BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Kerjasama Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Desa Dalam
Kabupaten Bantaeng
1. Meningkatkan Konservasi Lingkungan
Konservasi mempunyai arti sebagai usaha pelestarian lingkungan hidup yang tetap mengutamakan manfaat atau daya guna lingkungan dan upaya keseimbangan komponen-komponen lingkungan hidup demi pemanfaatan masa depan. Jika kita berbicara mengenai upaya konservasi lingkungan, kita tidak akan jauh dari istilah SDA yang mempunyai singkatan ‘sumber daya alam’.
SDA adalah semua unsur-unsur alam baik hayati dan fisik yang dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kesejahteraan manusia. Kita juga mungkin mengenal konservasi SDA yang memounyai arti pengelolaan nilai-nilai sumber daya alam yang akan ditingkatkan pemanfaatannya namun perlu dimanfaatkan secara bijaksana agar tetap lestari dan menjamin keseimbangan kelestarian alam.
Sesuai dengan penjelasan diatas, Pemerintah Dinas Pertanian menjelaskan bahwa:
“tujuan dilakukan konservasi lingkungan yaitu untuk mewujudkan kelestarian alam baik fisik maupun hayati, sehingga ekosistem alam terbangun dan seimbang, wawancara dengan Zainal Abidin Kepala Holtikultura (ZA, 22/10/2016) ”
Tujuan dilakukannya konservasi lingkungan seperti yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian adalah untuk mewujudkan kelestarian sumber daya alam baik fisik dan hayati untuk menciptakan ekosistem yang seimbang. Ekosistem yang seimbang akan mendukung adanya peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan manusia dan melestarikan pemanfaatan dan kemampuan sumberdaya alam fisik dan hayati serta ekosistem agar serasi dan seimbang.
Senada dengan penjelasan PemerintahDinas Pariwisata mengatakan bahwa: “konservasi lingkungan selain untuk menyeimbangkan ekosistem alam, juga bermanfaat sebagai wahana pengembangan pengetahuan alam yang bersifat edukatif, dimana kemajuan teknologi dapat diterapkan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan seimbang”(wawancara dengan, H. Maulana Akil, S.E., M.Si. Kepala Dinas Pariwisata (MA) 23/10/2016).
Konservasi lingkungan dilakukan memiliki manfaat yang bersifat edukatif, dimana dapat dijadikan sebagai wahana pengembangan pengetahuan alam yang didukung dengan terapan teknologi yang berwawasan lingkungansebagai hidrologis pendukung kehidupan untuk menciptakan iklim yang baik dan seimbanguntuk menciptakan lingkungan yang sehat.
Penjelasan yang hampir sama juga diberikan oleh salat seorang informan yang merupakan Pemerintah Desa Bonto Lojong bahwa:
“konservasi lingkungan dilakukan oleh aparat dari dinas pertanian yang melakukan sosialisasi mengenai bagaimana konservasi lingkungan
dilakukan dengan cara melestarikan tanaman apasaja karena dapat memberikan manfaat, selain sebagai pengisap CO2 juga sebagai penahan air dikala musim hujan tiba”(wawancara dengan Samsu Kepala Desa Bonto Lojong (SM 12/11/2016).
Adapun penjelasan dari pengelola perkebunan Straowberry di Desa Bonto Lojong menjelaskan bahwa:
“program kerjasama dinas pariwisata dengan pihak pemerintah daerah dilakukan melalui program konservasi lingkungan, dimana setiap petani yang memiliki kebun di area Desa Bonto Lojong, diberikan bibit tanaman strobery untuk dikembangkan dengan media polibac, agar nantinya akan mudah dipindahkan ke area perkebunan sebagai salah satu objek wisata”(wawancara dengan Daeng Baha Pengelola Perkebunan Straowberry (BH, 20/12/2016).
