• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Pemikiran

Kehamilan merupakan periode kritis dalam siklus kehidupan manusia. Setiap tahapan dalam kehamilan akan menentukan keberhasilan tumbuh kembang bayi. Keadaan kesehatan ibu yang baik hanya dapat diperoleh menjadi usaha- usaha langsung dari ibunya sendiri untuk menjamin bahwa bayi akan dilahirkan dalam keadaan sehat dan mempunyai berat badan lahir cukup. Bayi yang dilahirkan dengan berat badan normal tentunya sangat diharapkan karena merupakan indikator yang baik bagi status gizi bayi baru lahir.

Berbagai faktor dapat yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil antara lain sosial demografi keluarga, riwayat kehamilan dan kelahiran, serta gangguan dan penyakit selama kehamilan . Konsumsi pangan dan status gizi sebelum hamil dapat mempengaruhi pertambahan berat badan selama kehamilan. Faktor-faktor tersebut dapat berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap berat bayi lahir.

Unsur ibu memiliki pengaruh yang besar terhadap hasil kehamilan dibandingkan unsur janin maupun unsur ibu-janin. Ada hubungan yang sangat erat antara kecukupan gizi ibu selama hamil dengan kenaikan berat badan ibu hamil, gizi bayi dan berat bayi yang dilahirkan. Makin besar kenaikan berat badan ibu, makin besar berat badan bayi yang dilahirkan. Korelasi ini hanya tampak nyata pada ibu hamil yang berbadan kurus dan korelasi menjadi kurang nyata pada ibu hamil yang lebih gemuk. Berat badan ibu yang rendah dikaitkan dengan meningkatnya resiko retardasi pertumbuhan intrauterin (IUGR) dan kematian perinatal. Berat badan ibu yang besar dikaitkan dengan berat bayi lahir yang besar. Trimester ketiga adalah masa yang paling kritis karena pertambahan berat badan ibu dan pertumbuhan janin paling cepat. Kenaikan berat badan diten tukan oleh faktor konsumsi pangan selama kehamilan. Kalau pada saat ini kebutuhan gizi tidak terpenuhi, kenaikan berat badan ibu hamil kurang baik dan diikuti dengan bayi lahir dengan BBLR serta kurang gizi.

Untuk menilai status gizi ibu hamil dapat dila kukan dengan pengukuran antropometri, gejala klinis, dan tes biokimia. Cara yang mudah dilakukan dan

murah adalah dengan menggunakan ukuran antropometri. Ukuran antropometri yang biasa digunakan untuk menilai status gizi ibu adalah berat badan , tinggi badan dan LLA. T inggi fundus biasa digunakan untuk menduga usia kehamilan dan berat bayi lahir. Parameter ini juga digunakan sebagai indikator adanya faktor resiko terhadap berat bayi lahir rendah. Perubahan pada abdomen terjadi karena uterus membesar. Keadaan ini bersifat alamiah bahwa dinding abdomen harus terdorong keluar untuk men ampung penambahan ukuran uterus. Karena itu, lingkar pinggang diduga kuat dapat mencerminkan ukuran uterus dan fetus. Pertambahan ukuran lingkar pinggang selama kehamilan diduga dapat mencerminkan pertumbuhan janin .

Hipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran di atas maka hipotesis yang dibangun adalah:

1. Panjang lingkar pinggang ibu hamil trimester ketiga berpengaruh positif nyata terhadap berat bayi lahir.

2. Model pendugaan berat bayi lahir berdasarkan lingkar pinggang merupakan penduga yang terbaik dibandingkan dengan ukuran antropometri lainnya.

30

Keterangan :

Garis menunjukkan alur kerangka pemikiran Peubah tidak dianalisis

Gambar 1. Kerangka pemikiran penyusunan model penduga berat bayi lahir - Konsumsi pangan

- Kecukupan gizi - Status gizi sebelum

hamil Antropometri - lingkar pi nggang - lingkar pinggul - tinggi badan - tinggi fundus - LLA - berat badan

Berat bayi lahir

Penilaian status gizi Tes biokimia Gejala klinis Pertambahan berat badan Ibu hamil

Model penduga berat bayi lahir

- Sosial demografi keluarga - Riwayat kehamilan dan kelahiran - Gangguan dan penyakit

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tanah Sareal, Kotamadya Bogor. Contoh diambil dari 11 kelurahan yang ada di Kecamatan Tanah Sareal, meliputi kelurahan Tanah Sareal, Kebon Pedes, Kedung Badak, Kedung Waringin, Kedung Jaya, Kayumanis, Cibadak, Kencana, Mekarwangi, Sukadamai, dan Sukaresmi. Pelaksanaan penelitian dilakukan di 6 Puskesmas, 15 Posyandu, dan 5 bidan praktek swasta yang berada di lokasi penelitian. Penelitian dilakukan mulai bulan September 2005 sampai April 2006.

