• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.6 Kerangka Metodologi

Untuk memperjelas arah penelitian ini, dapat dilihat pada gambar kerangka metodologi berikut ini :

Mulai

Pendahuluan Penelitian : Wawancara dan Pengamatan

langsung

Identifikasi Masalah : 1. Akreditasi STTIND Padang masih manual.

2. Program studi sering kehilangan data pendukung akreditasi dalam bentuk lampiran.

3. Data-data akreditasi tidak tersimpan dengan rapi.

Landasan Teori Macromedia Dreamweaver 8, Xampp, dan

PHP

Perumusan Masalah :

1. Bagaimana cara membuat Aplikasi akreditasi STTIND Padang?

2. Bagaimana menciptakan kinerja yang efisien dengan pembuatan Aplikasi akreditasi STTIND Padang ?

Tujuan Penelitian

1. Membuat Aplikasi akreditasi STTIND Padang.

2. Menciptakan kinerja yang efisien dengan Aplikasi akreditasi STTIND Padang.

Pengumpulan Data-data Akreditasi

Menganalisa Data dan Mendesain Sistem

Implementasi

Selesai Kesimpulan dan Saran

Gambar 3.1 Kerangka Metodologi

Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pembuatan kerangka metodologi penilitian, yaitu :

a. Desain Mulai

Digunakan untuk memulai pekerjaan dari sebuah sistem.

b. Pendahuluan Penelitian

Pada tahapan ini terdapat uraian wawancara dan pengamatan langsung kepada pihak yang bersangkutan.

c. Landasan Teori

Teori yang relevan yang sesuai dengan kajian penelitian seperti Macromedia Dreamweaver 8, Xampp, dan PHP

d. Identifikasi Masalah

Mengumpulkan masalah-masalah yang di temukan dalam penelitian.

e. Perumusan Masalah

Tahapan ini mencari jalan keluar dari masalah yang ada dan permasalahan itu di rumuskan dengan jelas.

f. Tujuan Penelitian

Tahapan ini menjelaskan tujuan dari penelitian yang akan dibuat.

g. Pengumpulan Data

Tahapan ini mengumpulkan semua data-data yang telah di dapat seperti data pendidikan, penelitian, pengabdian, SPMI dan standar akreditasi Program Studi.

h. Menganalisa Data dan Mendesain Sistem

Data-data yang sudah didapat dianalisa dan dilanjutkan ke tahapan mendesain

sistem sesuai dengan kebutuhan. Data-data yang di dapat tersebut di olah di PHP.

i. Implementasi

Sistem yang sudah selesai dibuat akan di coba apakah sudah bisa dioperasikan, serta untuk mengetahui kesalahan, kekurangan, dan kelemahan dari sistem tersebut untuk dilakukan perbaikan.

j. Desain Selesai

Digunakan untuk mengakhiri pekerjaan dari sebuah sistem.

BAB IV

ANALISA DAN DESAIN SISTEM

4.1 Analisa Sistem

Dalam Perancangan Sistem Informasi perlu terlebih dahulu dilakukan analisa sistem terhadap sistem yang sedang berjalan. Dalam melakukan analisa sistem diperlukan data-data yang telah ada pada sistem yang lama. Data yang diperlukan merupakan hal-hal yang berkaitan dengan akreditasi. Penelitian terhadap beberapa kelemahan sistem dari segi kecepatan dan efisien sistem yang ada atau yang sedang digunakan.

Tahapan analisa yang dilakukan adalah memahami sejauh apa kinerja sistem informasi akreditasi Program Studi yang sedang berjalan, mengidentifikasi permasalahan pada sistem yang ada, kelemahan dan hambatan yang ditemukan, kebutuhan yang diharapkan kemudian menarik kesimpulan dari proses analisa yang telah dilakukan.

4.1.1 Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan

Evaluasi sistem yang sedang berjalan pada Sistem akreditasi STTIND Padang yaitu sesuai hasil pengamatan dan penelitian yang dilakukan pada sistem pengolahan data masih terkendala pada sistem yang masih dilakukan secara manual, tidak adanya aplikasi atau penyimpanan khusus untuk arsip akreditasi STTIND Padang, sehingga pihak kampus dan para Dosen mencari data akreditasi ketika batas akreditasi hampir habis.