Program kerjasama yang di lakukan oleh Dinas Pariwisata dan Pemerintah melalui upaya konservasi lingkungan tentunya akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat yang bermukim sekitar Desa Lojong maupun bagi pengunjung perkebunan strawberry. Namun upaya tersebut tidaklah lantas berjalan dengan lancar, seperti yang djelaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata menjelaskan bahwa:
“konservasi lingkungan dilakukan oleh aparat dari dinas pertanian yang melakukan sosialisasi mengenai bagaimana konservasi lingkungan dilakukan dengan cara melestarikan tanaman apasaja karena dapat memberikan manfaat, selain sebagai pengisap CO2 juga sebagai penahan air dikala musim hujan tiba”(wawancara dengan H. Maulana Akil, S.E., M.Si. Kepala Dinas Pariwisata (MA 23/10/2016)
Pernyataan yang berbeda diberikan oleh pengelola wilayah perkebunan strobery mengatakan bahwa:
“konservasi lingkungan yang di upayakan oleh pemerintah Kabupaten Bantaeng akan memberikan manfaat, tapi pelaksanaanya masih jauh dari manfaat tersebut, dimana upaya pengembangan dan pemeliharaan kebun strawberry sebagai objek wisata masih sangat minim, bantuan dana dan pkebutuhan pertanian masih belum juga diberikan oleh pemerintah dengan alasan menunggu kembali anggaran baru untuk dicairkan”(wawancara dengan Baha Pengelola Perkebunan Straowbery (BH, 20/12/2016)
Tak jauh dari penjelasan salah satu pengelola lingkungan perkebunan strawberry, Pemerintah Desa Bonto Lojong juga menjelaskan bahwa:
“untuk pelaksanaan konservasi lingkungan memang sudah pernah dibicarakan dengan beberapa aparat desa dan dinas pariwisata, sedangkan kebutuhan yang sebenarnya kami butuhkan ada pada dinas pertanian, mengingat kebutuhan pertanian menjadi pendukung kami mengembangkan perkebunan ini”(wawancara dengan Samsu Kepala Desa Bonto Lojong (SM, 12/11/2016)
Berdasarkan pada penjelasan beberapa informan diatas, diperoleh bahwa kerjasama pemerintah dan aparat pemerintah setempat dalam hal ini kepala desa dan masyarakat, belum sepenuhnya terjalin dengan baik untuk melaksanakan konservasi lingkungan.Dalam mempraktikan konservasi lingkungan, butuh tenaga para aktivis lingkungan dan para relawan yang cinta lingkungan sebagai supporter dan motor dari adanya kegiatan pelestarian ini. Kita juga boleh berpartisipasi dalam usaha pelestarian lingkungan dengan cara sederhana yaitu dengan ikut serta dalam usaha penanaman pohon di lingkungan tempat tinggal kita atau juga bisa dilakukan dengan cara pembersihan lingkungan bersama masyarakat kita. Kita sebagai generasi muda harus mempunyai kesadaran penuh dalam usaha kegiatan konservasi lingkungan.
Untuk melakukan upaya konservasi lingkungan, tentunya kita mempunyai sasaran-sasaran konservasi yang ingin dicapai.Salah satu sasaran/ target adanya usaha konservasi adalah untuk menjamin keserasian dan keberadaan sumber daya alam fisik dan hayati serta ekosistem, dari penurunan kualitas dan kuantitas serta penurunan pemanfaatan, dan dari kerusakan lingkungan.
Beberapa cakupan wilayah konservasi yang perlu dilakukan antara lain wilayah daratan dan lautan yang biasa dijadikan sebagai target empuk para manusia yang rakus dimana mereka mengeksploitasi sumber daya alam yang ada tanpa memperbaharuinya kembali. Terdapat 4 ruang lingkup konservasi lingkungan, diantaranya adalah konservasi tanah, konservasi air, konservasi hutan, dan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.
