• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

1. Kesiapan masyarakat di sekitar destinasi pariwisata yang belum optimal ;

Faktor Penghambat : Terbatasnya pemahaman terhadap nilai manfaat pariwisata bagi masyarakat dan wilayah setempat,kesadaran masyarakat tentang SAPTA PESONA Pariwisata (aman, tertib, bersih, nyaman, indah, ramah dan kenangan) belum sepenuhnya terwujud di destinasi wisata.

Faktor Pendorong : Destinasi wisata unggulan yang sudah dikenal oleh wisatawan serta destinasi wisata potensial lainnya yang siap dikembangkan.

2. Daya saing produk wisata yang belum optimal ;

Faktor Penghambat : Belum adanya standar usaha pariwisata dan standar kompetensi tenaga kerja usaha pariwisata.

Faktor Pendorong : Banyaknya pelaku usaha bidang pariwisata dan industri pariwisata.

3. Rendahnya mutu pelayanan dari para penyelenggara pariwisata ;

Faktor Penghambat : Kurangnya SDM yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang pariwisata.

Faktor Pendorong : Sumber daya manusia yang siap diberdayakan 4. Kompetisi destinasi pariwisata Gorontalo di tingkat nasional ;

Faktor Penghambat : Promosi terhadap destinasi pariwisata Gorontalo yang masih belum terpublikasikan secara luas dan optimal

Faktor Pendorong : Kemajuan teknologi dan informasi yang siap dimanfaatkan dalam mendukung promosi pariwisata

Perubahan Renstra Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo 2017-2022 Page 27 5. Strategi pemasaran yang belumkomprehensif dan terpadu ;

Faktor Penghambat : Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang belum optimal dalam mempromosikan destinasi pariwisata Faktor Pendorong : Kemajuan teknologi dan informasi yang siap dimanfaatkan dalam mendukung promosi pariwisata.

6. Pengembangan industri kreatif yang belum optimal ;

Faktor Penghambat : Belum adanya ruang kreatif yang dapat menampung minat bakat pelaku ekonomi kreatif

Faktor Pendorong : Banyaknya minat terhadap produk kreatif.

7. Koordinasi dan sinkronisasi pengembangan pariwisata antar Kab/Kota dan lintas SKPD Provinsi masih belum berjalan efektif ;

Faktor Penghambat : Ego sektoral ataupun ego wilayah yang belum mampu melihat kepentingan dan nilai manfaat yang lebih besar dalam jangka panjang

Faktor Pendorong : Dukungan anggaran yang dimiliki oleh setiap daerah Kab/Kota maupun lintas SKPD Provinsi yang cukup besar.

3.3. Telaahan Renstra Kementerian Lembaga (K/L) dan Renstra Perangkat Daerah Kab/Kota

Berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi, maka Renstra Kementerianyang ditelaah yaitu Renstra Kementerian Pariwisata dan Renstra Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

a. Telaahan Renstra Kementerian Pariwisata

Visi Pembangunan Kementerian Pariwisata, menggunakan pijakan Visi Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, yaitu :“Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong

Berdasarkan visi tersebut, Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019 merumuskan misi yang dikerucutkan ke dalam 9 agenda prioritas Pemerintah yang disebut NAWACITA. Di dalamnya, terkandung agenda prioritas pemerintah Republik Indonesia 2015-2019 yang terkait pada pariwisata, adalah agenda prioritas butir keenam yakni “Meningkatkan Produktifitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional Sehingga Bangsa Indonesia Dapat Maju Dan Bangkit Bersama Bangsa-Bangsa Asia Lainnya”

Dalam rangka meningkatkan daya saing dengan memanfaatkan potensi yang belum dikelola dengan baik serta pengembangan pariwisata yang berdaya saing di pasar internasional, sekaligus memberi peluang besar untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor pariwisata akan meningkatkan daya saing Indonesia, dengan memanfaatkan potensi yang selama ini belum dikelola optimal, salah satunya adalah potensi maritim, semata-mata untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Perubahan Renstra Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo 2017-2022 Page 28 Berdasarkan visi Kementerian Pariwisata 2015-2019 tersebut, disusunlah empat misi Kementerian Pariwisata 2015-2019, dengan mengadaptasi empat elemen pengembangan kepariwisataan, yakni pengembangan destinasi, pemasaran, industry, dan kelembagaan. Misi Kementerian Pariwisata 2015-209 adalah :

1. Mengembangkan destinasi pariwisata yang berdaya saing, berwawasan lingkungan dan budaya dalam meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan mewujudkan masyarakat yang mandiri;

2. Mengembangkan produk dan layanan industri pariwisata yang berdaya saing internasional, meningkatkan kemitraan usaha, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial budaya;

3. Mengembangkan pemasaran pariwisata secara sinergis, unggul, dan bertanggung jawab untuk meningkatkan perjalanan wisatawan nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara sehingga berdaya saing di pasar Internasional; dan 4. Mengembangkan organisasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta dan

masyarakat, sumber daya manusia, regulasi, dan mekanisme operasional yang efektif dan efisien serta peningkatan kerjasama internasional dalam rangka meningkatkan produktifitas pengembangan kepariwisataan dan mendorong terwujudnya pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan.

Berdasarkan visi misi Kementerian Pariwisata 2015-2019, maka beberapa hal yang bisa ditelaah adalah sebagai berikut :

1. Bahwa pengembangan pariwisata di daerah berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Daerah yang pertumbuhan ekonominya positif, mempunyai kemungkinan mendapat kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bedampak pada kemandirian ekonomi daerah. Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Provinsi Gorontalo masih rendah dibandingkan dengan potensi pariwisata yang dimilikinya. Wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Gorontalo belum begitu besar dibanding daerah-daerah lain di Indonesia, hal ini terlihat dari rata-rata lama tamu (wisatawan) yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya di Provinsi Gorontalo tidak mencapai 3 hari selama kurun waktu 2012-2016 (Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, 2017) dibandingkan Indonesia secara keseluruhan, maka hal ini tentunya tidak cukup memberi kontribusi terhadap peningkatan ekonomi di Gorontalo.

2. Dengan adanya sumber daya alam yang dimiliki dan kekayaan seni budaya daerah bisa dijadikan modal untuk mendukung pariwisata Gorontalo, oleh karena itu pengembangan pariwasata di Provinsi Gorontalo untuk ke depannya harus mendapat perhatian yang serius dari pemerintah serta komitmen yang kuat dari

Perubahan Renstra Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo 2017-2022 Page 29 seluruh stake holder pariwisata, agar sektor pariwisata bisa menjadi penggerak buat sektor lainnya dalam menumbuhkan perekonomian di daerah.

b. Telaahan Renstra Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif tahun 2015-2019

Visi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM yaitu:

“Terwujudnya koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian kebijakan pembangunan di bidang ekonomi kreatif; kawasan berbasis kreativitas, inovasi, dan teknologi;

kewirausahaan; koperasi dan UMKM; serta ketenagakerjaan yang efektif dan berkelanjutan”

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut di atas, misi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM adalah :

“ Menjaga dan memperbaiki koordinasi dan sinkronisasi penyusunan kebijakan, serta pengendalian pelaksanaan kebijakan di bidang Ekonomi Kreatif, Kawasan Berbasis KIT, Kewirausahaan, Koperasi dan UMKM, dan Ketenagakerjaan”

c. Telaahan Renstra Dinas Pariwisata Kab/Kota se-Provinsi Gorontalo

1. Renstra Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pohuwato Tahun

Dokumen terkait