UPAYA PELAYANAN KESEHATAN
A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR
1. Kesehatan Ibu
Seorang ibu mempunyai peran yang sangat besar di dalam pertumbuhan bayi dan perkemban-gan anak. Ganguan yang dialami seorang ibu yang sedang hamil bisa berpengaruh pada kesehatan janin dalam kandungan hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya.
Kebijakan tentang kesehatan ibu dan bayi baru la-hir secara khusus berhubungan dengan pelayanan antenatal, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir yang diberikan di semua jenis fasilitas kesehatan, mulai dari Posyandu sampai Rumah Sakit baik pemerintah maupun swasta.
a. Pelayanan Antenatal (K1 dan K4)
Masa kehamilan merupakan masa yang rawan kesehatan, baik kesehatan ibu yang mengandung maupun janin yang dikandungnya sehingga dalam masa kehamilan perlu dilakukan pemeriksaan se-cara teratur. Hal ini dilakukan guna menghindari gangguan sedini mungkin dari segala sesuatu yang membahayakan terhadap kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.
Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat) yang meliputi
pengu-kuran ber badan dan tekanan darah, pemeriksaan tinggi fundus uteri, imunisasi Tetanus Toxoid (TT) serta pemberian tablet besi kepada ibu hamil se-lama masa kehamilannya sesuai pedoman pelaya-nan antenatal yang ada dengan titik berat pada kegiatan promotif dan preventif. Hasil pelayanan dapat dilihat dari cakupan pelayanan kunjungan ibu hamil K1 dan K4.
Cakupan K1 atau juga disebut akses pe-layanan ibu hamil merupakan gambaran besaran ibu hamil yang telah melakukan kunjungan per-tama ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk men-dapatkan pelayanan antenatal.
Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil (K1) seba-gaimana terlihat pada gambar 4.1
Dari gambar 4.1 terlihat bahwa pada tahun 2011 3 Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (116), Kabupaten Minahasa Utara (116) dan Kabupaten Bolaang mongondow (107) merupakan 3 kabu-paten teratas dalam pencapaian K1, sedangkan Kabupaten Minsel, Boltim dan Sitaro adalah 3 ka-bupaten/kota dengan cakupan K1 rendah. Secara provincial, cakupan K1 Provinsi Sulawesi Utara ta-hun 2011 adalah 99 %, sementara cakupan K4 adalah 87,5 %.
Selanjutnya jika dilihat gambar distribusi cakupan K4 di Provinsi Sulawesi Utara tahun 2011 terlihat bahwa 3 daerah yaitu Bolmong Selatan, Kota Bi-tung dan Kabupaten Minahasa Tenggara meru-pakan 3 daerah dengan cakupan K4 terbesar se-mentara Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Utara dan Kabupaten Sangihe merupakan 3 daerah dengan cakupan K4 terendah.
Jika K1 dan K4 disandingkan, maka terlihat bahwa tidak ada satupun Kabupaten yang mempunyai K1 dan K4 yang sama, dan tidak ada hubungan bahwa K1 tertinggi akan mempunyai K4 yang tinggi pula. Jika dilihat selisih dari K1 dan K4, maka selisih ter-besar terdapat pada Kabupaten Sangihe 41% dan yang terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Talaud dengan 0,8%. Selisih yang ganjil terdapat pada Ka-bupaten Sitaro dimana K4 lebih banyak dibanding-kan K1.
Gambar 4.1 Perbandingan cakupan K1 dan K4 di Sulawesi Utara tahun 2011
Sumber : Bidang Kesga, 2011
Jika dibandingkan dengan hasil Riskesdas 2010, maka secara nasional cakupan K1 dan K4 Sulawesi Utara
su-dah leih tinggi dari cakupan K1 nasional yaitu 92,7 % dan K4.