Seperti yang terlihat bahwa di Desa Bonto Lojong, ke 4 ruang lingkup konservasi lingkungan telah ada di daerah tersebut, sehingga selain untuk menjadikan wilayah Desa Bonto Lojong menjadi area wisata juga dibutuhkan untuk menjadi penyeimbang ekosistem lingkungan, karena area tersebut belum sepenuhnya tersentuh oleh masyarakat, dalam hal ini sebagian besar keaslian wilayah Desa Bonto Lojong masih tetap dipertahankan masyarakat, sebagai pencegah terjadinya longsor pada area tersebut, mengingat berada di ketinggian.
Adanya upaya konservasi lingkungan juga membawa manfaat yang cukup signifikan terutama dari sudut ekonomi. Beberapa manfaat konservasi dari sudut ekonomi:
a. Menciptakanstabilitas iklim
b. Adanya pelestarian alam terutama air dan tanah
c. Adanya perbaharuan sumber daya alam hayati dan ekosistem
d. Adanya perlindungan plasma nutfahbisa menghasilkan devisa dari kegiatan tourism dan rekreasi.
Sedangkan dari sudut sosial, pengembangan kegiatan konservasi lingkungan dapat meningkatkan mutu kehidupan manusia, menciptakan tanggung
jawab secara moral manusia, dan dapat menjadi kebangaan bagi manusia akan warisan plasma nutfah yang kaya dan melimpah.
2. Pengembangan Infrastruktur
Pengembangan infrastruktur bagi perkebunan strowberi yang terletak di Desa Bonto Lojong dengan ketinggian daerah mencapai 100 m dari permukaan laut yang berdampingan dengan objek wisata Resort Outbond yang terletak di Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, dirasakan sangat menguntungkan pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Objek wisata yang hampir berdampingan desa yakni desa Bonto Lojong dan Bonto Marannu, masing-masing merupakan destinasi objek wisata yang cukup menarik. Adapun pengembangan infrastruktur di Desa Bonto Lojong Kecamatan Uluere meliputi pada infrastruktur seperti jalan, rumah makan, fasilitas pendukung lainnya. Seperti yang dijelaskan oleh pengelola strawberrybahwa:
“di area lokasi perkebunan strawberry, kelengkapan fasilitasnya masih belum lengkap, seperti fasilitas umum seperti menara pandang untuk melihat wilayah perkebunan dari ketinggian, rumah makan bagi wisatawan, belum ada. Padahal wisata yang datang harus membawa bekal lebih karena sarana perbelanjaan kebutuhan masih belum tersedia”(wawancara dengan Baha Pengelola Perkebunan Straowbery (BH, 12/11/2016)
Senada dengan penjelasan pihak pengelola dengan Pemerintah desa Bonto Lojong juga menjelaskan bahwa:
“pembangunan sarana fasilitas umum, sudah pernah kami rapatkan di Kantor Kecamatan, desa Bonto Lojong akan dibangun tempat makan, area peristirahatan, dan beberapa kios tempat memasarkan hasil olahan buah strawberry, namun sampai saat ini belum dianggarkan, sehingga masyarakat yang berdomisili sekitar perkebunan masih menjual
dagangannya di area depan rumah masing-masing”(wawancara dengan Samsu Kepala Desa Bonto Lojong (SM, 12/11/2016)
Perencaan pembangunan infrastruktur di desa Bonto Lojong untuk dijadikan area wisata yang layak sudah dirancang dan disetujui oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian tetapi saat ini tahap perencanaan belum selesai, karena adanya kendala anggaran dana pembangunan yang masih dalam tahap pengajuan. Padahal jika dihitung jumlah pengunjung perkebunan strawberi semakin meningkat.
