• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Proksi IOS berbasis pada varian

2.3 Kerangka Pemikiran

2.3.1 Pengaruh Laba Bersih terhadap Dividen Kas

Laba dipandang sebagai penentu dari kebijakan pembayaran dividen. Laba yang diakui adalah indikator dari jumlah maksimum yang dapat didistribusikan sebagai dividen dan ditahan untuk ekspansi atau di investasikan kembali ke dalam perusahaan (Belkaoui, 2007).

Suatu perusahaan yang mempunyai laba yang stabil seringkali dapat memperkirakan berapa besar laba di masa yang akan datang. Perusahaan seperti ini cenderung membayarkan dividen dengan persentase lebih tinggi dalam bentuk dividen kepada investornya dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki laba berfluktuasi. Perusahaan yang tidak stabil dengan hasil kinerja keuangannya, biasanya tidak yakin apakah laba yang diharapkan pada tahun yang akan datang dapat dicapai, sehingga perusahaan cenderung menahan sebagian besar laba bersih saat ini. Sehingga dari penahanan laba tersebut, dividen yang lebih rendah akan mudah dibayar apabila laba menurun pada masa yang akan datang (Weston

Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi. moderasi. Life Cycle Theory and Free Cash Flow Hypothesis: Evidence from Dividend Policy in Thailand. Thanataw ee (2011) X1 = Life Cycle X2 = Free Cash Flow Y = Dividend Policy Conclusions: Free Cash Flow, the main variables in this paper, appear to have positive influences on Dividend Payout Perbedaan dengan yang dilakukan oleh peneliti adalah peneliti tidak menggunakan variabel Life Cycle

& Copeland,1997)

Beberapa teori diatas didukung dengan beberapa penelitian Surya (2010) dan Masrifah (2014) yang menyatakan bahwa laba bersih berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividen kas

2.3.2 Pengaruh Investment Opportunity Set terhadap Dividen Kas

Investment Opportunity Set (IOS) menggambarkan tentang luasnya

kesempatan atau peluang investasi bagi suatu perusahaan. Pilihan investasi merupakan suatu kesempatan untuk berkembang (Hartono, 2003). Pertumbuhan perusahaan (growth) menunjukkan Investment Opportunity Set (IOS) atau Set Kesempatan Investasi di masa mendatang (Aziz dkk., 2015).

Ketika peluang perusahaan naik, rasio pembayaran dividen turun. Dengan kata lain, ada hubungan terbalik antara besarnya investasi dengan tingkat pengembalian yang diharapkan melebihi biaya modal dan dividen yang dikembalikan ke investor (Keown et al., 2010). Investment Opportunity Set (IOS) menunjukkan hasil yang tidak signifikan dikarenakan adanya wewenang yang hampir mutlak pada RUPS yang dimana hal tersebut membuat pemegang saham mayoritas atau pengendali memiliki posisi kuat dalam menentukan berbagai keputusan (Pradana & Sanjaya, 2017). Teori tersebut didukung oleh penelitian dari Utama & Gayatri (2018), Nursafitri (2013) bahwa Investment Opportunity Set berpengaruh negatif terhadap Kebijakan Dividen. Namun, bertolak belakang dengan penelitian dari Puspita Sari & Budiartha (2016) dan Andriyani (2008) bahwa Investment Opportunity Set berpengaruh positif terhadap Kebijakan Dividen.

