• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESI MPULAN

Dalam dokumen integrasi sapi jagung (Halaman 33-45)

1. I ntegrasi sapi dengan jagung yang dilaksanakan di Kabupaten Bengkulu Utara pada lahan sub optimal memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan tanaman jagung dan ternak dengan melalui sistem integrasi. 2. Adanya integrasi tanaman jagung dengan ternak sapi telah dapat membantu

petani dan peternak untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan penanaman secara bertahap 0,25 ha perminggu, kemudian kotoran ternak telah dimanfaatkan sebagai kompos untuk tanaman jagung. Pemberian pupuk organik pada lahan dapat meningkatkan kesuburan tanah.

3. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa produksi jagung yang dicapai petani sebesar 1.500 ton/ ha per musim tanam diperoleh keuntungan sebesar Rp. 2.230.000 dan setelah penambahan pupuk kompos dan pupuk anorganik seperti tersebut di atas pendapatan petani meningkat menjadi Rp. 4.337.000/ musim tanam. Pendapatan dari pemeliharaan sapi Bali induk sebelum integrasi keuntungan sebesar Rp. 4.725.000 dan setelah integrasi meningkat pendapatannya menjadi Rp. 6.005.000 sehingga dengan mengintegrasikan usaha tani sapi dengan tanaman jagung manis, petani semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan dari kedua komoditas usaha yang dilaksanakan.

KI NERJA HASI L PENGKAJI AN

1. Koordinasi dilaksanakan dengan Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Bengkulu dan Dinas pertanian dan perternakan kabupaten Bengkulu Utara untuk menentukan lokasi pengkajian yang sesuai dengan potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang mendukung terlaksananya kegiatan pengkajian. Pelaksanaan kegiatan pada wilayan berbasis tanaman jagung dan ternak sapi.

2. Penyampaian beberapa teknologi pembuatan pupuk organik kompos, pengawetan pakan hijauan asal tanaman jagung (silase) melalui kegiatan-kegiatan pertemuan kelompok.

3. Komponen teknologi integrasi yang dilaksanakan pada kelompok tani Tri Mukti dapat meningkatkan bobot badan ternak sebesar 0,4 kg/ ekor/ hari pada PI , 0,6 kg/ ekor/ hari pada PI I sedangkan perlakuan petani PI I I sebesar 0,2 dengan hanya pemberian rumput lapang saja.

4. Sistem integrasi tanaman jagung dengan ternak sapi lebih meudahkan/ menguntungkan petani dengan mendapatkan nilai tambah dari pemanfaatan limbah tanaman jagung dan memperoleh pupuk organik dari ternak sapi.

5. Analisis tanah yang dilakukan pada awal dan pada akhir dilakukannya kegiatan pengkajian maka terlihat bahwa, ekstrak 1 : 5 pH KCl tanah menjadi meningkat ± 0,23 - 0,9, P Bray I meningkat ± 14 ppm dan nilai tukar kation terhadap contoh tanah kering 1050C.

DAFTAR PUSTAKA

Astuti, U.P. 2010. Pemetaan Kebutuhan Benih Padi, Jagung, dan Kedele (VUB,volume) dan Pengembangan Penangkar Benih yang Efisien (>10%) di Bengkulu (Laporan Akhir PIPKPP). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu, Bengkulu.

Balai Penelitian Tanaman Pangan. 2011. Laporan Tahun 2011 Penelitian Aneka Kacang, Umbi dan jagung Balai Penelitian Tanaman Pangan. Bogor.

Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2011. Teknologi produksi Jagung, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.

Bailey, K.D. 1987. Methods of Social Research. Third edition. The Free Press, New York.

BPS. 2001. Statistik I ndonesia. Badan Pusat Statistik. Jakarta

BPS. 2013. Bengkulu Dalam Angka. Badan Pusat Statistik. Bengkulu

Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Barat. 2007. Potensi Pupuk Organik. http: / / www.disnaksumbar.org.) 2008.

Gomes, K.A and Gomes., AA. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Edisi kedua, Universitas I ndonesia. Jakarta.

Haryono dan Subagyono.K. 2013.

Hidayat, A dan Mulyani.A 2002. Lahan kering untuk pertanian dalam buku teknologi pengelolaan lahan kering menuju pertanian produktif dan ramah lingkungan.Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Suastika,I . W, Ratmini, NP.S, T. Turmalan. 1997. Budidaya kedelai di lahan pasang surut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

I djudin, A. Abas, Marwanto, S. 2008. Reformasi pengelolaan lahan kering untuk mendukung swasembada pangan.

Koesrini dan William. E. 2009. Penampilan Genotipe Kedelai dengan Dua Perlakuan Kapur di Lahan Pasang Surut Bergambut.Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 28 No. 1.Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Nursyamsi, D. 2003. Penelitian Kesuburan Tanah Oxisol untuk Jagung. J. Tanah. Tropika. No 17 : 53–65.

