BAB 3 MUTU BAHAN PAKAN
C. Kerusakan Mutu Pakan
Mutu bahan pakan maupun pakan jadi yang diproduksi oleh perusahaan pakan harus memenuhi persyaratan minimal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Standar mutu yang harus dipenuhi dalam hal ini meliputi mutu kimiawi, fisik, organoleptik, dan mutu biologis. Mutu bahan pakan maupun pakan jadi tersebut harus dipertahankan tetap baik dari sejak diproduksi sampai ke tangan konsumen (peternak) yang selanjutnya sampai diberikan pada ternak.
Selain hal di atas, pada kenyataannya beberapa dari bahan pakan secara alami mengandung zat racun maupun zat antinutrisi yang dapat mengganggu atau bahkan menurunkan produksi ternak. Demikian pula produk pakan jadi yang merupakan hasil olahan dari bahan pakan, yang secara umum mengalami peningkatan mutu, apabila tidak langsung digunakan dapat pula mengalami penurunan mutu disebabkan oleh kerusakan selama penyimpanan.
Kerusakan berasal dari kata rusak yang merupakan fenomena universal yang terjadi pada semua komoditas atau bahan, baik yang sudah maupun belum diawetkan. Beberapa bahan dianggap rusak apabila bahan tersebut telah menunjukkan penyimpangan konsistensi dan tekstur dari keadaan normal. Contoh: pakan hijauan apabila dibiarkan beberapa jam, maka akan layu atau membusuk; biji-bijian kering dan hasil ikutannya seperti jagung, bekatul, bungkil kedelai apabila disimpan terlalu lama menyebabkan berubahan pada bau, warna dan lain-lain. Demikian pula yang terjadi pada umbi-umbian yang mempunyai tekstur keras dapat berubah menjadi lunak. Pada produk-produk hewani
Mutu Pakan Ternak Ayam 70
juga terjadi demikian. Misalnya, tepung ikan apabila disimpan terlalu lama akan berbau tengik.
Kerusakan dalam arti sempit adalah kerusakan yang dikaitkan dengan kerusakan produk secara langsung seperti tepung ikan tengik, hijauan busuk dan lain-lain sehingga bahan-bahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan lagi. Adapun kerusakan dalam arti luas adalah kerusakan yang menyebabkan tidak dapat digunakan, serta bobotnya turun, mutunyaturun dan dikaitkan dengan nilai ekonomi. Contoh kerusakan dalam arti luas adalah: a. Susut bobot jagung pipil diangkut dari supliyer sebanyak 10 ton, sampai ke pabrik pakan pemesantinggal 9.5 ton. Dengan demikian mengalami susut bobot 0.5 ton.
Kerusakan mekanis adalah kerusakan bahan yang disebabkan oleh adanya factor mekanis seperti benturan antar bahan, antar pengemas, bahan dengan alat pemanen, serta gesekan antar bahan. Contoh: benturan antar pengemas jagung pipil selama pengangkutan menyebabkan pengemas pecah dan isinya keluar hal ini dianggap terjadi kerusakan;
benturan umbi-umbian dengan alat pemanen seperi cangkul atau alat penggali lain menyebabkan cacat atau coel.
Kerusakan fisik adalah kerusakan yang disebabkan oleh adanya kondisi atau perlakuan-perlakuan fisik yang digunakan selama proses, seperti suhu dan kelembaban.
Contoh: pengeringan biji-bijian yang suhunya tidak stabil yaitu suhu awal tinggi dan selanjutnya terjadi penurunan suhu menyebabkan kerusakan yang disebut case hardening yaitu sisi luar bahan keras tetapi sisi dalamnya lembek. basah (lembab), menyebabkan bahan dapat menyerap air, sehingga
Mutu Pakan Ternak Ayam 71
apabila bahan atau produk tersebut berbentuk tepung seperti bekatul dan jagung giling dapat mengalami penggumpalan , mengeras atau membatu.
Kerusakan biologi adalah kerusakan yang disebabkan oleh serangan hama (serangga), binatang pengerat (tikus), burung dan hewan lain. Tikus dapat merusak beberapa macam pengemas, dan selanjutnya memakan isinya. Serangga dapat merusak biji-bijian dan kacangkacangan baik di lapangan maupun di gudang, sehingga bahan menjadi hancur dan rusak.