2.3.3 Pengaruh Arus Kas Bebas terhadap Dividen Kas

Arus kas bebas didefinisikan sebagai aliran kas diskresioner yang tersedia bagi perusahaan. Arus kas bebas adalah kas dari aktivitas operasi dikurangi dikurangi capital expenditure! yang dibelanjakan perusahaan untuk memenuhi kapasitas produksi saat ini. Arus kas bebas dapat digunakan untuk penggunaan diskresioner seperti akuisisi dan pembelanjaan modal dengan orientasi pertumbuhan, pembayaran hutang, dan pembayaran kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Semakin besar arus kas bebas yang tersedia, maka semakin sehat perusahaan tersebut karena memiliki kas yang tersedia untuk pertumbuhan, pembayaran hutang dan dividen. (White et al, 2003)

Arus kas bebas juga merupakan kas perusahaan yang dapat didistribusi kepada kreditur atau pemegang saham yang tidak digunakan untuk modal kerja atau investasi pada aset tetap (Ross, et al., 2000). Arus kas bebas menunjukan gambaran bagi investor bahwa dividen yang dibagikan oleh perusahaan tidak sekedar strategi menyiasati pasar dengan maksud meningkatkan nilai perusahaan. Bagi perusahaan yang melakukan pengeluaran modal, arus kas bebas akan mencerminkan dengan jelas mengenai perusahaan manakah yang masih mempunyai kemampuan di masa depan dan yang tidak (Uyara & Tuasikal, 2003).

Hasil penelitian dari oleh Aristantia & Dwiana Putra (2015) dan Thanatawee (2011) menyatakan bahwa Arus Kas Bebas berpengaruh positif terhadap Kas Dividen. Semakin tinggi Arus Kas Bebas maka semakin tinggi Kas Dividen atau sebaliknya. Namun penelitian tersebut bertolak belakang dengan

penelitian dari Utama dan Gayatri (2018) dan Nursafitri (2013) bahwa Arus Kas Bebas berpengaruh negatif terhadap Kas Dividen.

2.3.4 Pengaruh Laba Bersih, Investment Opportunity Set, Arus Kas Bebas terhadap Dividen Kas

Laba bersih merupakan selisih lebih semua pendapatan dan keuntungan terhadap semua biaya-biaya kerugian (Soemarso, 2004). Laba bersih merupakan kelebihan dan kekurangan pendapatan dibandingkan dengan biaya yang telah habis masa berlaku serta keuntungan dan kerugian bagi perusahaan dari penjualan, pertukaran atau konversi lainnya dari aktiva (Belkaoui, 2007). Laba bersih dapat dijadikan suatu indikator kemampuan perusahaan membayar dividen karena manajemen mendasarkan pemberian dividen secara ketat atas bagian tertentu dari laba bersih secara tetap (Masrifah, 2014).

Dalam “Kesempatan Investasi” atau Investment Opportunity Set (IOS) menggambarkan tentang luasnya kesempatan atau peluang investasi bagi suatu perusahaan. Pilihan investasi merupakan suatu kesempatan untuk berkembang (Hartono, 2003).

Arus kas bebas merupakan arus kas yang benar – benar tersedia untuk di distribusikan kepada seluruh investor (pemegang saham dan pemilik utang) setelah perusahaan menempatkan seluruh investasinya pada aktiva tetap, produk – produk baru dan modal kerja yang dibutuhkan untuk mempertahankan operasi yang sedang berjalan. Oleh karena itu salah satu manajer dalam meningkatkan nilai dari suatu perusahaan adalah dengan meningkatkan aliran kas bebas perusahaan (Brigham dan Houston, 2014)

Berdasarkan uraian diatas, kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2. 1 Paradigma Penelitian 2.4 Hipotesis Penelitian

Berdasarkan uraian pada kerangka pemikiran diatas, maka penulis dapat menarik hipotesis, yaitu:

H1: Laba Bersih berpengaruh positif terhadap Dividen Kas pada Perusahaan Sektor Jasa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018 H2: Investment Opportunity Set (IOS) berpengaruh negatif terhadap Kas

Dividen pada Perusahaan Sektor Jasa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018

H3: Arus Kas Bebas berpengaruh positif terhadap Kas Dividen pada Perusahaan Sektor Jasa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018

Laba Bersih

Investment Opportunity Set

(IOS) Dividen Kas

H4: Laba Bersih, Investment Opportunity Set, dan Arus Kas Bebas berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Kas Dividen pada Perusahaan Sektor Jasa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2018

Dokumen terkait