4.1.2 Usulan Sistem Baru

Dari kendala tersebut maka dapat dilakukan pengembangan terhadap sistem sehingga menjadi sistem yang baru dan kendala yang dihadapi dapat teratasi yaitu dengan melakukan :

1. Pembuatan website akreditasi STTIND Padang

2. Pembuatan interface dengan menggunakan bahasa pemrograman berbasis PHP MySQL

4.2 Desain Sistem

Desain Sistem adalah tahap setelah analisis sistem dari siklus pengembangan system yang mendefinisikan dari kebutuhan-kebutuhan fungsional ,persiapan untuk rancang bangun implementasi, menggambarkan bagaimana suatu system dibentuk yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi, termasuk menyangkut mengkonfigurai dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu system.

4.2.1 Use Case Diagram

Use Case Diagram merupakan pemodelan untuk menggambarkan kelakuan (behavior) sistem yang akan dibuat. Diagram Use Case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang akan dibuat. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 4.1 Use Case Diagram

Berikut adalah detail spesifikasi dari use case yang ditampilkan pada gambar 4.1 yaitu :

1. Deskripsi Use Case Home Aktor Utama : User

Aktor Tambahan : Admin Nama Use Case : Home

Tujuan Use Case : Use Case ini menyediakan tampilan awal pada website.

Kondisi Awal : Melihat tampilan awal website.

Kondisi Akhir : Melihat tampilan awal website.

Optimistic Flow :

a. User dan admin membuka website sistem informasi akreditasi

STTIND Padang. User

memasukkan username dan password.

b. User dan admin melihat tampilan awal website

Pesimistic Flow :

User dan admin menutup website.

Trigger : User dan admin melihat tampilan awal website.

Frekuensi Penggunaan : Bebas berapa kali dalam sehari

2. Deskripsi Use Case Lihat Menu Data Akreditasi Aktor Utama : User

Aktor Tambahan : Admin

Nama Use Case : Lihat Menu Data Akreditasi

Tujuan Use Case : Use Case ini menyediakan tampilan kepada user untuk melihat menu data akreditasi.

Kondisi Awal : Sudah berada di tampilan awal website. User dapat melihat menu data akreditasi

Optimistic Flow :

a. User membuka website sistem informasi akreditasi dengan memasukkan username dan password

b. Setelah user melihat menu utama, user dapat melihat menu lainnya yang ada pada website akreditasi

3. Deskripsi Use Case Download Arsip Akreditasi Aktor Utama : User

Tujuan Use Case : Use Case ini menyediakan layanan kepada user untuk melakukan download data arsip akreditasi agar data yang dibutuhkan dapat diambil langsung dari website.

Kondisi Awal : Sudah berada yang ada di form dowload

Pesimistic Flow :

User dan admin menutup website.

4. Deskripsi Use Case Input Data dan Lihat Data Aktor Utama : Admin

Aktor Tambahan : User

Nama Use Case : Input Data dan Lihat Data

Tujuan Use Case : Use Case ini menyediakan layanan kepada admin untuk memasukkan data apapun tentang akreditasi.

Optimistic Flow :

a. Admin membuka website sistem informasi akreditasi STTIND Padang.

b. Admin memasukkan username dan password pada login.

c. Admin menginputkan data.

d. Kemudian mengklik simpan

Kondisi Awal : Halaman utama

5. Deskripsi Use Case Edit Data Aktor Utama : Admin

Aktor Tambahan : User

Nama Use Case : Use Case ini menyediakan layanan kepada admin untuk mengedit data.

Kondisi Awal : Halaman utama sistem sudah terbuka. Admin melakukan login dan mengedit data.

Kondisi Akhir : Tampil halaman statis untuk data yang telah diedit.

Trigger : Admin mengklik edit dan kemudian menyimpan data.

Frekuensi Penggunaan : Tidak menentu

Optimistic Flow :

a. Admin membuka website sistem informasi akreditasi STTIND Padang.

b. Admin memasukkan username dan password pada login.

c. Admin mengedit data.

d. Kemudian mengklik simpan

Pesimistic Flow :

a. Admin mengklik log out untuk keluar dari sistem.

6. Deskripsi Use case Hapus Data Aktor Utama : Admin

Aktor Tambahan : User Nama Use Case : Hapus Data

Tujuan Use Case : Use Case ini menyediakan layanan kepada admin untuk menghapus data.

Kondisi Awal : Halaman utama sistem sudah terbuka. Admin melakukan login dan menghapus data.

