2.2 Aspek Kesejahteraan Masyarakat
2.2.1. Kesejahteraan dan Pemerataan Ekomoni 1 Pertumbuhan ekonom
Perekonomian Sulawesi Selatan selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang fluktuatif. Pada tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sebesar 6,23 persen, pada tahun 2010meningkat sebesar 8,19 persen. Namun pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi kembali menurun menjadi 7,61 persen. Sementara pada tahun 2012pertumbuhan meningkat menjadi 8,37 dan kembali menurun pada tahun 2013menjadi 7,65 persen. Namun demikian, dalam kurun waktu 2009-2013pertumbuhan
Bab II Gambaran Umum dan Kondisi Daerah
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 II-19
ekonomi Sulawesi Selatan selalu berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Nasional yaitu 6,23 persen dengan laju pertumbuhan yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan kinerja pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan telah melampaui kinerja Nasional, bahkan mengalami peningkatan pertumbuhan yang tinggi pada tahun 2012 ketika pertumbuhan nasional menurun.
Tabel 2.10
Perkembangan Laju Pertumbuhan Ekonomi
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009-2013 (Tahun Dasar 2000)
No Pertumbuhan PDRB 2009 2010 2011 2012 2013 Rata-Rata Pertumbuhan Ekonomi 1 Nasional 4,63 6,2 6,49 6,23 6,5 6,01 2 Prov Sul-Sel (Thn Dasar 2000) 6.23 8.19 7.61 8.37 7,65 7,65 3 Prov Sul-Sel (Thn Dasar 2010) 8.60 8.10 8.90 7.63
Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014
Meningkatnyaperkembangan ekonomi ini ditandai dengan peningkatan Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) Sulawesi Selatandari tahun ke tahun. Perkembangan Nilai PDRB Provinsi Sulawesi Selatan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) tahun 2000 selama kurun waktu 2009-2013 mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 nilai PDRB tercatat sebesar Rp. 47,326.10milyar kemudian pada tahun 2013 meningkat menjadi Rp. 64.284,43milyar sehingga selama periode tersebut PDRB ADHK Provinsi Sulawesi Selatan naik sebesar Rp. 16.958.33 milyar.
2.2.1.2. PDRB
Nilai dan kontribusi sektor dalam PDRB Provinsi Sulawesi Selatan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mengalami peningkatan selama kurun waktu 2009-2013.Sebagai daerah yang bertumpu pada hasil-hasil pertanian, maka sektor pertanian masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan PDRB Provinsi Sulawesi Selatan. Pada tahun 2013, kontribusi Sektor Pertanian terhadap PDRB Sulawesi Selatan mencapai nilai Rp.16.145,48 milyar, meskipun sepanjang tahun 2009–2013 peranan sektor ini menunjukkan kecenderungan yang semakin menurun.
Tabel 2.11
Nilai dan Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Provinsi Sulawesi SelatanTahun 2009-2013
No. Bidang /Urusan Satuan Tahun 2009 % 2010 % 2011 % 2012 % 2013 % 1 Pertanian Milyar 13,528.70 28.59 13,844.70 27.04 14,737.40 26.75 15,494.20 25.95 16.145,48 25.12 2 Pertambangan & Penggalian Milyar 3,852.80 8.14 4,459.30 8.71 4,152.70 7.54 4,251.60 7.12 4.687,58 7.29 3 Industri Pengolahan Milyar 6,468.80 13.67 6,869.40 13.42 7,394.50 13.42 8,083.50 13.54 8.703,87 13.54
4 Listrik, Gas & Air bersih
Milyar 490.40 1.04 529.80 1.03 575.40 1.04 647.50 1.08 701,63 1.09
Bab II Gambaran Umum dan Kondisi Daerah
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 II-20
