DAFTAR LAMPIRAN
III. METODE PENELITIAN
3.1. Kerangka Pemikiran
PTPN VIII Gunung Mas adalah salah satu perusahaan yang telah menerapkan program keselamatan dan kesehatan kerja, hal ini menunjukkan bahwa PTPN VIII Gunung Mas sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja karyawannya. Setelah melakukan kesepakatan dengan pihak manajemen PTPN VIII Gunung Mas, ditetapkan hanya lima faktor keselamatan kerja yang dapat dianalisis yaitu : pelatihan keselamatan, publikasi keselamatan kerja, kontrol lingkungan kerja, pengawasan dan disiplin, serta peningkatan kesadaran K3. Sedangkan produktivitas kerja dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yang terdiri dari kemauan kerja, kemampuan kerja, lingkungan kerja, kompensasi, jaminan sosial dan hubungan kerja. Penelitian diawali dengan mengetahui bagaimana penerapan program K3 di PTPN VIII Gunung Mas melalui wawancara langsung, pengamatan dan beberapa dokumen perusahaan. Penelitian dilakukan pada divisi yang berkaitan dengan penerapan K3 yaitu bagian pengolahan. Karyawan dibagian pengolahan dituntut memiliki produktivitas kerja yang tinggi karena di bagian ini kualitas produk ditentukan.
Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja karyawan. Dengan adanya program K3 karyawan merasa aman dan nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga diharapkan produktivitas kerja karyawan meningkat. Berdasarkan uraian tersebut, maka kerangka pemikiran penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3 dan tahapan penelitian dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 3. Kerangka Pemikiran Penelitian
Penerapan Program K3
Faktor-faktor K3 :
1. Pelatihan Keselamatan 2. Publikasi Keselamatan
Kerja
3. Kontrol Lingkungan Kerja 4. Pengawasan dan Disiplin 5. Peningkatan Kesadaran K3
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja : 1. Kemauan Kerja 2. Kemampuan Kerja 3. Lingkungan Kerja 4. Kompensasi 5. Jaminan Sosial 6. Hubungan Kerja
Adanya rasa aman dalam bekerja sehingga produktivitas kerja karyawan
meningkat
Hubungan antara program K3 dengan produktivitas kerja
Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Pengolahan
TIDAK
YA
Gambar 4. Tahapan Penelitian
Penentuan Tujuan Penelitian Perumusan Masalah Penentuan Obyek Penelitian
Penentuan Topik Penelitian Pra Penelitian
Teknik pengambilan sampel dan pengumpulan data :
•Metode sensus •Wawancara •Studi Pustaka
Metode dan Analisis Data •Analisis deskriptif •Metode Uji Korelasi
Rank Spearman
Penyusunan Kuisioner
Uji Coba Kuisioner
Pengumpulan Data
Pengolahan Data
Hasil dan Pembahasan
Kesimpulan dan Saran OK
3. 2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di PTPN VIII Gunung Mas atas dasar pertimbangan bahwa PTPN VIII Gunung Mas telah menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan kesediaan dari perusahaan untuk dijadikan tempat penelitian. Pelaksanaan penelitian selama tiga bulan dari bulan Januari sampai Maret 2007.
3. 3. Pengumpulan Data
Sumber data dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu, data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan, penyebaran kuisioner dan wawancara langsung kepada para karyawan divisi pengolahan.
2. Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari studi literatur, baik dari tulisan, referensi yang relevan, data dari perusahaan maupun sumber-sumber lain yang menunjang penelitian. Data sekunder meliputi sejarah perusahaan, struktur organisasi, manajemen sumber daya manusia, faktor-faktor K3 dan produktivitas karyawan.
Responden yang dipilih adalah para karyawan pada bagian pengolahan. Teknik pengambilan contoh yang digunakan adalah total sampling, yaitu mengambil sampel dari seluruh populasi karyawan pada bagian pengolahan yang berjumlah 75 orang karyawan.
3. 4. Pengolahan dan Analisis Data
3. 4.1. Uji Validitas
Uji validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun dan Effendi 1989). Langkah-langkah dalam menguji validitas kuesioner adalah sebagai berikut (Umar, 2002) :
a. Mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur, yaitu dengan cara :
1. Mencari definisi dan rumusan konsep serta literatur
2. Jika dalam literatur tidak diperoleh definisi atau rumusan konsep yang akan diukur, peneliti harus mendiskusikan dengan para ahli lain. Pendapat para ahli lain ini kemudian disarikan kedalam bentuk rumusan yang operasional.
