• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

B. Kerangka Pikir

Dengan melihat beberapa konsep atau teori yang telah diuraikan pada kajian pustaka, maka dapat dibuat kerangka atau skema yang dapat dijadikan sebagai acuan konsep berfikir tentang peningkatan kemampuan menggambar bentuk benda kubistis dan silindris siswa kelas IV SD Inpres Parang Makassar.

Kerangka pikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 7. Skema 1. Kerangka Pikir Siswa Kelas IV SD Inpres

Parang Makassar

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian

1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian survey yang bersifat deskriptif- kualitatif, artinya suatu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum atau deskripsi tentang apa yang akan diteliti melalui pengolahan data secara kualitatif.

Penelitian ini mengkaji tentang “Kemampuan Menggambar Bentuk Benda Kubistis pada Siswa Kelas IV SD Inpres Parang Makassar”. Fokus kajian ini adalah kemampuan dan proses pembelajaran seni rupa yang mencakup rumusan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, pilihan metode, rancangan kegiatan belajar dan mengajar, serta rumusan evaluasi.

2. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres Parang, Jln. Dr.

Ratulangi 7 No. 154, Kecamatan Mamajang Kota Makassar. Adapun lokasi penelitian pada gambar berikut.

22

UIN

Alauddin Andi.Tondro

UNISMUH Pettarani Kumala

Talasalapang

SD INPRES RS. Labuang Baji

Keterangan:

UNISMUH UIN

SD Inpres Parang RS. Labuang Baji

Gambar 8. Lokasi SD Inpres Parang Makassar

B. Variabel Penelitian dan Desain Penelitian 1. Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Melihat judul tersebut maka variabel penelitian ini adalah “Kemampuan Menggambar Bentuk Benda Kubistis dan Silindris Siswa

pada Kelas IV SD Inpres Parang Makassar”. Adapun keadaan variabel - variabel sebagai berikut:

a. Proses pembelajaran menggambar bentuk model objek benda kubistis dan silindris siswa kelas IV SD Inpres Parang Makassar.

b. Kemampuan siswa dalam menggambar bentuk model objek benda kubistis dan silindris siswa kelas IV SD Inpres Parang Makassar.

2. Desain Penelitian

Gambar 9. Skema 2. Desain Penelitian

C. Defenisi Operasional Variabel

Berdasarkan variabel di atas maka perlu dilakukan pendefinisian operasional variabel guna memperjelas dan menghindari terjadinya suatu

Pengumpulan Data

kesalahan. Serta memudahkan sasaran penelitian hingga berjalan dengan baik.

Adapun definisi operasional variabel penelitian adalah sebagai berikut :

1. Proses pembelajaran siswa dalam menggambar bentuk model objek benda kubistis dan silindris di kelas IV SD Inpres Parang Makassar.

Yang dimaksud disni adalah bukti fisik dari proses belajar siswa dalam menggambar bentuk model objek benda kubistis dan silindris yang diajarkan pada siswa kelas IV SD Inpres Parang Makassar.

2. Kemampuan siswa dalam menggambar bentuk dengan objek benda kubistis dan silindris di kelas IV SD Inpres Parang Makassar.

Yang dimaksud disini adalah upaya maksimal siswa membuat gambar bentuk model objek benda kubistis dan silindris yang dilaksanakan di SD Inpres Parang Makassar.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian

Populasi adalah sekumpulan orang, hewan, tumbuhan atau benda yang mempunyai karakteristik tertentu yang akan diteliti, atau dengan kata lain Populasi penelitian adalah keseluruhan objek penelitian.

Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 25 orang di SD Inpres Parang Makassar.

Tabel 1. Populasi Peneletian dan perempuan berjumlah 13 orang.

