1. Pengaruh Keputusan Investasi terhadap Nilai Perusahaan
Keputusan investasi adalah sebuah keputusan yang diambil oleh pihak manajemen perusahaan dalam memanfaatkan sumber dana yang dimilikinya ke dalam instrumen investasi yang paling menguntungkan bagi perusahaan. Pada umumnya sebelum perusahaan memutuskan untuk berinvestasi, pihak manajemen perusahaan akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang instrumen investasi tersebut, seperti tingkat pengembalian, tingkat risiko, dan isu-isu yang dapat mempengaruhi instrumen investasi tersebut. Keputusan investasi harus direncanakan dan dipertimbangkan secara saksama oleh pihak manajemen
45
keuangan perusahaan, dikarenakan keputusan investasi melibatkan tata cara pengalokasian dana perusahaan agar dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih besar daripada tingkat risiko pada masa yang akan datang. Semakin tepat keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan, maka hal tersebut akan memberikan sinyal positif kepada para investor bahwa perusahaan tersebut memiliki peluang untuk bertumbuh dan berkembang lebih besar dibanding sebelumnya. Sinyal positif yang diberikan oleh pihak perusahaan ini akan berdampak pada tingkat kepercayaan para investor terhadap perusahaan serta meningkatnya nilai perusahaan tersebut.
Hal ini selaras dengan teori Efficient Market Hypothesis atau teori efisiensi pasar, di mana informasi terkait keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan akan berpengaruh terhadap kondisi harga saham perusahaan tersebut.
Jika keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut tepat, maka hal tersebut akan menjadi sentimen atau berita positif bagi para investor. Sentimen positif ini dapat meningkatkan kepercayaan investor lama untuk tetap menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut dan mengundang investor baru untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut, hal ini akan menyebabkan nilai perusahaan tersebut meningkat. Menurut teori agensi, keputusan investasi yang tepat juga berindikasi meningkatkan nilai perusahaan, hal ini disebabkan karena kepentingan yang dimiliki oleh pihak agen (manajemen perusahaan) maupun prinsipal (investor) menjadi searah, yaitu untuk meningkatkan nilai perusahaan dan memperoleh keuntungan yang maksimal bagi perusahaan.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Nelwan & Tulung (2018) yang menyebutkan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menandakan bahwa semakin baik atau tepat
46
keputusan investasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, maka semakin baik atau tinggi pula nilai perusahaannya. Selain itu, pada penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2021) dan Kurniawan (2020) hanya menunjukkan bahwa keputusan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
2. Pengaruh Keputusan Pendanaan terhadap Nilai Perusahaan
Keputusan pendanaan merupakan sebuah keputusan yang diambil oleh pihak manajemen perusahaan dalam mengelola dana yang dimiliki oleh perusahaan agar dapat menjalankan kegiatan operasional perusahaan secara optimal. Perusahaan memiliki dua sumber dana, yaitu sumber dana internal dan eksternal. Sumber dana internal berasal dari laba ditahan dan depresiasi aset tetap, sedangkan sumber dana eksternal berasal dari penerbitan utang atau obligasi dan saham. Berdasarkan teori sinyal, jika sumber pendanaan dikelola dengan optimal oleh pihak manajemen keuangan perusahaan, hal itu akan menimbulkan sinyal positif bagi para investor dan akan meningkatkan nilai perusahaan tersebut. Sebagai contohnya adalah jika sebuah perusahaan meningkatkan jumlah utang, hal tersebut akan mengirimkan sinyal kepada para investor terkait kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajibannya pada masa yang akan datang. Sinyal tersebut akan berdampak pada pandangan investor terhadap tingkat risiko dan prospek perusahaan tersebut.
Konflik keagenan dapat dikurangi dengan pengelolaan pendanaan perusahaan yang optimal. Sebagai contohnya adalah menambah sumber pendanaan perusahaan dari utang untuk kegiatan operasional. Hal ini akan berdampak pada kedisiplinan pihak manajemen perusahaan dalam mengeluarkan uang dan memperkecil peluang manajemen perusahaan untuk mengambil keuntungan tambahan dari sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Pengurangan konflik keagenan ini akan berdampak pada peningkatan peluang perusahaan untuk memaksimalkan keuntungan dan
47
peningkatan nilai perusahaan. Pada penelitian Nelwan & Tulung (2018), Bahrun et al. (2020), Rosyid & Laily (2018), dan Maimunah & Hilal (2014), menyebutkan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menandakan bahwa semakin baik atau tepat keputusan pendanaan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, maka semakin baik atau tinggi pula nilai perusahaannya.
3. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan
Kebijakan dividen adalah sebuah kebijakan yang diambil oleh pihak manajemen perusahaan dalam menentukan distribusi atau alokasi keuntungan yang diperoleh perusahaan pada periode tertentu. Pada umumnya, keuntungan perusahaan dapat didistribusikan menjadi keuntungan tambahan yang akan diberikan kepada para investor dalam bentuk dividen atau didistribusikan menjadi laba ditahan. Pemberian dividen yang tinggi dapat menyebabkan keinginan pemegang saham dan perusahaan bertemu, sehingga kedua pihak dapat saling bertumbuh dan berkembang. Hal ini disebabkan oleh banyaknya investor yang mengharapkan dividen dari perusahaan yang diinvestasikannya dan juga harapan perusahaan agar dapat bertumbuh secara berkelanjutan. Akan tetapi, pihak manajemen keuangan perusahaan perlu mempertimbangkan dengan baik terkait berapa jumlah dividen yang mampu memenuhi harapan para investor dan juga mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam jangka panjang agar tidak mempengaruhi cash flow perusahaan kedepannya.
Berdasarkan teori sinyal, para investor cenderung mengartikan perubahan tingkat dividen sebagai sinyal atas prospek perusahaan kedepannya. Jika besaran dividen yang diberikan oleh pihak manajemen perusahaan kepada para investor mengalami peningkatan, hal itu dianggap sebagai sinyal positif bagi para investor,
48
di mana hal itu menandakan bahwa perusahaan tersebut mengalami peningkatan laba dan kondisi keuangan yang sehat. Jika perusahaan mengalami peningkatan laba serta memiliki kondisi keuangan yang sehat, hal ini akan berdampak pada meningkatnya nilai perusahaan tersebut. Sedangkan jika besaran dividen yang dibagikan kepada para investor mengalami penurunan, hal ini dianggap sebagai sinyal negatif bagi para investor, di mana hal itu menandakan bahwa perusahaan tersebut mengalami penurunan laba dan mengalami kendala internal pada pengelolaan perusahaan. Penurunan laba serta kendala internal pada pengelolaan perusahaan, tentunya akan berdampak pada tingkat kepercayaan investor dan menyebabkan menurunnya nilai perusahaan tersebut.
Hal ini selaras dengan teori agensi, para investor menganggap bahwa kebijakan dividen dapat dijadikan sebagai alat kontrol pihak manajemen perusahaan dalam mengelola perusahaan. Kebijakan dividen juga dapat mengurangi biaya agensi yang ditanggung oleh pemegang saham dan meningkatkan nilai perusahaan. Pada penelitian Maryam et al. (2020), Rosyid &
Laily (2018), Yuniarti (2015), Sumarsono & Hartediansyah (2012) menyebutkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dan juga penelitian Nelwan & Tulung (2018) yang menyebutkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menandakan bahwa semakin baik atau tepat kebijakan dividen yang dilakukan oleh sebuah perusahaan, maka semakin baik atau tinggi pula nilai perusahaannya. Selain itu, pada penelitian Dewi (2021) dan Hendraliany (2019) hanya menyebutkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
49
4. Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan
Pertumbuhan perusahaan mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memperluas dan mempertahankan usahanya. Jika sebuah perusahaan dapat mengumpulkan lebih banyak modal dari para investor dan pemilik perusahaan dibanding dengan perusahaan lain pada industri sejenis, maka perusahaan tersebut lebih mampu memanfaatkan dan memaksimalkan peluang perusahaan untuk bertumbuh serta meningkatkan nilai perusahaan. Berdasarkan teori sinyal, perusahaan yang berhasil bertumbuh menjadi lebih besar dibanding sebelumnya akan menjadi sinyal positif bagi para investor. Sinyal positif tersebut akan berdampak pada pandangan para investor terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan juga berkompetitif dengan pesaingnya. Hal ini tentunya akan menyebabkan peningkatan pada nilai perusahaan tersebut.
Teori efisiensi pasar menyebutkan bahwa harga-harga yang terbentuk dalam pasar menunjukkan segala informasi yang relevan dan dimiliki oleh perusahaan.
Jika investor mendapatkan informasi terkait pertumbuhan perusahaan yang ditandai dengan peningkatan aset atau peningkatan penjualan perusahaan, hal ini akan meningkatkan kepercayaan investor lama dan baru untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Meningkatnya kepercayaan investor akan mengakibatkan bertambahnya jumlah investor yang menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut, sehingga harga saham perusahaan tersebut akan mengalami kenaikan dan meningkatkan nilai perusahaan. Pada penelitian Suryandani (2018), Gustian (2017), dan Sumarsono & Hartediansyah (2012) menyebutkan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan perusahaan dalam
50
mempertahankan kondisi keuangan perusahaan agar tetap optimal dan tetap bertumbuh akan semakin tinggi pula nilai perusahaan tersebut.
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran