• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 Capaian Kinerja

3.1.1 Kerangka Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja sasaran strategis BP3IPTEK Provinsi Jawa Barat dilaksanakan dengan membandingkan indikator kinerja sasaran yang bersifat outcome atau output penting realisasi kinerja aktual tahun 2016 dengan targetnya sehingga diperoleh capaian kinerja dalam bentuk prosentase.

Selain itu pengukuran kinerja mencakup pula beberapa capaian kinerja yang dapat diperbandingkan dengan capaian kinerja tahun sebelumnya, benchmarking dan perbandingan kinerja aktual dengan standarnya atau standar pelayanan minimal (SPM) serta perbandingan kinerja sampai dengan tahun berjalan dengan rencana jangka menengah (RPJMD). Data kinerja aktual diperoleh dari sumber data primer maupun sekunder melalui sistem informasi pengumpulan data kinerja. Data kinerja aktual berasal dari data kinerja organisasi perangkat daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disajikan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja masing-masing OPD data kepustakaan yang diperlukan kemudian diolah,

Bab III – Akuntabilitas Kinerja | 27 dievalusi dan dianalisis untuk memperoleh data realisasi kinerja yang relevan dengan sasaran stratejik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Formulir bantu yang dipergunakan untuk mengukur kinerja adalah formulir pengukuran kinerja, rencana kerja tahunan dan perjanjian kinerja sesuai dengan Peraturan Menpan dan RB Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Penghitungan prosentase pencapaian rencana tingkat capaian (Formulir Pengukuran Kinerja), perlu memperhatikan karakteristik komponen realisasi, dalam kondisi :

(1) Semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik, maka digunakan rumus :

% Pencapaian

Kinerja = Realisasi x 100%

Rencana

(1) Semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendah pencapaian kinerja, maka digunakan rumus :

% Pencapaian Kinerja = Rencana - (Realisasi - Rencana) x 100% Rencana

Selanjutnya, pemaknaan dari capaian nilai kinerja dibagi berdasarkan klasifikasi berikut :

SKALA NILAI KATEGORI PENILAIAN

>=80 Sangat Baik

60 – 79.99 Baik

50 – 59.99 Sedang

Bab III – Akuntabilitas Kinerja | 28 3.1.2 Laporan Pengukuran Kinerja Tahun 2016

Indikator Kinerja merupakan alat ukur keberhasilan yang akan dicapai dari kinerja Program dan Kegiatan yang telah direncanakan. Adapun penetapan Indikator Kinerja ini adalah untuk :

1. Memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam menyelenggarakan manajemen kinerja secara baik;

2. Memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran strategis yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja.

Berdasarkan data kinerja aktual yang telah dikumpulkan untuk kemudian diolah, dievalusi dan dianalisis, berikut ini adalah Laporan Pengukuran Kinerja BP3IPTEK Tahun 2016 yang ditampilkan pada Tabel 3.1 berikut ini :

Tabel 3.1 Laporan Pengukuran Kinerja Tahun 2016 BP3IPTEK JAWA BARAT

No. Sasaran Indikator Capaian

Thn Lalu Target Target Akhir Renstra Capaian Thn 2016 terhadap Target Akhir Renstra Target Realisasi % Realisasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 Meningkatnya Kajian dan Analisis untuk Kebijakan Pembangunan Jawa Barat

Prosentase Rekomendasi Kebijakan Daerah yang ditindaklanjuti 75 80 77 96,25 85 90,59 2 Meningkatnya inovasi daerah bagi kemajuan masyarakat Jawa Barat

Prosentase Inovasi yang Sudah Terbentuk Menjadi

Bab III – Akuntabilitas Kinerja | 29

No. Sasaran Indikator Capaian

Thn Lalu Target Target Akhir Renstra Capaian Thn 2016 terhadap Target Akhir Renstra Target Realisasi % Realisasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sistem Inovasi Daerah (SIDa) 3 Meningkatnya inovasi daerah bagi kemajuan masyarakat Jawa Barat