No. Bidang /Urusan Satuan Tahun 2009 % 2010 % 2011 % 2012 % 2013 % 6 Perdagangan Hotel & Restoran Milyar 7,792.10 16.46 8,698.80 16.99 9,631.90 17.48 10,605.60 17.76 11.661,40 18.14 7 Pengangkutan & Komunikasi Milyar 4,023.70 8.50 4,619.90 9.02 5,179.30 9.40 5,949.60 9.96 6.480,21 10.08 8 Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan Milyar 3,204.00 6.77 3,742.10 7.31 4,297.30 7.80 4,979.10 8.34 5.685,01 8.84 9 Jasa-Jasa Milyar 5,308.80 11.22 5,535.60 10.81 5,879.60 10.67 6,058.80 10.15 6.262,38 9.74 PDRB ADHK Milyar 47,326.10 100.00 51,199.90 100.00 55,098.90 100.00 59,708.60 100.00 64.284,43 100.00
Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, terjadi pergeseran struktur ekonomi Sulawesi Selatan yang mengarah pada keseimbangan dan perbaikan struktur ekonomi. Kondisi struktur ekonomi Sulawesi Selatan pada tahun 2013 memperlihatkan keadaan sebagai berikut : kontribusi sektor pertanian 25,12 persenADHK dan23,90 persenADHB; sektor pertambangan dan penggalian 7,29 persenADHK dan 5,99 persenADHB; sektor industri dan pengolahan 13,54 persenADHK dan 12,21 persenADHB; sektor listrik, gas dan air bersih 1,09 persenADHK dan 0,90 persenADHB; sektor konstruksi 6,16 persenADHK dan 5,84 persenADHB; sektor perdagangan, hotel dan restaurant 18,14 persenADHK dan 17,88 persenADHB; sektor pengangkutan dan komunikasi 10,08 persenADHK dan 8,05 persenADHB; sektor keuangan, persewahan dan jasa 8,84 persenADHK serta 7,89 persenADHB; sektor jasa – jasa 9,74 persenADHK dan 17,35 persenADHB.
Tabel 2.12
Nilai dan Kontribusi Sektor PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Provinsi Sulawesi SelatanTahun 2009-2013
No Bidang/Urusan Satuan Tahun 2009 % 2010 % 2011 % 2012 % 2013 % 1 Pertanian Milyar 28,008.20 28.02 30,442.40 25.83 34,788.20 25.32 39,518.40 24.79 44,162.54 23.90 2 Pertambangan & Penggalian Milyar 5,503.80 5.51 7,119.70 6.04 8,345.80 6.07 8,803.00 5.52 11,063.89 5.99 3 Industri Pengolahan Milyar 12,514.90 12.52 14,457.30 12.27 16,789.30 12.22 19,492.50 12.23 22,559.13 12.21
4 Listrik, Gas & Air bersih Milyar 949.20 0.95 1,088.00 0.92 1,245.90 0.91 1,439.20 0.90 1,661.40 0.90 5 Konstruksi Milyar 5,387.80 5.39 6,534.50 5.54 7,760.90 5.65 9,109.80 5.71 10,788.20 5.84 6 Perdagangan Hotel &Restoran Milyar 16,690.30 16.70 20,435.00 17.34 24,236.30 17.64 28,349.60 17.78 33,031.58 17.88 7 Pengangkutan & Komunikasi Milyar 7,954.00 7.96 9,445.60 8.01 10,849.80 7.90 12,982.90 8.14 14,867.28 8.05
Bab II Gambaran Umum dan Kondisi Daerah
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 II-21
No Bidang/Urusan Satuan Tahun 2009 % 2010 % 2011 % 2012 % 2013 % 8 Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan Milyar 6,241.50 6.24 7,810.10 6.63 9,513.70 6.92 11,803.30 7.40 14,584.81 7.89 9 Jasa-Jasa Milyar 16,704.90 16.71 20,529.70 17.42 23,859.80 17.37 27,928.40 17.52 32,064.22 17.35 PDRB ADHB Milyar 99,954.60 100.00 117,862.30 100.00 137,389.70 100.00 159,427.10 100.00 184,783.06 100 Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014
Dari tabel pertumbuhan kontribusi sektor PDRB ADHK dan ADHB. menunjukkan perkembangan kontribusi masing-masing sektor terhadap pembentukan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2008-2013.Kontribusi terbesar di dominasi oleh sektor pertanian; sektor perdagangan, hotel dan restoran; sektor jasa-jasa; dan sektor industri.Sedangkan sektor pengangkutan dan komunikasi; keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; konstruksi; serta pertambangan dan penggalian mempunyai peranan relatif kecil, tetapi berpengaruh terhadap sektor yang dominan.
