• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

F. Kerangka Pikir Penelitian

Bagan kerangka pikir penelitian dapat dilihat pada Bagan 1 (satu) berikut:

Bagan 1

Kerangka Pikir Penelitian

Ko

Teori Pengelolaan Dana ZIS Praktik Pengelolaan Dana ZIS

- Perencanaan - Pengorganisasian - Pelaksanaan - Pengawasan

- Perencanaan - Pengorganisasian - Pelaksanaan - Pengawasan Komparasi

34 A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum LAZISMU (Lembaga Amil Zakat dan Infak/Sedekah Muhammadiyah) Kota Banjarbaru

Dengan latarbelakang diatas keprihatinan akan semakin maraknya kemiskinan khususnya di daerah perkotaan dan ironisnya yang berada dibawah garis kemiskinan tersebut mayoritas merupakan umat Islam, maka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah kota Banjarbaru bertekat akan mengambil bagian dari pengentasan kemiskinan tersebut.

LAZISMU adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq, shadaqah dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan Instansi lainnya. Didirikan oleh PP Muhammadiyah pada tahun 2002 selanjutnya dikukuhkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional melalui SK No. 457/21 November 2002, selanjutnya dikukuhkan kembali sebagai LAZNAS melalui SK Menteri Agama No. 730/ 14 Desember 2016. Hal ini terkait dengan diberlakukannya UU zakat No. 23 tahun 2011, PP No.14 Tahun 2014 dan PMA No. 333 Tahun 2015, selanjutnya dikukuhkan kembali sebagai pengganti SK 46/KEP/III.0/D/2016

Visi dari LAZISMU kota Banjarbaru adalah “Menjadi Lembaga Amil Zakat Terpercaya”. Tujuan dari Lazismu kota Banjarbaru adalah menjadi

bagian dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat umat melalui zakat, Lazismu kota Banjarbaru memiliki beberapa misi, antara lain:

a. Optimalisasi kualitas pengelolaan ZIS yang amanah, profesional dan transparan.

b. Optimalisasi pendayagunaan ZIS yang kreatif, inovatif dan produktif.

c. Optimalisasi pelayanan donator.

Adapun tujuan Lazismu kota Banjarbaru adalah menjadi bagian dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat umat dengan berzakat. Dengan semangat kreativitas dan inovasi Lazismu Kota Banjarbaru berusaha menghadirkan program-program pendayagunaan yang mampu menjawab tantangan perubahan dan problem sosial masyarakat yang berkembang, maka zakat yang terkumpul diupayakan dimanfaatkan untuk menyantuni kaum dhuafa, muballigh, ustadz/dzah, guru ngaji dan fisabilillah. Lazismu juga

memberikan beasiswa pendidikan dari tingkat SD/MI, SLTP/MTs, SMA/SMK/MA/sederajat hingga perguruan tinggi, selain itu Lazismu juga menyalurkan zakat produktif untuk mengentaskan para dhuafa dari mustahiq menjadi muzakki.

2. Struktur Organisasi

Adapun susunan kepengurusan LAZISMU Kota Banjarbaru dapat dilihat pada bagan 2 di halaman berikut ini:

Bagan 2

Struktur Organisasi LAZISMU Kota Banjarbaru

Sumber : LAZISMU Kota Banjarbaru di Tahun 2017 BADAN PENGURUS

H. Alkatiri, SE

BADAN PELAKSANA / MANAGER

Muhammad Hamzah, S.H.I, M.H

STAF PENGEMBANGAN PROGRAM Ginanjar Sutrisno, Sp.d

STAF ADMINISTRASI DAN KEUANGAN

Andri Wibowo

Adapun fungsi dan tanggung jawab masing-masing sebagai berikut:

a. Badan Pengurus

1) Memimpin rapat-rapat yang dilaksanakan Lazismu Kota Banjarbaru.

2) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan dan pelaksanaan program yang dilakukan oleh Badan Pelaksana.

3) Dapat menyetujui dan memerintahkan realisasi atau pembiayaan bantuan dan pembiayaan program yang telah ditetapkan dengan atau tanpa melalui persetujuan rapat Badan Pengurus.

4) Sendiri atau bersama sekretaris bertindak untuk dan atas nama Lazismu mengadakan perjanjian dan kerjasama dengan pihak lain.

5) Bersama dengan pengurus membuat laporan dan mempertanggung jawabkan kepada PP Muhammadiyah.

b. Badan Pelaksana

1) Merencanakan, merancang seluruh program kelembagaan kemudian disampaikan kepada Badan Pengurus.

2) Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan pelaksanaan program yang telah mendapat persetujuan dari Badan Pengurus.

3) Bertanggungjawab atas seluruh pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh seluruh staf pengembangan program.

4) Membuat, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada Badan Pengurus secara periodik satu tahun sekali.

5) Dapat menyetujui atau memerintahkan realisasi pembayaran program atau bantuan yang besarnya atau nilainya telah ditentukan, tanpa atau dengan persetujuan Badan Pengurus terlebih dahulu.

c. Staf Pengembangan Program

1) Merencanakan dan merancang program pendayagunaan diusulkan kepada Badan Pengurus.

2) Mengkoordinasikan dan mengorganisasikan pelaksanaan program pendayagunaan yang telah mendapat persetujuan dari Badan Pelaksana.

3) Bertanggungjawab atas seluruh pelaksanaan pendayagunaan.

4) Membuat dan menyampaikan laporan kepada Badan Pengurus.

5) Program pendayagunaan membawahi dan bertanggungjawab atas kegiatan dan kinerja Divisi dibawahnya.

d. Staf Administrasi dan Keuangan

1) Bersama pengembangan program merencanakan dan merancang kebutuhan kantor.

2) Menata dan mengorganisasikan pelaksanaan administrasi dan keuangan surat menyurat dan kearsipan.

3) Bertanggungjawab atas seluruh pelaksanaan keuangan dan akuntansi program.

4) Merencanakan dan merancang program keuangan dan akuntansi Lazismu kemudian diusulkan kepada Badan Pengurus.

5) Mengkoordinasikan dan mengorganisasi pelaksanaan seluruh keuangan program yang telah mendapat persetujuan dari Badan Pengurus.

6) Membuat dan menyampaikan laporan keuangan kepada Badan Pengurus.

3. Program-Program Nasional untuk Penyaluran Dana Zakat dan Infak/Sedekah (ZIS) yang dilaksanakan oleh LAZISMU Kota Banjarbaru.

a. Program Khitanan Massal

Lazismu Kota Banjarbaru bekerja sama dengan Pengurus Cabang Muhammadiyah Sungai Besar gelar kegiatan Khitanan Massal 1438 H, Kamis, 25 Mei 2017 juga merupakan kerjasama dengan Lazis PLN UIP Kalimantan Bagian Tengah (Kalbateng) dan didukung oleh RSI Banjarmasin, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dan Majelis PKU PWM Kalimantan Selatan. Khitanan massal khusus untuk anak-anak kalangan dhuafa ini berlangsung di halaman Masjid Mujahidin, Cempaka, kota Banjarbaru dan diikuti oleh 52 orang anak penerima manfaat yang sebagian besar berasal dari wilayah Cempaka sampai Bangkal.

Khitanan Massal yang diselenggarakan oleh Lazismu kota Banjarbaru ini sudah berjalan selama 4 tahun. Dalam setiap pelaksanaan, rata-rata 3 lokasi dipilih sebagai tempat pelaksanaan dengan menjalin sinergi bersama Pengurus Cabang Muhammadiyah se kota Banjarbaru.

Dalam setiap tahun pelaksanaan, kegiatan ini selalu mendapatkan

dukungan dari pihak korporasi yang menjadi mitra Lazismu salah satunya adalah PLN UIP Kalbateng melalui Lazis PLN. Minat masyarakat terutama dari kalangan dhuafa sangat tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan Khitanan Massal ini, ditandai dengan jumlah penerima manfaat sejumlah lebih kurang 200 anak per tahun. Dalam kurun waktu 4 tahun penyelenggaraan jumlah penerima manfaat sampai saat ini telah mencapai lebih dari 750 anak.

Sementara itu, untuk bulan Ramadhan tahun ini telah disiapkan 2 lokasi kegiatan Khitanan Massal yaitu di daerah Landasan Ulin dan Loktabat dengan kegiatan yang bertajuk “Ramadhan Berbagi” bersama Lazismu kota Banjarbaru.