Jumlah Karya Iptek yang Didaftarkan HAKI Tingkat Provinsi Jawa Barat

30 25 42 168 55 76,36

4 Meningkatnya hasil

Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan IPTEK yang Dibutuhkan Masyarakat Jawa Barat

Prosentase Hasil Riset dan IPTEK yang diterapkan

10 20 40 200 60 66,67

5 Meningkatnya hasil

Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan IPTEK yang Dibutuhkan Masyarakat Jawa Barat Prosentase hasil penelitian yang digunakan dalam perencanaan 30 25 67 268 80 83,75 6 Meningkatnya Kerjasama Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK

Prosentase Kerjasama Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK yang diimplementasikan 0 90 100 111,11 100 100 Rata-Rata 182,23 83,45

Bab III – Akuntabilitas Kinerja | 30 Setelah dilakukannya pengukuran kinerja maka perlu dievaluasi capaian indikator kinerja serta dianalisis kontribusinya terhadap isu strategis nasional maupun provinsi.

Dalam rangka mewujudkan misi ketiga Pembangunan Provinsi Jawa Barat periode RPJMD Tahun 2013-2018 yaitu Meningkatkan Kinerja Pemerintahan, Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi Publik maka BP3IPTEK telah berupaya pada tahun 2016 sesuai Tupoksinya melalui Bidang Analisis Kebijakan dan Pengembangan Inovasi Daerah mencapai kinerja yang diukur dalam indikator kinerja Prosentase Rekomendasi Kebijakan Daerah yang ditindaklanjuti dengan realisasi melebihi target yaitu tercapainya 10 (sepuluh) dokumen rekomendasi kebijakan riset dan IPTEK yang ditindaklanjuti dari 13 (tiga belas) dokumen yang ditargetkan. Hal ini menunjukkan nilai yang positif yang diperoleh dengan optimalisasi rencana aksi kegiatan secara efektif dan efisien.

Selanjutnya untuk indikator kinerja jumlah inovasi daerah serta Jumlah karya IPTEK yang didaftarkan HAKI dapat dilihat bahwa realisasi rencana aksi telah mencapai target dan sesuai dengan perhitungan dalam rencana target. Hal ini dapat menunjukkan bahwa pencapaian indikator tersebut berjalan sesuai dengan rencana aksi di mana penetapan target kinerja berdasarkan analisis dan ketersediaan data informasi yang telah ada sehingga prediksi pencapaian target telah terpikirkan dengan matang. Dengan adanya peningkatan Inovasi Daerah bagi Kemajuan Masyarakat Jawa Barat yang tercatat telah ada 5 paket inovasi teknologi yang telah menjadi Sistem Inovasi Daerah (SIDa), maka dapat berkontribusi dalam pencapaian IKU Gubernur Jawa Barat yaitu Indikator Daya Saing Provinsi.

Selanjutnya untuk indikator kinerja Prosentase Hasil Penelitian yang digunakan dalam Perencanaan dapat dicapai dengan melebihi target kinerja yaitu 67% penelitian digunakan dalam perencanaan pembangunan dari target 20% penelitian digunakan dalam perencanaan. Pencapaian realisasi kegiatan ini berhubungan langsung dengan pencapaian IKU Gubernur Jawa Barat yaitu Indikator Daya Saing Provinsi dalam misi ketiga RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013-2018.

Bab III – Akuntabilitas Kinerja | 31 Terakhir untuk indikator kinerja Prosentase Kerjasama Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK yang diimplementasikan telah sesuai target implementasinya. Hal ini disebabkan karena fokus dan komitmen dalam pelaksanaan kegiatan forum kerjasama dengan perguruan tinggi, OPD Kab/Kota serta provinsi lain sehingga 4 (empat) dokumen kerjasama atau kesepakatan telah dihasilkan oleh Bidang Kemitraan dan Layanan IPTEK.

Dokumen terkait