Priyanti, A. 2007. Dampak Program Sistem I ntegrasi Tanaman Ternak terhadap Alokasi Waktu Kerja, Pendapatan dan Pengeluaran Rumah Tangga Petani.Disertasi. Sekolah Pascasarjana I nstitut Pertanian Bogor, Bogor. Rohaeni, E.S., Amali, N. Sumanto, dan Subhan, A. 2010. Pengkajian I ntegrasi

Usaha Tani Jagung dan Ternak Sapi di Lahan Kering Kabupaten Tanah Laut Kalimantan, BPTP. Kalimantan Selatan.

Sariubang, M.A., A. Syam, dan A. Nurhayu. 2003. Sistem Usaha Tani Tanaman-Ternak pada Lahan Kering Dataran Rendah di Kabupaten Takalar, Sulawesi

Selatan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan. (http: / / www.sulsel.litbang.deptan.go.id.) 2007.

Soepandie, D., dan I .H. Utomo. 1995. Pengelolaan Lahan dan Teknik Konservasi di Lahan Kering.Makalah penunjang Diskusi Pengembangan Teknologi Tepat Guna di Lahan Kering untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Bogor, 27 September 1995.

Suwandi. 2005. Keberlanjutan Usaha Tani Terpadu Pola Padi Sawah-Sapi Potong Terpadu di Kabupaten Sragen: Pendekatan RAP-CLS. Disertasi. Program Pascasarjana I nstitut Pertanian Bogor, Bogor.

Utomo, B.N, Widjaja E., dan Dara., E.K. 2009. Pengaruh ppemberian probiotik lokal (jamu EKD) terhadap pertambahan bobot badan harian sapi Bali jantan di Kalimantan Selatan. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Pertanian vol. 12 no. 1, Maret 2009 hal 11 - 20.

ANALI SI S RI SI KO

Analisis risiko diperlukan untuk mengetahui berbagai risiko yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pengkajian. Dengan mengenal risiko, penyebab, dan dampaknya maka akan dapat disusun strategi ataupun cara penanganan risiko baik secara antisipatif maupun responsif (Tabel 11 dan 12).

Tabel 11. Daftar risiko pelaksanaan kegiatan

No. RI SI KO PENYEBAB DAMPAK

1. Sulit mendapatkan petani kooperator yang memiliki lahan jagung dan ternak sapi

Keterbatasan modal yang dimiliki petani

Sistem integrasi sulit diterapkan

2. Terlambatnya pengarapan lahan suboptimal

Terlalu berat bagi petani membuka lahan sub optimal

Keterlambatan dalam penanaman jagung

Tabel 12. Daftar penanganan risiko dalam pelaksanaan kegiatan

No. RI SI KO PENYEBAB PENANGANAN

1. Sulit mendapatkan petani kooperator yang memiliki lahan jagung dan ternak sapi

Keterbatasan modal yang dimiliki petani

Mendekatkan kedua petani jagung dan ternak agar saling berintegrasi 2. Terlambatnya

penggarapan lahan suboptimal

Terlalu berat bagi petani membuka lahan sub optimal

Upaya untuk

penggunaan traktor dalam pengolahan lahan

JADWAL KERJA

o. Uraian Kegiatan Bulan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1. Penyusunan RDHP X X 2. Penyusunan/ pembahasan dan perbaikan RODHP X X

3. Koordinasi dan sosialisasi X X X

4. Pelaksanaan X X X X X X X X

6. Laporan bulanan X X X X X X X X X X X X

7. Laporan tengah tahun X

8. Laporan akhir tahun X

PEMBI AYAAN

A. Rencana Anggaran Belanja (RAB)

No Jenis Pengeluaran Volume Harga

Satuan (Rp.000) Jumlah Biaya (Rp.000) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Belanja Bahan

1.Penggandaan dan laminasi 2. Konsumsi

Honor Output Kegiatan 1. UHL

2. Honor petugas lapang

Belanja Barang untuk Persediaan Barang Konsumsi

1. Bahan sarana pengkajian dan pendukung lainnya

2. ATK, komputer supplies, penjilidan dan pelaporan Belanja Barang Non Operasional Lainnya

1. Analisa Laboratorium Belanja Perjalanan Biasa Perjalanan dalam rangka pelaksanaan kegiatan (berkisar antara Rp. 365.000 s/ d Rp. 5.000.000

Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota

1. Uang Harian dalam rangka workshop, apresiasi evaluasi pelaksanaan kegiatan, pertemuan, sosialisasi 2. Paket kegiatan dalam rangka

workshop, apresiasi evaluasi pelaksanaan kegiatan, pertemuan, sosialisasi Jumlah 1 paket 100 OK 100 OH 28 OH 1 tahun 1 paket 1 paket 4 OP 12 OH 12 OP 2.000.000 50.000 35.000 100.000 33.000.000 6.570.000 5.000.000 5.000.000 130.000 180.000 7.000.000 2.000.000 5.000.000 6.300.000 3.500.000 2.800.000 39.570.000 33.000.000 6.570.000 5.000.000 5.000.000 20.000.000 20.000.000 3.720.000 1.560.000 2.160.000 81.590.000