Alat dan Bahan

Alat dalam penelitian ini adalah kuesioner sosial demografi dan riwayat kehamilan ibu hamil, timbangan injak dengan ketelitian 1 kg, microtoise dengan ketelitian 0,1 cm, pita ukur dengan ketelitian 0,1 cm, dan timbangan bayi den gan ketelitian 50 gram. Semua alat ukur yang digunakan telah d ikalibrasi terlebih dahulu.

Desain dan Cara Pengambilan Contoh

Penelitian ini menggunakan desain cohort prospektif dan cross sectional. Contoh diikuti perubahan ukuran -ukuran tubuhnya (antropometri) setiap bulan sesuai dengan umur kehamilan pada trimester 3. Contoh dalam penelitian ini adalah ibu hamil mulai usia 28 minggu ke atas yang mengunjungi 6 Puskesmas dan 5 klinik bidan praktek swasta di Kecamatan Tanah Sareal. Usia kehamilan tersebut didasarkan pada penelitian Sattar et al. (2001) yang menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara umur kehamilan dengan lingkar pinggang pada kehamilan 16 minggu. Penelitian Amini et al. (1994) menyebutkan bahwa mulai usia kehamilan 24 minggu dapat memprediksi berat bayi lahir dengan baik. Pengambilan contoh dilakukan secara purposive. Contoh harus memenuhi persyaratan sebagai berikut, yaitu berusia antara 18-35 tahun, tidak merokok, mengunjungi Puskesmas, posyandu atau bidan untuk perawatan kehamilan, dalam kondisi sehat, tidak menderita penyakit seperti hipertensi, diabetes, jantung, dll., serta bersedia mengikuti penelitian hingga bayi lahir. Dari penelitian ini diperoleh

32

contoh sebanyak 76 orang dengan umur kehamilan 28 minggu, 85 orang dengan umur kehamilan 32 minggu dan 89 orang dengan umur kehamilan 36 minggu. Total jumlah contoh adalah 250 orang.

Jenis Data dan Cara Pengukuran

Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data primer adalah karakteristik ibu contoh dan keluarga, riwayat kehamilan dan kelahiran, gangguan dan penyakit selama kehamilan, perubahan selera makan dan pantangan makan, konsumsi pangan serta ukuran antropometri contoh dan bayi baru lahir. Data sekunder yang dikumpulkan merupakan keadaan umum lokasi penelitian. Kelompok data dan cara pengukuran dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Peubah dan Cara Pengukuran

No. Kelompok Data Cara Pengukuran

1 . Karakteristik contoh Wawancara dengan menggunakan kuesioner 2 . Karakteristik keluarga Wawancara dengan menggunakan kuesioner 3 . Riwayat kehamilan dan

kelahiran

Wawancara dengan menggunakan kuesioner 4 . Gangguan dan penyakit

selama kehamilan

Wawancara dengan menggunakan kuesioner 5. Perubahan selera makan

dan pantangan makan

Wawancara dengan menggunakan kuesioner 6. Ukuran antropometri

contoh dan bayi baru lahir

Pengukuran langsung menggunakan timbangan injak, pita ukur, microtois,dan baby scale

7. Konsumsi pangan contoh Wawancara menggunakan food frequency quesioner

Data karakteristik contoh yang dikumpulkan meliputi nama, umur, pendidikan, dan pekerjaan. Karakteristik keluarga meliputi data pendapatan keluarga dan jumlah keluarga. Data mengenai riwayat kehamilan meliputi hari pertama haid terakhir (HPHT), usia kehamilan, jumlah kehamilan, jumlah kelahiran, jumlah lahir mati, dan jumlah keguguran. Selain itu juga dikumpulkan data mengenai riwayat gangguan selama kehamilan yang meliputi gejala kehamilan seperti mual, muntah, pusing, pegal, konstipasi, varises, dan edema, serta penyakit yang pernah diderita selama hamil.

Data antropometri ibu hamil meliputi berat badan sebelum dan selama kehamilan, tinggi badan, lingkar pinggang, lingkar pinggul, LLA, dan tinggi fundus. Berat badan sebelum hamil diperoleh melalui wawancara dengan contoh. Berat badan diukur dengan cara pen imbangan menggunakan timbangan injak