Tabel 2. Sampel Penelitian

12 0079811244 Muh. Bahtiar Syaputra L

13 0069825442 Sofyan L

14 0066628349 Radit L

15 0065001659 Airin Meilani Maunah P

16 0055858464 Fatmawati P penelitian lapangan (Field Research). Untuk memperoleh data pada penelitian ini, di mana peneliti langsung pada tempat atau lokasi penelitian dengan menggunakan empat macam teknik. Adapun empat macam teknik tersebut adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap kegiatan belajar siswa dengan mengamati sejauh mana

kemamapuan siswa dalam menggambar bentuk dengan objek benda kubistis dan silindris. Observasi merupakan metode pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan perilaku subjek penelitan yang dilakukan secara sistimatik. Observasi digunakan karena banyak kejadian penting yang hanya dapat diperoleh melalui observasi. Contoh data yang hanya diamati melalui observasi misalnya kebiasaan hidup, sikap dan perilaku serta keterampilan motorik.

Sasaran observasi ini adalah bahan pembelajaran, media, fasilitas ataupun teknik yang digunakan dalam pembelajaran menggambar bentuk.

Alasan memilih teknik observasi ini dalam menilai kemampuan menggambar bentuk pada siswa kelas IV SD Inpres Parang Makassar adalah sebagai tolak ukur dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah tersebut.

2. Wawancara

Wawancara atau interviu dapat diartikan sebagai teknik mengumpulkan data dengan menggunakan bahasa lisan baik secara tatap muka ataupun melalui saluran media tertentu. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait untuk memperoleh data yang diperlukan.

Wawancara dilaksanakan diluar proses pembelajaran agar kegiatan pembelajaran tidak terganggu. Wawancara dilakukan, dengan guru mata pelajaran Seni Budaya, dan dengan pihak-pihak yang terkait dalam penelitian di SD Inpres Parang Makassar, setelah itu peneliti mencatat hasil

wawancara. Dalam melakukan wawancara, pewawancara harus membuat suatu panduan atau pedoman wawancara mengenai hal-hal yang akan ditanyakan kepada yang akan diwawancarai. Dengan tujuan untuk mempermudah kegiatan wawancara dan pokok-pokok permasalahan yang dipertanyakan tidak terpaut jauh dari permasalahan utama.

3. Tes Peraktik

Tes merupakan metode pengumpulan data penelitian yang berfungsi untuk mengukur kemampuan seseorang. Tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dan pencapaian prestasi siswa atau bakat yang dimiliki individu/kelompok. Dengan demikian, hasil pengukuran dengan menggunakan tes termasuk kategori data kuantitatif.

Dilihat dari jumlah pesertanya, tes hasil belajar dapat dibedakan menjadi tes kelompok dan tes individual. Tes kelompok adalah tes yang dilakukan terhadap sejumlah siswa bersama-sama; sedangkan tes individual adalah tes yang dilakukan secara perorangan.

Tes peraktik dilaksanakan untuk mengukur kemampuan siswa Kelas IV SD Inpres Parang Makassar dalam menggambar bentuk, sedangkan bentuk tes yang diterapkan berupa tugas praktik menggambar. Dalam penelitian ini, siswa diberi tugas membuat gambar bentuk benda kubistis dan silindris dengan mennggunakan pensil pada kertas gambar yang telah disediakan.

Pengumpulan data dengan instrument tes, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Persiapan

Pada tahap ini yang perlu dipersiapkan adalah segala hal yang akan digunakan untuk memperlancar dalam pelaksanaan menggambar bentuk adalah kertas gambar dan pensil serta objek gambar yang telah disediakan.

b. Pelaksanaan

Siswa melaksanakan kegiatan menggambar bentuk berdasarkan objek yang telah ditata dan lokasi pelaksanaan tes menggambar dilakukan dikelas siswa.

4. Dokumentasi

Teknik dokumentasi dapat pula dikatakan sebagai “pemberian atau pengumpulan bukti-bukti dan keterangan seperti gambar-gambar dan sebagainya”. Teknik dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa foto-foto, dokumen pribadi, dan dokumen resmi.

Kata-kata dan tindakan (perilaku) orang yang diamati dan diwawancarai merupakan sumber data utama yang dicatat dan ditambah catatan dari buku, dokumen resmi dari sekolah, dokumen pribadi yang diperoleh dari subjek penelitian tentang pengalaman konkret, keadaan suatu peristiwa, pandangan hidup, sikap dan lain-lain.

