• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEMAND = WANTS + PURCHASING POWER

2.8 Kerangka Konseptual

Secara sederhana kerangka konseptual di dalam penelitian ini dapat dilihat dalam gambar 2.6 sebagai berikut :

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual 2.9 Penelitian Terdahulu

1. Ari Syofwan, mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi

Pembangunan Universitas Sumatera Utara Angkatan 2009 dengan judul skripsi “ Peranan Kredit Usaha Rakyat Terhadap Pengembangan UMK di

Jumlah Tenaga Kerja Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Lama usaha Pendapatan Pengusaha UMKM

Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan Kredit Usaha Rakyat di Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, dengan kenaikan pendapatan sebelum hingga sesudah diberikan Kredit Usaha Rakyat.

2. Taufan Achmad Felna , Wahyu Ario Pratomo Jurnal Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara Angkatan dengan judul “ANALISIS PERMINTAAN KREDIT PADA USAHA

MIKRO DAN KECIL DI KECAMATAN MEDAN JOHOR

menyimpulkan bahwa Faktor yang melatarbelakangi pengusaha meminjam kredit, yaitu: untuk pengembangan usaha, untuk keperluan rumah tangga, dan untuk bayar uang sekolah anak. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi alasan orang tidak melakukan pinjaman ke bank yaitu: urusan kredit yang lebih sulit, bunga kredit yang besar, tidak mempunyai agunan, dan tersedianya dana yang lebih murah. Ada pun faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan penjualan adalah: lokasi, cuaca, promosi, dan mutu dan kualitas barang yang di jual. Dari persamaan regresi X1 dan X2 dan X3 terhadap Y maka dapat diketahui bahwa pendapatan usaha mikro dan kecil (Y) tidak ditentukan dari modal sendiri (X1), modal kredit (X2), dan jumlah pekerja (X3). Melainkan ada juga beberapa faktor lain yang juga dapat mempengaruhi seperti lokasi usaha, cuaca, dan lain-lain. Walaupun pada halaman lain dapat diketahui bahwa dengan pemanfaatan kredit 100% untuk usaha maka usaha mikro dan kecil tersebut sangat meningkat terhadap perubahan pendapatan.

2.10 Hipotesis

Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah, uraian penelitian terdahulu serta kerangka pemikiran teoritis, maka dalam penelitian ini dapat diajukan beberapa hipotesis sebagai berikut:

1. Tenaga kerja diduga berpengaruh positif terhadap permintaan pngusaha UMKM pada pembiayaan Kredit Usaha Rakyat.

2. Lama usaha diduga berpengaruh positif terhadap permintaan pngusaha UMKM pada pembiayaan Kredit Usaha Rakyat.

3. Pendapatan diduga berpengaruh positif terhadap permintaan pngusaha UMKM pada pembiayaan Kredit Usaha Rakyat.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat penting dan strategis dalam menghadapi perekonomian kedepan terutama dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. Adanya krisis perekonomian seperti sekarang ini sangat mempengaruhi stabilitas nasional, ekonomi dan politik, yang imbasnya berdampak pada kegiatan- kegiatan usaha baik usaha besar maupun usaha kecil menengah.

Menurut Undang- Undang No. 20 Tahun 2008 defenisi usaha mikro kecil menengah adalah usaha produktif milik orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro. Dalam Undang- undang tersebut juga disebutkan bahwa keberadaan UMKM dan pengelolaannya oleh pemerintah dimaksudkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah merupakan salah satu entitas pelaku ekonomi yang eksistensinya mendominasi terhadap perekonomian bangsa, baik diperkotaan maupun pedesaan. Menurut Urata (2000), tentang peran UMKM dilihat dari kedudukannya yaitu sebagai pemeran utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor, seperti penyedia lapangan kerja terbesar, berperan dalam hal pengembangan kegiatan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat, pencipta pasar baru dan inovasi, dan untuk UMKM yang sudah mampu melakukan

perdagangan internasional UMKM tersebut tentu mampu memberikan sumbangan dalam menjaga neraca pembayaran melalui sumbangannya dalam menghasilkan ekspor.

Dilihat dari Kedudukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam perekonomian nasional yang sangat penting, terutama karena jumlahnya yang banyak serta perannya terhadap penyerapan tenaga kerja yang begitu besar dan kontribusinya terhadap PDRB nasional. Disamping itu UMKM juga memiliki ketahanan yang cukup kuat terhadap krisis ekonomi, sebagaimana pada saat terjadinya krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997- 1998an, dimana kondisi waktu itu usaha kecil, mikro, dan menengah terbukti lebih kebal daripada perusahaan besar yang justru banyak mengalami kebangkrutan.