Sementara itu, infrastruktur, seperti pembangunan blok-blok jalan dalam perkebunan, rumah makan, fasilitas pendukung lainnya belum lengkap.Namun demikian fasilitas umum yang sudah ada pembangunan fasilitas seperti pos pengambilan tiket, pintu masuk, dan sarana penginapan.Seperti pada gambar berikut:
Nampak pada gamabr di atas, bahwa perkebunan strawberry di Desa Bonto Lojong membutuhkan sarana jalan yang baik Senada dengan informasi yang diberikan oleh kepala desa, staf dinas pariwisata menjelaskan bahwa:
“wacananya memang sudah ada, pola pengembangannya juga sudah, hanya menunggu realisasi saja, karena kami pembangunan infrastruktur bukan area kerja dinas pariwisata, tapi bagian dinas lain, sehingga kami sebagai perwakilan pemerintah daerah dalam mengembangkan lokasi perkebunan dan destinasi wisata lainnya juga mengharapkan masyarakat sabar menunggu realisasi pembangunan”(wawancara dengan Esiy Karim, SE, Kepala bidan Pariwisata (EK,23/10/2016)
Menunggu prosedur pembangunan infrastruktur yang diharapkan oleh masyarakat, agar bersabar.Adapun fasilitas umum yang diharapkan juga dibangun adalah pembangunan pusat informasi dan menara pandang sedangkan fasilitas yang sudah ada saat ini adalah rumah makan yang hanya ada ketika akhir pekan.Untuk Infrastruktur seperti pos polisi ataupun pos kesehatan juga belum terbangun di kawasan ini. Infrastruktur yang adapun masih belum memadai dan dalam keadaan tidak layak. Berikut infrastuktur yang saat ini tersedia di lokasi perkebunan strawberry
Gamabr di atas menunjukkan bahwa sebagian lahan di perkebunan strobery masih sangat membutuhkan bantuan modal guna mambantu petani buah strobery membuatkan l tempat dan lahan strobery lebih baik dari pada tempat saat ini.
Gambar 3. Wadah Tanaman buah strawberry
Wadah tanaman strobery yang masih konvensional karena kurangnya kemampuan petani untuk membuatkan wadah yang lebihlayak dan menarik pergunjung. Adapun konsep yang ditawarkan oleh pemerintaha guna pengembangan infrastruktur perkebunan strawberry desa Bonto Lojong di rencanakan dengan pertimbangan besaran ruang merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan besar ruang gerak dengan kebutuhan kegiatan dalam ruangan sekaligus dengan sirkulasinya. Berikut adalah tabel yang menunjukkan konsep besaran ruang Fasilitas Rekreasi.
Tabel 1.Rencana Pengembangan Infrastruktur
No Ruang Jumlah
1 Parkir 628.85 m²
3 Penerima 72.17 m²
4 Servis 36.44 m²
5 Restoran 198.24 m²
6 Penginapan 1272.46 m²
7 Toko oleh-oleh 77.75 m²
8 Belajar mengolah olahan 297.44 m²
9 Permainan in door 33.45 m²
Sumber:Data Kelurahan
3. MeningkatkanAktivitas Pemasaran
Lingkungan alam yang indah, panorama yang dapat memberikan kenyamanan, dan tertata rapi, serta memberikan nuansa alami yang membuat terpesona bagi orang yang melihatnya.Alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dipadukan dengan kemampuan manusia untuk mengelolanya, menimbulkan nilai estetika yang secara visual dapat diperoleh dari flora, fauna, warna dan arsitektur bangunan yang tersusun dalam satu tata ruang yang serasi dengan alam.
Seperti yang diketahui pada umumnya bahwa agrowisata tidak dapat dipisahkan keberadaannya sebagai sarana rekreasi. Sebagai tempat rekreasi, pengelola agrowisata dapat mengembangkan fasilitas lainnya yang dapat menunjang kebutuhan para wisatawan seperti, restoran, bila memungkinkan akomodasi, seperti buah-buahan, bunga, makanan dan lain-lain (contoh: taman buah).Dengan demikian kebutuhan akanpengembangan wilayah wisata perkebunan di Desa Bonto Lojongsangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan
pemasaran baik pada hasil bumi perkebunan strawberry maupun pemasaran pada objek wisata daerahnya.