B. Realisasi Anggaran

No Jenis Pengeluaran Ralisasi

Anggaran (Rp) Persentase Keuangan (% ) Persentase Fisik (% ) 1. Belanja Bahan

1. Penggandaan dan laminasi 2. Konsumsi 1.240.000 1.650.000 62 33 90 70 Jumlah 2.890.000 41 80

2. Honor Output Kegiatan 1. UHL

2. Honor petugas lapang

3.500.000 2.800.000 100 100 100 100 Jumlah 6.300.000 100 100

3. Belanja Barang untuk

Persediaan Barang Konsumsi 1. Bahan sarana pengkajian dan

pendukung lainnya 2. ATK, komputer supplies,

penjilidan dan pelaporan

33.000.000 6.568.360 100 100 100 100 Jumlah 39.568.360 100 100

4. Belanja Barang Non Operasional Lainnya

1. Analisa Laboratorium 5.000.000 100 100

Jumlah 5.000.000 100 100

5. Belanja Perjalanan Biasa Perjalanan dalam rangka

pelaksanaan kegiatan

(berkisar antara Rp. 365.000 s/ d Rp. 5.000.000

20.000.000 100 100

Jumlah 20.000.000 100 100

6. Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota

2. Uang Harian dalam rangka workshop, apresiasi evaluasi pelaksanaan kegiatan, pertemuan, sosialisasi

3. Paket kegiatan dalam rangka workshop, apresiasi evaluasi pelaksanaan kegiatan, pertemuan, sosialisasi 1.540.000 2.160.000 100 100 100 100 Jumlah 3.700.000 100 100 TOTAL 77.458.360 94,93 100

PERSONALI A No Nama/ NI P Jabatan Fungsional / Bidang keahlian Jabatan dalam Kegiatan

Uraian Tugas Alokasi

Waktu (Jam/ minggu) 1 Wahyuni Amelia W, SPt, MSi/ 19750724199903 2002 Peneliti Muda/ Budidaya Ternak Penanggung jawab 1. Mengkoordinir anggota

tim dalam menyusun perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. 2. Membuat perencanaan, mengkordinir pelaksanaan kegiatan pendampingan PSDSK di Provinsi Bengkulu. 3. Mengevaluasi kinerja dan pencapaian anggota tim secara periodik/ per bulan

4. Bertanggungjawab

terhadap Kepala Balai dan memberikan laporan fisik dan keuangan secara periodik (bulanan). 10 2 I r. Siswani Dwi Daliani/ 19600730198903 2001 PP Muda / Produksi Ternak Anggota 1. Membantu penanggung-jawab dalam perencanakan, pelaksanaan, dan pelaporan. 6 3 Zul Efendi, SPt. 19690227200701 1001 Peneliti Pertama/ Budidaya Ternak Anggota 1. Membantu penanggung-jawab dalam perencanakan, pelaksanaan, dan pelaporan pendampingan 6 4. Erpan Ramon, SPt/ 19751210 200912 1004 Peneliti pertama/ Budidaya Ternak

Anggota 1. Membantu

penanggung-jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan pendampingan 6

5. Rizal Efendi SE/

19720605 200003 1 001

Teknisi Anggota 1. Membantu teknis

pelaksanaan kegiatan dilapangan

6

6. M.Nur Teknisi Anggota 1. Membantu teknis

pelaksanaan kegiatan dilapangan

Lampiran 2. Foto-foto pelaksanaan kegiatan

Kegiatan sosialisasi rencana kegiatan SI SGUNG di desa Batu Raja R kecamatan Tanjung Agung Palik

Penyerahan saprodi dan benih tanaman jagung manis oleh tim Kegiatan SI SGUNG kepada kelompok tani Tri Mukti desa Baturaja R. Bengkulu Utara

Kegiatan pengapuran lahan oleh kelompok tani Tri Mukti

Kegiatan pemberian pupuk kompos pada lubang tanam

Pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam 75 x 25 cm

Kegiatan penanaman tanaman jagung manis pada lahan anggota kelompok tani Tri Mukti

Kondisi tanaman jaguang pada umur 15 hari

Pemanenan tanaman Jagung berumur 70 hari

Pengontrolah proses Pembuatan silase pada kelompok tani Tri Mukti

Pengambilan sampel tanah

Acara Temu Lapang Kegiatan Sistem I ntegrasi Sapi Jagung di Lahan Suboptimal di kabupaten Bengkulu Utara

Dalam dokumen integrasi sapi jagung (Halaman 33-45)

Dokumen terkait