• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

KES IMPULAN, IMPLIKAS I DAN S ARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan sebagi berikut.

1. Prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan bangun datar segi empat melalui pendekatan pembelajaran RM E dengan pemecahan masalah lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa melalui pendektan pembelajaran RM E.

2. Siswa pada pokok bahasan segi empat, antara masing-masing gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik mempunyai prestasi belajar yang sama.

3. a. Pada siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RM E dengan pemecahan masalah lebih baik daripada prestasi siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RM E. Sedangkan pada siswa yang mempunyai gaya belajar visual dan auditorial prestasi belajar dengan menggunakan dua pendekatan tersebut sama.

b. Pada siswa-siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RM E dengan pemecahan masalah maupun dengan pendekatan RM E, prestasi belajar siswa yang mempunyai gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik sama.

B. Implikasi

Berdasarkan hasil penelitian, penulis akan menyampaikan implikasi yang bermanfaat secara teoritis maupun praktis dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika

1. Implikasi Teoritis

Dari kesimpulan telah dinyatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan

segi empat kelas VII SM P Negeri Kabupaten Klaten melalui pendekatan RM E dengan pemecahan masalah dan prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan pendekatan RM E, prestasi belajar matematika pokok bahasan segi empat siswa yang diajar melalui pendekatan RM E dengan pemecahan masalah lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan pendekatan RM E. Namun demikian struktur dari kedua pendekatan tersebut dapat meningkatkan keaktifan para siswa sehingga kedua pendekatan tersebut dapat digunakan untuk pembelajaran matematika pokok bahasansegi empat bangun datar khususnya dan pokok bahasan lain pada umumnya.

Gaya belajar siswa juga tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar. Oleh karena itu, setiap siswa dengan gaya belajar nya sendiri-sendiri dapat memperoleh prestasi yang baik.

2. Implikasi Praktis

Dari kesimpulan terlihat bahwa prestasi belajar matematika pokok bahasan segi empat kelompok siswa yang diajar melalui pendekatan pembelajaran RM E dengan pemecahan masalah lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan pendekatan pembelajaran RM E, maka diharapkan pihak sekolah bisa menerapkan pendekatan pembelajaran RM E dengan pemecahan masalah pada pokok bahasan yang lain. Terutama karena kedua model pembelajaran tersebut dapat lebih meningkatkan aktivitas dan sifat berfikir kritis belajar siswa. Dengan kata lain pendekatan pembelajaran RM E dengan pemecahan masalah dan RM E dapat menjadi pembelajaran alternatif dalam rangka peningkatan prestasi siswa.

Agar proses pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran RM E dengan pemecahan masalah dan RM E dapat dilaksanakan secara optimal dalam mencapai tujuan pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh guru, antara lain:

a. Perlu diberikan penjelasan secara rinci kepada para siswa mengenai prosedur aturan-aturan dalam pembelajaran RM E dengan pemecahan

masalah dan RM E, sehingga siswa dapat melakukan proses pembelajaran secara terarah.

b. Agar pembelajaran lebih hidup dan tidak membosankan, diperlukan pengkondisian pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar siswa sehingga dapat menumbuhkan aktivitas dan sikap berfikir kritis siswa dalam mengikuti jalannya pembelajaran.

C. S aran

Dalam rangka turut mengembangkan pemikiran yang berkenaan dengan peningkatan prestasi belajar matematika dan berdasarkan kesimpulan serta implikasi di atas, maka disarankan kepada:

1. Guru

a. Sebaiknya dalam pembelajaran guru menggunakan pendekatan pembelajaran RM E dengan pemecahan masalah untuk materi bangun datar segi empat.

b. Dalam proses pembelajaran pembelajaran, peran guru sebagai motivator dan fasilitator lebih dioptimalkan agar siswa lebih aktif sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

2. Peneliti yang lain

a. M enerapkan pendekatan pembelajaran RM E dengan pemecahan masalah dan pendekatan RM E untuk materi yang berbeda.

b. M enyelidiki lebih mendalam efek perbedaan gaya belajar terhadap prestasi belajar matematika.

3. Kepada Pihak Sekolah

a. M emberi kebijakan-kebijakan yang dapat merangsang para guru agar bersedia mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa.

b. M enyediakan prasarana atau fasilitas pembelajaran yang memadai dalam proses pembelajaran yang dapat menunjang aktivitas siswa.

c. Hendaknya sekolah selalu aktif menjalin kerjasama dengan instansi pendidikan lain, perguruan tinggi maupun masyarakat dalam rangka

meningkatkan kualitas pendidikan khususnya kualitas pendidikan matematika.

