KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS
3.1. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual yang dibentuk dalam penelitian ini didasarkan pada tinjauan pustaka dan masalah penelitian yang telah diuraikan pada bagian terdahulu. Kerangka konseptual ini merupakan model penelitian yang terdiri dari lima komponen yaitu:
1. Tunjangan Sertifikasi. 2. Pendidikan.
3. Pelatihan. 4. Kinerja Dosen. 5. Kinerja Fakultas.
Secara ringkas, Gambar 3.1, menjelaskan pengaruh tunjangan sertifikasi dosen dan pendidikan dan pelatihan yang mempengaruhi kinerja dosen dan kinerja fakultas.
H1
H2 H4 H5
H3
Gambar 3.1. Kerangka konseptual Tunjangan Sertifikasi X1 Pendidikan X2 Kinerja Dosen Y Pelatihan X3 Kinerja Fakultas Y1
Sejalan dengan kerangka konseptual yang telah dibuat seperti di atas, maka dapat dijelaskan bahwa: tunjangan sertifkasi, pendidikan dan pelatihan yang diprediksi akan mempengaruhi kinerja dosen. Tunjangan sertifikasi yang merupakan pemberian perangsang kepada para dosen di mana bentuk finansial bertujuan agar dosen melaksanakan tugasnya dengan baik. Ada kemungkinan jika dosen mendapatkan tunjangan sertifikasi akan dapat meningkatkan kinerja dosen. Dengan meningkatnya kinerja dosen dapat mempengaruhi kinerja fakultas dan dapat meningkatkan Akreditasi Fakultas, Tingkat kelulusan mahasiswa yang baik, jumlah kelulusan dan peminat mahasiswa terhadap fakultas tersebut. Pemberian tunjangan sertifikasi akan memotivasi dosen dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dosen akan merasa terpanggil untuk melaksanakan disiplin waktu, dosen akan memotivasi untuk menyelesaikan perangkat pembelajaran serta dapat memfokuskan pada keberhasilan proses pembelajaran. Selain itu pendidikan dan pelatihan dosen, juga memberikan kemungkinan terhadap kinerja dosen.
Sebagaimana yang telah diuraikan di atas pemberian tunjangan sertifikasi serta pendidikan dan pelatihan merupakan tiga faktor utama yang berpengaruh pada kinerja dosen dengan meningkatnya kinerja dosen akan meningkatkan kinerja fakultas. Perpaduan antarketiga faktor ini sangat efektif karena tunjangan sertifikasi akan memberi motivasi dalam bentuk finansial sedangkan pendidikan dan pelatihan dalam bentuk pengetahuan. Dengan demikian ketiga faktor ini dapat secara bersama-sama mempengaruhi kinerja dosen serta dapat meningkatkan kinerja fakultas.
3.2. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris (Lubis, 2012: 51). Berdasarkan tinjauan teori kerangka konseptual di atas maka peneliti mengajukan hipotesis yaitu Analisis Pengaruh Pemberian Tunjangan Sertifikasi serta Pendidikan dan Pelatihan terhadap Peningkatan Kinerja Dosen dan Kinerja Fakultas di Universitas Sumatera Utara.
Variabel harus didefinisikan secara operasional agar lebih mudah dicari hubungan antara satu variabel dengan lainnya dan pengukurannya. Menurut Jogiyanto (2004) definisi operasional adalah “hasil dari pengoperasionalan konsep
(operationnalizing the concept) ke dalam elemen-elemen yang dapat diobservasi yang menyebabkan konsep dapat diukur dan dioperasionalkan dalam konsep”.