Kondisi Akhir : Tampil halaman admin.

Trigger : Admin mengklik hapus.

Frekuensi Penggunaan : Tidak menentu.

Optimistic Flow :

a. Admin membuka website sistem informasi akreditasi STTIND Padang.

b. Admin memasukkan username dan password pada login.

c. Admin menghapus data.

Pesimistic Flow :

a. Admin mengklik log out untuk keluar dari sistem.

4.2.2 Class Diagram

Setelah dibuat pemodelan sistem utama dengan use case diagram, selanjutnya penulis menganalisa class-class yang disimpulkan melalui use case diagram. Class yang diperoleh akan ditampilkan pada gambar berikut :

Gambar 4.2 Class Diagram Penjelasan dari Class Diagram yaitu :

a. Admin dapat menginputkan semua data, edit data dan hapus data.

b. Tim borang 1, sampai tim borang 4 hanya dapat menginputkan standar yang mejadi tugas mereka masing-masing.

c. User dapat melihat dan memilih menu yang ada pada aplikasi web serta dapat mendownload arsip akreditasi yang dibutuhkan.

4.2.3 Sequence Diagram

Sequence diagram merupakan Interaction Diagram yang digunakan untuk menjelaskan eksekusi sebuah skenario semantik. Sequence diagram juga digunakan untuk menjabarkan aktifitas yang lebih detail yang ada pada use case.

Berikut gambar sequence diagram :

a. Sequence Diagram User

Gambar 4.3 Sequence Diagram User b. Sequence Diagram Admin

Gambar 4.4 Sequence Diagram Admin

c. Sequence Diagram Tim Borang 1

Gambar 4.5 Sequence Diagram Tim Borang 1 d. Sequence Diagram Tim Borang 2

Gambar 4.6 Sequence Diagram Tim Borang 2

e. Sequence Diagram Tim Borang 3

Gambar 4.7 Sequence Diagram Tim Borang 3 f. Sequence Diagram Tim Borang 4

Gambar 4.8 Sequence Diagram Tim Borang 4

Pada sequence diagram admin menerangkan bahwa ator admin melakukan login untuk melihat halaman admin, menginput data, edit data, dan menghapus data yang ada pada halaman admin.

Pada sequence diagram user menerangkan bahwa ator user juga harus login dulu untuk dapat membuka halaman home , melihat dan memilih menu, mendowload arsip akreditasi dan menyimpan data.

Pada sequence diagram tim borang 1, 2, 3, dan 4 menerangkan bahwa ator tim borang 1, 2, 3, dan 4 untuk menginputkan setiap data harus login di login admin, namun tidak semua hak akses admin dapat dilihat oleh aktor tim borang 1, 2, 3 dan 4 yang merupakan sebagai user.

4.2.4 Activity Diagram

Activity Diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir.

Activity Diagram User Activity Diagram Admin

Gambar 4.9 Activity Diagram User dan Admin

Activity Tim Borang 1 Activity Tim Borang 2

Gambar 4.10 Activity Diagram Tim Borang 1 dan Tim Borang 2

Activity Tim Borang 3 Activity Tim Borang 4

Gambar 4.11 Activity Diagram Tim Borang 3 dan Tim Borang 4

Aktivitas user dimulai dengan login untuk mengakses web, pada halaman ini user dapat melihat informasi tentang akreditasi dan tentang STTIND Padang dan memilih menu yang ada. Selain itu bagi user yang membutuhkan arsip akreditasi, user dapat mendownloadnya pada menu download.

Aktivitas admin dimulai dengan mengakses web, sebelum admin melihat tampilan halaman admin, admin terlebih dahulu harus login. Setelah itu admin dapat melihat, menginput, edit dan menghapus data.

Aktivitas tim borang 1, 2, 3 dab 4 dimulai dengan mengakses web, sebelum tim borang melihat tampilan halaman user, tim borang terlebih dahulu harus login. Setelah itu tim borang dapat melihat, menginput, edit dan menghapus data.

4.2.5 Desain File

Setiap program yang dibuat pasti memiliki desain file dari progrram itu sendiri, seperti desain file yang mempunyai fungsi untuk yaitu untuk menyimpan dan mengelompokkan data. File-file tersebut di simpan di database MySQL, yang mana merupakan Relational Database Management System (RDBMS), di mana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL.

