BAB II TINJAUAN PUSTAKA
H. Matriks Swot
I. Kerangka Pikir
Berdasarkan landasan teori yang telah dijelaskan secara rinci, penelitian ini ditujukan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh Hotel Istana Mas dalam menghadapi pesatnya pertumbuhan bisnis perhotelan di Makassar dengan menggunakan analisis SWOT. Dimana analisis tersebut mengidentifikasi berbagai faktor internal yang berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal yaitu peluang dan ancaman dari visi misi perusahaan sehingga bisa mencapai suatu tujuan untuk lebih berkembang memerlukan berbagai alternatif strategi yang nantinya akan menjadi strategi dalam menghadapi pangsa pasar.
Secara sistematik, kerangka pikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 2.3: Kerangka Pikir
Konsep yang dikembang dalam penelitian ini Analisis
Lingkungan Eksternal
Strategi Alternatif
Strategi Tujuan
Visi
&
Misi
Analisis Lingkungan Internal
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Hotel Istana Mas Makassar Jalan Jend. A.
Yani No. 21E & 21F selama 2 (dua) bulan, yaitu dari Maret-Mei 2015.
B. Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan proposal ini, teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu :
1. Penelitian Lapangan
a. Observasi yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung pada Hotel Istana Mas Makassar dalam proses kegiatan pengumpulan data.
b. Interview yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pihak manajemen yang berkaitan dengan penelitian ini.
2. Penelitian Kepustakaan, yaitu mengadakan penelitian kepustakaan untuk mempelajari literatur-literatur atau bahan bacaan kepustakaan yang berhubungan dengan pembahasan di dalam penulisan.
28
C. Jenis Dan Sumber Data 1. Jenis Data
Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk informasi lisan dan tulisan, yang meliputi sejarah berdirinya perusahaan, struktur organisasi serta tugas dari masing-masing bagian dalam perusahaan.
2. Sumber data a. Data Primer
Data primer adalah primer, yaitu data yang bersumber dari wawancara, pengamatan suatu peristiwa, orang dan objek langsung.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari pihak yang mengambil data primer atau dari pihak ketiga yang merupakan perantara.
Data sekunder disajikan antara lain dengan bentuk tabel-tabel atau diagram-diagram, dalam hal ini penulis mengumpulkan data dari penelitian terdahulu, data perusahaan dan dari perpustakaan serta sumber lain dari Hotel Istana Mas Makassar.
D. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pihak yang berhubungan dengan kelangsungan ke arah lebih maju Hotel Mas Istana Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tentang strategi pemasaran di Hotel Istana Mas Makassar maka sampel yang dipilih dari pihak internal (manajer) Hotel Istana Mas Makassar adalah orang yang ahli dalam bidang strategi perusahaan yaitu:
Marketing Communication Manager dan Senior Human Resources Officer. Dan ditambahkan dengan data pendukung dari beberapa pihak eksternal (konsumen) Hotel Istana Mas Makassar yaitu empat konsumen. Jadi total responden dalam penelitian ini sebanyak enam responden.
E. Metode Analisis Data
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analis SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang dapat mempengaruhi keempat faktornya (Erwin, 2014).
Proses penyusunan perencanaan strategis melalui tiga tahap analisis, yaitu:
1. Tahap pengumpulan data
Tahap pengumpulan data adalah tahap ini pada dasarnya tidak hanya sekedar kegiatan pengumpulan data tetapi juga merupakan suatu kegiatan pengklasifikasian dan pra analisis dimana pada tahap ini dikumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan melalui wawancara langsung.
2. Tahap analisis
Tahap analisis adalah setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan perusahaan, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi tersebut dalam model-model kualitatif perumusan strategi, yaitu Matrik TOWS atau Matrik SWOT dan Matrik Internal Eksternal kemudian dari hasil yang ada maka ditentukan pengambilan keputusan yang tepat.
3. Tahap pengambilan keputusan
D. Definisi Operasional
Untuk menghindari kesalahan konsep atau istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu diberikan batasan tentang variable yang diamati, yaitu : 1. Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan
pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.
2. Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
3. Jasa adalah tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi pelanggan dengan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri – atau atas nama-penerima.
4. Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sisitematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang
dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman.
BAB IV
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
A. Sejarah Singkat
HOTEL ISTANA MAS Makassar secara resmi di buka tanggal 27 desember 2002 yang berstatus industri. Pada mulanya Hotel itana Mas Makassar dikelolah oleh Arifin Go dan dibantu oleh Herry Go sudaranya. Melihat kegiatan perekonomian di kota Makassar pak Arifin Go mulai merintis usaha industi, dia tertarik pada usaha ini karena mereka percaya suatu saat usaha ini dapat memberikan keuntungan dan memberikan peluang kerja.
Seiring dengan waktu usaha yang di rintis atau di jalani oleh Arifin Go mulai berkembang, tentunya dengan minat masyarakat di mana waktu itu usaha Industri lumayan banyak saingan tapi pemasukan yang di dapat cukup lumayan untuk mengembangkan usahanya sehingga pada tahun 2005 Arifin Go mulai membuka cabang dengan nama wisma Timur. Sejak saat itu perkembangan usaha yang di kelolah sangat meningkat dan mempunyai modal yang sangat besar setelah keuntungan yang di dapat cukup lumayan untuk mengembangkan usahanya lagi.
Hotel Istana Mas memiliki 14 kamar (Deluex and Standar Room), 1 ruang meting, ruang musolah, dan Jumlah karywan 30 orang. Hotel Istana Mas sangat berbeda dengan hotel lainnya yang ada di Makassar. Fasilitas yang tersedia cukup menarik minat bagi kalangan masyarakat atau pelanggan untuk berkunjung.
33
B. Visi & Misi
Hotel Istana Mas Makassar tetap eksis sampe sekarang di karena dengan bermodalkan kepercayaan dan relasi, hubungan baik benar-benar di jaga dengan para pelanggan.
Visi : Menjadikan hotel yang berkualitas, unggul dalam pelayanan dan kinerjanya
Misi : 1. Menjadikan tempat yang menyenangkan bagi para pengunjung 2. Menjadikan manfaat yang berbeda bagi para pengunjung 3. Memberikan kepuasan kepada para pengunjung hotel dengan
melakukan pelayanan yang terbaik.
C. Struktur Organisasi
Organisasi merupakan alat yang dibentuk untuk mencapai suatu tujuan perusahaan, baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
Sementara itu struktur organisasi mencerminkan pembagian tugas dari berbagai bagian yang terdapat dalam organisasi tersebut, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan tugas oleh para karyawan. Sistem organisasi yang baik harus diisi pula para personil yang cakap serta berpengalaman, sehingga setiap personil dapat menjalankan fungsinya masing-masing dengan baik.
Adapun Gambaran struktur organisasi Hotel Istana Mas yang dapat dilihat sebagai berikut:
Gambar 4.1 : Struktur Organisasi HOTEL ISTANA MAS
Sumber: Hotel Istana Mas Makassar 2015
D. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab
Setiap elemen yang berada di lingkup Hotel Istana Mas mempunyai uraian tugas dan tanggung jawab antara lain:
1. Direksi
Direksi bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan dan sangat berperan penting. Umumnya direktur memiliki tugas antara lain:
a. Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan- kebijakan perusahaan
b. Memilih, menetapkan, mengawasi tugasdari karywaan dan kepala bagian (manger)
c. Menyetujui anggaran tahunan perusahaan DIREKSI
Wakil Direksi
Staf ADM
Security
Kasir/Receiption
Manager Wakil Manager
Operator Teknisi
Room Boy Drive
d. Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahan.
2. Manager
Manager bertanggungjawab kepada dewan komisaris membawahi bidang administrasi dan keuangan, bidang pemasaran, serta bidang pembelian dan gudang, tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Membuat rencana pengembangan dan usaha perusahaan dalam jangka pendek dan panjang.
b. Mengawasi serta mengurus kekayaan perusahaan.
c. Menunjuk, mengangkat dan memberhentikan manager bidang
d. Menandatangani permintaan pengeluaran kas yang jumlahnya besar dan sifatnya penting.
e. Menetapkan pencapaian tujuan untuk jangka panjang mengambil keputusan dan strategi bagi perusahaan.
