BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Kesalahan Pemakaian Huruf
perangkai kata, dan penulisan huruf, (3) pemakaian tanda baca ada 3 kesalahan yaitu, tanda titik, tanda koma, tanda hubung. Secara keseluruhan kesalahan ejaan karangan pada siswa kelas IV SD kesalahan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.
ix
ABSTRACT
SPELLING ERROR ANALYSIS ONESSAY OF IV CLASS ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Yohanes Vio Putra Pamungkas Sanata Dharma University
2020
The backgroud of this researchwas for analysing the essay spelling errors of IV class elementary school students. However, in creating an essayspelling by utilizing the letter, word, and punctuation still made some mistakes.This research aimed to describe the errors while utilizing letter, word spelling, and punctuation.
The kind of this research was qualitative descriptive research.This research utilized these seven steps, they were (1) observation ,(2) planning, (3) focus sharpen and research problem formulation, (4) implementation (observation and interview),(5) analysis,(6) mistake checking,(7) finding.The research approach was included in language study by analysing essay spelling of elementary school students.The research subject were 17 students of IV class in one of private elementary schools in Sleman.The research object was the spelling error of elementary school students essay.The instrument of this research was the research itself.The data collecting techniques were observation and interview.The analysing technique of this research was qualitative analysing included data collecting, data reduction, data presentation, and conclusion.
The results of this research consisted of (1) there were 6 mistakes cases on capital letter utilization,(2) word writting consisted of 3 mistakes, they were less letters, word coupler, letter writting,(3) the used of punctuation has 3 mistakes they were,full stop, coma,and conjunction. In common, the spelling errors of IV class elementary school students were letter utilization, word writting, and punctuation.
xii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ...i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...ii
HALAMAN PENGESAHAN ...iii
HALAMAN PERSEMBAHAN...v
HALAMAN MOTTO...v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ...vi
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ...vii
ABSTRAK ...viii
ABSTRACT ...ix
KATA PENGANTAR ...x
DAFTAR ISI ...xii
DAFTAR TABEL ...xv
DAFTAR DIAGRAM ...xvi
DAFTAR LAMPIRAN ...xvii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Rumusan Masalah ...4
C. Tujuan Penelitian ...4
xiii
E. Asumsi Penelitian ...5
F. Definisi Operasional ...5
BAB II LANDASAN TEORI ...7
A. Kajian Pustaka ...7 1. Keterampilan Menulis ...8 2. Karangan ...8 3. Analisis ...9 4. Ejaan ...9 5. PUEBI...9
B. Penelitian yang Relevan ...24
C. Kerangka Berpikir ...26
BAB III METODE PENELITIAN ...28
A. Jenis Penelitian ...28 B. Setting Penelitian ...28 1. Subjek Penelitian ...28 2. Objek Penelitian ...29 3. Tempat Penelitian ...29 4. Waktu Penelitian ...29 C. Desain Penelitian ...29
D. Teknik Pengumpulan Data ...31
E. Instrumen Penelitian ...33
xiv
1. Kredibilitas ...34
2. Transferabilitas ...34
G. Teknik Analisis Data ...35
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...37
A. Hasil Penelitian ...37
1. Kesalahan Pemakaian Huruf...38
2. Kesalahan Penulisan Kata ...39
3. Kesalahan Pemakaian Tanda Baca ...39
B. Pembahasan ...44
1. Kesalahan Pemakaian Huruf ...44
2. Kesalahan Penulisan Kata ...46
3. Kesalahan Pemakaian Tanda Baca ...47
BAB V PENUTUP ...51 A. Kesimpulan ...51 B. Keterbatasan Penelitian ...51 C. Saran ...51 DAFTAR PUSTAKA ...52 LAMPIRAN ...54
xv
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 3.1 Tabel Kartu Data...33 Tabel 4.1 Tabel Daftar Judul Karangan ...37 Tabel 4.2 Kesalahan Ejaan yang Terdapat pada Karangan Kelas IV SD ...40
xvi
DAFTAR DIAGRAM
Halaman
Diagram 4.1 Kesalahan Pemakaian Huruf ...42
Diagram 4.2 Kesalahan Penulisan Kata ...42
Diagram 4.3 Kesalahan Pemakaian Tanda Baca ...43
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1 Tabel 1 Analisis Kesalahan Data ...55 Lampiran 2 Tabel 2 Tabel Analisis Data Kesalahan dan Pembetulan Ejaan
Karangan Siswa Kelas IV ...60 Lampiran 3 Karangan Siswa yang Sudah Dianalisis ...76
1
BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi IV (2014:116), dituliskan bahwa bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang memiliki suatu makna atau arti dihasilkan oleh alat ucap, digunakan untuk berinteraksi dalam bersosialisasi dan bahasa merupakan percakapan (perkataan) yang baik, sopan santun. Bahasa digunakan manusia untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan bahasa sangat paling penting bagi manusia. Manusia dapat menyampaikan informasi, berita, fakta, pendapatan, dengan bahasa, Manusia dapat berkomunikasi dengan siapa saja menggunakan bahasa baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahasa memiliki peran dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan keberasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Untuk dapat membahas dengan baik dan benar diperlukan pembelajaran bahasa “Indonesia”.