Ahmad Sudani mewakili Divisi Pelaksana Lapangan Lazis PLN UIP Kalbateng berharap agar kerjasama antara Lazismu kota Banjarbaru dengan Lazis PLN UIP Kalbateng ini dapat terus berlanjut dikemudian hari

“Kegiatan khitanan yang dilakukan menjelang bulan suci Ramadhan ini merupakan langkah yang baik dalam proses kita menuju pribadi yang bertakwa, semoga kerjasama Lazismu dan Lazis PLN dapat terus berlanjut dalam menebar kebaikan pada umat ” harapnya senada dengan Lazis PLN, Lazismu kota Banjarbaru juga berharap agar kegiatan ini dapat terus diperluas. “Semoga kedepannya kegiatan ini bisa memberikan spirit berbagi kepada semua kalangan kurang bruntung dalam lingkup luas”

demikian tegas Ginanjar, Staf Program & Fundraising Lazismu kota Banjarbaru. Panitia kegiatan ini berasal dari Lazismu kota Banjarbaru, Lazis PLN UIP Kalbateng, serta para relawan dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Sementara untuk layanan medis berasal dari RSI Banjarmasin dan Majelis PKU PWM Kalimantan Selatan. Selain mendapatkan manfaat berupa khitanan Massal gratis, anak-anak peserta Khitanan Massal ini juga mendapatkan bingkisan berupa tas dari Lazismu kota Banjarbaru–Lazismu PLN UIP Kalbateng. (www.lazismu.org)

b. Program beasiswa (program Da’i)

1) Program beasiswa yang telah disalurkan oleh Lazismu kota Banjarbaru ada 9 orang (4 orang sekolah Islam di Banjarbaru dan 5 orang sekolah Islam di luar Kalimantan) untuk sekolah di luar Kalimantan akan menjadi ustadz/dzah disini.

2) Melakukan seleksi untuk Hafalan Al-Qur’an, untuk yang telah lulus test akan di sekolahkan di luar Kalimantan dan di biayai oleh Lazismu

kota Banjarbaru dari uang pendaftaran, transit keluar Kalimantan, biaya makan dan sekolah nya akan di tanggung oleh Lazismu kota Banjarbaru sampai lulus menjadi Da’I selama 5 tahun.

3) Selama masih berpotensi pelajar tersebut tetap dibiayai sampai ke perguruan tinggi.

c. Program Orang tua Asuh

Gerakan orang tua asuh adalah gerakan kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak yatim dan anak dari keluarga dhuafa melalui sistem beastudi pengasuhan;

Bentuk program dari gerakan ini adalah pemberian beastudi kepada sasaran dalam jangka panjang sehingga penerima program mampu menyelesaikan studinya dan memungkinkan dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

d. Program filantropis

Momen Ramadhan adalah saat yang sangat tepat bagi Lazismu Kota Banjarbaru untuk mensosilisasikan diri ke masyarakat luas, tak terkecuali di kota Banjarbaru pengurus Lazismu Kota Banjarbaru yang tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk sadar zakat dan meningatkan amal kebajikan melalui infak/sedekah, khusus dalam sosialisasi ini pengurus Lazismu kota Banjarbaru terjun langsung ke sekolah-sekolah, masjid/musholla, kantor, komunitas masyarakat.

e. Yes Program

Yes adalah program pengembangan dan pemberdayaan kewirausahaan generasi muda, Yes program bertujuan untuk pembibitan wirausaha muda dengan desain aktifitas yang meliputi: pendidikan dan pelatihan, beastudi kewirausahaan, pendampingan usaha serta bantuan permodalan. Program ini bekerjasama dengan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP.Muhammadiyah dan berbagai organisasi dan komunitas wirausaha seperti Wiramuda dan IWAPI.

4. Pengelolaan Penerimaan Dana Zakat dan Infak/Sedekah (ZIS) pada LAZISMU Kota Banjarbaru.

Langkah-langkah yang selama ini telah dilakukan oleh Lazismu Kota Banjarbaru terkait pengelolaan penerimaan dana ZIS adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan (planning)

Target untuk penerimaan di tahun 2017 yang telah direncanakan adalah penerimaan untuk zakat minimal Rp 15.000.000,- dan penerimaan untuk infak Rp 15.000.000,-

Langkah-langkah yang akan dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1) Memperkenalkan Lazismu Kota Banjarbaru di pengajian-pengajian masjid Muhammadiyah.

2) Memasang spanduk di depan masjid-masjid Muhammadiyah.

3) Melalui media sosial seperti: Facebook dan sebagainya.

4) Kerjasama dengan Bank Syariah seperti: Bank BNI Syariah dan Bank Kalsel Syariah.

5) Kerjasama dengan perusahaan swasta dengan cara meminta dana CSR untuk program kemanusiaan.

6) Kerjasama dengan kewirausahaan Muhammadiyah dengan meletakkan logo Lazismu di usaha tersebut dengan fit back mempromosikan usaha tersebut.

b. Pengorganisasian (organizing)

Struktur organisasi yang sudah ada di Lazismu Kota Banjarbaru ialah:

1) Badan pengawas.

2) Badan Pelaksana.

3) Staf Administrasi dan keuangan.

4) Staf Pengembangan Program.

c. Pelaksanaan (actuating)

Yang telah dilakukan oleh Lazismu Kota Banjarbaru ialah sebagai berikut:

1) Melakukan kerjasama dengan Lazis PLN UIP Kalimantan bagian Tengah.

2) Melakukan kerjasama dengan lembaga-lembaga keuangan seperti Bank Kalsel Syariah dan Bank BNI Syariah.

3) Menunggu donatur datang ke Lazismu Kota Banjarbaru.

. 4) Memasang spanduk Lazismu Kota Banjarbaru di masjid-masjid Muhammadiyah yang berisi informasi mengenai nomor telepon kantor cabang Lazismu Kota Banjarbaru dan mengenai nomor rekening zakat, infaq dan shadaqah Lazismu Kota Banjarbaru.

Berdasarkan permintaan calon muzakki melalui konfirmasi via telepon bahwasanya meminta pihak lazismu Kota Banjarbaru untuk menjemput dana zakat yang ingin disalurkan dengan cara memberikan alamat calon muzakki tersebut.

d. Pengawasan (controling)

Selama ini yang mengawasi kerja Staf Lazismu Kota Banjarbaru diawasi oleh Badan Pengurus sedangkan Lazismu Kota Banjarbaru diawasi oleh Lazismu pusat di Jakarta dan BAZNAS Kota Banjarbaru dengan cara mengirim Laporan Keuangan Penerimaan dan Penyaluran Dana ZIS setiap 1 (satu) bulan dan Laporan Keuangan per 3 (tiga) bulan, berupa Laporan Keuangan yang sudah di audit oleh Bagian Administrasi dan Keuangan.

5. Pengelolaan Penyaluran Dana Zakat dan Infak/Sedekah (ZIS) pada LAZISMU Kota Banjarbaru.

Langkah-langkah yang selama ini telah dilakukan oleh Lazismu Kota Banjarbaru terkait pengelolaan penyaluran dana ZIS adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan (planning)

Setelah mendapatkan informasi mustahiq dari muzakki maka pihak Lazismu kota Banjarbaru langsung melakukan survei. Apabila mustahiq telah melengkapi persyaratan dan termasuk dalam golongan 8 (delapan) asnaf maka pihak Lazismu kota Banjarbaru langsung menyalurkan dana

zakat tersebut. Golongan 8 (delapan) asnaf terdiri dari fakir miskin, amil zakat, muallaf, budak, orang yang berhutang, fisabilillah, ibnu sabil.

Jika mustahiq datang ke kantor Lazismu kota Banjarbaru mustahiq wajib mengisi formulir penyaluran dana zakat, infaq/shadaqah dan menyatakan bahwa mereka termasuk salah satu dari golongan 8 (delapan) asnaf tersebut.

b. Pengorganisasian (organizing)

Pengorganisasian yang telah dilakukan oleh Lazismu Kota Banjarbaru untuk pengelolaan penyaluran dana ZIS ada 2 (dua) pengurus yang menyalurkan dana ZIS adalah sebagai berikut:

1) Badan Pelaksana/Manager.

2) Staf Pengembangan Program.

c. Pelaksanaan (actuating)

Pihak Lazismu melakukan survei, meminta pihak mustahiq untuk melengkapi persyaratan penyaluran dana ZIS (fotocopy KTP, fotocopy Kartu Keluarga, surat keterangan tidak mampu dari Rt) menyerahkan kelengkapan persyaratan dari mustahiq kepada pengurus/manager untuk diproses, setelah disetujui oleh pengurus/manager dana akan segera

disalurkan apabila mustahiq diluar daerah kota Banjarbaru maka cukup melampirkan fotocopy KTP, fotocopy kartu keluarga dan tidak perlu membuat surat keterangan tidak mampu.

d. Pengawasan (controling)

Selama ini yang mengawasi kerja Staf Lazismu Kota Banjarbaru diawasi oleh Badan pengurus sedangkan Lazismu Kota Banjarbaru diawasi oleh Lazismu pusat di Jakarta dan BAZNAS Kota Banjarbaru dengan cara mengirim Laporan Keuangan Penerimaan dan Penyaluran Dana ZIS setiap 1 (satu) bulan dan laporan keuangan per 3 (tiga) bulan, berupa laporan keuangan yang sudah di audit oleh bagian Administrasi dan keuangan. Lazismu Pusat di awasi oleh OJK, BAZNAS Pusat dan Kementerian Agama.

Dokumen terkait