Rancangan program untuk sistem informasi akreditasi yaitu : 1. Desain File Users

Nama Database : dbwa

Nama Tabel : users

Primary Key : username

Tabel 4.1

Primary Key : id_album

Tabel 4.2

Primary Key : id_banner

Tabel 4.3

Primary Key : id_berita

Primary Key : id_download

Tabel 4.5

6. Desain File Gallery

Nama Database : dbwa

Nama Tabel : gallery

Primary Key : id_gallery

Tabel 4.6 7. Desain File Halaman Statis

Nama Database : dbwa

Nama Tabel : halamanstatis

Primary Key : id_halaman

Tabel 4.7 8. Desain File Hubungi

Nama Database : dbwa

Nama Tabel : hubungi

Primary Key : id_hubungi

Tabel 4.8

9. Desain File Identitas

Nama Database : dbwa

Nama Tabel : identitas

Primary Key : id_indetitas Tabel 4.9

meta_deskripsi varchar(250) meta_keyword varchar(250) Favicon varchar(50)

10. Desain File Kategori

Nama Database : dbwa

Nama Tabel : kategori

Primary Key : id_kategori Tabel 4.10

Tabel 4.11

Primary Key : id_poling

Tabel 4.12

Nama Tabel : sekilasinfo

Primary Key : id_sekilas Tabel 4.13

14. Desain Submenu

Nama Database : dbwa

Nama Tabel : submenu

Primary Key : id_sub

Tabel 4.14 Desain File Submenu

Field Type

id_sub int(5)

nama_sub varchar(50) ling_sub varchar(100)

id_main int(5)

id_submain int(11)

Aktif enum(„Y‟,‟N‟) adminsubmenu enum(„Y‟,‟N‟)

43

BAB V

IMPLEMENTASI SISTEM 5.1 Implementasi Sistem

Implementasi sistem adalah tahapan pengujian yang dilakukan kepada desain sistem yang telah disetujui, kemudian menginstal, memulai sistem yang dibuat. Adapun beberapa tujuan dari implementasi sistem adalah sebagai berikut :

1. Membuat desain sistem selama melakukan penelitian dan analisa.

2. Menguji dan mendokumentasikan prosedur dan program yang diperlukan.

3. Menyelesaikan desain sistem yang telah disetujui.

4. Memperhitungkan sistem yang telah dibuat sesuai kebutuhan pemakai 5.2 Desain Database

Mendesain database pada bab ini menggunakan XAMPP yang didalamnya terdapat PHP MyAdmin, yang di mulai dari menginstal software tersebut sampai selesai, setelah itu menjalankannya di UC Browser, ketikkan http://localhost/XAMPP. Selanjutnya pada tool XAMPP pilih PHP MyAdmin,

maka kita akan masuk pada tampilan PHP MyAdmin, selanjutnya dibuat database dengan cara memilih menu Create New Database dan diberi nama dbwa.

Selanjutnya kita mumbuat tabel, tabel yang dibutuhkan pada database terdiri dari beberapa tabel yang terlihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 5.1 Tabel pada Database

5.3 Pengujian Sistem

Pada tahap ini akan dilakukan pengujian sistem untuk memeriksa apakah suatu program aplikasi yang dibuat sudah dapat dijalankan sesuai dengan standar tertentu. Pengujian sistem merupakan hal terpenting yang bertujuan untuk menemukan kesalahan-kesalahan atau kekurangan pada program aplikasi yang diuji. Berikut merupakan penjelasan beserta gambar tentang Perancanagn Sistem Informasi Akreditasi Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang.

5.3.1 Menu Utama

Menu utama adalah menu awal yang ditampilkan ketika pertama kali kita mengakses website.

5.3.1.1 Login User

Sebelum user masuk ke website, user harus login terlebih dahulu. Berikut tampilan form login user :

Gambar 5.2 Tampilan Login User 5.3.1.2 Home

Pada bagian home ini menampilkan profil dan berita tentang STTIND Padang yang berhubungan dengan akreditasi dan menu yang terdapat pada

program aplikasi, seperti : Menu Buku 3A, Menu Buku 3B, menu Evaluasi Diri, Menu Download dan Menu Hubungi Kami.