Belajar Bahasa Indonesia merupakan alat untuk berinteraksi atau alat untuk berkomunikasi yang paling penting dalam kehiduan manusia. salah satu aspek keterampilan berbahasa yang berkaitan dengan cara komunikasi terdapat kegiatan membaca dan menulis yang sesuai dalam EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
Menurut Suyanto ( 2011: 90) Ejaan ialah sebuah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana ucapan atau apa yang dilakukan secara lisan oleh seseorang, kemudian ditulis dalam bentuk tulisan. Selain itu Ejaan adalah keseluruhan ketentuan yang mengatur pelambangan bunyi bahasa, termasuk pemisahan dan penggabungannya, yang dilengkapi pula dengan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Pengertian tersebut kiranya sejalan dengan apa yang dirumuskan dalam KBBI (2008: 353) yang menyatakan bahwa ejaan adalah “kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca dalam keterampilan mengarang.
Karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan diartikan pula dengan rangkaian hasil pemikiran atau ungkapkan perasaan dalam bentuk tulisan yang
teratur. Hasil mengarang dapat berupa karangan yang ditulis oleh siswa. Salah satu jenis karangan yang dapat dibuat oleh siswa kelas IV SD Swasta di Sleman, Yogyakarta adalah karangan narasi. Sesuai dengan salah satu Kompetensi Dasar seperti “Analisis kesalahan ejaan”. Dalam sebuah karangan siswa terdapat kalimat, paragraf, gagasan pokok, dan alinea.
Menurut Finoza (2008: 141) Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur berisi pikiran yang lengkap, dengan perantaraan kalimat seseorang dapat menyampaikan maksud secara jelas dan lengkap. Sebuah kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, dan tanda tanya untuk bahasa tulis yang terdapat di akhir kalimat untuk menjadi sebuah paragraf
.
Arifin (2004: 113) menjelaskan bahwa paragraf adalah seperangkat kalimat yang membahas suatu gagasan atau topik. Pada dasarnya paragraf terbentuk dari dua komponen dasar yaitu kalimat topik dan kalimat pengembang. Kalimat topik adalah dasar pengembangan suatu paragraf, sedangkan kalimat pengembang adalah pernyataan-pernyataan yang mendukung kalimat topik, sehingga terbentuk suatu kesatuan gagasan yang menjadikan paragraf menjadi utuh. Finosa (2002: 147) menjelaskan bahwa gagasan pokok atau kalimat topik merupakan kalimat yang berisi ide pokok atau ide utama paragraf. Berdasarkan pendapat tersebut menurut peneliti gagasan pokok ialah sebuah pernyataan yang merupakan inti suatu pembahasan yang terdapat pada karangan siswa. Gagasan pokok biasanya terdapat pada awal dan akhir sebuah paragraf. Alinea adalah kesatuan pikiran yang lebih luas dari pada kalimat yang berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema yang terdapat pada sebuah karangan narasi.Karangan narasi menurut Atar Semi (2003: 29) narasi adalah bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu. Karangan narasi merupakan salah satu aspek bentuk karangan yang tepat untuk dipelajari siswa kelas IV SD Swasta di Sleman, mengingat unsur-unsur narasi yang mencakup unsur kronologis di dalamnya, sehingga siswa dapat membuat karangan sesuai urutan kejadian yang diketahuinya. Melalui
kegiatan mengarang siswa dilatih huruf kapital, titik koma, penggunaan huruf, penulisan kata khususnya ejaan yang dirangkai ke dalam kalimat sesuai dengan aturan yang berlaku dalam ejaan yang disempurnakan.
Kesulitan-kesulitan itu mendorong untuk dilakukan suatu penelitian yang dapat mengungkapkan berbagai macam kesalahan dalam karangan terutama masalah ejaan dalam penulisan yang dibuat oleh siswa kelas IV SD Swasta di Sleman dan kemampuan siswa dalam kegiatan menulis karangan.
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan di kelas, ditemukan bahwa siswa tampak mengalami kesulitan ketika harus menulis. Siswa tidak tahu apa yang harus dilakukan dan bertanya ketika pembelajaran menulis dimulai. Mereka terkadang mengalami kesulitan dalam ejaan yang tepat di dalam karangan dan salah dalam penggunaan huruf kapital. Kesulitan-kesulitan itu mendorong peneliti untuk melakukan suatu penelitian dan mengungkapkan berbagai macam kesalahan dalam karangan terutama masalah ejaan dan huruf kapital, dan tanda baca. Dengan demikian peneliti mengetahui kesalahan yang dibuat oleh siswa SD Swasta di Sleman dan kemampuan siswa dalam kegiatan menulis karangan. Masalah yang diteliti oleh penulis adalah kesalahan huruf kapital, kesalahan tanda baca, kesalahan penulisan pada siswa kelas IV SD Swasta di Sleman, Yogyakarta. Penulis mengambil data dari karangan 17 siswa kelas IV SD Swasta di Sleman, Yogyakarta.
Maksud dari penelitian ini dengan penelitian sebelumnya ialah tentang kesalahan ejaan pada karangan siswa disalah satu SD Swasta di Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesalahan pemakain huruf, kesalahan penulisan kata, dan kesalahan pemakaian tanda baca. sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan yaitu siswa masih ada yang salah dalam pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca. Cara untuk mengetahui kesalahan ejaan pada karangan siswa yaitu dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Hal ini pernah diteliti oleh Wiwik Agustriana (2011) “Analisis Kesalahan Penggunaan Tanda Baca Pada Cerita Pendek di Surat kabar Haluan Kepri. Ejaan
Subjek penelitian ini adalah masyarakat umum. Objek penelitian ini adalah ejaan yang mencakup pemakaian huruf, penulisan kata dan pemakaian tanda baca. Namun pada penelitian yang akan diteliti oleh peneliti memiliki perbedaan yaitu pada peneliti berfokus pada siswa SD disalah satu SD Swasta di Sleman Yogyakarta namun pada penelitian sebelumnya yaitu untuk semua orang atau masyarakat. Kemudian peneliti meneliti sebuah karangan siswa, namun pada penelitian sebelumnya pada cerita pendek di surat kabar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, ternyata ada beberapa permasalahan yang dapat diteliti. Permasalahan-permasalahan tersebut ialah sebagai berikut.
1) Bagaimana kesalahan pemakaian huruf pada karangan siswa kelas IV? 2) Bagaimana kesalahan penulisan kata pada karangan siswa kelas IV?
3) Bagaimana kesalahan penggunaan tanda baca pada karangan siswa kelas IV?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan latar belakang masalah, dan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah sebagai berikut.
1) Mendeskripsikan kesalahan pemakaian huruf dalam karangan siswa kelas IV?
2) Mendeskripsikan kesalahan penulisan kata dalam karangan siswa kelas IV?
3) Mendeskripsikan kesalahan pemakaian tanda baca pada karangan narasi siswa kelas IV?
D. Manfaat Penelitian
Sesuai dengan latar belakang rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian yaitu.
1) Bagi Guru
Guru dapat memberikan penambahan materi pada pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca sebagai pedoman pada saat guru mengajar di kelas.
2) Bagi Siswa
Siswa mampu mendeskripsikan pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.
3) Bagi Peneliti
Peneliti sebagai landasan untuk dijadikan tuntunan dalam kegiatan menulis sesuai dengan ejaan dengan berpedoman pada PUEBI.
E. Asumsi Penelitian
1. Hal yang Mendukung Penelitian
Siswanya sangat antusias saat peneliti melakukan penelitian, Guru wali kelas 4 bersedia diminta untuk diwawancara serta kelasnya bersedia diluangkan waktu untuk dijadikan tempat penelitian tugas akhir skripsi, dan kepala sekolah bersedia diluangkan waktu belajar sekolahnya, untuk dilakukan sebagai tempat penelitian tugas akhir skripsi.
2. Hal yang Tidak Mendukung Penelitian
Pada saat melakukan penelitian, peneliti menghadapi hambatan yaitu harus ganti kelas. Pada saat akan melakukan penelitian pihak sekolah sulit diminta tempat penelitian, hambatan saat melakukan penelitian, peneliti harus menyesuaikan jadwal pembelajaran.
F. Definisi Operasional 1. Keterampilan Menulis
Keterampilan menulis adalah suatu bentuk atau wujud kemampuan keterampilan yang paling akhir dikuasai dalam pembelajaran bahasa setelah menyimak, membaca, dan berbicara
2. Karangan
Karangan adalah hasil mengarang, tulisan, cerita, artikel, dan lainnya kedalam suatu tulisan.