Kontribusi sektor pertanian pada tahun 2009 terhadap PDRB atas dasar harga berlaku mempunyai andil sebesar 28,02 persen, tetapi terjadi penurunan menjadi 23,90 persen pada tahun 2013. Demikian halnya dengan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2009 mencapai 28,59 persen dan terjadi penurunan menjadi 25,12 persen pada tahun 2013.
Sementara itu, kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran pada tahun 2009 terhadap PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 16,70 persen dan mengalami peningkatan dan menjadi 17,88 persen pada tahun 2013. Sedangkan kontribusi sektor perdagangan, hotel dan restoran pada tahun 2009 terhadap PDRB atas dasar harga konstan sebesar 16,46 persen, terjadi peningkatan pada tahun 2013menjadi 18,14 persen. Sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan kontribusi terbesar kedua setelah sektor Pertanian dalam perekonomian Sulawesi Selatan.
Kontribusi sektor jasa-jasa pada tahun 2009 terhadap PDRB atas dasar harga berlaku tercatat 16,71 persen dan meningkat menjadi 17,35 persen pada tahun 2013. Namun kontribusi sektor jasa-jasa terhadap PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2009 menurun signifikan dari 11,22 persen menjadi 9,74 persen pada tahun 2013. Sektor jasa-jasa merupakan sektor yang relatif besar memberi kontribusi dalam perekonomian Sulawesi Selatan.
Selanjutnya kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2009 mencapai 12,52 persen dan mengalami penurunan menjadi 12,21 persen pada tahun 2013. Sementara kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB atas dasar harga konstan juga mengalami penurunan dari 13,67 persen pada tahun 2008 menjadi 13,54 persen pada tahun 2013.
Bab II Gambaran Umum dan Kondisi Daerah
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 II-22
Tabel 2.13
Pertumbuhan Kontribusi Sektor PDRB ADHB& ADHK Provinsi Sulawesi SelatanTahun 2009-2013
No Sektor 2009 2010 2011 2012 2013 HB HK HB HK HB HK HB HK HB HK % % % % % % % % % % 1 Pertanian (4.84) (1.46) (7.82) (5.41) (1.97) (1.08) (2.11) (2.98) (3.59) (3.20) 2 Pertambangan & Penggalian (24.40) (10.11) 9.71 6.98 0.56 (13.4) (9.10) (5.52) 8.51 2.39 3 Industri Pengolahan (3.62) (2.44) (2.03) (1.84) (0.38) 0.03 0.05 0.88 -0.16 0.00
4 Listrik, Gas & Air bersih (3.53) 2.36 (2.79) (0.14) (1.76) 0.92 (0.45) 3.84 0.00 0.93 5 Konstruksi 7.90 7.41 2.86 0.91 1.89 4.15 1.16 3.29 2.28 1.15 6 Perdagangan Hotel & Restoran 2.18 4.27 3.83 3.19 1.74 2.89 0.80 1.61 0.56 2.14 7 Pengangkutan & Komunikasi (2.82) 3.73 0.71 6.13 (1.46) 4.18 3.12 6.00 (1.11) 1.20 8 Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan
2.18 4.68 6.12 7.96 4.50 6.71 6.92 6.92 6.62 6.00
9 Jasa-Jasa 22.36 (0.12) 4.22 (3.62) (0.30) (1.30) 0.87 (4.91) (0.97) (4.04)
Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014
Dari perkembangan kontribusi masing-masing sektor terhadap PDRB di Provinsi Sulawesi Selatan, maka dapat digambarkan pertumbuhan kontribusi sektor dominan (Pertanian) selama kurun waktu 2009-2013 Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK)kecenderungan bertumbuh negative, utamanya pada sector pertanian.