Gambar 5.3 Tampilan Home 5.3.1.3 Buku 3A

Pada bagian buku 3A menampilkan bentuk form isian dalam borang akreditasi yang terdiri dari standar 1 sampai standar 7. Begitu juga yang ada pada buku 3B

Gambar 5.4 Tampilan Buku 3A Standar 1 Visi Misi dan Sosialisasi

Gambar 5.5 Tampilan Buku 3A Standar 2 Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, Penjaminan Mutu dan Umpan Balik

Gambar 5.6 Tampilan Buku 3A Standar 3 Profil Mahasiswa, Layanan Kpd Mhs, Evaluasi Lulusan, Himpunan Alumni

Gambar 5.7 Tampilan Buku 3A Standar 4 Sistem Seleksi Pengembangan, Monitoring Evaluasi, Dosen Tetap, Dosen tdk Tetap, Upaya Peningkatan

SDM, dan Tenaga Kependidikan

Gambar 5.8 Tampilan Buku 3A Standar 5

Gambar 5.9 Tampilan Buku 3A Standar 6 Pembiayaan, Sarana, Prasarana, Sarana Akademik dan Sistem Informasi

Gambar 5.10 Tampilan Buku 3A Standar 7 Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama

5.3.1.4 Evaluasi Diri

Gambar 5.11 Tampilan Evaluasi Diri Komponen A

Gambar 5.12 Tampilan Evaluasi Diri Komponen B

Gambar 5.13 Tampilan Evaluasi Diri Komponen C

Gambar 5.14 Tampilan Evaluasi Diri Komponen D

Gambar 5.15 Tampilan Evaluasi Diri Komponen E

Gambar 5.16 Tampilan Evaluasi Diri Komponen F

Gambar 5.17 Tampilan Evaluasi Diri Komponen G

5.3.1.5 Download

Pada bagian download menampilkan file-file akreditasi yang dibutuhkan dalam arsip.

Gambar 5.18 Tampilan Download 5.3.1.6 Dokumentasi

Gambar 5.19 Tampilan Dokumentasi

5.3.1.7 Komentar

Gambar 5.20 Tampilan Komentar 5.3.1.8 Menu Utama Login Admin

Gambar 5.21 Tampilan Menu Login Admin

5.3.1.9 Menu Home Admin

Gambar 5.22 Tampilan Menu Home Admin 5.3.1.10 Menu Manajemen User

Gambar 5.23 Tampilan Manajemen User 5.3.1.11 Menu Manajemen Modul

Gambar 5.24 Tampilan Manajemen Modul 5.3.1.12 Menu Berita

Gambar 5.25 Tampilan Menu Berita 5.3.1.13 Menu Download

Gambar 5.26 Tampilan Menu Download 5.3.1.14 Menu Banner

Gambar 5.27 Tampilan Menu Banner 5.3.1.15 Menu Galeri Foto

Gambar 5.28 Tampilan Galeri Foto 5.3.1.16 Menu Polling

Gambar 5.29 Tampilan Menu Polling 5.3.1.17 Menu Komentar

Gambar 5.30 Tampilan Menu Komentar

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan

Dari hasil perancangan sistem yang telah dilakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Sistem Informasi Akreditasi pada Program Studi Berbasis Web dibuat dengan untuk mempermudah proses penyimpanan data-data akreditasi.

2. Dengan adanya Aplikasi web akreditasi Perguruan Tinggi membuat pekerjaan penyiapan bahan akreditasi oleh tim akreditasi lebih efisien dari sistem yang sebelumnya. Akreditasi Program Studi dimaksudkan untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi, agar program studi melakukan perbaikan – perbaikan kinerja untuk mengoptimalisasikan standar mutu pendidikan, serta Aplikasi web akreditasi ini dapat membantu perguruan tinggi mendapatkan arsip akreditasi sesuai harapan.

6.2 Saran

Adapun saran yang dapat saya berikan yaitu :

1. Sistem dapat dikembangkan dengan menambahkan fitur mencetak dokumen untuk setiap starndar sesuai dengan format dokumen borang akreditasi program studi yang telah ditentukan.

2. Aplikasi akreditasi yang dibuat ini, masih sangat sederhana dari segi tampilan, dan masih banyak kegiatan yang belum ditampilkan sepertilaporan SPMI, rencana strategis, statuta dll. Untuk itu, perlu dikembangkan dan pembaharuan informasi baik isi maupun tampilan.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Firdaus. PHP dan MySQL dengan Maromedia Dreamwaver 8. Jakarta: 2007 H. Riko Ervil, MT dan kawan-kawan. Buku Panduan Penulisan dan Ujian

Skripsi.Padang:2015

Hariyanto, Bambang. Dasar Informatika dan Ilmu Komputer.Yogyakarta: Graha Ilmu.2008

Hartama, Dedy. Pemrograman Web Dengan HTML, CSS, Javascript.Yogyakarta:

Andi.2012

Http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-2-00081 MNSI%20Bab2001.pdf

Janner Simarmata. Perancangan Basis Data. Yogyakarta: Penerbit Andi. 2007 Pratama, Antonius Nugraha Widhi. Cara Mudah Membangun Aplikasi PHP.

