talasemia - mayor di RSUP Haji Adam Malik Medan periode Januari 2009 – Juli 2013.

Dari tabel 5.1 pasien talasemia -mayor lebih banyak pada laki-laki sebanyak 22 orang (68,8%), sedangkan pada perempuan lebih sedikit yaitu sebanyak 10 orang (31,2%). Penelitian yang dilakukan Bhavsar et al., (2011) di India juga mendapatkan hasil yang sama, dimana penderita talasemia lebih dominan pada laki-laki. Sedangkan menurut penelitian Boroujerdnia di Iran pada tahun 2009, didapatkan perempuan lebih banyak menderita talasemia -mayor dibandingkan dengan laki-laki. Dari hasil penelitian Mirmomen et al., (2006) di Iran, dari 732 sampel pasien talasemia, 413 berjenis kelamin laki – laki dan 319 berjenis kelamin perempuan. Menurut Mirmomen et al., (2006), tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kasus talasemia . Hasil penelitian ini menunjukkan persamaan dengan penelitian Bhavsar et al., (2011) dan Mirmomen et al., (2006).

Suku yang terbanyak merupakan suku Jawa sebanyak 17 orang (53,1%). Hal ini dikarenakan penduduk Indonesia mayoritas merupakan suku Jawa (BPS , 2010). Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Syarifurnama (2008) di Medan, dimana persentase suku Jawa yang didiagnosis talasemia sebesar 59,2 %.

Pada penelitian ini, kelompok usia terbanyak adalah kelompok usia (6-10) tahun yaitu sebanyak 18 orang (56,2%) . Menurut Galanello & Origa (2010),

awal gejala talasemia biasanya muncul pada umur 6-24 bulan berupa gejala seperti pucat, diare, demam berulang, dan splenomegali. Tanpa transfusi darah kondisi pasien dapat memburuk dan menimbulkan gejala klinis seperti deformitas tulang, gangguan pertumbuhan, ikterus dan anemia berat. Kemungkinan pasien talasemia di RSUP H Adam Malik Medan baru datang berobat setelah gejala mulai memberat. Hasil penelitian yang didapat berbeda dengan penelitian Boroujerdnia et al., (2009) dimana pasien talasemia -mayor kebanyakan pada kelompok usia (11 – 21) tahun. Hasil penelitian Syarifurnama (2008 ) di Medan menunjukkan kelompok usia terbanyak adalah (6 - 15) tahun dan menurut penelitian Mirmomen et al., (2006), usia rata-rata pasien talasemia -mayor adalah 17,0±9 tahun.

Sebanyak 21 orang mendapatkan transfusi total <30 unit dan 11 orang mendapatkan transfusi total ≥ 30 unit dari periode Januari 2009 – Juli 2013. Hal ini mungkin dikarenakan kebanyakan pasien tidak rutin melakukan transfusi darah karena biaya yang mahal. Menurut Bhavsar et al., (2011) di India, sebanyak 51% pasien talasemia mendapat transfusi darah < 50 unit. Menurut Boroujerdnia et al., (2009) kebanyakan pasien talasemia di Iran, mendapatkan transfusi darah total > 200 unit.

Berdasarkan tabel 5.2, infeksi yang paling banyak ditemukan pada pasien talasemia adalah infeksi HCV sebanyak 28,1% , diikuti infeksi HIV 13% kemudian infeksi HBV 0%. Persentase infeksi HCV yang lebih tinggi dibandingkan dengan infeksi HIV berhubungan dengan window period HCV yang lebih panjang dibandingkan HIV sehingga, kemungkinan false negative pada saat dilakukan skrining pada darah donor lebih besar. Tidak ditemukannya infeksi HBV karena pasien talasemia di RSUP Haji Adam Malik telah diberikan vaksin Hepatitis B sebelum memulai transfusi darah. Menurut penelitian Oza et al., (2012) di India dari 193 sampel, didapatkan 1 orang (0,52%) seropositif HbsAg , 15 orang (7,8%) seropositif anti-HCV dan 6 orang (3,1%) seropositif terhadap Anti-HIV. Pada penelitian yang dilakukan Bhavsar et al., (2011) di India dari 100