3. Staf Administrasi
Bidang administrasi bertanggungjawab kepada general manager yang membawahi bagian personalia dan umum, bagian keuangan, bagian akuntansi.
Tugasnya adalah sebagai berikut:
a. Melakukan penelitian dan analisa keuangan termasuk masalah pajak.
b. Melakukan verifikasi ulang atas semua bukti kas, penerimaan dan pengeluaran kas.
c. Melakukan verifikasi atas semua buku penjualan tunai, faktur penjualan dan nota pembelian serta bukti barang dari perusahaan ke konsumen.
d. Menandatangani seluruh dokumen yang berkaitan dengan aministrasi perusahaan.
e. Membuat evaluasi kegiatan perusahaan bidang keuangan.
4. Kasir/ Receiptionis
Tugas Kasir dan bertanggung jawab:
a. Langung kepada konsumen atau pelanggan dengan baik dan rama.
b. Bertanggung jawab terhadap uang setoran, apabila terjadi kehilangan maka harus mengganti atau potong gaji.
5. Room Boy
Uraian Tugas dan bertanggung jawab:
a. Melakukan pelayanan langsung terhadap tamu, baik mengantar tamu ke dalam room dan pesanan order tamu.
b. Melaksanakan penyajian hidangan kepada tamu
c. Melakukan controlin room tamu yang cek in atau cek out 6. Operator Music
Uraian tugas dan tanggung jawab seorang operator music,antara lain :
a. Mengcontrol langsung jalannya music yang di minta konsumen atau pelanggan.
b. Mengcontrol setiap tamu yang masih ada atau sesudah cek out dan cek in.
7. Security
Bertanggung jawab langsung sepenuhnya keamanan hotel baik didalam maupun di luar hotel (masih dalam wilayah hotel)
8. Teknisi
Teknisi bertanggung jawab sepenuhnya, perlengkapan yang ada di lingkungan hotel baik didalam dan diluar hotel yang perluh pengcontrolan langsung.
9. Drive
Bertugas dan bertanggumg jawab, mengantar barang atau perlengkapan yang diperlukan pihak perusahaan.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bagian ini penulis menghadirkan beberapa data primer dari hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada objek penelitian. Objek penelitian adalah pihak internal (manajer) Hotel Istan Mas Makassar dan pihak eksternal (konsumen) dari Hotel Istana Mas Makassar dan penulis menghadirkan hasil wawancara dalam bentuk deskriptif.
Responden dari pihak internal Hotel Istana Mas Makassar diantaranya adalah Ade Mochtar yang merupakan Marketing Comunication Manager yang berusia 65 tahun dan lulusan Universitas Sam Ratulangi Manado, Irma yang merupakan SR.Human Resources Officer yang berusia 30 tahun dengan pendidikan D3 di Universitas Stiem Bongaya.
Setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan ke arah lebih maju Hotel Istana Mas Makassar adalah dengan memanfaatkan semua informasi tersebut ke dalam model-model kualitatif perumusan strategi dan sebaiknya menggunakan beberapa model sekaligus, agar dapat memperoleh analisis yang lengkap dan akurat.
Model yang dipergunakan adalah : 1. Analisis Deskriptif
2. Analisis SWOT 3. Matrik SWOT
39
a. Analisis Deskriptif
Hotel Istana Mas adalah Hotel yang bergerak di bidang penyediaan jasa kamar hotel, dan koraoke. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bisnis perhotelan dan pengelola jasa maka kegiatan pemasaran menjadi faktor yang paling penting peranannya dalam upaya pencapaian peningkatan jumlah kamar yang terpakai. Kondisi pasar yang semakin mengarah pada persaingan penjualan kamar hotel menjadi kendala tersendiri bagi Hotel Istana Mas untuk mengantisipasi persaingan pasar tersebut. Hotel Istana Mas Makassar tetap eksis sampe sekarang di karena dengan bermodalkan kepercayaan dan relasi, hubungan baik benar-benar di jaga dengan para pelanggan.