2.2.1.3. Inflasi
Laju inflasi Provinsi Sulawesi Selatan lima tahun terakhir mengalami fluktuasi yang cukup besar. Padatahun 2009 inflasi Sulawesi Selatanmencapai 3,39 persen.Namun pada tahun 2010 inflasi meningkat signifikan menjadi 6,56 persen, dan pada tahun 2011 turun menjadi 2,86persen.Sementara pada tahun 2012 inflasi kembali naik menjadi 4,41 persen, dan pada tahun 2013 meningkat menjadi 6,24 persen.
Tabel 2.14
Perkembangan Laju Inflasi
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009-2013
No Inflasi Satuan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 Nasional % 2,78 6,96 3,79 4,3 8,38 2 Prov. Sul-Sel % 3,39 6,56 2.86 4.41 6,24
Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014
Pada tahun 2013 inflasi di Sulawesi Selatan mengalami meningkat menjadi 6,24%, peningkatan laju inflasi ini, terbesar disumbang dari komponen Transpor, komunikasi, Perumahan dan Bahan Makanan.
Bab II Gambaran Umum dan Kondisi Daerah
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 II-23
2.2.1.4. PDRB Per Kapita
Salah satu indikator yang dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat pada suatu wilayah adalah dengan melihat tingkat pendapatan penduduk wilayah tersebut, dan PDRB perkapita merupakan proxy indicator untuk menentukan tingkat pendapatan per kapita di suatu wilayah.
Dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi dan makin membaiknya struktur ekonomi Sulawesi Selatan, menciptakan kondisi pendapatan perkapita yang meningkat secara signifikan dan peningkatan kesempatan kerja yang semakin meningkat serta makin berkurangnya tingkat pengangguran.
Tabel 2.15 PDRB Per Kapita
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009-2013 (Tahun Dasar 2000)
No Kab/Kota Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 1. Nilai PDRB (Rp) 99,954.60 117,862.30 137,389.70 159,427.10 184,783,06 2. Jumlah Penduduk (jiwa) 7.908.519 8.034.776 8,115,638 8.190.222 8.342.047 3. PDRB perkapita (Rp/jiwa) 12,567,364 14,669,010 16,929,030 19,472,249 22,150.930
Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014 Tabel 2.16 PDRB Per Kapita
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009-2013 (Tahun Dasar 2010)
No Kab/Kota Tahun 2010 2011 2012 2013 1. Nilai PDRB (Rp) 171,740,744.1 198,289,084.8 228,285,473.1 258,682,959.2 2. Jumlah Penduduk (jiwa) 8.034.776 8,115,638 8.190.222 8.342.047 3. PDRB perkapita (Rp/jiwa) 21,374,677.28 24,432,963.13 27,872,928.60 31,009,530.27
Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014
Sementara perkembangan PDRB per kapita Kabupaten/Kota selama tahun 2009-2013 menunjukkan peningkatan setiap tahun, PDRB per Kapita Kab/Kota tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2013 masing-masing urutan satu sampai dengan tiga yaitu Kab. Luwu Timur, Kota Makassar dan Kab. Pangkep . Sedangkan Kabupaten yang PDRB per kapita terendah di Sulawesi Selatan pada tahun 2013 adalah Kabupaten Jeneponto.