pasien talasemia, 18 orang (18%) positif terhadap HbsAg , 6 orang (6%) positif terhadap tes anti-HCV dan 9 orang (9%) positif HIV. Pada penelitian di Iran oleh Mansouritorghabeh et al., (2008) didapatkan prevalensi HBV 2,22% , HCV 8,33% dan HIV 0%. Penelitian oleh Ocak et al., (2006) melaporkan dari 399 sampel, 3 orang (0,75%) seropositif terhadap HbsAg, 18 orang (4,5%) seropostif terhadap Anti-HCV dan tidak ada yang seropositif terhadap Anti-HIV Pada penelitian di Malaysia oleh Jamal (1998) prevalensi HBV 2,4% , HCV 22,4 % dan HIV 0%. Hasil penelitian ini menunjukkan persamaan dengan penelitian Oza et al., (2012).

Berdasarkan tabel 5.3 infeksi HCV lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan. Hasil yang sama juga dilaporkan oleh Bhavsar et al., (2011) dimana 61% infeksi HCV pada pasien talasemia adalah laki-laki. Namun menurut penelitian Boroujerdnia et al., (2009) didapatkan perempuan lebih banyak menderita infeksi HCV . Penelitian oleh Mirmomen et al., (2006) melaporkan sebanyak 57,4% laki-laki dijumpai menderita HCV. Menurut Boroujerdnia et al., (2009), tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan infeksi HCV pada pasien talasemia. Kelompok usia terbanyak yang menderita HCV adalah kelompok usia (0-5) tahun. Hal ini berbeda dengan penelitian Boroujerdnia et al., (2006) dimana kelompok usia yang terbanyak menderita infeksi HCV adalah kelompok usia (11-21) tahun. Menurut Mirmomen et al., (2006) rata – rata usia yang menderita infeksi HCV adalah 20.2 ± 8.2. Sebanyak 66,7% sampel yang seropositif terhadap Anti-HCV mendapatkan transfusi ≥ dari 30 unit darah . Menurut penelitian Bhavsar et al., (2011), sampel yang menerima transfusi darah antara 151-200 unit yang paling banyak menderita HCV. Penelitian oleh Oza et al., (2012) melaporkan bahwa resiko infeksi HCV meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah transfusi darah. Sedangkan Wanachiwanawin et al., (2003) melaporkan bahwa tidak ada hubungan antara jumlah unit darah yang ditransfusi dengan peningkatan resiko infeksi HCV.

Pada tabel 5.4, pasien talasemia yang menderita HIV semuanya berjenis kelamin laki-laki. Penelitian yang dilakukan Bhavsar et al., (2011) juga

menyatakan bahwa proporsi penderita HIV pada pasien talasemia lebih banyak pada laki-laki. Sebanyak 75% penderita HIV terdapat pada kelompok usia (0-5) tahun. Hasil penelitian Bhavsar et al., (2011) menunjukkan kelompok usia terbanyak adalah (8-17) tahun. Sebanyak 75% sampel yang seropositif terhadap Anti-HIV mendapatkan transfusi ≥ dari 30 unit darah. Menurut Oza et al., (2012) insiden infeksi HIV berhubungan dengan meningkatnya jumlah transfusi darah.

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUP Haji Adam Malik Medan diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Proporsi infeksi HBV, HCV, dan HIV pada pasien talasemia -mayor periode Januari 2009 – Juli 2013 secara berturut adalah 0%, 28,1% , dan 13%

2. Distribusi frekuensi terbesar pasien talasemia yang menderita infeksi HCV dan HIV berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki dengan persentase 66,7% pada infeksi HCV , dan 100% pada infeksi HIV.

3. Distribusi frekuensi terbesar pasien talasemia yang menderita infeksi HCV dan HIV berdasarkan suku adalah suku Jawa dengan persentase 55,6% pada infeksi HCV , dan 100% pada infeksi HIV.

4. Distribusi frekuensi terbesar pasien talasemia yang menderita infeksi HCV dan HIV berdasarkan usia adalah kelompok usia (0-5) tahun dengan persentase 55,6% pada infeksi HCV , dan 75% pada infeksi HIV .

5. Distribusi frekuensi terbesar pasien talasemia yang menderita infeksi HCV dan HIV berdasarkan jumlah unit darah yang ditransfusikan adalah ≥ 30 unit dengan persentase 66,7% pada infeksi HCV dan 75% pada infeksi HIV.