Visi : Menjadikan hotel yang berkualitas, unggul dalam pelayanan dan kinerjanya
Misi : 1. Menjadikan tempat yang menyenangkan bagi para pengunjung 2. Menjadikan manfaat yang berbeda bagi para pengunjung 3. Memberikan kepuasan kepada para pengunjung hotel dengan
melakukan pelayanan yang terbaik.
Hotel Istana Mas menetapkan strategi pemasaran yang berorientasi pada peningkatan penjualan serta segmentasi pasar dalam negeri.
Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah strategi Marketing Mix atau bauran pemasaran yang berkaitan dengan penilaian bagaimana perusahaan menyajikan dan menawarkan produk jasa hotel pada segmen pasar tertentu yang merupakan sasaran pasarnya.
Untuk menganalisa pemasaran jasa hotel konsep yang dianggap efektif adalah dengan menggunakan konsep Marketing Mix P4, yaitu:
1. Product 2. Price 3. Promotion 4. Place
Uraian unsur-unsur dari Marketing Mix pada Hotel Istana Mas Makassar berdasarkan hasil wawancara dengan pihak internal Hotel Istana Mas Makassar adalah sebagai berikut :
1. Analisa Produk (Product)
Uraian produk berdasarkan hasil wawancara dengan Ade Mochtar yang merupakan Marketing Comunication Manager tentang produk yang dimiliki Hotel Istana Mas Makassar dideskripsikan sebagai berikut:
Kamar di Hotel Istana Mas Makassar beberapa berukuran luas dan nyaman. Terdapat jendela berukuran besar disetiap kamar yang berukuran deluxe, sehingga tamu dapat menikmati pemandangan sekitar hotel. Kamar-kamar di Hotel Istana Mas itu sendiri dikelompokkan menjadi dua tipe, antara lain Deluxe Room, dan Standar Room. Semuanya dilengkapi kamar mandi dengan shower dan bathtub.
Hotel Istana Mas . Memiliki 7 kamar berukuran standar & 7 kamar berukuran deluxe yang cukup baik di bandingkan hotel sekelasnya Perabot di dalam kamar tertata rapi. Selain tempat tidur, fasilitas yang tersedia meliputi meja tulis beserta kursi, AC, kulkas, sofa serta telepon. Perlengkapan mandi dan hair
dryer juga disediakan di setiap kamar mandi. Sebagai media hiburan, ada televisi dengan saluran TV kabel dan jaringan Wifi dan speaker BMB. Selain itu terdapat juga Ruang karaoke serta perlengkapan audio yang canggih dan modern. Dengan fasilitasnya yang cukup lengkap dan memadai, Hotel Istana Mas menawarkan lebih dari sekedar tempat untuk tidur. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang meski tidak keluar hotel. Dengan fasilitas kamar yang lengkap membuat Hotel seringkali kualahan dalam melayani permintaan pelanggan untuk menginap dikarnakan kamar-kamar hotel selalu penuh, sedangkan jumlam kamar yang tersedia sedikit, dengan melihat kondisi seperti ini Hotel Istana Mas memiliki peluang untuk menambah jumlah kamar untuk memenuhi permintaan pelanggan, namun hotel harus memperhitungkan ancaman dari para pesaing yang menawarkan fasilitas kamar yang lebih lengkap.
2. Analisa Harga (Price)
Irma mengatakan bahwa harga tarif kamar Hotel sangat menentukan keberhasilan pemasaran, jika harga tarif kamar rendah dibarengi dengan tingginya kualitas pelayanan jasa hotel, maka konsumen akan lebih tertarik menggunakan jasa dan kamar Hotel Istana Mas, begitupun dengan harga yang terjangkau yang ditawarkan oleh hotel sehingga menjadi kekuatan tersendiri untuk menarik konsumen menginap di hotel.