Tabel 2.17
Perkembangan PDRB Per Kapita Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009-2013 (Tahun Dasar 2000)
No. Kab/Kota Tahun
2009 (Rp) 2010 (Rp) 2011(Rp) 2012 (Rp) 2013 (Rp)
1 Selayar 7,600,677 9,272,673 11,242,919 13,721,681 15,845,696 2 Bulukumba 8,304,680 9,537,341 10,755,395 12,580,775 14,399,997 3 Bantaeng 8,728,416 10,366,630 12,209,399 14,131,695 16,302,677 4 Jeneponto 5,498,174 6,634,117 7,730,819 8,890,871 10,115,389
Bab II Gambaran Umum dan Kondisi Daerah
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 II-24
No. Kab/Kota Tahun
2009 (Rp) 2010 (Rp) 2011(Rp) 2012 (Rp) 2013 (Rp) 5 Takalar 6,890,922 7,622,678 8,696,171 9,997,927 11,158,492 6 Gowa 6,723,419 7,783,598 8,993,574 10,128,896 11,252,442 7 Sinjai 10,535,799 12,293,670 13,994,793 15,975,743 18,241,810 8 Maros 6,822,748 8,144,361 9,432,271 10,743,536 12,111,006 9 Pangkep 15,187,789 17,594,543 20,766,938 24,668,919 28,059,752 10 Barru 8,723,197 10,036,580 11,358,620 13,032,438 14,784,903 11 Bone 8,985,077 10,492,627 12,188,533 14,234,064 16,058,521 12 Soppeng 10,360,170 12,189,646 14,195,790 16,315,876 18,868,099 13 Wajo 12,148,525 14,046,563 17,111,133 19,904,208 22,891,632 14 Sidrap 10,949,482 12,381,995 15,350,303 17,777,949 19,916,037 15 Pinrang 12,891,200 15,068,399 17,529,224 20,267,796 22,866,642 16 Enrekang 8,557,801 10,099,496 11,925,764 13,841,220 16,887,478 17 Luwu 9,698,354 11,181,456 12,956,485 14,856,356 16,826,189 18 Tana Toraja 5,728,578 6,658,056 8,053,762 9,755,778 11,352,196 19 Luwu Utara 9,399,879 10,673,524 12,298,014 14,195,395 16,317,588 20 Luwu Timur 27,013,744 34,123,050 39,387,454 41,056,857 48,628,372 21 Toraja Utara 5,868,904 6,917,434 8,319,159 9,987,988 11,742,177 22 Makassar 23,690,417 27,645,085 32,118,182 37,019,698 41,761,040 23 Pare Pare 11,900,669 13,893,981 15,881,651 17,997,404 20,502,729 24 Palopo 11,409,601 13,160,423 15,291,036 17,272,388 19,162,176 Provinsi 12,567,364 14,669,010 16,929,030 18,957,553 22,150,805
Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014
2.2.1.5. Paritas Daya Beli (PDB)
Paritas daya beli Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2009 hingga 2013 mempunyai kecendrungan yang terus meningkat yaitu dari Rp. 635,5 pada tahun 2009 meningkat menjadi Rp. 646,70 pada tahun 2013.
Tabel 2.18 Paritas Daya Beli
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009-2013
No Indikator Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1. PDB (Rp) 635,5 636,6 640,3 643,59 646.707
Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014
2.2.1.6.Indeks Gini Ratio
Selama kurun 2009-2013, Gini Rasio cenderung meningkat dari 0,37 pada tahun 2009 menjadi 0,41 tahun 2013. Pada tahun 2009, Gini Rasio Sulawesi Selatan diatas Gini Rasio Nasional yaitu 0,39 dan pada tahun 2013 Gini Rasio Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 0,43.Angka Gini Rasio tersebut menyiratkan bahwa distribusi pendapatan penduduk di Provinsi Sulawesi Selatan masih timpang.Namun ketimpangan pendapatan penduduk Sulawesi Selatan masih termasuk kategori ketimpangan sedang.
Bab II Gambaran Umum dan Kondisi Daerah
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2013-2018 II-25
Tabel 2.19 Indeks Gini Ratio
Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009-2013
No Gini Ratio Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1 Nasional 0,37 0,38 0,41 0,41 0,41 2 Prov. Sul-Sel 0,39 0,40 0,41 0,41 0,43
Sumber : Sulawesi Selatan Dalam Angka Tahun 2014
2.2.1.7.Penduduk Miskin
Jumlah penduduk miskin Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan dari tahun 2009 sebesar 963,60 jiwa menjadi 857,54 jiwa pada tahun 2013. Sementara itu jika dilihat dari persentasenya, selama kurun waktu 2009-2013 tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan juga mengalami penurunan. Tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2009 tercatat mencapai 12,31 persen kemudian menurun menjadi 10,32 persen pada tahun 2013.
Tabel 2.20
Jumlah Dan Persentase Penduduk Miskin Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2009-2013
No Penduduk Miskin Satuan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013