6.2 Saran

1. Perlu dilakukan seleksi yang ketat pada calon pendonor darah.

2. Diperlukan tes yang lebih spesifik dan sensitif untuk mendeteksi antibodi Anti-HCV dan Anti-HIV pada darah donor.

DAFTAR PUSTAKA

Andarsini, M. R. et al., 2011. Hepatitis Virus Infection in Repeatedly Transfused Thalassemia Patients. Indonesia Journal of Tropical and Infectious Diseases, 2(1). 46-48.

Arief, S., 2012. Hepatitis Virus. Dalam: M. Juffrie, S. S. Y. Soenarto, H. Oswari & S. Arief. Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi. Jakarta: Badan Penerbit IDAI, 296-305.

Atmakusuma, D., 2009. Thalassemia: Manisfestasi Klinis, Pendekatan Diagnosis, Dan Thalassemia Intermedia. Dalam: A. W. Sudoyo, et al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing, 1387-1393.

Atmakusuma, D. & Setyaningsih, I., 2009. Dasar-dasar Talasemia: Salah Satu Jenis Hemoglobinopati. Dalam: A. W. Sudoyo, et al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing, 1379-1386.

Bakta, I. M., 2006. Hematologi Klinik Ringkas. Denpasar: EGC.

Bennett, N. J., 2013. HIV Disease. Available from:

http://emedicine.medscape.com/article/211316-overview#a0156 [Accessed 18 April 2013].

Bhavsar, H., Patel. et al., 2011. Prevalence of HIV, Hepatitis B and Hepatitis C in Thalassemia Major Patients in Tertiary Care Hospital , Gujarat. NJIRM, 2(3). 47-50.

Borgna-Pignatti, C., 2007. Modern treatment of thalassaemia intermedia. British Journal of Hematology, 138(3). 291-304.

Borgna-Pignatti, C. et al., 2004. Survival and complications in patients with thalassemia major treated with transfusion and deferoxamine. Haematologica, Volume 89. 1187-1193.

Boroujerdnia, M. et al., 2009. Prevalence of Hepatitis-C virus (HCV) among Thalassemia Patients in Khuzestan Province, Southwest Iran. Pakistan Journal of Medical Sciences, 25(1). 113-117.

Brooks, G. F., Butel, J. S. & Morse, S. A., 2008. Mikrobiologi Kedokteran Jawetz, Melnick,& Adelberg. 23th ed . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Champoux, J. J. & Drew, W., 2004. Retroviruses, Human Immunodeficiency

Viruses,And Acquired Immunodeficiency Syndromes. Dalam: K. J. Ryan & C. Ray. Sherris Medical Microbiology. United States of America: The McGraw-Hill Companies,Inc, 601-616.

Ciesla, B., 2007. Hematology in Practice. Philadelphia: F.A Davis Company.

Dhawan, V. K., 2013. Hepatitis C. Available from:

http://emedicine.medscape.com/article/177792-overview. [Accessed at 18 April 2013].

Djoerban, Z. & Djauzi, S., 2009. HIV/AIDS di Indonesia. Dalam: A. W. Sudoyo, et al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing, 2863- 2869.

Drew, W., 2004. Hepatitis Viruses. Dalam: K. J. Ryan & G. C. Ray. Sherris Medical Microbiology. United States of America: The McGraw-Hill Companies,Inc, 541-554.

Galanello, R & Origa, R., 2010. Beta-thalassemia. Orphanet Journal of Rare Diseases, 11(5)

Gani, R. A., 2009. Hepatitis C. Dalam: A. W. Sudoyo, et al. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing, 662-667.

Hoffbrand, A., Pettit, J. & Moss, P., 2005. Kelainan Genetik pada Hemoglobin. Dalam: D. A. Mahanami. Kapita Selekta Hematologi. Edisi 4. Jakarta: EGC, 64-74.

Hollar, M. A., 2001. The Hair-on-End Sign. Available from:

http://radiology.rsna.org/content/221/2/347.full. [Accessed at 18 April 2013].

Jamal, R. et al., 1998. Seroprevalence of Hepatitis B. Hepatitis C, CMV and HIV in Multiply Transfused Thalassemia Patients : Results from a Thalassemia Day Care Center in Malaysia. Southeast Asian J Trop Med Public Health, 29(4) . 792-794.

Krafts, K., 2009. Thalassemia. Available from:

http://www.pathologystudent.com/?p=1233 [Accessed at 18 April 2013].