3. Analisis
Analisis adalah pemeriksaan permasalahan suatu objek yang akan dianalisis sesuai tujuan yang akan dicapai, kemudian disimpulkan untuk mengetahui letak permasalahannya.
4. Ejaan
Ejaan adalah aturan yang berkaitan dengan tulisan-menulis dalam menggambarkan suatu bahasa yang berhubungan dengan penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan penggunaan tanda baca dalam sebuah ejaan
5. PUEBI
PUEBI adalah tata bahasa dalam bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan. Penggunaan huruf, penulisan kata dan penggunaan tanda baca tidak boleh diabaikan karena akan mengakibatkan perbedaan arti.
7
BAB II
LANDASAN TEORI
Deskripsi teori yang terdapat pada bab ini adalah teori yang terkait dengan judul penelitian ini. Adapun kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini hakikat keterampilan menulis, karangan, PUEBI, Ejaan, Analisis pada karangan siswa SD kelas IV, pembelajaran menulis untuk SD dan analisis kesalahan.
A. Kajian Pustaka
1. Keterampilan Menulis
(Abbas 2006:125) menjelaskan bahwa Keterampilan menulis adalah salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa Kemampuan mengungkapkan gagasan pendapat dan perasaan kepada pihak gagasan pendapat dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulisan. Menurut (Rofi‟uddin dan Zuhdi 2009:159) Keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan menuangkan pikiran, gagasan, pendapat tentang sesuatu tanggapan terhadap suatu pernyataan keinginan atau pengungkapan perasaan dengan menggunakan bahasa tulis.
Kegiatan menulis merupakan suatu bentuk atau wujud kemampuan keterampilan yang paling akhir dikuasai dalam pembelajaran bahasa setelah menyimak, membaca, dan berbicara. Dibandingkan ketiga keterampilan tersebut, keterampilan menulis lebih sulit untuk dikuasai. Hal itu disebabkan keterampilan menulis menghendaki penguasaan berbagai unsur di luar bahasa itu sendiri yang menjadi isi karangan (Nurgiantoro, 1995:294).
Dapat disimpulkan bahwa menulis atau mengarang adalah kegiatan seseorang dalam menyusun gagasan, ide atau pengalaman dengan menyusun kata sehingga menjadi kalimat, paragraf, dan wawancara yang disampaikan kepada pembaca melalui tulisan dengan memperhatikan kaidah dengan benar. Keterampilan menulis menurut Tarigan (2008:3), keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain.
2. Karangan
Sirait (1985:1) menjelaskan bahwa dalam memberikan batasan pengertian karangan yaitu setiap tulisan yang diorganisasikan yang mengandung isi dan tulisan untuk suatu tujuan tertentu biasannya berupa tugas di kelas. Karangan merupakan suatu proses menyusun, mencatat, dan mengkomunikasikan makna dalam tataran ganda, bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan suatu sistem tanda pada konvensional yang dapat dilihat. Karangan terdiri dari paragraf-paragraf yang mencerminkan kesatuan makna yang utuh. Keraf (1994:2) menjelaskan bahwa karangan adalah bahasa tulisan yang merupakan rangkaian kata demi kata sehingga menjadi sebuah kalimat, paragraf, dan akhir menjadi sebuah wacana di baca dan dipahami.
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan karangan adalah hasil rangkaian kegiatan seseorang dalam mengungkapkan gagasan atau buah pikirannya melalui bahasa tulis yang dapat dibaca dan dimengerti oleh orang lain membacannya.
3. Analisis
Menurut Hastuti (2003: 29) analisis merupakan suatu penyelidikan untuk menyelesaikan permasalahan, kemudian dibahas secara mendalam, mengkritik, dikomentari, dan kemudian mengevaluasi. Dari pendapat tersebut kemudia diperkuat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:58) menjelaskan bahwa analisis adalah penyelidikan terhadap peristiwa (karangan, perbuatan, dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan sebenarnya (sebab-akibat serta inti permasahalan).
Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis adalah pengelompokan suatu data yang dicari letak pemasalahan, kemudian disimpulkan agar dapat mengetahui letak permasalahannya sesuai dengan tujuan yang dicapai.
4. Ejaan
Suyanto, (2011: 90) Ejaan adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana ucapan atau apa yang dilisankan oleh seseorang yang kemudian ditulis menggunakan perantara lambang-lambang, gambar-gambar, atau bunyi. Dari pendapat tersebut kemudian diperkuat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan bahwa ejaan memiliki pengertian sebagai cara atau aturan menuliskan kata-kata dalam huruf.