Kerusakan mikrobiologi adalah kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisma (bakteri, kapang baik pembusuk maupun penghasil toksin). Kerusakan mikrobiologis ini tidak hanya terjadi pada bahan mentah, tetapi juga bahan setengah jadi maupun produk jadi.
Kerusakan kacang-kacangan akibat adanya kapang Aspergillus flavus yang menghasilkan aflatoksin.
Kerusakan fisiologis adalah kerusakan yang disebabkan oleh adanya reaksi-reaksi metabolisme dalam bahan atau oleh enzim enzim yang terdapat secara alamiah dalam bahan, sehingga terjadi proses autolisis yang bearakhir dengan kerusakan dan pembusukan. Kerusakan ini banyak terjadi pada bahan pangan, sedangkan untuk bahan pakan yang biasanya terdiri dari biji-bijian dan hijauan atau jerami, jarang mengalami kerusakan fisiologis.
Kerusakan kimiawi adalah kerusakan yang disebabkan oleh adanya bahan kimia seperti oksigen (O2) dan air (H2O).
Kerusakan ini biasanya saling berhubungan dengan kerusakan-kerusakan lain. Misalnya adanya panas yang tinggi pada proses pengeringan bahan pakan sumber lemak
Mutu Pakan Ternak Ayam 72
mengakibatkan rusaknya beberapa asam lemak yang disebut thermal oxidation. Adanya oksigen dapat menyebabkan terjadinya ketengikan pada bahan yang mengandung lemak, tepung ikan misalnya, sehingga dapat menyebabkan ketengikan.
Selain dari kerukasan di atas, pemalsuan secara negatif juga dapat menurunkan mutu komoditas. Dari Pemalsuan adalah benda asing yang sengaja ditambahkan dalam suatu komoditas dengan tujuan untuk menambah volume atau untuk menutupi mutu yang kurang. Adanya peamalsuan dalam suatu komoditas, dapat menyebabkan mutu komoditas turun dan bahkan menyebabkan tidak boleh diperjualbelikan. Pemalsuan dapat dilakukan dengan : a. bahan pemalsu; b. pemalsuan mutu.
1. Bahan yang digunakan untuk pemalsuan komoditas disebut bahan pemalsu. Bahan pemalsu yang sengaja ditambahkan :
2. bahan biasanya dipilih yang memang secara alami terdapat pada produk yang dipalsukan. Contoh : onggok dalam tapioka
3. bahan yang mudah/sangat biasa mencemari suatu produk.
Contoh : tanah/ krikil biasa mencampuri kacang-kacangan 4. pencampurkan komoditas yang sama tetapi berasal dari jenis lain. Contoh : tepung ikan peru dicampur dengan ikan lokal.
5. bahan yang mirip dengan komoditas tersebut. Contoh : hancuran sekam yang dicampurkan pada dedak.
Pemalsuan mutu adalah pemalsuan dengan cara menyalahgunakan nama mutu (misbranding) dan pemalsuan klas mutu (misgrading).
1. Penyalahgunaan nama dilakukan dengan memberi nama yang tidak sesuai dengan komoditas yang sebenarnya
Mutu Pakan Ternak Ayam 73
dengan tujuan untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi.
Contoh : dedak yang digiling halus diberi nama bekatul.
2. Pemalsuan kelas mutu dilakukan dengan cara: a.
Mencampur produk klas mutu tinggi dengan kelas mutu lebih rendah, tetapi diperdagangkan dengan nama produk kelas mutu tinggi. Contoh : tepung ikan mutu A dicampur dengan mutu B, kemudian diberi harga mutu A.
b. Dengan cara menamakan produk kelas mutu tinggi , pedahal sebenarmya berasal dari kelas mutu rendah. Ada tidaknya bahan pencemar dan pemalsu tersebut di atas dapat digunakan sebagai tolok ukur apakah suatu komoditas bermutu baik atau tidak.
Mutu Pakan Ternak Ayam 74