Levinson, W., 2008. Review of Medical Microbiology and Immunology. 10th ed. United States of America: The McGraw-Hill Companies, Inc.

Mahajan, V. S., Pace, C. A. & Jarolim, P., 2010. Interpretation of HIV Serologic Testing Results. Available from:

http://www.clinchem.org/content/56/10/1523.full [Accessed at 18 April 2013].

Mansjoer, A. et al., 2009. Hepatitis Akut. Dalam: A. Mansjoer, et al. Kapita Selekta Kedokteran . Jakarta: Media Aesculaplus, 513-514.

Mansouritorghabeh,H et al., 2008. Transfusion Transmitted Viruses In Individuals With Beta Thalassemia Major at Northeastern Iran, A Retrospective Sero- Epidemiological Survey. Iranian Journal of Blood and Cancer, 1(1). 1-4.

Mirmomen, S. et al., 2006. Epidemiology of Hepatitis B, Hepatitis C, and Human Immunodeficiency Virus Infecions in Patients with Beta-Thalassemia in Iran: A Multicenter Study. Iranian Medicine, 9(4). 319-323.

Na'im, A. et al., 2010. Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia. Available from: http://sp2010.bps.go.id/files/ebook/kewarganegaraan%20penduduk%20in

 

Ocak, S. et al., 2006. Seroprevalence of Hepatitis B and Hepatitis C in Patients with Thalassemia and Sickle Cell Anemia in a Long-term Follow-up. Archives of Medical Research, 37(7). 895-898 .

Oza, T. et al., 2012. A Study Of Prevalence Of HIV, HbsAg And HCV In Thalassemia Major Children. National Journal of Integrated Research in Medicine, 3(4). 114-117.

Permono, B. & Ugrasena, I., 2012. Hemoglobin Abnormal. Dalam: Buku Ajar Hematologi-Onkologi Anak. Jakarta: Badan Penerbit IDAI, 64-84.

Pignatti, C. B. & Galanello, R., 2003. Thalassemias and Related Disorders: Quantitative Disorders of Hemoglobin Synthesis. Dalam: J. P. Greer, J. Foerster & J. N. Lukens. Wintrobe's Clinical Hematology. 11th Ed. United States of America:Lippincott Williams & Wilkin Publishers.

Pyrsopoulos, N. T. & Reddy, K., 2011. Hepatitis B. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/177632-overview#a0156 [Accessed at18 April 2013].

Ricerca, B. M., Girolamo, A. D. & Rund, D., 2009. Infections in Thalassemia and Hemoglobinopathies: Focus on Therapy-Related Complications. Available from : http://www.mjhid.org/article/view/5229/html_22 [Accessed at 18 April 2013].

Sanityoso, A., 2009. Hepatitis Virus Akut. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing, 644-661.

Sayani, F. et al., n.d. Guidelines for the Clinical Care of Patients with Thalassemia in Canada, North York: Thalassemia Foundation of Canada.

Surapon, T., 2011. Thalassemia Syndrome. Available from:

http://www.intechopen.com/download/pdf/23708. [Accessed at 18 April 2013].

Syarifurnama,D., 2009. Karakteristik Penderita Thalassemia Yang Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Pusat H.Adam Malik Medan Tahun 2006 - 2008. Medan : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Vanichsetakul, P., 2011. Thalassemia: Detection, Management, Prevention & Curative Treatment. The Bangkok Medical Journal. 113-118.

Wahidiyat, P. A., 2012. Thalassaemia in Indonesia. Bangkok:Thalassaemia International Federation.

Wahiyidiyat, I. & Amalia, P., 2012. Gangguan Sintesis Hemoglobin. Dalam: H. Permono, et al. Buku Ajar Hematologi-Onkologi Anak. Jakarta: Badan Penerbit IDAI, 16-23.

Walker, E. & Walker, S., 2000. Effects of iron overload on immune system. Ann Clin Lab Sci, 30(4). 354-365.

Wanachiwanawin, W. et al., 2003. Prevalence and Clinical Significance of Hepatitis C Virus Infection in Thai Patients with Thalassemia. International Journal of Hematology, 78(4). 374-378.

Weatherall, D. et al., 2006. Disease Control Priorities in Developing Countries. 2nd ed. Washington: The International Bank for Reconstruction and Development / The World Bank.