Guna memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan pelaksanaan penelitian ini, maka perlu diberikan definisi variabel operasional yang akan diteliti sebagai dasar dalam menyusun kuesioner penelitian, definisi operasional dapat dijelaskan sebagai berikut:
H1: Tunjangan sertifikasi dosen mempunyai hubungan positif dengan kinerja dosen
Program ini dilakukan untuk kesejahteraan hidup dosen dan program ini dilakukan adalah upaya untuk peningkatan mutu pendidikan serta meningkatkan profesionalisme. Sertifikat yang diberikan untuk dosen melalui proses sertifikasi bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional ke jenjang pendidikan tinggi. Bagi dosen yang telah lulus sertifikasi, maka ada penambahan bagi dosen yaitu, tunjangan sertifikasi dosen, dari beberapa pendapat tersebut
dapat disimpulkan bahwa pemberian tunjangan sertifikasi bagi dosen dapat membangun kegairahan dalam melaksanakan mengajar serta dapat mencapai hasil lebih baik sehingga tercipta efektivitas kinerja dosen. Tunjangan sertifikasi merupakan variabel independen X1.
H2: Pendidikan Dosen mempunyai hubungan positif pada kinerja dosen Pendidikan tujuannya untuk memberi pengetahuan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kepada dosen Universitas Sumatera Utara agar dapat memberi keterampilan umum kepada anak didik yang dengan pendidikan yang lebih tinggi dapat dimanfaatkan di masa yang akan datang dan dapat menambah ilmu anak didik, dan bagi pendidik dapat meningkatkan karirnya ke jenjang yang lebih tinggi dan dapat menaikkan mutu pendidik maupun anak didik dan dapat meningkatkan kinerja dosen. Pendidikan dosen merupakan variabel independen X2.
H3: Pelatihan dosen mempunyai hubungan positif dengan kinerja dosen Pelatihan tujuannya untuk memberi pengetahuan keterampilan khusus. Spesifik untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan tertentu dan lebih berorientasi kepada praktek.
Menurut Jiwon Wungu dan Hartanto Brotoharsono (2003), mendefinisikan pelatihan atau training sebagai suatu upaya sistematik perusahaan untuk meningkatkan segenap pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap-sikap kerja (attitudes) para pegawai melalui proses belajar agar optimal dalam menjalankan fungsi dan tugas-tugas jabatannya. Pelatihan adalah suatu kegiatan yang bermaksud untuk memperbaiki sikap, tingkah laku, keterampilan, dan pengetahuan dari karyawan atau para pegawainya sesuai dengan keinginan suatu perusahaan. Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, demi tercapainya prestasi kerja pegawai yang semakin baik, sebagaimana tujuan yang ingin dicapai oleh suatu instansi yaitu meningkatkan efektivitas kerja dan menjaga kestabilannya. Untuk menghadapi tuntutan dan tugas sekarang dan terutama untuk menjawab tantangan masa depan, pelatihan merupakan suatu keharusan. Pelatihan merupakan variabel independen X3.
H4: Tunjangan sertifikasi, pendidikan dan pelatihan secara bersama mempunyai hubungan positif dengan kinerja dosen
Hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama.
Standar proses pembelajaran sesuai yang telah ditetapkan Badan Standar Nasional Pendidikan BSNP (2005) dalam Widarwati dan Susanto (2008: 6) adalah proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik agar dapat berpartisipasi secara aktif. Untuk itu hendaknya dosen pandai dalam memilih dan menetapkan strategi, pendekatan serta metode yang dapat mengakses ketentuan tersebut dengan dapat mendalami IPTEK. Kinerja dosen sebagai variabel Y yang merupakan variabel dependen.
H5: Kinerja dosen mempunyai hubungan positif dengan kinerja fakultas
Fakultas mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung institusi pendidikan agar dapat bertahan dalam persaingan antarperguruan tinggi, karena tugas utama fakultas adalah mengkoordinasikan pelaksanaan dan pengembangan pendidikan dan
penelitian masyarakat di berbagai jurusan dan program studi dan keberhasilan tersebut dapat dilihat dari berbagai hal, seperti banyaknya mahasiswa yang masuk, banyaknya lulusan, lama studi yang singkat bagi lulusan yang dihasilkan, kualitas lulusan setelah bekerja. Sesuai tugasnya fakultas mengkordinasikan dan membantu jurusan dalam pelaksanaan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi, program studi mendorong tenaga dosen agar dapat meningkatkan kinerjanya, dengan meningkatnya kinerja dosen dapat meningkatkan kinerja fakultas. Kinerja fakultas merupakan variabel Y1 yang merupakan variabel dependen.
BAB IV