Seperti yang dijelaskan oleh Pemerintah Desa Bonto Lojong mengenai upaya peningkatan pemasaran bahwa:
“saat ini objek wisata Desa Perkebunan strawberry Bonto Lojong, sudah cukup dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan, bahkan diluar dari Sulawesi, hal tersebut terlihat dari banyaknya pengunjung yang tidak pernah sepi, apalagi saat libur sekolah”(wawancara dengan Samsu Kepala Desa Bonto Lojong (SM, 12/11/2016).
Senada dengan penjelasan di atas, Pemerintah Dinas Pariwisata ikut menjelaskan bahwa:
“keberadaan objek wisata perkebunan strawberry telahkami upayakan untuk memajukannya lebihbaik lagi sehingga mampu bersaing dengan objek wisata lainnya dengan memanfaatkan letak perkebunan dan suhu lingkunganyang dingin”(wawancara dengan H. Maulana Akil, S.E., M.Si. Kepala Dinas Pariwisata (MA,23/10/2016 ).
Pemanfaatan lingkungan alam desa Bonto Lojong, menjadi objek wisata sangat memungkinkan, aktivitas pemasaran yang dilakuka oleh Dinas Pariwisata dalam memperkenalkan objek wisata perkebunan strawberry dan puncak gunung dengan keindahan alam yang masih terjaga sampai saat ini. Seperti yang dikemukakan oleh staf Dinas Pariwisata mengemukakan bahwa:
“saat ini kami sedang melakukan mempromosikan objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Bantaeng ya salah satunya yang di Desa Bonto Lojong”(wawancara dengan Esiy Karim, SE, Kepala bidan Pariwisata (EK, 23/10/2016).
Pemandangan yang indah dan udara yang bersih dapat dilihat dan dirasakan di Kebun strawberry. Diobjek wisata tersebut juga bisa menikmati keindahan panorama puncak Gunung do Desa Bonto Lojong mengarah ke Laut.
Selain itu terdapat juga tempat-tempat yang menarik di Kebun strawbery di antaranya adalah pemandangan luas yang terlihat hamparan wilayah Kabupaten Bantaeng yang terlihat dari ketinggian nanindah terbentang luas.Meskipun fasilitas Kebun strawberry belum cukup baik mulai dari penginapan, wisma, area camping, dan banyak lagi.
Seiring dengan meningkatnya wisatawan yang berkunjung ke objek wisata alam ini, pihak pengelola telah menawarkan berbagai macam paket wisata yang dapat dinikmati oleh para wisatawan. Paket wisata di Kebun strawberry antara lain: Wisata Edukasi atau ilmiah, meliputi: perkebunan strawbrry, budidaya, persiapan benih, pemeliharaan, panen, pengolahan strawberry, dan produk siap saji. Umumnya para pelajar dan mahasiswa sering berkunjung ke perkebunan untuk melihat langsung kondisi perkebunan dan cara budidaya.
4. PengembanganSumber Daya Manusia (SDM)
Pengembangan agrowisata, tidak saja bertujuan mengembangkan nilai rekreatif, tetapi mendorong seseorang atau kelompok untuk menambahilmu pengetahuan yang bernilai ilmiah. Kekayaan flora dan fauna dengan berbagai jenisnya, mengundang rasa ingin tahu para pelajar. Keilmuan dalam menambah ilmu pengetahuan agrowisata dengan berbagai bentuknya dapat dijadikan sumber informasi kekayaan alam dan ekosistem di dalamnya.
Dengan semakin kompleks dan tingginya tingkat persaingan dalam mendatangkan wisatawan ke suatu destinasi, kebutuhan akan teknologi tinggi khususnya teknologi industri akan mendorong destinasi pariwisata mengembangkan kemampuan penerapan teknologi terkini mereka. Pada
daerah-daerah tersebut akan terjadi pengembangan teknologi maju dan tepat guna yang akan mampu memberikan dukungan bagi kegiatan ekonomi lainnya. Dengan demikian pembangunan kepariwisataan akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintahan di berbagai daerah yang lebih luas dan bersifat fundamental.
