• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesempatan Kerja dan Tingkat Pengangguran

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 33-38)

F. Jumlah balita gizi buruk

4 Tanah Pertanian /Perkebunan / Ladang Bersertifikat

2.2.2.7. Kesempatan Kerja dan Tingkat Pengangguran

A. Angkatan Kerja

Angkatan kerja merupakan tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja yang bekerja, atau mempunyai pekerjaan namun untuk sementara sedang tidak bekerja, dan yang mencari pekerjaan.

Jumlah angkatan kerja di tiap kecamatan di Kabupaten Aceh Tengan dalam kurun waktu 2007-2011 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2.35

Penduduk Angkatan Kerja dan Bekerja Kabupaten Aceh TengahTahun 2007 s/d 2012

No Kecamatan

Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012

Angkatan

Kerja Bekerja Angkatan Kerja Bekerja Angkatan Kerja Bekerja Angkatan Kerja Bekerja Angkatan Kerja Bekerja Angkatan Kerja Bekerja

1 Linge 4.241 3.434 4.798 3.434 5.606 4.807 6.349 5.482 6.576 4.914 7.157 5.438

Sumber: Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab.Aceh Tengah, 2012

Dari data, dapat disimpulkan bahwa persentase jumlah angkatan kerja pada tahun 2011 di tiap kecamatan relatif tinggi, yakni diatas 90%. Angka ini terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Persentase angkatan kerja dan bukan angkatan kerja menurut jenis kelamin di Kabupaten Aceh Tengah dapat dilihat pada tabel berikut :

2.2.2.7. Kesempatan Kerja dan Tingkat Pengangguran

Tabel 2.36

Persentase Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2009 - 2011

Jenis Kegiatan Laki-Laki Perempuan Jumlah (L + P)

2009 2010 2011 2009 2010 2011 2009 2010 2011 Sumber: Indikator Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah

Persentase anggkatan kerja laki-laki sedikit lebih tinggi dari persentase angkatan kerja perempuan.Persentase angkatan kerja perempuan cendrung berfluktuatif, yang dipengaruhi oleh naik turunnya wanita yang mengurus rumah tangga.

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Aceh Tengah dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 2.37

Jumlah TPAK DAN TPT Kabupten Aceh Tengah Tahun 2010-2011

Jenis Kelamin TPAK TPT

2009 2010 2011 2009 2010 2011

Laki - Laki 89,34 88,82 82,45 3,40 1,76 5,03

Perempuan 68,60 69,23 47,69 5,51 3,58 2,93

L +K 79,04 79,06 65,21 4,31 2,55 3,98

Sumber : Indikator Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Aceh tengah; 2012

TPAK adalah tingkat partisipasi angkatan kerja yaitu penduduk yang berumur antara 15 s/d 64 Tahun; TPT adalah tingkat penangguran terbuka yaitu penduduk anggkatan kerja yang belum mendapat pekerjaan. TPT disebabkan oleh jumlah lapangan kerja yang tersedia belum dapat mengimbangi laju pertumbuhan angkatan kerja. Tahun 2011 TPT di Aceh Tengah menunjukan angka 3,98 meningkat dari tahun sebelumnya, peningkatan jumlah penangguran ini dipicu oleh peningkatan pengangguran dari kalangan permpuan, sementara tingkat pengangguran laki-laki menunjukan penurunan dari tahun ketahun.

Jumlah pencari kerja menunjukan kecendrungan peningkatan dari golongan intelelktual hal ini dapat dilihat dari jumlah pencari kerja menurut tingkat pendidikan seperti dapat dilihat pada tabel disamping ini :

Tabel 2.38

Jumlah Pencari Kerja Tingkat Pendidikan yang ditamatkan Keadaan Tahun 2012 Tingkat Pendidikan Laki-Laki Perempuan Jumlah (L+P)

1 2 3 4

Sumber : Aceh Tengah Dalam Angka, 2012

Pencari kerja terdidik menunjukan peningkatan baik dari lulusan Sekolah Menengah, Sarjana Muda, Sarjana S1 dan S2. perbandingan tingkat pengangguran regional dan nasional dapat dilihat pada tebel berikut :

Tabel 2.39

Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2010 - 2011

Rata-rata Nasional 7,14 6,14

Sumber: RPJMA, 2012

Kabupaten Aceh Tengah menunjukan indikator ketenaga kerjaan yang lebih baik baik dari Kabupaten tetangga yaitu Bener Meriah, provinsi maupun Nasional.