Dikaitkan dengan tugas dan program pembangunan ekonomi pada sektor- sektor usaha tertentu, misalnya pertanian, peternakan dan perkebunan, industri pengolahan serta industri perdagangan berbagai SKIM kredit/ pembiayaan UMKM diluncurkan oleh pemerintah. Realisasi penyaluran kredit UMKM di tahun 2012 yang mencapai sebesar Rp. 72,3 triliun atau tumbuh 5,1 % dari posisi tahun 2011 sebesar Rp. 479,89 triliun atau menjadi Rp. 552,2 triliun di tahun 2012. Namun, berdasarkan penyalurannya menunjukkan bahwa kredit UMKM tersebut masih di dominasi oleh kredit usaha menengah sebesar 48,6 % belum dominan ke arah kredit kecil yang baru teralokasi sebesar 30,8 % dan bahkan untuk kredit mikro hanya teralokasi sebesar 20,6 % sedangkan populasi yang ada berjumlah sebanyak 54 juta pengusaha (Budi Harsono, 2014: 53).

Pelaku UMKM kerap mengalami kesulitan permodalan, karena tidak punya pilihan, akhirnya lebih memilih meminjam dari rentenir dengan bunga yang besar bisa mencapai 15-20 persen per bulan. Alternatif ini terpaksa dipilih karena meminjam melalui rentenir ini relatif tanpa prosedur dan pencairannya juga sangat cepat, jauh berbeda dengan kredit melalui perbankan. Selain itu urusan administrasi dalam pencairan modal di Kota Medan juga masih banyak ditemukan kendala seperti deskiriminasi pemberian modal sehingga banyak pelaku usaha kecil sulit berkembang.

Perlu adanya peranan Perbankan dalam pembangunan ekonomi yaitu sebagai badan usaha yang menyimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak (Sianat, 2004: 87).

Oleh karena itu Pemerintah meluncurkan kredit bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM), dan koperasi berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini diluncurkan untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Perkembangan jumlah penduduk yang setiap tahun meningkat, ini membuat mulai banyak usaha-usaha yang ada mulai bermunculan. Usaha-usaha tersebut baik usaha dalam skala besar dan kecil, termasuk usaha mikro dan kecil. Usaha-usaha mikro dan kecil ini umumnya tersebar diseluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Johor. Usaha-usaha mikro dan kecil ini seperti: perbengkelan, salon kecantikan, penjahit, doorsmer mobil dan sepeda motor, minimarket, rumah makan, dan lain-lain. Di Kecamatan

Medan Johor memiliki sejumlah pasar dan pertokoan yang sudah mulai ramai untuk mendukung kegiatan perekonomian, diantaranya terdapat 5 pasar, 38 pertokoan, dan 9 minimarket. Usaha-usaha mikro dan kecil ini umumnya banyak di pasar, seperti: pasar johor yang ada di Kelurahan Gedung Johor dan Pasar Kwala Bekala yang ada di Kelurahan Kwala Bekala. Tetapi, hampir di setiap pertokoan dan kios yang ada di Kelurahan Gedung Johor memiliki usaha mikro dan kecil. Usaha ini seperti: rumah makan, salon, perbengkelan, penjahit, dan lain-lain. Pada umumnya usaha yang banyak adalah usaha rumah makan.

Permintaan pengusaha UMKM merupakan keinginan untuk mengembangkan usahanya Sangat jelas bahwa faktor-faktor permintaan pengusaha UKM sangat berpengaruh terhadap kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat, untuk meningkatkan faktor-faktor permintaan pengusaha UKM perlu adanya gagasan untuk memajukan usaha tersebut dengan cara peminjaman salah satunya peminjaman terhadap Kredit Usaha Rakyat. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan pengusaha UKM terhadap KUR yaitu :

Tenaga Kerja sangat berpengaruh terhadap permintaan KUR, dimana persepsi besarnya atau banyaknya jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan oleh pengusaha UMKM maka besarnya permintaan pengusaha UMKM melakukan Kredit Usaha Rakyat.

Lama usaha sangat berpengaruh terhadap permintaan KUR, dimana persepsi besarnya lama usaha yang dilakukan oleh pengusaha UKM berpengaruh terhadap Kredit Usaha Rakyat.

Pendapatan juga berpengaruh terhadap permintaan KUR, memliki persepsi dimana apabila pendapatan nya rendah maka permintaan untuk melakukan KUR akan meningkat, dan apabila pendapatan naik maka permintaan untuk melakukan KUR akan semakin rendah.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis merasa tertarik untuk membahas masalah tersebut dalam sebuah karya tulis berbentuk skripsi dengan judul : “ Analisis Permintaan Pengusaha UMKM Pasar Medan Johor Terhadap Kredit Usaha Rakyat.

Dokumen terkait