3. Menanyakan langsung kepada calon responden penelitian mengenai aspek-aspek konsep yang akan diukur. Dari jawaban yang diperoleh peneliti membuat kerangka konsep dan membuat pertanyaan operasional.
4. Menanyakan langsung kepada calon responden penelitian mengenai aspek-aspek konsep yang menyusun pertanyaan yang operasional.
b. Melakukan uji coba skala pengukuran pada sejumlah responden. c. Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban.
d. Menghitung korelasi antara masing-masing pertanyaan atau pernyataan dengan skor total dengan menggunakan rumus
Product Moment, yaitu :
( ) ( )
( )
{
∑
−∑∑
}
∑ ∑
{
∑
−( )∑
}
− = 2 2 2 2 Y Y N X X N Y X XY N r ………...…(1) Keterangan : N = Jumlah respondenX = Skor masing-masing pernyataan Y = Skor total
e. Tahap selanjutnya membandingkan angka korelasi yang diperoleh dengan angka kritik tabel korelasi nilai r. Bila nilai r > r tabel, maka pernyataan tersebut valid atau signifikan dalam penelitian ini, angka kritik tabel korelasi untuk nilai r adalah r (N-2; α). 3. 4. 2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui kekonsistenan, keterandalan dan kestabilan alat ukur didalam mengukur gejala yang sama (Umar, 2002). Pengukuran dilakukan dengan uji reliabilitas
teknik Alpha Cronbach, yaitu teknik pengukuran dengan mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 0-1, tetapi merupakan rentangan antara beberapa nilai, misalnya 0-10 atau 10-100 atau bentuk skala 1-3, 1-5 atau 1-7 dan seterusnya dapat dilakukan dengan dengan menggunakan koefisien alpha (α) dari Cronbach. Rumus ini dapat ditulis sebagai berikut :
⎥ ⎥ ⎦ ⎤ ⎢ ⎢ ⎣ ⎡ − ⎥⎦ ⎤ ⎢⎣ ⎡ − =
∑
2 2 11 1 1 t b K K r σ σ ... (2) Dimana : r11 = reliabilitas instrumen k = banyak butir pertanyaan σ2t = varian total Σσ2
b = jumlah varian butir Rumus varian yang digunakan :
( )
n n X X∑
−∑
= 2 2 2 σ ... (3) Dimana : n = jumlah respondenX = nilai skor yang dipilih (total nilai dari nomor-nomor butir pertanyaan)
3. 4. 3. Skala Likert
Skala pengukuran yang digunakan pada setiap jawaban responden adalah dengan Skala Likert. Cara penilaian terhadap hasil jawaban kuesioner dengan Skala Likert dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Bobot Nilai Jawaban Responden
Jawaban responden Bobot nilai Sangat setuju/Sangat mengetahui/Sangat baik 5
Setuju/Mengetahui/Baik 4 Cukup setuju/Cukup mengetahui/Cukup baik 3
Tidak setuju/Tidak mengetahui/Kurang 2 Sangat tidak setuju/Sangat tidak mengetahui/Sangat
kurang
3. 4. 4. Analisis Data
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yang diarahkan untuk menjelaskan data secara umum dengan menggunakan persentase dan rataan yang disajikan dalam bentuk tabel dan kemudian diinterpretasikan. Faktor-faktor K3 dan produktivitas kerja karyawan dibagi menjadi lima kategori. Masing-masing kategori ditentukan berdasarkan rumus rentang kriteria (Umar, 2003) yaitu : Rs=
m m 1) ( −
...(4) dimana : m = jumlah alternatif jawaban tiap item
(5 – 1)
5 Rs = 0,8
Nilai skor rataan dihasilkan dari perkalian antara bobot nilai jawaban berdasarkan skala dengan jumlah jawaban responden, kemudian dibagi dengan jumlah responden. Berdasarkan nilai skor rataan tersebut, maka posisi keputusan penilaian memiliki rentang skala yang dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel. 2 Nilai Skor Rataan
Skor Rataan Keterangan
1,00 – 1,80 Sangat buruk 1,90 – 2,60 Buruk 2,70 – 3,40 Cukup baik 3,50 – 4,20 Baik 4,30 – 5,00 Sangat Baik
Menurut Pratisto (2004) korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengukur tingkat keeratan hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain berdasarkan rankingnya, termasuk dalam statistik non-parametik. Metode uji korelasi Rank Spearman
digunakan untuk pengukuran korelasi pada statistik non-parametrik khususnya untuk data ordinal yaitu data yang mempunyai skala pengukuran berjenjang.