dengan ketelitian 1 kg. Pertambahan berat badan contoh selama hamil dilakukan dengan menimbang contoh pada akhir kehamilan dikurangi dengan berat badan sebelum hamil. Tinggi badan diukur menggunakan microtoise dengan k etelitian 1 cm. Lingkar pinggang diukur pada lingkaran terpanjang antara tulang iga dengan tulang pinggul ibu hamil. Lingkar pinggul diukur pada lingkaran terpanjang tulang pinggul ibu hamil. Tinggi fundus diukur mulai dari simfisis pubis hingga puncak fundus uterus dengan posisi berbaring. LLA diukur tepat pada lingkaran tengah lengan kiri atas. Pengukuran lingkar pinggang, lingkar pinggul, tinggi fundus dan LLA menggunakan pita ukur dengan ketelitian 1 cm dan contoh harus terbebas dari pakaian. Data antropometri bayi adalah berat lahir yang diukur maksimal pada 1x24 jam setelah kelahiran dengan menggunakan baby scale. Pola konsumsi pangan selama 1 bulan merupakan data semi kuantitatif yang dikumpulkan melalui wawancara dengan contoh menggunakan semiquantitative food frequency question naires (FFQ) pada trimester ketiga kehamilan.

Untuk mendukung hasil penelitian diperlukan data sekunder mengenai keadaan umum lokasi yang meliputi kondisi sosial demografi serta sarana dan prasarana kesehatan yang mendukung. Data ini diperoleh dari wawancara dengan petugas kecamatan dan bidan desa.

Pengolahan dan Analisis Data

Pengawasan Mutu dan Data

Untuk menjamin kualitas data yang dikumpulkan pengawasan kualitas data selama masa studi, yaitu pengujian awal kuesioner, pengukuran antropometri, dan supervisi. Pengujian awal kuesioner dan pengukuran dilakukan di lokasi studi. Untuk mengawasi perbedaan antar petugas pengambil data, dilakukan pelatihan terhadap petugas lapang. Sebelum pengumpulan data, terlebih dahulu diberikan pelatihan terhadap petugas lapang untuk menjelaskan mengenai tugas yang harus dilakukan serta untuk menyamakan persepsi tugas dan metode pengumpulan data secara benar. Supervisi dilakukan langsung peneliti selama penelitian berlangsung.

34

Entri dan Cleaning Data

Manajemen data meliputi kelengkapan data, pemeriksaan keabsahan data, entri data, verifikasi data dan cleaning data. Pemeriksaan berkala dilakukan terhadap kelengkapan data yang terkumpul dan dilakukan secara langsung di lapangan untuk memeriksa apakah terdapat kehilang an atau ketidaklengkapan data.

Data yang telah terkumpul diberi kode berdasarkan code book yang disusun menurut pertanyaan dalam kuesioner. Semua data yang terkumpul kemudian dientri ke dalam komputer menggunakan spreedsheet Microsoft Excel. Cleaning data dilakukan untuk memeriksa kelengkapan dan konstistensi data yang telah dientri ke dalam komputer.

Pengolahan Data

Pengolahan data terdiri dari pengkodean, penyusunan struktur file, editing data dan cleaning data. Data sosial demo grafi contoh meliputi umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, dan jumlah keluarga ditabulasi untuk melihat karakteritik keluarga contoh. Gangguan selama kehamilan dan masalah makan selama kehamilan d iolah secara deskriptif. Konsumsi pangan contoh dimasukkan ke dalam spreedsheet Microsoft Excel dalam satuan ukuran rumah tangga yang kemudian dikonversi beratnya dalam gram. Frekuensi makan bulanan dan mingguan dikonversi seluruhnya menjadi harian. Selanjutnya berat pangan dikalikan dengan frekuensi makan harian yang kemudian diolah sehingga dihasilkan kandungan zat gizi rata-rata yang dikonsumsi contoh dalam sehari. Jika makanan yang dikonsumsi merupakan makanan siap saji maka digunakan kandungan zat gizi yang tercantum dalam kemasan makanan tersebut. Kemudian dilakukan perhitungan Tingkat Kecukupan Gizi (TKG) untuk masing-masing zat gizi. Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang digunakan mengacu pada angka kecukupan gizi yang dianjurkan menurut Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VIII tahun 2004.

Indeks Massa Tubuh (IMT) sebelum hamil diperoleh dengan cara membandingkan berat badan sebelum hamil (kg) dengan tinggi badan yang dikuadratkan (m2). Data tersebut beserta data antropometri lainnya seperti berat bayi baru lahir, lingkar pinggang, lingkar pinggul, tinggi badan, tinggi fundus, dan

LLA, dan berat badan pada tiap usia kehamilan dianalisis secara statistik sehingga dihasilkan model penduga berat bayi lahir yang terbaik. Pemasukan data dasar dilakukan dengan menggunakan spreadsheet Excel. Untuk mengetahui adanya hubungan antar peubah digunakan software SPSS versi 13. Data konsumsi pangan diolah dengan menggunakan Microsoft Excel. Untuk membangun model pendugaan digunakan software Datafit versi 7.1. Pengolahan data dan skala dari setiap peubah disajikan dalam Tabel 9.