2.2.3 Fokus Syariat Islam, Seni Budaya, Wisatadan Olahraga 2.2.3.1 Syariat Islam

Tabel disamping ini menunjukkan jumlah tempat ibadah yang terdapat di Aceh Tengah meliputi masjid dan menasah.

Tabel 2.40

Data Sarana Ibadah Tahun 2011 s/d 2012 Kabupaten Aceh Tengah

2.2.3. Fokus Syariat Islam, Seni Budaya, Wisata dan Olahraga 2.2.3.1. Syariat Islam

1 2 3 4

Sumber : Dinas Syariat Islam, 2012

Fungsi tempat ibadah bukan sekedar tempat beribadah bagi umat islam, namun juga dipergunakan sebagai pusat kegiatan umat islam oleh karena itu keberadan tempat ibadah memegang peran penting.

Dalam upaya meningkatkan moralitas dan ketaqwaan masyarakat juga dilakukan melalui bentuk program pendidikan keagamaan dengan membentuk pelaksanaan pengajian di setiap desa bagi setiap golongan usia penduduk kabupaten Aceh Tengah. Untuk anak-anak dilakukan melalui bentuk taman pengajian anak (TPA) dan untuk kalangan remaja dan dewasa dan ibu-ibu dilakukan dalam bentuk kajian rutin berkala di masjid atau di menasah. Pada tahun 2012 diketahui terdapat sebanyak 238 TPA dengan jumlah guru 1100 dan jumlah santri 13506 orang, sebagaimana yang tertera pada tabel dibawah :

Tabel 2.41

Sumber : Dinas Syariat Islam, 2012

Data di atas menunjukkan jumlah TPA/TPQ pada tahun 2012 berkurang menjadi 238 unit dari 304 unit pada tahun 2011, jumlah guru dalam kurun waktu satu tahun meningkat 100.Sampai dengan tahun 2012 prasarana pendidikan keagamaan di kabupaten ini berjumlah 68 unit, terdiri dari sekolah berstatus negeri berjumlah 29 unit dan swasta berjumlah 99 unit, terdri dari Raudhatul Athfal (RA)setingkat dengan Taman-kanak berjumlah 16 unit semuanya berstatus swasta. Jumlah sarana pendidikan RA di Kabupaten ini yang paling banyak terdapat di Kecamatan Lut Tawardan Kecamatan Silih Nara masing-masing sebanyak 4 unit, dan di Kecamatan Bebesen 3 unit. Selanjutnya di Kecamatan Pagasing,Kecamatan Bies, Kecamatan Kebayakan, Kecamatan

Bintang, Kecamatan Rusip Antara dan Kecamatan Jagong Jeget masing-masing terdapat 1 unit, sedangkan di Kecamatan Linge, Kecamatan Atu Lintang, Kecamatan Ketol, Kecamatan Celala dan Kecamatan Kute Panang tidak memiliki sarana pendidikan RA ini. MI, MTs, MA. Prasarana pendidikan agama untuk jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kabupaten ini berjumlah 26 unit di mana 19 unit berstatus negeri dan 7 unit berstatus swasta. Pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) berjumlah 15 unit dimana sebanyak 7 unit berstatus negeri dan 8 unit berstatus swasta. Pendidikan Madrasah Aliyah (MA) berjumlah 10 unit dimana sebanyak 3 unit berstatus negeri dan 8 unit masih berstatus swasta. Untuk lebih jelas disajikan dalam tabel berikut ini.

Tabel 2.42

Jumlah Prasarana Pendidikan Keagamaan Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2012

No Jenjang Pendidikan No Jumlah (unit) Jumlah murid

1 MIN 30 4231

2 MIS 7 475

3 MTsN 7 2.088

4 MTsS 8 994

5 MAN 3 1.265

6 MAS 7 551

Jumlah 51 9.376

Sumber: Dinas Pendidikan Kab. Aceh Tengah, 2012

Pelaksanaan kegiatan mengajar sekolah agama di Kabupaten Aceh Tengah, di semua jenjang sekolah di asuh oleh 886 tenaga pengajar, yang terdiri dari 347 tenaga pegawai negeri sipil dan 539 tenaga non pegawai negeri sipil.

Tenaga pengajar di tingkat pendidikan agama ini didominasi oleh tenaga non PNS.

Tenaga pengajar di tingkat Madrasah Ibtidayah sebesar 382 orang terdiri dari PNS sebanyak 150 orang dan non PNS sebanyak 232 orang. Madrasah Tsanawiyah berjumlah 249 orang guru terdiri dari PNS sebanyak 117 orang dan non PNS sebanyak 132 orang. Tingkat pendidikan Madrasah Aliyah sebanyak 255 orang terdiri dari 80 orang PNS dan 175 orang non PNS.

Selain jenjang pendidikan formal di atas, di Kabupaten Aceh Tengah juga terdapat Taman Pengajian Al-quran(TPA) dan Taman Kanak-Kanak Al-quran (TKA) yang menjadi tempat pengajian dan belajar bagi para santriwan dan santriwati. Keberadaan TPA dan TKA ini sangat didambakan dalam upaya meningkatkan minat baca Alquran dan menanamkan pentingnya pendidikan kepada anak usia dini. Terlihat bahwa seluruh kecamatan dalam kabupaten Aceh Tengah memiliki pendidikan ini. Sebanyak 148 TPQ yang tersebar disemua kecamatan dengan jumlah santri sebanyak 10.420 orang yang terdiri dari laki-laki 4.824 orang dan perempuan sebanyak 5.596 orang.

Sedangkan TKA hanya terdapat di Kecamatan Lut Tawar dengan jumlah santri sebanyak

100 orang yang terdiri dari laki-laki 48 orang dan perempuan sebanyak 52 orang. Persoalannya adalah masih terbatasnya prasarana dan sarana bagi kedua tempat pengajian ini. Untuk masa mendatang, penyediaan dan perbaikan sarana/prasarana TQA dan TKA patut dikedepankan mengingat arah pengembangan pendidikan di daerah ini.

Jenis pendidikan keagamaaan lain yang telah berkembang adalah pendidikan dayah atau pendidikan pesantren dan umumnya dikembangan secara swadaya oleh masyarakat dalam bentuk yayasan. Terdapat 2 (dua) jenis pendidikan dayah, yaitu pendidikan dayah terpadu yang sudah menerapkan sistem pendidikan formal mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan menengah dan pendidikan dayah salafiyah merupakan sistem pendidikan non formal yang masih menganut sistem pendidikan pola tradisional. Sebaran pendidikan dayah di Kabupaten Aceh Tengah dapat dilihat dalam tabel dibawah.

Tabel 2.43

Pendidikan Dayah di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2012

No Kecamatan Jenis Dayah

Terpadu Salafiyah

Sumber : Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, 2012

Awalnya di Kabupaten Aceh Tengah terdapat 32 lembaga pendidikan dayah, namun setelah dilakukan verifikasi ulang, dayah di Kabupaten Aceh Tengah berjumlah11 dayah, yaitu 5 unit pendidikan dayah terpadu dan 6 unit pendidikan dayah salafiyah. Sedangkan lembaga pendidikan keagaaman lainnya masuk kedalam kategori Balai Pengajian,yaitu sebanyak 21 Balai Pengajian.

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 33-38)

Dokumen terkait