)
1
(
6
1
2 2−
−
= ∑
n
n
d
r
s i 2 2 2 2 2 . 2∑ ∑
∑ ∑ ∑
+ − = y x d y x rs iTahapan kerja pengolahan data kuesioner menggunakan korelasi
Rank Spearman adalah sebagai berikut (Umar, 2003) :
1. Memberi skor pada masing-masing jawaban responden berdasarkan bobot tertentu pada setiap jawaban dengan skala Likert.
2. Memindahkan jawaban dari lembar kuesioner ke lembar tabulasi dan menghitung nilai total dari masing-masing variabel dengan program komputer Microsoft Excel.
3. Memindahkan data ke lembar kerja untuk diolah dan dianalisis dengan menggunakan program komputer SPSS 13 for windows, menggunakan model uji korelasi pada statistik non parametrik khusus data ordinal, yaitu data yang mempunyai skala pengukuran berjenjang dan merupakan pengamatan dari variabel X dan variabel Y. Rumus koefisien korelasi Rank Spearman
yang digunakan adalah sebagai berikut :
...(5)
Keterangan :
s
r = Koefisien korelasi Rank Spearman
2
i
d = Selisih antara peringkat X dan Y n = Jumlah sampel
Bila banyak terdapat angka bernilai sama, maka rumus yang digunakan adalah: ...(6) dimana :
∑
∑
x =n −n− Tx 12 3 2∑
∑
y = n −n− Ty 12 3 212 3 x x x t t T = −
∑
12 3 y y y t t T − =∑
Keterangan : T = Faktor koreksi.tx= Banyaknya observasi untuk X tertentu yang sama.
y
t = Banyaknya observasi untuk Y tertentu yang sama. Besarnya nilai r terletak antara -1 < r < 1, artinya :
r = +1 Hubungan X dan Y sempurna positif ( mendekati 1, hubungan sangat kuat dan positif ).
r = -1 Hubungan X dan Y sempurna negatif ( mendekati -1, hubungan sangat kuat dan negatif ).
r = 0 Hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan.
Pengujian signifikansi koefisien korelasi Rank Spearman pada taraf nyata tertentu adalah membandingkan nilai – p (probability-value) dengan taraf nyata atau α yang digunakan. Kriteria keputusan adalah sebagai berikut :
1. Jika nilai – p < 0,05 , maka korelasi nyata pada α = 0,05
2. Jika nilai – p < 0,01 , maka korelasi nyata pada α = 0,01 (sangat nyata)
Koefisien korelasi Rank Spearman (rs) menunjukkan kuat tidaknya hubungan antara variabel X dan variabel Y. Skala hubungan kedua peubah berdasarkan batasan champion yang digunakan untuk mengkategorikan nilai rs yaitu sebagai berikut :
1. 0,00 sampai 0,25 atau 0,00 sampai -0,25 disebut no association, yaitu kondisi yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara variabel X dan variabel Y.
2. 0,26 sampai 0,50 atau -0,26 sampai -0,50 disebut moderately low association, yaitu kondisi yang menunjukkan hubungan yang lemah antara variabel X dan variabel Y.
3. 0,51 sampai 0,75 atau -0,51 sampai -0,75 disebut moderately high association, yaitu kondisi yang menunjukkan adanya hubungan yang agak kuat antara variable X dan varibel Y.
4. 0,76 sampai 1,00 atau -0,76 sampai -1,00 disebut sebagai high association yaitu kondisi yang menunjukkan hubungan yang kuat antara variabel X dan variabel Y.
Tabel 3. Kriteria erat dan tidaknya hubungan antara variabel dan rentang nilai korelasi
Nilai Korelasi Tingkat Hubungan 0,00 - <0,20 Sangat rendah
0,20 - <0,40 Rendah
0,40 - <0,60 Sedang
0,60 - <0,80 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat kuat
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
H0 : Program K3 tidak berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan
H1 : Program K3 berhubungan dengan produktivitas kerja karyawan Tingkat signifikansi yang dipilih adalah 0,01 (1%). Angka ini dipilih karena dinilai cukup ketat untuk mewakili hubungan antara dua variabel dan cukup banyak digunakan dalam penelitian tentang ilmu-ilmu sosial. Hasil perbandingan nilai r hitung tersebut dikonsultasikan dengan tabel r yang digunakan dalam memutuskan apakah pendapat diterima atau ditolak. Kriteria pengujian hubungan observasi ( H0 ) adalah sebagai berikut :
Tolak H0 jika r hitung > r tabel Tolak H1 jika r hitung < r tabel