BAB 3. METODE PENELITIAN
3.10. Kerangka Pemecahan Masalah
a. Start. Menyusun rancangan penelitain dan melakukan evaluasi terhadap rencana kerja penelitian
b. Penelitian pendahuluan sebagai penjajakan untuk penelitian yang sesungguhnya, dilakukan dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk beberapa responden saja
c. Uji kualitas data. Untuk mengetahui bahwa kuesioner yang dibagikan telah valid dan reliabel
d. Pengumpulan data lanjutan. Melakukan penyebaran kuesioner terhadap sisa sampel penelitian
e. Analisis data. Dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel independen dan dependen
f. Uji asumsi klasik. Pengolahan data setelah dilakukannya analisis regresi berganda.
g. Uji hipotesis. Pengujian ini dilakukan untuk mengukur nilai dari pengaruh setiap variabel
h. Hasil dan pembahasan. Membahas mengenai hasil yang telah diperoleh selama masa penelitian
i. Kesimpulan dan saran. Menarik suatu kesimpulan data dan memberikan saran sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan
Gambar 3.1 kerangka Pemecahan Masalah
Start
Penelitian Pendahuluan
Uji Kualitas Data
Pengumpulan Data Lanjutan
Stop Simpulan dan saran
Uji Asumsi Klasik Analisis Data
Uji Hipotesis
Kuesioner
Variabel X : Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban 1. Indikator Struktur organisasi
Pertanyaan
penilaian ST
S TS KS S SS
(1) (2) (3) (4) (5) 1. Struktur organisasi terbagi atas
unit-unit organisasi yang digolongkan ke dalam pusat pertanggungjawaban
2. Tugas-tugas yang dibebankan kepada setiap unit kerja organisasi harus digolongkan secara jelas, sehingga pelaksanaan terawasi 3. Struktur organisasi mempertegas
tugas dan tanggungjawab
4. Struktur organisasi sangat memudahkan dalam melaksanakan tugas bawahan maupun atasan
2. Indikator Perencanaan/anggaran Pertanyaan Penilaian ST S TS KS S SS (1) (2) (3) (4) (5) 1. Proses penyusunan anggaran
berdasaarkan pada pusat pertanggungjawaban
2. Setiap manajer pusat pertanggungjawaban berperan serta dalam menyusun anggaran yang dipimpin
3. Anggaran dapat membantu perencanaan
4. Setiap penyimpangan anggaran yang terjadi pada suatu bagian harus dilaporkan manajer pusat
biaya
5. Dalam mengevaluasi anggaran dilakukan perbandingan antara anggaran dan realisasinya
3. Indikator Pelaksanaan/pengendalian Pertanyaan Penilaian ST S TS KS S SS (1) (2) (3) (4) (5) 1. Setiap tanggung jawab seorang
manajer pusat biaya selalu konsisten dalam mengendalikan biaya
2. Selalu dilakukan analisis dari manajemen, baik penyimpangan yang merugikan atau yang menguntungkan
3. Seorang manajer pada pusat biaya akan menentukan batas-batas tanggung jawab selama pengeluaran biaya
4. Telah dilakukan pembagian daerah pertanggungjawaban bagi setiap manajer yang diukur kinerjanya 5. Selalu diselenggarakan rapat
secara rutin dalam memecahkan masalah yang timbul
6. Semua laporan kinerja dibuat secara rutin agar dapat dengan mudah diukur sejauh mana hasil yang diperoleh dari seorang manajer pusat biaya
7. Selalu dibuat laporan kinerja kepada manajer apabila terdapat
informasi mengenai
penyimpangan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang ditetapkan
8. Setiap laporan kinerja akan selalu memberikan gambaran kemajuan atau kemunduran kinerja dalam mencapai kinerja yang diharapkan
4. Indikator Pelaporan Pertanyaan Penilaian ST S TS KS S SS (1) (2) (3) (4) (5) 1. Adanya sistem pelaporan biaya
kepada manajer yang
bertanggungjawab
2. Mencantumkan laporan pertanggung jawaban wajib yang
dibuat setiap pusat
pertanggungjawaban
3. Dalam laporan
pertanggungjawaban tersebut dapat diketahui prestasi manajer tiap divisi
4. Laporan pertanggungjawaban berisi informasi tentang biaya yang dianggarkan dengan biaya yang terjadi sesungguhnya
5. Seorang manajer pusat pertanggung jawaban selalu melakukan analisa dan evaluasi laporan pertanggung jawaban secara rutin dan berkala
6. Manajer pusat biaya melakukan analisa dan evaluasi pertanggung jawaban secara rutin
7. Laporan kinerja akan selalu memberikan gambaran kemajuan atau kemunduran kinerja