K1 K4
Gambar 4.2. Gaugemeter cakupan K1 dan K4 di Sulawesi Utara tahun 2011
Gambar 4.3. Kesenjangan pelayanan antenatal K1 dan K4 nasional tahun 2010
Sumber: Riskesdas 2010 BOLAAN G MONGO NDOW MINAHA SA KEPULAU AN SANGIHE KEPULAU AN TALAUD MINAHA SA SELATAN MINAHA SA UTARA BOLAAN G MONGO NDOW UTARA SIAU TAGULA NDANG BIARO MINAHA SA TENGGA RA BOLAAN G MONGO NDOW SELATAN BOLAAN G MONGO NDOW TIMUR KOTA MANADO KOTA BITUNG KOTA TOMOH ON KOTA KOTAMO BAGU K1 106,5 100,8 98,5 95,5 94,3 115,4 99,7 76,8 96,3 115,8 82,4 96,1 96,5 103,7 98,7 K4 77,1 88,7 57 79 73,4 87,6 71,4 78,4 90 96,5 75,1 87,6 95,7 85,3 79,9 0 20 40 60 80 100 120
b. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah cakupan ibu bersalin yang mendapat per-tolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, disuatu wilayah kerja dalam kurun waktu tertentu. Dengan indica-tor ini dapat diperkirakan proporsi persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan dan ini menggambarkan kemampua manajemen program KIA dalam pertolongan persalinan sesuai standar. Pada Gambar 4.5, Cakupan pertolongan per-salinan oleh tenaga kesehatan (PN) di Kabupaten Minahasa Tenggara adalah yang tertinggi (94%),
Sementara Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mempunyai cakupan PN yang terendah (63,9%), seperti pada gambar 4.5.
Gambar 4.4 . Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Sulawesi Utara tahun 2011
Sumber : Bidang Kesga, 2011
63,9 70,9 71,8 72,3 74,3 79 80,1 80,1 80,8 83,8 84,8 87 89,9 92,4 93,9
BOLAANG MONGONDOW UTARA SIAU TAGULANDANG BIARO KEPULAUAN SANGIHE BOLAANG MONGONDOW SELATAN MINAHASA SELATAN BOLAANG MONGONDOW KEPULAUAN TALAUD KOTA MANADO BOLAANG MONGONDOW TIMUR KOTA BITUNG MINAHASA UTARA MINAHASA KOTA KOTAMOBAGU KOTA TOMOHON MINAHASA TENGGARA
Gambar 4.6 memperlihatkan gaugemeter cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Sulawesi utara tahun 2011 yang hanya mencapai 81,2 % atau
le-bih rendah dibandingkan cakupan tahun 2010 yaitu 86, yang berarti bahwa upaya selama ini be-lum mencapai sesuai yang diharapkan.
c. Pelayanan Nifas
Cakupan pelayanan nifas adalah cakupan pelaya-nan kepada ibu pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca bersalin sesuai standar paling sedikit 3 kali dengan distribusi waktu 6 jam-3 hari, 8 jam— 14 hari dan 36—42 hari setelah bersalin di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu . Pelaya-nan nifas sesuai standar termasuk pemberian viatamin a 2 kali serta persiapan dan/atau pema-sangan KB Pasca Persalinan.
Dengan indicator ini dapat diketahui cakupan pe-layanan nifas secara lengkap (memenuhi standar pelayanan dan menepati waktu yang ditetapkan), yang menggambarkan jangkauan dan kualitas pe-layanan kesehatan ibu nifas, disamping menggam-barkan kemampuan manajemen ataupun kelang-sungan program KIA.