Aspek yang dinilai

Aspek yang penilaian kemampuan menggambar bentuk dengan objek benda kubistis dan silindris siswa kelas IV SD Inpres Parang Makassar berpacu pada beberapa prinsip menggambar bentuk, yakni:

1. Perspektif 2. Proporsi

3. Ketepatan bentuk 4. Komposisi

Tabel 3. Aspek yang dinilai

No Nama NIS Aspek yang dinilai Keterangan

1 2 3 4

1 - - - - - - -

2 - - - - - - -

3 - - - - - - -

Validator yang akan menliai hasil karya siswa berjumlah 2 orang, yakni Syahruni dan Yabu.M.

F. Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis secara kualitatif adalah data dari hasil observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi.

Kriteria yang digunakan untuk menentukan kategori hasil belajar siswa adalah berdasarkan teknik kategorisasi skala lima. Menurut Depdikbud (2006 : 7) bahwa : skor standar umum yang digunakan adalah skala lima yaitu pembagian tingkat penguasaan yang terbagi atas lima kategori, yaitu :

Tabel 4. Kategori Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Nilai Kategori

Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum, yaitu seorang siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai nilai KKM 70, dan kelas tersebut tuntas belajar bila di kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 70. Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar digunakan rumus sebagai berikut:

𝐹 𝑁 Dengan :

P = Persentase ketuntasan belajar

F = Siswa yang tuntas belajar

N = jumlah Siswa x 100

P =

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Penyajian Hasil Penelitian dan Pembahasan

Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian ini, maka dapat digambarkan tentang Kemampuan Menggambar Bentuk Benda Kubistis dan Silindris pada Siswa Kelas IV SD Inpres Parang Makassar.

Dalam penyajian ini tidak menggunakan data kuantitatif melainkan menggunakan kualitatif. Data yang telah diolah dan dianalisa disajikan dalam bentuk deskriptif yaitu penggambaran data secara apa adanya berdasarkan kenyataan yang ada di sekolah, sesuai dengan indikator dalam variabel penelitian.

Berdasarkan rincian masalah yang telah diajukan peneliti meliputi:

bagaimana proses pembelajaran menggambar bentuk benda kubistis dan silindris pada siswa kelas IV SD Inpres Parang Makassar dan kemampuan siswa dalam menggambar bentuk model objek benda kubistis dan silindris serta hasil akhir menggambar bentuk dengan objek benda kubistis dan silindris siswa kelas IV SD Inpres Parang Makassar pada tahun ajaran 2015/2016.

a. Proses Pembelajaran Menggambar Bentuk Objek Benda Kubistis dan Silindris pada Siswa Kelas IV SD Inpres Parang Makassar.

Pada proses pembelajaran seni budaya dan keterampilan dengan materi menggambar bentuk benda kubistis dan silindris Pada siswa kelas IV SD

Inpres Parang Makassar. Siswa kurang termotivasi sehingga kurang terfokus pada pembelajaran yang nampak pada banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan dan sering meminta bantuan dalam menyelesaikan tugasnya.

Selain itu, terlihat dari antusias siswa dalam menanggapi gambar bentuk masih sangat kurang. Sikap siswa umumnya masih kurang memberikan respon yang positif terhadap proses pembelajaran menggambar bentuk. Hal ini disebabkan karena siswa sendiri belum terbiasa dan masih sangat kurang memahami gambar bentuk yang sebenarnya.

Tahap-tahap dalam menggambar bentuk yaitu:

1. Persiapan. Pada tahap ini yang perlu dipersiapkan adalah segala hal yang akan digunakan untuk memperlancar dalam pelaksanaan menggambar bentuk adalah kertas gambar serta pensil.

Gambar 10. Menyediakan Alat dan Bahan Dokumentasi ( Mukrimah 2015)

Alat dan bahan yang digunakan berupa kertas A3, penghapus, dan peraut. Pada proses menggambar bahan yang digunakan harus memiliki kualitas supaya hasilnya lebih memuaskan. Jenis kertas yang baik untuk teknik ini adalah yang tidak licin, tidak mengkilat, dan tidak tipis.

Disamping itu, sebaiknya menggunakan kertas yang permukaannya agak kasar atau bertekstur sehingga kualitas goresan pensil bisa lebih optimal.

Gambar 11. Siswa mempersiapkan alat dan bahan (Dokumentasi Mukrimah 2015)

2. Mengamati objek benda. Siswa mengamati objek benda yang sudah disediakan, kemudian menggambar bentuk berdasarkan objek yang telah ditentukan, yakni objek benda kubistis dan silindris.

Gambar 12. Objek Benda kubistis dan silindris (Dokumentasi Mukrimah 2015)

3. Sketsa gambar atau membuat rancangan gambar dengan menggunakan pensil pada media kertas. Menurut Yoyok (2007:25) menyatakan bahwa sketsa ialah lukisan cepat (hanya garis-garis besarnya) gambar rancangan. Menggambar sketsa adalah salah satu proses dalam mendesain sebuah gambar pada kertas dengan tema yang sudah ditentukan. Dengan tujuan untuk memudahkan siswa dalam membuat objek gambar secara utuh.

Gambar 13. Siswa Menggambar Bentuk Objek Benda Kubistis dan Silindris (Dokumentasi Mukrimah 2015)

b. Kemampuan menggambar bentuk objek benda kubistis dan silindris

Menyangkut pada rumusan yang diajukan dalam peneletian yang kedua adalah kemampuan menggambar bentuk bendak kubistis dan silindris siswa kelas IV Inpres Makassar, dapat dinilai dari indikator penilain yakni:

Perspektif, perspektif sebuah sistem untuk mempresentasikan kesan ruang atau bentuk tiga dimensional pada media dua dimensional sehingga yang

kita gambar itu nampak riil sebagaimana yang kita lihat adalah dengan perspektif. Proporsi, proporsi yang dimaksud dengan prinsip proporsi dalam menggambar bentuk adalah perbandingan bagian per bagian atau bagian dengan keseluruhan. Komposisi, komposisi dalam menggambar bentuk diartikan sebagai susunan atau letak objek gambar. Letak objek gambar yang satu dengan objek gambar yang lain hendaknya tidak berjauhan sehingga tidak tampak terpisah. Penyatuan komposisi objek gambar akan lebih memperindah dan lebih menampakkan maksud gambar itu sendiri.

Gambar 14. Karya Nayla Fauziah

Karya Nayla Fauziah, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif. Belum perspektif, namun dalam menggambar bentuk sesuai dengan tampakan sebenarnya.

2. Proporsi, sudah terlihat ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindris sudah sesuai dengan tampakan yang sebenarnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindrisnya sudah tepat.

Gambar 15. Karya Fajrin

Karya fajrin, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, belum tuntas dalam perspektifnya, terlihat dari gambar benda yang semuanya sama besar.

2. Proporsi, sangat jauh dari ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya belum dapat dikategorikan proporsi.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindris tidak sesuai dengan tampakan yang sebenarnya. Terlihat dari bentuk benda kubistis maupun benda silindrisnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindris masih belum beraturan.

Karya 16. Karya Nayla Suci.R

Karya Nayla Suci.R, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, belum dikatakan tuntas dalam perspektifnya, dilihat dari gambar yang terlihat semua benda sama besar. Baik bentuk benda kubistis maupun bentuk silindrisnya.

2. Proporsi, sangat jauh dari ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya belum dapat dikategorikan proporsi.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindris tidak sesuai dengan tampakan yang sebenarnya. Terlihat dari bentuk benda kubistis maupun benda silindrisnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindris masih belum beraturan.

Gambar 17. Karya Aira Reskita

Karya Aira Reskita, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif. menggambar sesuai dengan tampakan sebenarnya.

2. Proporsi, sudah terlihat ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindris sesuai dengan tampakan yang sebenarnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindrisnya sudah tepat.

Gambar 18. Karya Fatmawati

Karya Fatmawati, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, belum prespektif. Namun dilihat dari gambarnya, anak ini menggambar bentuk menghampiri dengan tampakan sebenarnya yakni bentuk benda kubistis dan silindris.