Berdasarkan uraian pengertian ejaan di atas maka ejaan adalah penyusunan penulisan suatu bahasa kemudian disusun menjadi suatu tata bacaan yang terdiri dari penulisan huruf, pemakaian kata, dan tanda baca dalam sebuah ejaan yang kemudian dibacakan.
5. PUEBI
PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) merupakan tata bahasa dalam bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan. Penggunaan huruf, penulisan kata dan penggunaan tanda baca tidak boleh diabaikan karena akan mengakibatkan perbedaan arti.
a) Pedoman-pedoman PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) 1) Pemakaian Huruf
Dalam pemakaian huruf terdiri dari beberapa huruf yang digunakan sebagai berikut.
a. Huruf Abjad
Abjad yang dipakai dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas 26 huruf. Huruf Nama Pengucapan Kapital Nonkapital A A A A B b Be Bè C c Ce Cè D d De Dè E e E È F F Ef Èf
G G Ge Gè H H Ha Ha I I I I J J Je Jè K K Ka Ka L L El Èl M M Em Èm N N En Èn O O O O P P Pe Pè Q Q Ki Ki R R Er Èr S S Es Ès T T Te Tè U U U U V V Ve Vè W W We Wè X X Eks Èks Y Y Ye Yè Z Z Zet Zèt b. Huruf Vokal
Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas lima huruf, yaitu a, e, i, o, dan u.
c. Huruf Konsonan
Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas 21 huruf, yaitu b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z.
Huruf Konsonan
Contoh Pemakaian dalam Kata
b c d f g h j k l m n p q* r s t v w x* y z bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami lekas makna nama pasangan qariah raih sampai tali variasi wanita xenom yakin zenim sebut kaca ada kafan tiga saham manja paksa alas kami tanah apa iqra bara asli mata lava lava - payung lazim adab - abad maaf gudeg tuah mikraj politik akal diam daun siap - putar tangkas rapat molotov takraw - - Juz Keterangan :
*Huruf q dan x khususnya digunakan untuk nama diri dan keperluan ilmu. Huruf x pada posisi awal kata diucapkan [s].
d. Huruf Diftong
Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat diftong yang dilambangkan dengan gabungan huruf vokal ai, au, ei, dan oi.
Huruf Diftong
Contoh Pemakaian dalam Kata
ai au ei oi aileron autodidak eigendom - balairung taufik geiser boikot Pandai harimau survei amboi
e. Gabungan Huruf Konsonan
Gabungan huru konsonan kh, ng, ny, dan sy masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan.
Gabungan Huruf Konsonan
Contoh Pemakaian dalam Kata Posisi
Awal
Posisi
Tengah Posisi Akhir kh ng ny sy khusus ngarai nyata syarat akhir bangun banyak musyawarah tarikh senang - Arasy f. Huruf Kapital
1) Huruf katipal dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat. Misalnya : Kamu adalah seorang mahasiswa
2) Huruf kapital dipakai sebagai huruf permata nama orang, termasuk julukan
Misalnya : Anya Geraldine, Chealsea Christy
3) Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung. Misalnya : Anya berkata, “ Kapan kita pergi?”
4) Huruf kapital sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.
5) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.
Misalnya : Sri Sultan Hamengkubuwono X
6) Huruf kapital sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan.
Misalnya : Selamat datang, Yang Mulia
7) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya : Profesor Supomo, Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri
8) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Misalnya : bangsa Indonesia, suku Batak, bahasa Jawa
9) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya.
Misalnya : Hari Sumpah Pemuda, bulan Maulid, hari Senin. 10) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama peristiwa
sejarah.
Misalnya : Konfrensi Meja Bundar, Perang Dunia I
11) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografis. Misalnya : Jakarta, Palembang, Gunung Rinjani.
12) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata ( termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, yang, dan untuk.
Misalnya : Dewan Perwakilan Rakyat, Republik Indonesia, Perserikatan Bangsa Bangsa
13) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama setiap kata ( termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, makalah, serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas seperti, di, ke dan , dari, yang dan untuk, yang termasuk tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya : Saya telah membaca koran dari Tribun ke Jawa Post. 14) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama untuk singkatan
nama, gelar, pangkat, atau sapaan.
Misalnya : S.Pd. ( sarjana pendidikan ), S.E. ( sarjana ekonomi), Drs, (doktorandus)
15) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.
Misalnya : Budi bertanya, “ itu apa, Bu?” g. Huruf Miring
1) Huruf miring dipakai untuk menuliskan jadwal buku, nama