Jakarta:Mediakita.2010

Prasetyo, Eko. Pemrograman Web PHP & MySQL untuk Sistem Informasi Perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.2008

Satzinger, Jackson, Burd. Pengertian Analisa dan Perancangan Sistem.2012 Sugiarti, Yuni, S.T.M.Kom.Analisis dan Perancangan UML (Unified Modeling

Language) Generated VB6.Yogyakarta.2013

Sutarman. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.2009

LISTENING PROGRAM

<?php

error_reporting(0);

?>

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN"

"http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">

<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">

<head>

<title><?php include "dina_titel.php"; ?></title>

<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />

<meta name="robots" content="index, follow">

<meta name="description" content="<?php include "dina_meta1.php"; ?>">

<meta name="keywords" content="<?php include "dina_meta2.php"; ?>">

<meta http-equiv="Copyright" content="lokomedia">

<meta name="author" content="Lukmanul Hakim">

<meta http-equiv="imagetoolbar" content="no">

<meta name="language" content="Indonesia">

<meta name="revisit-after" content="7">

<meta name="webcrawlers" content="all">

<meta name="rating" content="general">

<meta name="spiders" content="all">

<link rel="shortcut icon" href="favicon.ico" />

<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="RSS 2.0" href="rss.xml"

/>

<link rel="stylesheet" href="<?php echo "$f[folder]/css/style.css" ?>"

type="text/css" />

<link rel="stylesheet" href="<?php echo "$f[folder]/themes/base.css" ?>"

type="text/css" />

<link rel="stylesheet" href="<?php echo "$f[folder]/themes/default/theme.css"

?>" type="text/css" />

<script src="<?php echo "$f[folder]/js/jquery-1.4.min.js" ?>"

type="text/javascript"></script>

<script src="<?php echo "$f[folder]/js/menu.js" ?>"

type="text/javascript"></script>

<script src="<?php echo "$f[folder]/js/jquery.tipsy.js" ?>"

type="text/javascript"></script>

<script type='text/javascript'>

$(function($) {

$('.tips a').tipsy({fade: true, gravity: 'w'});

$('.tipsatas a').tipsy({fade: true, gravity: 's'});

});

</script>

<script src="<?php echo "$f[folder]/js/jquery.js" ?>"

type="text/javascript"></script>

<script src="<?php echo "$f[folder]/js/jquery.accessible-news-slider.js" ?>"

<script src="<?php echo "$f[folder]/js/lightbox/jquery.lightbox.min.js" ?>"

type="text/javascript"></script>

<script src="<?php echo "$f[folder]/js/clock.js" ?>"

type="text/javascript"></script>

<script src="<?php echo "$f[folder]/js/tabs.js" ?>"

type="text/javascript"></script>

<script src="<?php echo "$f[folder]/js/newsticker.js" ?>"

type="text/javascript"></script>

<link rel="stylesheet" type="text/css" href="<?php echo $f[folder]

?>/css/jquery.snippet.min.css" />

<script type="text/javascript" src="<?php echo $f[folder]

?>/js/jquery.snippet.min.js"></script>

<script type="text/javascript">

$(document).ready(function(){

$("pre").snippet("php",{style:"vampire"});

});

</script>

</head>

<body onload="startclock()">

<div id="fb-root"></div>

<script>(function(d, s, id) {

var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];

if (d.getElementById(id)) return;

js = d.createElement(s); js.id = id;

js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/all.js#xfbml=1";

fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);

}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));</script>

<div id="container">

<div id="wrapper">

echo "<li><a href='$r[link]'><span>$r[nama_menu]</span></a>";

$sub=mysql_query("SELECT * FROM submenu, mainmenu submenu WHERE id_submain=$w[id_sub] AND id_submain!=0");

$jml2=mysql_num_rows($sub2);

$jml2=mysql_num_rows($sub2);

Dokumen terkait