Tabel 9. Pengolahan data dan skala pengukuran No. Kelompok

data

Peubah Cut off point Skala

1. Karakteristik contoh

umur, pendidikan, pekerjaan - rasio, ordinal, nominal 2. Karakteristik

keluarga

pendapatan keluarga, jumlah keluarga Pendapatan (BPS Jawa Barat, 200 3) : Miskin : <Rp 135.598 /kap/bln Tidak miskin : =Rp135.598/kap/bln Kategori besar keluarga : Kecil : < 4 Sedang : 4 - 6 Besar : > 6 ordinal dan rasio 3. Riwayat kehamilan dan kelahiran

jumlah kehamilan, kelahiran, lahir mati, dan keguguran

- rasio

4. Gangguan dan penyakit

gejala kehamilan, penyakit, pertolongan pertama saat sakit

- nominal,

rasio 5. Masalah

makan

perubahan selera makan, pantangan

- nominal

6. Antropometri indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, lingkar pinggul, LLA, berat badan, tinggi badan, tinggi fundus, berat bayi lahir

IMT (IOM 1990) Kurang : < 19,8 Normal : 19,8 - 26 Lebih : 26,1 - 29,0 Obes : > 29,0 rasio 7. Konsumsi Pangan

jenis dan jumlah pangan dikonversi menjadi : 100 100 BDDj xGijx Bj KGij=

KGij : zat gizi i dari pangan j Bj : berat pangan j (gr) Gij : zat gizi i dalam 100 gr BDD pangan j BDDj : bagian yang dapat dimakan

Tingkat Kecukupan Gizi :

% 100 i gizi zat AKG i gizi zat TKGi=

x

Tingkat Kecukupan Gizi (Hardinsyah, 1996) : TKG = 85 % = baik

ordinal, rasio

36

Untuk membangun suatu model regresi, data yang dimiliki harus memenuhi syarat -syarat sebagai berikut (Neter, Wasserman & Kuter 1990) :

1.Data sesuai dengan model linier 2.Menghasilkan sisaan yang homogen

3.Data merupakan pengamatan yang bebas satu sama lainnya 4.Berasal dari populasi normal

5.Tidak mengandung pencilan

6.Peubah yang akan dimasukkan ke dalam model sudah lengkap

Kelayakan data untuk membangun suatu model dapat diketahui berdasarkan kriteria uji sebagai berikut :

1.Koefisien determinasi (R2) 2.Nilai standar deviasi (S)

Pemilihan model penduga terbaik ditentukan berdasarkan kriteria nilai sisaan baku memiliki nilai homogen, koefisien determinasi (R2) yang terbesar dan nilai standar deviasi (S) yang terkecil.

Definisi Operasional

Model penduga adalah suatu rumusan matematik yang digunakan untuk menentukan hubungan lingkar pinggang (X) dengan berat bayi lahir (Y). Berat bayi lahir adalah berat badan bayi baru lahir yang diukur sesaat atau tidak

lebih dari 24 jam setelah dilahirkan dengan menggunakan timbangan bayi.

Lingkar pinggang adalah lingkaran terpanjang antara tulang iga dengan tulang pinggul ibu hamil.

Lingkar pinggul adalah lingkaran terpanjang tepat pada tulang pinggul ibu hamil. Tinggi fundus adalah panjang yang diukur dari mulai simfisis pubis hingga ke

puncak fundus uteri men gikuti aksis pada abdomen.

Lingkar Lengan Atas adalah ukuran lingkaran pada lengan kiri, tepat di tengah lengan.

Tinggi badan adalah parameter yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal ibu hamil.

Berat badan adalah parameter yang memberikan gambaran massa tubuh ibu hamil.

Indeks Massa Tubuh adalah berat badan ibu sebelum hamil (kg) dibagi dengan tinggi badan ibu hamil yang dikuadratkan (m2).

Pertambahan berat badan pada minggu ke -i adalah berat badan pada minggu ke-i dikurangi berat badan sebelum hamil.

Pertambahan berat badan selama kehamilan adalah berat badan pada akhir kehamilan dikurangi berat badan sebelum hamil.

Riwayat kehamilan dan kelahiran adalah jumlah kehamilan, lahir mati dan aborsi yang pernah dialami ibu sebelum kehamilan saat ini.

Gangguan selama kehamilan yaitu gejala mual, muntah, pusing, pegal-pegal, konstipasi, edema, dan varises yang dialami selama kehamilan

Penyakit adalah jenis penyakit, frekuensi, dan lama sakit yang dialami ibu selama hamil.

Perubahan selera makan adalah adanya tidaknya perbedaan selera makan yang terjadi dari awal hingga akhir kehamilan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait