• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Kerangka Teoritis dan Konsep Operasional

1. Kerangka Teoritis

Setiap penelitian memerlukan kerjasama titik tolak atau landasan berpikir dalam mencerahkan atau menyoroti masalah untuk itu perlu disusun kerangka teori yang membuat pokok-pokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana peneliti akan disoroti (Nawawi, 1993: 39-40).

a. Teori S-O-R

Adapun teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori S-O-R sebagai singkatan dari Stimulus-Organisme-Response semula berasal dari psikologi, namun kemudian menjadi teori komunikasi, karena objek model dari psikologi dan ilmu komunikasi adalah sama yaitu manusia yang jiwanya meliputi komponen-komponen : sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi dan konasi. Menurut stimulus response ini, efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikasi. Jadi unsur – unsur dalam mede ini adalah : 1) Pesan (stimulus, S) yaitu Rangsangan yang merupakan isi berita InfotainmentKiss (Kisah

Seputar Selebritis)berupa Komunikator dan isi pesan.

2) Komunikan (organisme, O) yaitu Mahasiwi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

3) Efek (response, R) atau dampak yang ditimbulkan stimulus dapat merubah sikap yaitu timbunya perasaan suka serta minat terhadap berita InfotainmentKiss (Kisah Seputar Selebritis)yang mendorong komunikan untuk menonton program BeritaInfotainment Kiss (Kisah Seputar Selebritis) tersebut, yang kemudian diwujudkan dengan tindakan komunikan untuk memilih menonton Berita Infotainment. Kiss (Kisah Seputar Selebritis)

Dr. Mar’at dalam bukunya “Sikap Manusia, Perubahan serta pengukurannya, mengutip

ada tiga variabel penting yaitu : Perhatian, Pengertian, Penerimaan. Dapat dilihat pada gambar berikut

Gambar I Teori S-O-R

(Sumber Effendy, 2003:245-256)

Menurut stimulus respon ini, efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan kesesuaian antara pesan dan reaksi

komunikan. Proses ini digambarkan “perubahan sikap” dan bergantung pada proses yang terjadi

pada individu:

1) Stimulus yang diberikan ada organisme dapat diterima atau dapat ditolak, maka pada proses selanjutnya terhenti ini berarti bahwa stimulus tersebut tidak efektif dalam mempengaruhi organisme. Jika stimulus diterima oleh organisme berarti adanya komunikasi dan adanya perhatian dari organisme. Dalam hal ini stimulus adalah efektif dan ada reaksi.

2) Langkah selanjutnya adalah jika stimulus telah mendapat perhatian dari organisme, maka proses selanjutnya adalah mengerti terhadap stimulus.

3) Pada langkah selanjutnya adalah bahwa organisme dapat menerima secara baik apa yang telah diolah sehingga dapat terjadi kesediaan untuk perubahan, hanya jika rangsangan yang diberikan benar-benar melebihi rangsangan semula. (Efendy,2003:245).

Stimu lu s Organisme : -Perhatian - Pengertian - Penerimaan Response (perubahan sikap)

Pada gambar tersebut menunjukkan proses komunikasi dimulai dari sumber yang menciptakan pesan, kemudian di terima oleh Komunikan melalui saluran kawat atau gelombang udara. Pesan ditangkap oleh pesawat penerima yang merekonstruksi kembali signal itu sampai kepada tujuan, tujuan disini adalah penerima yang menjadi sasaran (Hafied,2000:43).

Dalam teori diatas berlaku kepada televisi sebagai sarana yang digunakan oleh mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (jurusan ilmu komunikasi angkatan 2010) dalam menonton tayangan televisi yang menciptakan pesan selanjutnya diterima oleh komunikan melalui kabel kawat dan langsung diterima mahasiswi. Dalam proses ini tidak lepas dari gangguan (noise), dengan noise itu akan menyebabkan gangguan yang dapat mempengaruhi perbedaan-perbedaan.

Oleh karna itu untuk menentukan pengaruh berita infotainment terhadap gaya hidup mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (jurusan ilmu komunikasi angkatan 2010) maka perlu adanya tinjauan terhadap pengertian berita infotainment itu sendiri sebagai berikut :

b. Berita infotainment

Berita adalah fakta atau informasi yang ditulis oleh wartawan dan dimuat dalam media pers baik itu surat kabar, majalah, radio, maupun televisi (Widodo,1997:17). Sedangkan menurut (Totok, 2000:6) berita berasal dari bahasa sansakerta yaitu virt yang bahasa inggrisnya disebut

vrite, dengan arti sebenarnya adalah ada atau terjadi, sebagian ada yang menyebut vritta artinya

kejadian atau kejadian yang telah terjadi, vritta dalam bahasa Indonesia kemudian menjadi berita atau warta.

Infotainment adalah hiburan, program acara televisi yang memadukan antara berita dan

mengenai kehidupan orang-orang yang telah dikenal masyarakat yang disebut dengan selebritis atau artis yang sebagian besar dari mereka adalah pekerja yang berada di industri hiburan seperti pemain film, sinetron, penyanyi, maka berita tentang mereka disebut dengan infotainment (ardhani, 2013 mei,10:00)

Seorang pembuat berita harus menjaga objektivitas dalam pemberitaan yang dibuat artinya berita hanya menyajikan apa adanya. Jika itu berasal dari keduanya sehingga tidak menimbulkan permasalahan. Begitu juga dalam membuat berita infotainment yang telah disiarkan oleh media televisi dimana mereka harus mampu menyajikan dan menyeimbangkan jika terjadi atau timbul dua permasalahan (narasumber) secara objektivitas, sehingga masyarakat tertarik untuk menonton.

Selain itu penulis harus mampu membedakan mana fakta, opini, interprestasi dan sebagianya, dengan demikian berita yang disampaikan kepada masyarakat tidak membingungkan dan yang pasti mudah dipahami. Untuk menulis berita baik itu media cetak, televisi, radio, tidaklepas dari unsur – unsur berita yang dimuat sehingga menarik perhatian pembaca dan pendengar. Adapun unsur adalah

a) Aktual atau baru (terkini) adalah berita yang disajikan baru dan sedang terhangat saat ini. b) Jarak adalah tentang lokasi atau letak berita tersebut.

c) Terkenal adalah terkenal objek atau orang yang diberitakan, karena hal tersebut sangat berpengaruh.

d) Keluarbiasaan adalah hebatnya dari sebuah berita lain dari yang lain.

e) Akibat adalah segala tindakan atau kebijakan, peraturan, perundangan, dan lainnya yang dapat akibat merugikan atau menyenangkan orang banyak merupakan bahan berita yang menarik.

f) Ketegangan adalah adanya ketegangan dalam penulisan berita tersebut

g) Pertentangan adalah pertentangan yang ada menjadi hal yang menarik untuk diberitakan. h) Seks

i) Kemajuan adalah merupakan hal yang menarik apabila diolah dengan baik. j) Emosi

k) Humor adalah hiburan yang disajikan (Totok,2000:48)

Begitu juga dengan berita infotainment yang terdapat pada acara yang disiarkan oleh televisi swasta Indosiar tidak lepas dari unsur - unsur berita yang telah ditetapkan oleh pakar komunikasi, dengan adanya unsur – unsur tersebut merupakan sebagai daya tarik tersendiri terhadap masyarakat, mereka dapat mendengarkan, menonton sehingga dapat mengetahui peristiwa apa yang terjadi saat ini dikalangan para artis.

Supaya berita itu lebih menarik bagi pendengar, pembaca tidak lepas dari nilai – nilai berita yang ditulis oleh wartawan, jika wartawan tidak mengetahui ataupun kurang memahami bagaimana penulisan nilai–nilai berita yang harus dilakukan pada penulisan berita, akan secara tidak langsung berita yamng telah disampaikan tidak akan sempurna atau tidak mantap sehingga masyarakat pendengar akan menjauhi ataupun mereka tidak tertarik untuk mendengarkannya. Adapun nilai nilai berita yang harus dilaksanakan wartawan adalah :

1. Timeline, artinya yang tepat memilih berita yang disajikan harus sesuai dengan waktu yang

dibutuhkan oleh masyarakat.

2. Proximity (kedekatan) yang dimaksud dengan kedekatan disini bervariasi seperti lokasi,

pertalian ras, profesi, kepercayaan, kebudayaan maupun kepentingan yang berkaitan.

3. Prominerce (orang yang terkemuka) semakin orang itu terkenal maka akan semakin menjadi

4. Consekwensi, pertimbangan yang terdapat adalah konsekuensi atau akibat, pengertiannya

yaitu segala tindakan atau kebijakan, peraturan, perundangan, dan lainnya.

5. Development (pembangunan) merupakan materi berita yang cukup menarik apabila reporter

yang bersangkutan mampu mengulasnya dengan baik.

6. Disaster dan Crimes (bencana dan criminal adalah dua peristiwa berita yang pasti mendapat

tempat bagi pemirsa atau penonton berita yang pasti mendapatkan tempat bagi pemirsa atau penonton berita seperti gempa, banjir dan lain lain.

7. Water (cuaca) di Indonesia atau Negara – Negara yang berada disepanjang khatulistiwa

memang tidak banyak gangguan, tetapi begitu halnya dengan Negara Eropa yang sangat mempengaruhi hari – hari kegiatan masyarakat.

8. Sport, berita olahraga sudah lama memiliki daya tarik, biasanya Negara sudah maju prestasi

olahraga atletik dengan kekayaan.

9. Human interest, kisah yang membangkitkan emosi seperti lucu, sedih, romatic, merupakan

peristiwa yang menarik dari segi human interest (Deddy, 2003:29-40).

Beritainfotainment merupakan salah satu bagian informasi yang memfokuskan pemberitaan kejadian tentang kasus dan gaya hidup selebritis atau memfokuskan pemberitaan kejadian tentang kasus dan gaya hidup selebritis atau artis Indonesia, dalam penyiaran tidak lepas dari unsur yang disebut di atas. Dalam penayangan Berita InfotainmentKiss (Kisah Seputar Selebritis) yang dilakukan di media televisi Indosiarsangat vulgar ataupun transparan sehingga dapat dilihat oleh pemirsa dengan jelas tentang kasus selebritis, dengan demikian secara tidak sadar atau sadar dapat menimbulkan pengaruh terhadap prilaku Mahasiwi di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

c. Pengaruh Berita Infotainment

Berita infotainment adalah berasal dari kata berita yang berarti Berita dapat didefinisikan sebagai ‘hard news’ atau “soft news” perbedaan ini jelas dimata konsumen tetapi kadang juga tidak. Hard news (berita hangat) punya arti penting bagi banyak pembaca, pendengar, dan

permirsa karena biasanya berisi kejadian yang “terkini” yang baru saja terjadi atau akan terjadi

dimanapun halnya. Menurut (Tate,2008:2-3) infotainment adalah berasal dari kata information dan entertainment yang berarti memberikan hiburan.

Pengaruh juga menyangkut penyesuaian diri terhadap lingkungan, seperti makan dan minum sendiri, berpakaian sendiri, menanti peraturan, membangun komitmen bersama dalam kelompok dan sejenisnya (Alisyahbana,dkk 1984).

Pengaruh berita infotainment adalah melalui penonton dapat merasa lebih dekat dengan selebritis yang gaya hidupnya jauh di awang awang. Jarak yang jauh itu akan terjembatani oleh adanya infotainment, sehingga mempengaruhi penonton yang membuatnya seolah-olah menjadi bagian dari selebritis, yang mengakibatkan gaya hidup para selebriti pun akhirnya di adopsi menjadi gaya hidup penontonnya (Nadhin, 2013: 2 Maret 11:21).

Adapun pengaruh dalam penelitian disisni adalah pengaruh yang timbul dari pemberitaan

infotainment Kiss (Kisah Seputar Selebritis) yang disiarkan oleh siaran Indosiar yang membahas

peristiwa sekitar artis atau selebritis atau sebuah informasi yang berhubungan dengan gaya hidup selebritis yang cenderung bebas dan dapat mengakibatkan hal-hal yang kurang terpuji. Pengaruh bisa disebut efek atau pengaruh, efek adalah hasil akhir dari komunikasi yakni sikap dan tingkah laku orang sesuai dengan yang kita inginkan, apabila sikap dan tingkah laku orang lain itu sesuai, maka berarti komunikasi itu berhasil (Widjaja, 2000:38)

Pengaruh terjadinya dalam bentuk pengetahuan, sikap dan prilaku, pada tingkat pengetahuan pengetahuan bisa terjadi dalam bentuk perubahan persepsi dan perubahan pendapat, sedangkan pengaruh dapat dilihat dari personal opinion, public opinion, dan majority opinion.

1) Personal Opinion (pendapat pribadi), hal ini dapat merupakan akibat / hasil yang diperoleh

dari kominikasi, personal opinion adalah sikap dan pendapat seseorang terhadap sesuatu masalah tertentu.

2) Public opinion, sering kita artikan sebagai pendapat umum. Pengertiannya adalah penilaian

sosial mengenai sesuatu hal yang penting dan berarti atas dasar pertukaran pikiran yang dilakukan individu secara sadar dan rasional. Public opinion ini perlu kata sepakat dan bukan pula suatu yang bisa dihitung dengan jumlah, oleh karena itu, suatu kampaye yang di arahkan kepada pemilihan tertentu titik beratnya terhadap pada personal. Publik opini mengandung nilai nilai psikologi dalam mengarahkan personal opinion.

3) Majarity Opinion, pendapat bagian besar dari publik atau masyarakat, misalnya yang harus

dicapai kampanye pemilu, berhasil atau tidaknya suatu kampanye dapat diukur dari hasil atau tindaknya mencapai mayoritas dalam hasil pemilu seterusnya (Widjaja,2000:38).

Begitu juga dengan pengaruh berita infotainment Kiss (Kisah Seputar Selebritis) ditimbulkan kepada Mahasiwi dapat dilihat secara pribadi maupun secara umum, pengaruh itu bisa dilihat perkembangan infotainment semakin melonjak dan terus terjadi kasus kasus yang kurang bermoral umpama, kasus cerai, skandal poto seksi, dan lain sebagainya.

Untuk mempengaruhi Mahasiswi secara umum tentu komunikator ( televisi, radio, media cetak) harus mampu menarik perhatian sehingga masyarakat mau menonton apa yang telah mereka siarkan, menurut (Soemanto, 1998:36) ada beberapa faktor yang dapat menarik perhatian seseorang atau komunikan yaitu:

1) Segi objek; hal hal menarik perhatian yaitu yang keluar dari konteks nya misalnya: Benda yang bergerak dalam situasi lingkungan yang diam atau tenang.

a) Warna benda yang lain dari benda-benda sekitarnya. b) Stimuli yang bereaksi berbeda dari aksi lingkungannya. c) Keadaan, sifat, dan cara yang berbeda dari biasanya d) Hal yang muncul mendadak dan hilang mendadak.

2) Segi subjek; hal – hal yang menarik perhatian adalah hal – hal yang sangat bersangkutan, misalnya:

a) Hal – hal yang bersangkutan paut dengan minat dan kesenangan b) Hal – hal yang dengan profesi dan keahlian subjek

c) Hal – hal yang bersangkutan paut dengan sejarah atau pengalaman subjek d) Hal – hal yang bersangkutan dengan tujuan dan cita-cita subjek.

3) Segi komunikator; komunikator yang membawa subjek kedalam posisi yang sesuai dengan lingkungan, misalnya:

a) Guru/komunikator yang memberikan pelayanan/perhatian khusus kepada subjek b) Guru/komunikator yang menampilkan dirinya diluar konteks lingkungan.

c) Guru/komunikator yang memiliki sangkut paut dengan subjek.

Jika kita lihat media televisi dalam penyiaran informasinya kepada masyarakat ada subjek yang menarik perhatian infotainment Kiss (Kisah Seputar Selebritis), dimana gambar peristiwa dapat menarik perhatian, karena adanya yang bergerak. Warna peristiwa, kadang muncul kadang hilang. Selanjutnya ada faktor dari dalam diri sendiri dimana mereka ingin mengetahui yang baru terjadi.

InfotainmentKiss (Kisah Seputar Selebritis) adalah Infotainmentyang ditayangkan setiap

hari di Indosiar pada jam 07.00 hingga 07.30 WIB (senin – sabtu) dan jam 15.00 hingga 15.30 WIB (senin – Minggu) tentang kehidupan selalu penuh dengan penuh dengan warna dan kedinamisan, dalam penyajiannya sering menampilkan kasus selebritis secera langsung dan terbuka atau vulgar yang menyebabkan setiap orang yang menonton akan mengerti tentang apa yang disajikan bagaimana gaya hidupnya seperti

1) Cara berpakaian

2) Gaya bahasa atau Gaya berbicara 3) Gaya potong Rambut

4) Aksesoris yang digunakan 5) Koleksi barang yang bermerk

6) Gaya hidup yang Hedonisme (mewah) 7) Cara bermake up

8) Cara bergaul dengan lawan jenis e. Gaya Hidup (Life Style)

Gaya hidup adalah seperangkat praktik dan sikap yang masuk akal dalam konteks tertentu dan pola – pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang lain. yang termasuk dalam gaya hidup adalah kebiasaan berbicara, cara berpakaian, pola makan, menggunakan waktu luang (David Chaney, 1996: 41).