Hotel Istana Mas selalu mengeluarkan berbagai promo pada setiap momentum untuk mengeluarkan lauching promo, seperti contoh di awal tahun 2015 karena okupansi tingkat hotel agak menurun yang disebabkan oleh pemerintahan atau perusahaan pada awal tahun masih menganggarkan biaya dan
belum mempunyai kegiatan untuk menutupi kelehaman tersebut maka Hotel Istana Mas mengeluarkan promo kamar untuk mendongkrak nilai okupansi yang turun Hotel Istana Mas bisa mengadakan promosi seperti Valintine atau melihat keadaan weekend yang sedang sepi, maka pihak Hotel Istana Mas akan membuat promo. Jadi, Istana Mas selalu melihat peluang-peluang dipasar, untuk mengantisipasi ancaman dari para pesaing yang mengeluarkan promo harga yang lebih menarik maka pada saat pasar sedang ramai pihak Hotel Istana Mas tidak mengeluarkan promo dan itu merupakan strategi harga dari Hotel Istana Mas Makassar.
3. Analisa Promosi (Promotion)
Irma mengemukakan bentuk-bentuk promosi pemasaran yang dilakukan oleh Hotel Istana Mas Makassar dalam meningkatkan jumlah pelanggannya, yaitu dengan melakukan kegiatan periklanan. Adapun kegiatan periklanan yang dilakukan oleh Hotel Istana Mas dengan berbagai macam cara di antaranya melalui media cetak seperti surat kabar, maupun media luar ruangan seperti baliho dan spanduk. Tujuan dari periklanan yang dilakukan yaitu untuk memperkenalkan promo yang dikeluarkan oleh hotel sehingga menarik para konsumen. Bentuk komunikasi tidak langsung tersebut didasari pada informasi tentang keunggulan Hotel Istana Mas yang disusun rangkaian kata-kata yang sedemikian rupa dengan mengubah pikiran sesorang untuk datang ke Hotel Istana Mas untuk menikmati fasilitas-fasilitas yang ditawarkan. Namun promosi melalui media cetak surat kabar kurang menguntungkan karena surat kabar adalah media yang sangat terlihat sehingga pesaing dapat dengan cepat bereaksi. Dengan melihat kondisi
seperti ini hotel sangat berpeluang untuk lebih memanfaatkan internet dan media lain sebagai alat promosi yang lebih cepat dan memiliki jangkauan yang luas.
Untuk mempertahankan pelanggan Hotel Istana Mas selalu mempersiapkan diri untuk memperbaiki tempat layanan dari bawah sampai ke atas dan memperbarui fasilitas. Jadi, Hotel Istana Mas secara terus menerus melakukan hal tersebut dengan tujuan agar tamu tidak merasa bosan dengan suasana yang sama kemudian menciptakan suasana yang berbeda baik dari segi interior ataupun hal lainnya. Tetapi sebenarnya semua hotel itu intinya sama yaitu menjual jasa. Ada hotel yang bagus tapi pelayanannya drop dan ada hotel biasa tapi pelayanannya bagus. Jadi, bagi Hotel Istana Mas yang terpenting yaitu bagaimana Hotel Istana Mas tetap menjaga kualitas pelayanannya dan menjalin hubungan baik dengan seluruh relasi. Untuk menghindari ancama para pesaing yang member promo-promo yg lebih menarik.
4. Analisa Tempat (Place)
Hotel Istana Mas Makassar sangat strategi karna terletak di jantung bisnis yang sedang berkembang di Makassar tepatnya di Jalan Jend. A. Yani No. 21E &
21F Dari Bandara Sultan Hasanudin, perjalanan berkendara menuju hotel membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit. Akses ke berbagai tempat seputar kota Makassar dipermudah dengan keberadaan taksi/ kendaraan umum di sekitar hotel. Untuk menikmati suasana menyenangkan di Pantai Losari dan Benteng Rotterdam hanya perlu naik taksi sekitar 7-10 menit. Dan jika ingin ke tempat wisata, salah satunya adalah Bantimurung (Taman Kupu-Kupu) dapat dicapai dalam waktu kurang lebih 3 jam berkendara. Namun yang menjadi kendala
tersendiri bagi hotel yaitu minimnya area parker hotel sehingga membuat calon konsumen berfikir untuk menggunakan jasa akomodasi Hotel Istana Mas. Melihat kondisi tersebut hotel mempunyai peluang untuk memperluas area parker untuk memperkecil ancaman para pesaing yang memiliki fasilitas parker yang lebih memadai.
Berikut adalah hasil wawancara dengan pihak eksternal atau konsumen dari Hotel Istana Mas Makassar.
1. Protus Remetwa, usia 58 tahun berkerja sebagai wiraswasta dan pendidikan terakhir SI Ekonomi Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Keuangan. Awalnya beliau mengetahui sendiri keberadaan Hotel Istana Mas 10 tahun yang lalu melalui media cetak surat kabar. Di Hotel Istana Mas beliau sering menggunakan fasilitas room untuk menginap ketika ada urusan pekerjaan di makassar. Untuk konsumsi pribadi dalam rangka rekreasi atau berwisata beliau lebih cenderung memilih yang view alam misalnya pemandangan laut. Alasan mengapa selalu menggunakan fasilitas room di Hotel Istana Mas karena Hotel Istana Mas memiliki kamar yg bagus dengan fasilitas lengkap di dalam kamar yang cukup bagus dibandingkan dengan hotel yang sekelas dengan Hotel Istana Mas, dengan harga yang terjangkau cocok dengan saya yang sedang ada pekerjaan di makassar.
Mengenai Promo yang dikeluarkan Hotel Istana Mas beliau mengatakan bahwa beliau tidak pernah mengetahui informasi mengenai promo yang dikeluarkan Hotel Istana Mas beliau sendiri tidak pernah mendapatkan informasi mengenai promo yang dikeluarkan. Dan mengenai situs website
www.istanamasmakassar.com beliau mengatakan bahwa dari segi penggunaan belum ada yang bisa beliau manfaatkan dan untuk informasi yang belum beliau dapatkan dari situs tersebut yaitu tidak ada daftar harga dan informasi promo yang dikeluarkan. Situsnya hanya memperkenalkan hotel, kamar dan fasilitasnya juga informasi mengenai nomor yang bisa dihubungi untuk melakukan reservasi.
2. Sukri Paewa, usia 47 tahun bekerja di PT. Pallangga Mas dengan Jabatan Admin Marketing dan pendidikan terakhir SI Teknik Elektro. Beliau sudah mengetahui Hotel Istana Mas melalui temannya 5 tahun yang lalu. Hotel Istana Mas adalah hotel yang paling sering digunakan, “baru-baru ini saya bawa tamu saya ke Istana Mas, kebetulan juga saya sudah menjadi relasi Hotel jadi mendapatkan potongan harga makanya saya memutuskan membawa tamu saya untuk mnginap di Hotel Istana Mas. fasilitas yang paling sering digunakan fasilitas Room. Kalau bersama teman atau tamu lebih cenderung menggunakan fasilitas karaoke dan dari segi pelayanannya yang selama ini cukup memuaskan.
Beliau tidak pernah mendapatkan informasi mengenai promo yang dikeluarkan Hotel Istana Mas baik itu melalui sms ataupun dari situs web www.istanamasmakassar.com, jadi ketika ada tamu yang mau kesana barulah mengetahui kalau ada promo. Jadi, untuk publikasinya agak kurang untuk informasi promo yang dikeluarkannya dan beliau selalu melakukan reservasi melalui telepon.
3. Muh. Kahar, usia 50 tahun, wiraswasta dan pendidikan terakhir S1 Ekonomi dengan konsentrasi Manajemen Pemasaran. Beliau mengatakan bahwa saat ini hampir setiap bulan beliau ke Hotel Istana Mas. Untuk menginap jarang, tapi fasilitas kamar dan pelayanannya memang bagus.
3. Muh. Kahar, usia 50 tahun, wiraswasta dan pendidikan terakhir S1 Ekonomi dengan konsentrasi Manajemen Pemasaran. Beliau mengatakan bahwa saat ini hampir setiap bulan beliau ke Hotel Istana Mas. Untuk menginap jarang, tapi fasilitas kamar dan pelayanannya memang bagus.