Disepanjang tahun 2011, dari 48.531 ibu hamil terdapat 46.325 ibu melahirkan. Yang dilayani dalam masa nifas sebanyak 34.943 atau 74,5% ibu nifas mendapatkan pelayanan kesehatan di selu-ruh wilayah Sulawesi Utara. Angka ini lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang menca-pai 77 %. Dari 15 kabupaten dan kota, Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah kabupaten dengan
cakupan terendah yaitu 44,6 % diikuti oleh Kabu-paten Minahasa Selatan dan Minahasa, masing-masing 68,4 dan 70,5, sedangkan Kota Bitung, Kota Kotamobagu dan kabupaten Minahasa tenggara adalah kabupaten/kota dengan cakupan tertinggi yaitu masing-masing 91,3%, 83,9% dan 83,1%. Standar target yang ditetapkan secara nasional sesuai SPM adalah 95%, sehingga cakupan kabu-paten dan provinsi secara keseluruhan masih di-bawah target nasional sebagaimana terdapat pada gambar 4.8
Gambar 4.5 Gaugemeter cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Sulawesi Utara tahun 2011
Gambar 4.8 Distribusi cakupan pelayanan nifas di Sulawesi Utara tahun 2011
Sumber : Bidang Kesga, 2012
Gambar 4.9. Gaugemeter cakupan pelayanan nifas di Sulawesi Utara tahun 2011
d. Pelayanan Pemberian Tablet Fe1 dan Fe3
Cakupan Ibu hamil medapat 30/90 tablet F e selama periode kehamilannya pada wilayah dan kurun waktu tertentu dibagi dengan jumlah ibu hamil pada wilayah dan kurun waktu yang sama.
Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemo-globin (Hb) dalam darah kurang dari 12 gr%, se-dangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hb dibawah 11 gr% pada tri-mester I dan III atau kadar <10,5 gr% pada trimes-ter II. karena kekurangan zat besi, jenis
pengo-batannya relative mudah, bahkan murah.
Anemia defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemi pada ibu hamil dibandingkan den-gan defiseiensi zat gizi lain. Anemia Defisiensi besi pada wanita hamil merupakan problema kese-hatan yang dialami oleh wanita di seluruh dunia terutama di Negara berkembang
WHO melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil yang mengalami defissiensi besi sekitar 35-75%, serta semakin meningkat seiring dengan pertam-bahan usia kehamilan.
44,6 68,4 70,5 70,9 71,1 72,1 77,3 77,6 78,4 79,3 80,9 81,2 83,1 83,9 91,3 KEPULAUAN SANGIHE MINAHASA SELATAN MINAHASA KEPULAUAN SITARO BOLAANG MONGONDOW UTARA MINAHASA UTARA BOLAANG MONGONDOW BOLAANG MONGONDOW SELATAN KOTA TOMOHON KOTA MANADO BOLAANG MONGONDOW TIMUR KEPULAUAN TALAUD MINAHASA TENGGARA KOTA KOTAMOBAGU KOTA BITUNG
Gambar 4.10. Cakupan pemberian tablet Fe1 dan Fe3 Ibu Hamil di Sulawesi Utara Tahun 2011
Gambar 4.11. Gaugemeter cakupan pemberian Tablet Fe3 Provinsi Sulawesi Utara tahun 2011 Sepanjang tahun 2011, dari 48.531 ibu hamil di
Sulawesi Utara, hanya 40.479 ibu yang mendapat kan tablet Fe3 (90 tablet) atau 83,41%.
Dari 15 Kabupaten Kota yang ada, Kabupaten Bo-laang Mongondow Selatan merupakan kabupaten dengan cakupan tertinggi yaitu 96,5% diikuti oleh
Kota Bitung dan Kota Tomohon, sementara Kepu-lauan Sangihe adalah daerah dengan cakupan Fe3 terendah yaitu 57 % diikuti oleh Bolaang Mongon-dow Utara dan Minahasa Selatan masing-masing 71,36 dan 73,41, seperti pada gambar 4.10
e. Penanganan Komplikasi Obstetri (PK)
Cakupan penanganan Komplikasi Obstetri (PK)
adalah cakupan ibu dengan komplikasi kebidanan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani secara definitive sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan.
Penanganan definitive adalah penanganan/ pemberian tindakan terakhir untuk menyelesaikan permasalahan setiap kasus komplikasi kebidanan. Komplikasi yang dimaksud dapat terjadi pada masa hamil, masa bersalin dan masa nifas.
Indikator ini untuk mengukur kemampuan manajemen program KIA dalam menyelenggara-kan pelayanan kesehatan secara professional
kepada ibu hamil, bersalin dan nifas dengan komplikasi.