Weatherall, D. & Clegg, J., 2001. The Thalassaemia Syndromes. 4th ed. Oxford: Blackwell Science Ltd.

Weatherall, D. J., 2010. The Thalassemias: Disorders of Globin Synthesis. Dalam: M. Professional, penyunt. Williams Hematology. United States of America: McGraw-Hill Professional Publishing, 828-865.

Wiener, E., Allen, D., Porter, R. & Wickramashinge, S., 1999. Role of FcgammaRI (CD64) in erythrocyte elimination and its up-regulation in thalassaemia. British Journal of Haematology, 106(4). 923-930.

Lampiran 3

Nama  Jenis Kelamin  Usia  Suku 

Jumlah Unit 

Darah  HBV  HCV  HIV 

ABDUL HALIL  Laki‐laki  11 ACEH  17  ‐  ‐  ‐ 

AKMAL  Laki‐laki  6 JAWA  34  ‐  +  ‐ 

ALFINA ZAHRA  Perempuan  8 ACEH  17  ‐  ‐    

ASSULTAN  Laki‐laki  4 JAWA  25  ‐  ‐  ‐ 

BAGUS  Laki‐laki  7 BATAK  25  ‐  ‐    

DIN SHELLA  Perempuan  10 MELAYU  10  ‐  ‐  ‐ 

FIRMANSYAH  Laki‐laki  3 KARO  15  ‐  +  ‐ 

HERMAYADI  Laki‐laki  14 ACEH  20  ‐  +  ‐ 

IGO  Laki‐laki  5 BATAK  60  ‐  ‐  ‐ 

IHZA  Laki‐laki  9 JAWA  5  ‐  ‐    

INDAH RAHMATUNNISA  Perempuan  7 ACEH  27  ‐  ‐    

INTAN  Perempuan  10 ACEH  25  ‐  ‐  ‐ 

IWAN PRASETYO  Laki‐laki  14 JAWA  17  ‐  ‐    

M. FACHREZA  Laki‐laki  7 JAWA  21  ‐  ‐  ‐ 

M.FAHMI  Laki‐laki  2 JAWA  60  ‐  +  + 

M.HIKMAH  Laki‐laki  5 JAWA  23  ‐  ‐    

M.JIDAN  Laki‐laki  10 MELAYU  20  ‐  ‐  ‐ 

M.REZA ANDIKA  Laki‐laki  11 ACEH  16  ‐  ‐  ‐ 

M.RIFAL WILIANSYAH  Laki‐laki  3 JAWA  50  ‐  +  ‐ 

M.SAID RIDHO  Laki‐laki  7 JAWA  48  ‐  ‐    

MELISA  Perempuan  9 JAWA  22  ‐  ‐    

NURUL KHOIRIYAH  Perempuan  7 ACEH  20  ‐  ‐  ‐ 

RAMADANI  Perempuan  3 KARO  50  ‐  +  ‐ 

RISKI  Laki‐laki  6 MELAYU  5  ‐  ‐  ‐ 

RIZKI  Laki‐laki  8 JAWA  30  ‐  ‐  ‐ 

SITI FADILLAH  Perempuan  5 JAWA  2  ‐  ‐  ‐ 

SUHENDRA  Laki‐laki  9 JAWA  31  ‐  ‐    

TRI SANTIKA  Perempuan  6 BATAK  37  ‐  +  ‐ 

WAHYU RAMADHAN  Laki‐laki  7 JAWA  65  ‐  +  ‐ 

WEVILLA  Perempuan  1 JAWA  7  ‐  +  ‐ 

ZAKRI  Laki‐laki  4 JAWA  5  ‐  ‐  + 

Lampiran 4   

DAFTAR RIWAYAT HIDUP   

   

Nama        : Diadora 

Tempat / Tanggal Lahir : Tanjung Balai , 6 Juni 1993  Agama      : Buddha 

Alamat     : Jalan Putri Hijau Kompleks Emerald Garden 9A  Orang Tua      : Ayah : Lukman Poriono 

          Ibu  : Sie Ka Khun 

Riwayat Pendidikan    : 1. TK SM Raja, Tanjung Balai (1997‐1998)            2. SD SM Raja, Tanjung Balai (1998‐2004)              3. SMP SM Raja , Tanjung Balai (2004‐2007)            4. SMA Sutomo 1, Medan (2007‐2010) 

Dokumen terkait