4. Bagi Pengambil Kebijakan

Kepada kepala Sekolah khususnya di wilayah kabupaten klaten, agar menekankan kepada setiap guru agar selalu aktif dan inovatif dalam melaksanakan proses pembelajaran, seperti menggunakan pendekatan pembelajaran yang bervariasi disesuaikan dengan pokok bahasannya.

DAFTAR PUS TAKA

Adi W Gunawan. 2004. Quantum Lear ning, membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan. Gramedia

Ahmad Fauzan. 2001. “ Pendidikan Matematika Realistik: Suatu Tantangan dan Har apan.”. Makalah, disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan M atematika Realistik di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tanggal 14- 15 November 2001.

Barnes. 2004. Realistic M athematics Education:Elicting Alternative M athematical Conceptions of Learners. Afr ican Jour nal of Resear ch in SMT Education. Vol 8(1). 55-64

Blackman. Derek etc. all. 1982. Cognitive Styles and Learning Disabilities. Jour nal of Lear ning Disabilities. Vol 21, no. 5, page 106-115.

Budiyono. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surakarta. UNS Press. Budiyono. 2004. Statistik untuk Penelitian. Surakarta. UNS Press.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Depotter, Rori & M ike. 2001. Quantum Lear ning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Gramedia.

Endang Rahayu. 2008. Pendekatan Pembelajar an Kontr uktivisme ditinjau dar i gaya belajar siswa. Tesis: Surakarta

Gravemeijer, K.P.E. 1994. Educational development and development research in M athematics Education. Jour nal for Resear ch in Mathematics Education, 25(5), 443-471.

Handoko tahun 2007. Tesis Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika pada Bangun Ruang melalui Pendekata Realistic Mathematic Education (RME). Tesis:Surakarta

Herman Hudoyo. (2001). Pengembangan Kur ikulum Pembelajar an Matematika. M alang: Jurusan Pendidikan M atematika Universitas Negeri M alang. Idris Harta (2001). Landasan Pendidikan. UM S press

Irvine clarke III, Theresia B, Flaherti and M ichael Yankey. 2006. Teaching the Visual Learner, The Use of Visual Summaries in M arketing Education, Jour nal of Mar keting Education. Volume 28, no.3, page 218-226.

Lange, J. de (1995). Assessment: No Change without Pr oblems, in: Romber g, T.A.(eds). Refor m in School Mathematics and Authentic Assessment. NewYork, Sunny Press, 87-172.

M ulyono Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Ber kesulitan Belajar. Jakarta : Rineka Cipta

Kristyaningsih. 2004. Penggunaan Pendekatan Pemecahan Masalah pada Pembelajar an Matematika di SMU ber dasar kan Diagnosis Kesulitan Belajar Siswa pada Geometr i Pokok Bahasan Dimensi Tiga. UNS

Oemar Hamalik. 2003. Metodologi Pengajar an Ilmu Pendidikan. Bandung: M andar M aju.

Purwoto. 2003. Str ategi Belajar Mengajar Matematika. Surakarta: UNS Press Soedjadi. 2001. Pembelajar an Matematika Realistik: Pengenalam Awal dan

Pr aktis. M akalah, disampaikan pada Seminar Nasional tentang Realistic M athematic Education Universitas Negeri Surabaya.

Saifuddin Azwar. 2003. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor -Faktor yang Mempengar uhinya. Jakarta:

Rineka Cipta.

Suharsimi Arikunto. 2006. Pr osedur penelitian, Suatu pendekatan Pr aktek. Jakarta: Rineka cipta.

Amin Suyitno. 2004. Dasar -dasar dan Pr oses Pembelajar an Matematika I. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Syaiful Bahri Djamarah. 1994. Pr estasi Belajar dan Kompetensi Gur u. Surabaya: Usaha Nasional.

Winkel. W. S. 2004. Psikologi Pengajar an. Jogjakarta: M edia Abadi.

Widjaja, Y. B. And Heck, A. 2003. How a Realistic M athematics Education Approach and M icrocomputer-Based Laboratory Worked in Lessons on Graphing at an Indonesian Junior High School. Jour nal of Science and Mathematics Education in Southesast Asia. Vol 26. No 2. PP. 1-51.

Yansen M arpaung. 2001. Pr ospek RME Untuk Pembelajar an Matematika Di Indonesia. M akalah disampaikan pada Seminar Nasional tentang Realistic M athematic Education Universitas Negeri Surabaya.

Yansen M arpaung. 2003. Pembelajar an Matematika yang Menyenangkan. Makalah Seminar Nasional Komper da Himpunan Matematika Indonesia Wilayah Jawa Tengah dan DIY. Surakarta.

Dokumen terkait