Di Sulawesi Utara pada tahun 2011, dari 43.302 ibu hamil, dilaporkan terdapat 7.814 ibu dengan kondisi hamil risiko tinggi. Dari jumlah tersebut sebanyak 5.407 (71,7%) ibu hamil Risti yang di-tangani.
Distribusi ibu hamil dengan risiko tinggi yang di-tangani terlihat seperti pada gambar 4.12. Tam-pak bahwa Kabupaten Bolaang Mongondow Sela-tan tidak mempunyai data, dan 5 kabupaten yang cakupannya di bawah 50 %, 3 Kabupaten anatara 70-90% dan 6 kabupaten/kota mempuyai caku-pan 100%. 56,98 71,36 73,41 75,15 77,12 78,43 79,01 79,89 87,55 87,58 88,65 90,00 95,27 95,67 96,50 KEPULAUAN SANGIHE MINAHASA SELATAN BOLAANG MONGONDOW KEPULAUAN TALAUD MINAHASA UTARA MINAHASA KOTA TOMOHON BOLAANG MONGONDOW SELATAN
Gambar 4.12. Cakupan penanganan ibu hamil dengan komplikasi di Sulawesi Utara tahun 2011
Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota tahun 2011
Gambar 4.13. Gaugemeter cakupan pertolongan komplikasi persalinan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2011
Perbandingan indicator-indicator kesehatan ibu terhadap kematian ibu.
Jika disandingkan indicator-indicator program ke-sehatan ibu seperti cakupan kunjungan ibu hamil (K4), cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang berkompetensi (PN) maupun cakupan penanganan komplikasi obstetric (PK), maka akan terlihat pola yang dapat diambil ke-simpulan secara linier bahwa rendahnya cakupan ketiga indicator tersebut, maka akan mempenga-ruhi jumlah kematian ibu. Hal ini dapat dilihat pada gambar 4. 14, dimana cakupan ketiga indi-kartor yang rendah (berwarna merah) maka jum-lah kematian ibupun akan meningkat, seperti
con-toh pada kabupaten Sangihe. Pola seperti ini se-harusnya dapat terjadi di semua kabupaten, tetapi gambaran yang berbeda terjadi di kabu-paten Talaud dimana K4 dan PN yang masih di-bawah standar dan PK yang masih kurang, namun jumlah kasus kematian ibu = 0 (nol) kasus.
Patut diduga apakah ketiadaan kasus karena sys-tem pelaporan nihil yang berjalan baik/surveilans kematian ibu bagus atau terjadi pelaporan yang tidak sesuai /under-reporting.
KAB_KOTA K4 PN PK BOLAANG MONGONDOW 77,1 79,0 17,6 MINAHASA 88,7 87,0 34,7 KEPULAUAN SANGIHE 57,0 71,8 15,1 KEPULAUAN TALAUD 79,0 80,1 60,2 MINAHASA SELATAN 73,4 74,3 15,2 MINAHASA UTARA 87,6 84,8 10,4
BOLAANG MONGONDOW UTARA 71,4 63,9 15,5 SIAU TAGULANDANG BIARO 78,4 70,9 39,6
MINAHASA TENGGARA 90,0 93,9 36,3
BOLAANG MONGONDOW SELATAN 96,5 72,3 0,0 BOLAANG MONGONDOW TIMUR 75,1 80,8 25,8
KOTA MANADO 87,6 80,1 30,6
KOTA BITUNG 95,7 83,8 90,2
KOTA TOMOHON 85,3 92,4 98,0
KOTA KOTAMOBAGU 79,9 89,9 63,7
Gambar 4. 14. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4), Pertolongan persalinan oleh Tenaga kesehatan (PN), Penanganan komplikasi obstetric dan kematian ibu maternal
di Sulawesi Utara tahun 2011
Tabel 4.1. Distribusi cakupan K4, PN dan PK di Sulawesi Utara tahun 2011