Pertanyaan
Penilaian ST
S TS KS S SS
(1) (2) (3) (4) (5) 1. Apakah perusahaan telah
melakukan penggolongan biaya terkendali dan tidak terkendali (contoh biaya terkendali: biaya pemasangan iklan termasuk biaya terkendali bagi manajer pemasaran. Biaya tak terkendali: penggunaan bahan baku yang tidak terkendali bagi manajer pembelian)
2. Terdapat kriteria untuk menilai kinerja bagi seorang manajer pusat biaya
3. Penilaian kinerja ditujukan untuk menegakkan perilaku tertentu di dalam pencapaian sasaran yang telah ditetapkan
4. Kinerja yang dihasilkan oleh seorang manajer pusat biaya tidak selalu diukur dari anggaran dengan realisasinya
5. Laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan telah sesuai dengan standar akuntansi keuangan
6. Adanya sistem akuntansi biaya yang sesuai dengan struktur organisasi
7. Terjadinya efisiensi biaya dalam perusahaan
8. Meningkatnya laba perusahaan 9. Meningkatnya pendapatan operasi
perusahaan
10. Adanya evaluasi atas pelaksanaan program dan kegiatan
11. Laporan pertanggungjawaban yang dibuat oleh perusahaan telah disusun dengan baik sesuai dengan prosedur yang berlaku
12. Adanya evaluasi terhadap ekonomi, efisiensi, dan efektivitas, apakah telah sesuai dengan target yang telah ditetapkan
13. Penerapan akuntansi pertanggung jawaban menjadikan prestasi manajer bisa menjadi lebih baik
Daftar Pustaka
Adharawati, Athena. 2010. Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dengan Anggaran sebagai Alat Pengendalian Biaya (Studi Kasus pada PT. PELNI Cabang Makasar). Skripsi pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Ardiani, Ni Made Suari, dan I Wayan Pradnyantha Wirasedana. 2013. Pengaruh Penerapan Akuntansi pertanggungjawaban terhadap Efektivitas Pengendalian Biaya. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana. 5(3): 561-573.
Bidang, Handrinal. 2013. Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban sebagai Alat Pengendalian Biaya pada PT. Telkomsel Regional Sulawesi dan Papua. Skripsi Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
Dwijayanti, Arie. 2015. Implementasi Akuntansi Pertanggungjawaban dalam Penilaian Kinerja Manajer Pusat Pendapatan pada PT. Niaga Nusa Abadi cabang Jember. Skripsi Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Jember.
Ferdinand, Augusty. 2006. Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi Ilmu Manajemen. Edisi Kedua. Semarang: CV. Indoprint.
Hansen, Don R, dan Maryanne M. Mowen. 2005. Management Accounting, Edisi Tujuh. Buku Dua. Terjemahan Dewi Fitriasi dan Denny Arnos Kwari. Jakarta: Salemba Empat.
Mulyadi. 1997. Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Edisi 2. Cetakan Kedua. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.
Mulyadi. 2014. Sistem Akuntansi. Edisi 3. Cetakan Kelima. Jakarta: Salemba Empat.
Napitupulu, Mely Debora. 2014. Pengaruh Akuntansi Pertanggungjawaban terhadap Motivasi Manajer (Survei pada Industri Pemanufakturan di Kota Batam). Skripsi Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Nisak, Zuhrotun. 2016. Penerapan Akuntansi pertanggungjawaban sebagai Alat Pengendalian Biaya pada PT. Telkom Cabang Lamongan. Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansi. 1(1): 11-16.
Saraswati, Sri Dewi. 2014. Pengaruh Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban dan Komitmen Organisasi terhadap Penyusunan Anggaran (Studi kasus pada Pemerintah Kota Sukabumi). Skripsi Program Studi Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Indonsia.
Simamora, Henry. 1999. Akuntansi Manajemen. Cetakan Pertama. Jakarta: Salemba Empat.
Sugiri, Slamet. 1994. Akuntansi Manajemen. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Supriyono. 1991. Akuntansi Manajemen 2: Struktur Pengendalian Manajemen. Edisi Pertama. Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.
Wijayani, Aprillia Rahma. 2014. Pengaruh Akuntansi Pertanggungjawaban terhadap Pengendalian Biaya Standar. Skripsi Jurusan Pendidikan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.