Adanya persaingan tersebut maka pemerintah berupaya agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yangmenjadi pengelola perkebunan strawberry dan masyarakat yang berdomisili sekitar perkebunan agar memiliki keterampilan dan oengetahuan agar mampu menjadi penggerak kemajuan objek wisata perkebunan.
Adapun program-program yang dicanangkan untuk pengembangan sumber daya manusianya yakni melalui:
a. Pemberian penyuluhan
Pemberian kegiatan penyuluhan ini meliputi pada pemberian pengetahuan kepada masyarakat mengenai pembudidayaan tanaman strawberry agar berbuah cepat, tumbuh subur dan menghasilkan buah yang besar dan berkualitas.
Kegiatan penyuluhan ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian, dimana dinas pertanian selain mendampingi masyarakat dalam pembudidayaan tanaman strawberry dan mengevaluasi hasil penyuluhan setiap 3 bulan, sehingga peningkatan kemampuan masyarakat dalam budidaya tanaman strawberry dapat terukur dan dapat di evaluasi hal mana yang kurang dipahami atau menjadi kelemahan masyarakat dama budidaya tanaman strawberry.
b. Pengembangan berbasis konservasi, dimaksudkan pola pembinaanyang tetapmempertahankan keaslian agro-ekosistem dengan mengupayakan kelestarian sumber daya alam lingkungan hidup, sejarah, budaya, dan rekreasi.
c. Pengembangan berbasis masyarakat, dimaksudkan pola pembinaan masyarakat yang menempatkan agrowisata sebagai pemberdayaan masyarakat petani untuk dapat memperoleh nilai tambah baik dari sisi hasil pertanian dan kunjungan wisatawan serta efek ganda dari penyerapan hasil pertanian yang merupakan sinergitas antara industri pariwisata/ pengelola pariwisata dan masyarakat serta pemerintah.
d. Penetapan wilayah sebagai daerah agrowisata/wilayah pembinaan. e. Inventarisasi kekuatan agrowisata.
f. Peranan lembaga pariwisata dan lembaga pertanian dalam pembinaan agrowisata.
g. Pembinaan agrowisata oleh pemerintah.
Adapun tujuan dari pengembangan objek wisata yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bantaeng antara lain:
1. Memberikan manfaat kepada masyarakat setempat melalui pemberian kesempatan kerja sebagailocal guides atau interpreter.
2. Menyediakan alokasi pendapatan untuk penjagaan, konservasi dan penyajian objek wisata.
4. Memberikan interpretasi yang meningkatkan apresiasi dan pengetahuan tentang alam.
5. Menyajikan pentingnya alam diajaga dan dilestarikan dengan cara yang mudah dimengerti.
6. Memanfaatkan keindahan alam menjadi produk wisata budaya untuk memfasilitasi konsumsi pengalaman.
7. Memastikan pengunjung puas, senang dan mendapatkan pengalaman.
8. Menyajikan informasi yang berkualitas untuk mengoptimalkan pengertian dan pengetahuan terhadap pelestarian alam.
9. Menyediakan fasilitas yang cukup untuk kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan pengunjung.
Selanjutnya potensi agrowisata di Desa Bonto Lojong dapat mengembangkan ekonomi masyarakat yang diuraikan sebagai berikut:
Agrowisata yang dibina secara baik berdasarkan kemampuan masyarakat, dapat memberikan dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat, dalam bentuk pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, kesempatan berusaha. Beberapa keuntungan ekonomi meliputi:
a. Peningkatan pendapatan masyarakat yang dihasilkan melalui berbagai kegiatan penjualan dari hasil cocok tanam, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, bunga, palawija, dapat dijual langsung kepada pengunjung maupun hasil yang dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum, di pasar tradisional, super market. Upaya ini merupakan pendapatan langsung yang dihasilkan dari pembelian wisatawan di lokasi agro, memberikan dampak
yang cukup luas terhadap kelangsungan dan keberadaan agrowisata.Seperti yang dilakukan pada agrowisata strawberry petik sendiri, telah mampu meningkatkan pendapatan petani strawberry. Pengunjung/wisatawan dalam memetik strawberry, kadang-kadang mendapatkan jumlah yang cukup banyak sehingga wisatawan membayar cukup besar. Jumlah wisatawan yang datang ke lokasi agrowisata strawberry cukup banyak, terutama pada saat-saat liburan, dan hampir seluruh wisatawan yang datang ke lokasi melakukan kegiatan memetik strawberry.