Sedangkan menurut Assael (1984) Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalamaktivitas, minat, dan opininya dan gaya hidup

menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup (Life Style)

Menurut pendapat Amstrong (dalam Nugraheni, 2003) gaya hidup seseorangdapat dilihat dari perilaku yang dilakukan oleh individu seperti kegiatan-kegiatanuntuk mendapatkan atau mempergunakan barang-barang dan jasa, termasukdidalamnya proses pengambilan keputusan pada penentuan kegiatan-kegiatantersebut. Lebih lanjut Amstrong (dalam Nugraheni, 2003) menyatakan bahwa faktor – factoryang mempengaruhi gaya hidup seseorang ada 2 faktor yaitu faktor yangberasal dari dalam diri individu (internal) dan faktor yang berasal dari luar(eksternal).Faktor internal yaitu sikap, pengalaman, dan pengamatan, kepribadian,konsep diri, motif, dan persepsi (Nugraheni, 2003)dengan penjelasannya sebagai

berikut : a. Sikap

Sikap berarti suatu keadaan jiwa dan keadaan pikir yang dipersiapkan untukmemberikan tanggapan terhadap suatu objek yang diorganisasi melaluipengalaman dan mempengaruhi secara langsung pada perilaku. Keadaan jiwatersebut sangat dipengaruhi oleh tradisi, kebiasaan, kebudayaan dan lingkungansosialnya.

b. Pengalaman dan pengamatan

Pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan sosial dalam tingkah laku,pengalaman dapat diperoleh dari semua tindakannya dimasa lalu dan dapatdipelajari, melalui belajar orang akan dapat memperoleh pengalaman. Hasil daripengalaman sosial akan dapat membentuk pandangan terhadap suatu objek.

c. Kepribadian

Kepribadian adalah konfigurasi karakteristik individu dan cara berperilaku yangmenentukan perbedaan perilaku dari setiap individu.

d. Konsep diri

Faktor lain yang menentukan kepribadian individu adalah konsep diri. Konsep dirisudah menjadi pendekatan yang dikenal amat luas untuk menggambarkanhubungan antara konsep diri konsumen dengan image merek. Bagaimana individumemandang dirinya akan mempengaruhi minat terhadap suatu objek. Konsep dirisebagai inti dari pola kepribadian akan menentukan perilaku individu dalammenghadapi permasalahan hidupnya.

e. Motif

Perilaku individu muncul karena adanya motif kebutuhan untuk merasa aman dankebutuhan terhadap prestise merupakan beberapa contoh tentang motif. Jika motifseseorang terhadap kebutuhan akanprestise itu besar maka akan membentuk gayahidup yang cenderung mengarah kepada gaya hidup hedonis.

f. Persepsi

Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, danmenginterpretasikan informasi untuk membentuk suatu gambar yang berartimengenai dunia. Adapun faktor eksternal dijelaskan oleh Nugraheni (2003)sebagai berikut :

1.) Kelompok referensi

Kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung atautidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. Kelompok yangmemberikan pengaruh langsung adalah kelompok dimana individu tersebut

menjadi anggotanya dan saling berinteraksi, sedangkan kelompok yang memberi

pengaruh tidak langsung adalah kelompok dimana individu tidak menjadianggota didalam kelompok tersebut. Pengaruh-pengaruh tersebut akanmenghadapkan individu pada perilaku dan gaya hidup tertentu.

2.) Keluarga

Keluarga memegang peranan terbesar dan terlama dalam pembentukan sikap danperilaku individu. Hal ini karena pola asuh orang tua akan membentuk kebiasaannanak yang secara tidak langsung mempengaruhi pola hidupnya.

3.) Kelas sosial

Kelas sosial adalah sebuah kelompok yang relatif homogen dan bertahan lamadalam sebuah masyarakat, yang tersusun dalam sebuah urutan jenjang, dan paraanggota dalam setiap jenjang itu memiliki nilai, minat, dan tingkah laku yang

sama.Ada dua unsur pokok dalam sistem sosial pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kedudukan (status) dan peranan. Kedudukan sosial artinya tempat seseorang

dalam lingkungan pergaulan, prestise hak- haknya serta kewajibannya. Kedudukansosial ini dapat dicapai oleh seseorang dengan usaha yang sengaja maupun diperolehkarena kelahiran. Peranan merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan. Apabilaindividu melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka iamenjalankan suatu peranan dalam kebudayaan. Kebudayaan yang meliputipengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan - kebiasaanyang diperoleh individu sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiridari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif, meliputiciri-ciri pola pikir, merasakan dan bertindak.Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yangmempengaruhi gaya hidup berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal).