2. Proporsi, sudah terlihat ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindrisnya menghapiri tampakan bentuk benda yang sebenarnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindrisnya sudah tepat.

Gambar 19. Karya Syahrul Syam

Karya Syahrul Syam, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, sudah prespektif. Gambarnya sesuai dengan tampakan sebenarnya.

2. Proporsi, sudah terlihat ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindrisnya sesuai dengan tampakan yang sebenarnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindrisnya sudah tepat.

Gambar 20. Karya Muhammad Aidil Bevka

Karya Muhammad Aidil Bevka, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, belum dikatakan tuntas dalam perspektifnya, dilihat dari gambar yang terlihat semua benda sama besar. Baik bentuk benda kubistis maupun bentuk benda silindris.

2. Proporsi, sangat jauh dari ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya belum dapat dikategorikan proporsi.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindrisnya tidak sesuai dengan tampakan yang sebenarnya. Terlihat dari bentuk benda kubistis maupun benda silindris.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindris masih belum beraturan.

Gambar 21. Karya Manda

Karya Manda, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, belum dikatakan tuntas dalam perspekitfnya, dilihat dari gambar yang terlihat semua benda sama besar. Baik bentuk benda kubistis maupun bentuk silindrisnya.

2. Proporsi, sangat jauh dari ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya belum dapat dikategorikan proporsi.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindris anak ini tidak sesuai dengan tampakan yang sebenarnya. Terlihat dari bentuk benda kubistis maupun benda silindrisnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindris masih belum beraturan.

Gambar 22. Karya Arista Widya

Karya Arista Widya, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, perspektifnya masih kurang, namun dilihat dari gambarnya, anak ini menggambar bentuk menghampiri dengan tampakan sebenarnya yakni bentuk benda kubistis dan silindris.

2. Proporsi, sudah terlihat ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindrisnya menghampiri tampakan bentuk benda yang sebenarnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindrisnya sudah tepat.

Gambar 23. Karya Sofyan

Karya Sofyan, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif. Dilihat dari gambarnya, anak ini menggambar sesuai dengan prespektif.

2. Proporsi, masih kurang ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya. Terlihat semua benda sama besar.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindris sesuai dengan tampakan yang sebenarnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindrisnya sudah tepat.

Gambar 24. Karya Suci Nabila Putri

Karya Suci Nabila Putri, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, dilihat dari gambarnya, anak ini menggambar sesuai dengan tampakan sebenarnya.

2. Proporsi, masih kurang ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya. Terlihat semua benda sama besar.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindrisnya sesuai dengan tampakan yang sebenarnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindrisnya belum dikatakan tepat, nampun sedikit menghampiri tepat penempatan objeknya.

Gambar 25. Karya Muh. Nur Bachtiar Syaputra

Karya Muh. Nur Bahctiar Syaputra, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, belum perspektif. Namun dari gambarnya, anak ini menggambar bentuk menghampiri dengan tampakan sebenarnya yakni bentuk benda kubistis dan silindris.

2. Proporsi, sudah terlihat ideal dan harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya.

3. Ketepatan bentuk, ukuran dan bentuk benda kubistis dan silindri menghampiri tampakan bentuk benda yang sebenarnya.

4. Komposisi, menyusun dan mengatur objek gambar seperti, penempatan objek benda kubistis dan benda silindrisnya belum tepat.

Gambar 26. Karya Sri Wahyuningsih

Karya Sri Wahyuningsih, dari beberapa kriteria penilaian dapat dilihat dari beberapa prinsip menggambar bentuk yakni:

1. Perspektif, sudah prespektif. Dilihat dari gambarnya, anak ini menggambar sesuai dengan tampakan sebenarnya.

2. Proporsi, kurang ideal dan tidak harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya. Terlihat semua benda

2. Proporsi, kurang ideal dan tidak harmonis antara bagian benda yang menjadi objek model gambar yang diamati, seperti perbandingan antara objek benda yang satu dan benda yang lainnya. Terlihat semua benda

Dokumen terkait