b. Kegiatan di obyek agrowisata yang dapat dilakukan oleh wisatawan : a) kegiatan seperti ikut menanam, memetik buah, memberantas hama tanaman b) kegiatan jalan-jalan menelusuri jalan setapak, olahraga sepeda gunung, menyaksikan matahari terbit dan upacara agama seperti wisatawan dapat melihat melakukan tracking menelusuri jalan setapak guna melihat pemandangan yang tersaji dari atas gunung.
1. Membuka kesempatan berusaha. Keanekaragama jenis agrowisata mengembangkan lahan yang diperuntukkan bagi kegiatan bercocok tanam masyarakat. Berbagai jenis komoditi bagi wisatawan disediakan oleh masyarakat pada lahan yang memiliki latar belakang keindahan, kesejukan, kenyamanan sehingga para pengunjung dapat melakukan rekreasi di lokasi yang dipersiapkan untuk agrowisata. Dengan berkembangnya jumlah wisatawan/pengunjung ke lokasi agrowisata akan memberikan pengaruh efek ganda dalam mengembangkan usaha masyarakat seperti hasil komoditi
pertanian, maupun makanan olahan yang dihasilkan oleh hasil pertanian, maupun peternakan (dodol nanas dan selai strawberry).
2. Efek ganda dengan tumbuh kembangnya agrowisata memungkinkan dapat mendorong kesempatan berusaha masyarakat yang pada gilirannya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Indonesia.
3. Memperpanjang lama tinggal dan belanja wisatawan. Keberhasilan pengembangan kepariwisataan meliputi, bagaimana para pelaku kepariwisataan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan dan belanja wisatawan?. Lama tinggal wisatawan dapat meningkat, apabila di satu daerah tujuan wisata dapat ditingkatkan seperti atraksi kesenian, kegiatan wisata yang menarik lainnya (tracking, sepeda gunung). Diharapkan dengan tersedianya berbagai daya tarik wisata yang diminati wisatawan, akan mendorong wisatawan untuk menyusun program perjalanannya lebih lama disatu daerah wisata dapat berpengaruh kepada jumlah uang yang dibelanjakan wisatawan terhadap industri pariwisata seperti transportasi lokal, dan cinderamata. Khususnya cinderamata yang dibeli wisatawan. Salah satunya yang diharapkan adalah cinderamata dari hasil komoditi pertanian dan sejenisnya, berada di lokasi kawasan agrowisata, masyarakat dapat menjual cinderamata, membuka transportasi lokal (penyewaan sepeda dan kuda) di luar lokasi agrowisata. Berbagai kegiatan atraksi wisata yang dapat menjadi daya tarik wisata, perlu dikembangkan, sebagai bagian penting untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi masyarakat.
4. Agrowisata yang dihasilkan oleh peningkatan kunjungan wisatawan, lama tinggal wisatawan, dan belanja wisatawan untuk meningkatkan pendapatan para petani.
5. Daya dukung promosi dengan hasil komoditi pertanianyang menyebar luas yangdapat dikonsumsi oleh masyarakat.
6. Meningkatkan produksi dan kualitas.
Peningkatan hasil produksi pertanian merupakan acuan dasar bagi tumbuh kembangnya sektor pertanian. Pengelolaan agrowisata dengan baik, dapat berpengaruh terhadap peningkatan produksi masing-masing komoditas yang diusahakan. Kualitas dari komoditas yang dihasilkan oleh pengelola agrowisata, selektif dan menjadi perhatian pengelola. Segala sesuatu yang disajikan memiliki kualitas, mengingat para wisatawan yang membeli hasil