Faktor internal meliputi sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian, konsep diri,motif , dan persepsi. Adapun faktor eksternal meliputi kelompok referensi, keluarga,kelas sosial, dan kebudayaan.

2. Artis – artis yang tampil di Infotanment Kiss dari bulan Januari sampai bulan Mei 2013 sebagai berikut :

a.) Julia Perez

b.) Nassar dan Musdalifah

c.) Ardina Rasti dan Eza Gionino d.) Syahrini

e.) Indah Dewi Pertiwi f.) Fatin Shidiqia g.) April Jasmine h.) Asyanti i.) Dewi Persik j.) Zaskia Gotik

k.) Zaskia Adya Mecca

3. Jenis – jenis Tayangan yang ditiru Mahasiswi sebagai berikut : a.) Cara Berpakaian

b.) Gaya bahasa atau Gaya berbicara c.) Gaya potong Rambut

d.) Aksesoris yang digunakan e.) Gaya berjilbab

g.) Gaya hidup yang Hedonisme (mewah), pada kenyataannya ekonominya kurang memadai. h.) Cara bermake up

i.) Berpegangan tangan tempat umum atau tidak umum j.) Cara bergaul dengan lawan jenis

g. Prilaku

Prilaku adalah tingkah laku atau sikap seseorang yang seterusnya buat dimanesisfertasikan keadaan perbuatan atau perbuatan yang dihasilkan dari pengalaman pengalaman seseorang yang diterima dari lingkungannya (Zakiah, 1986: 266).

1) Jenis prilaku

Skinner membedakan prilaku menjadi : pertama prilaku alami (innete behavior) yaitu prilaku yang dibawa sejak organism dilahirkan yaitu berupa refleksi dan insting. Kedua, prilaku operan yaitu prilaku yang dibentuk melalui proses belajar. Prilaku yang refleksi merupakan prilaku yang terjadi sebagai reaksi secara spontanitas terhadap stimulus diterima oleh reseptor, langsung timbul respon melalui afektor tanpa melalui pusat kesadaran atau otak.

Prilaku non refleksi atau prilaku operan, prilaku ini dikendalikan atau diatur oleh pusat kesadaran atau otak. Dalam kaitan ini stimulus telah diterima oleh reseptor, kemudian baru menjadi respon melalui afektor. Proses yang terjadi dalam otak atau pusat kesadaran ini yang disebut proses psikologis. Prilaku atau aktivitas atas dasar proses psikologis ini disebut prilaku atau aktivitas psikologi (Bimo, 2003: 15)

Sedangkan prilaku dibentuk dapat dijabarkan sebagai berikut:

a) Cara pembentukan prilaku dengan condition atau kebiasaan yaitu pembentukan prilaku dengan cara membiasakan diri untuk berprilaku seperti yang diharapkan, akhirnya akan terbentuk prilaku seperti apa yang diharapkan.

b) Pembentukan prilaku dengan pengertian (insight) dimana cara belajar disertai dengan adanya pengertian.

c) Pembentukan prilaku dengan menggunakan model atau contoh misalnya kalau orang bicara bahwa orangtua sebagai contoh yang dipimpinnyan dan lain sebagainya.

Dalam penelitian ini menggunakanTeori Atribusi, teori ini ingin menjelaskan tentang sebab-sebab perilaku orang. Apakah perilaku seseorang disebabkan disposisi internal misalnya motif sikap dan sebagainya. Ataukah keadaan internal. pada dasarnya perilaku manusia itu dapat atribusi internal tetapi juga dapat atribusi eksternal.

Dari teori diatas penelitian ini menggunakan Teori Atribusi menurutmenurut Weiner (Weiner, 1980, 1992) attribution theory is probably the most influential contemporary theory with implications for academic motivation. Artinya Atribusi adalah teori kontemporer yang paling berpengaruh dengan implikasi untuk motivasi akademik. Hal ini dapat diartikan bahwa teori ini mencakup modifikasi perilaku dalam arti bahwa ia menekankan gagasan bahwa peserta didik sangat termotivasi dengan hasil yang menyenangkan untuk dapat merasa baik tentang diri mereka sendiri.

Teori yang dikembangkan oleh Bernard Weiner ini merupakan gabungan dari dua bidang minat utama dalam teori psikologi yakni motivasi dan penelitian atribusi. Teori yang diawali

Dokumen terkait