• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Pengolahan Tapak

Dalam dokumen KONDOMINIUM DI MAKASSAR (Halaman 72-76)

BAB IV ANALISIS KONSEP DASAR PERANCANGAN

3. Konsep Pengolahan Tapak

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan site atau tapak pada suatu lokasi bangunan kondominium antara lain ; a. Luasan lahan

Site yang akan terpilih merupakan kawasan pengembangan Kota Makassar yang berada pada zona pemukiman, perkantoran dan pelayanan jasa sosial. Dengan luasan lahan yang tidak dibatasi untuk pengembangan kedepannya.

b. Existing fisik lahan

Untuk keperluan pembangunan kondominium, dengan memperhatikan luasan, kondisi daerah sekitar dan bentuk site yang terpilih akan mempengaruhi bentuk fisik bangunan nantinya.

c. Potensi lingkungan

Site yang direncanakan pada Kecamatan Tamalate yang merupakan daerah pengembangan Kota Makassar atau yang dikenal Metro Tanjung Bunga (Center Point of Indonesia).

Topografi tapak yang relatif datar dengan kelandaian sekitar 0,5-1% kearah perairan (laut), dan berada pada ketinggian 0,5 m dpl. Potensi lingkungan secara khusus terhadap tapak yakni keberadaan lokasi sendiri yang sangat luas sehingga potensi pengembangan 20 tahun yang akan dating masih memiliki nilai yang tinggi. Site pada Kondominium dengan pendekatan Arsitektur Moderen memnuhi persyaratan lingkungan seperti bebas polusi, view yang baik dan keadaan lingkungan sekitar yang aman.

73 d. Kondisi iklim

Site yang terpilih dipertimbangkan tentang keadaan iklim yang dapat mempengaruhi kenyamanan dalam ruang seperti orientasi bangunan, ventilasi silang, pelindung matahari, kelembapan udara, penerapan dan pengalokasian panas dan vegetasi. Matahari terbit dari timur dan terbenam di barat. Angin berhembus dari arah lautan kea rah daratan pada pagi hari, sedangkan pada malam hari angin berhembus dari arah daratan kea rah lautan, angin yang berhembus dari arah lautan sangan berpengaruh pada struktur bangunan karena mengandung substansi perusak dan salinitas yang sangat tinggi. Dan untuk mengantisipasi hujan lebat yang disertai gelombang pasang tinggi maka tapak akan diolah sebaik mungkin dengan baik : e. Pencapaian dan sirkulasi

Dalam hal ini menyangkut tersedianya sarana dan prasarana transportasi, kawasan ini belum terdapat sarana angkutan umum kota, namun keadaan tersebut teratasi dengan adanya shelter bus jalur metro yang memiliki jadwal pemberangkatan secara terjadwal, dari pemanfaatan shelter bus ini sebagai salah satu solusi terhadap kemacetan yang sering ditimbulkan angkutan kota. Selain dengan kendaraan bus shelter pencapaian ke tapak dapat ditepuh dengan menggunakan kendaraan pribadi serta kendaraan umum seperti taksi.

Dimana untuk pencapaian hanya dapat dilalui dengan menggunakan jalan utama. Jalan berupa jalan beton dengan kondisi baik. Kemudian perencaan arah pintu masuk terhadap site Kondominium, merupakan satu akses dengan dua jalur, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan sistem control kendaraan yang masuk dan keluar kawasan Kondominium. Dengan pemanfaatan pola sirkulasi dengan pembagian berdasarkan sirkulasi kendaraan pengunjung, sirkulasi kendaraan service

74 agar kegiatan dapat dilakukan dengan lancar, baik di luar maupun di dalam bangunan.

f. Arah pandang (view)

Posisi perencanaan bangunan kondominium pada site diletakkan menghadap ke arah jalan utama metro tanjung bunga. Memungkinkan arah pandang bangunan dapat dilihat secara maksimal. Dari kondisi ini, sedapat mungkin tapak diolah dengan membuka view dari dalam dan luar tapak. Orientasi arah bangunan seideal mungkin memperhatikan view terbaik dari luar tapak.

Selain penempatan plaza dan area publik lainnya harus mempertimbangkan potensi pemandangan dan arah view dari dalam tapak sebaik mungkin

g. Orientasi matahari

Orientasi bangunan kondominium sangat penting, dengan mengoptimalkan penggunaan faktor iklim yakni sinar matahari untuk menciptakan konservasi energi. Susunan bangunan dengan bukaan kea rah utara dan selatan memberikan keuntungan dalam mengurangi insulasi panas. Meletakkan luas permukaan terkecil bangunan menghadap barat-timur akan memberikan dinding external pada luar ruangan atau pada emperan terbuka.

Pengaturan dan penggunaan salah satu faktor untuk menentukan tingkat kesejukan dalam ruangan. Dimana jendela sedapat mungkin ditempatkan pada posisi bebas dari paparan sinar matahari langsung. Sisi yang terkena sinar matahari langsung (barat) direncanakan menggunakan solar control glass jenis Photocromatic glass lebih canggih dikarenakan dapat menyesuaikan transmisi cahaya sesuai kondisi pencahayaan sekitar, dengan menangkap sinar kuat pancaran sinar matahari

75 yang dapat dirubah menjadi sumber energi alternatif melalui generator penyimpanan dan perubahan energi.

Meletakkan lift, wc, ruang arsip dan ruang-ruang lainnya pada sisi tersebut yang tidak terlalu banyak memerlukan cahaya dan secara terus-menerus. Memperhatikan pasokan cahaya kedalam hunian agar dapat memanfaatkan matahari disiang hari.

Penggunaan bahan kaca low e-glass atau emissivity (V-cool glass) yang dapat mengurangi setidaknya 15% energi yang digunakan pada beberapa area terbuka lainnya dan dapat menghemat penggunaan listrik dalam jangka panjang.

h. Orientasi arah angin

Perencanaan kondominium diharapkan dapat mengoptimalkan penghawaan alami menuju ruang-ruang pada bangunan dengan memaksimalkan bukaan yang menghadap utara-selatan sebagai pemanfaatan kondisi arah angin.

Kombinasi pendingin perangkat shading atau pembayangan yang disediakan vegetasi atau kaca khusus untuk mengurangi jumlah radiasi sinar matahari langsung mencapai dalam ruangan.

i. Zoning kebisingan

Lalu lintas disepanjang Jln. Metro Tanjung Bunga merupakan salah satu sumber kebisingan dan polusi yang besar terhadap tapak. Dimana intensitas jalan metro tanjung bunga cukup padat, salah satu cara untuk mengantisipasi hal tersebut dengan membuat penzoningan kegiatan untuk kenyamanan pengunjung dari tingkat kebisingan. Selain itu pemanfaatan vegetasi, penataan lanskape dan selubung bangunan sebagai control visual pada ruang luar dan pada beberapa area gedung, pengaruh wind chemical dan polusi debu serta asap knalpot

76 kendaraan yang dimaksud difokuskan pada perencanaan jalan masuk dan keluar sekitar site terpilih.

4. Ruang Luar

Penataan ruang luar merupakan hal terpenting yang mempengaruhi dalam perencanaan bangunan nantinya.

Disamping daya tarik tersendiri, juga dapat mengurangi polusi dan suara yang dapat mengganggu aktivitas di dalam. Selain itu penataan ruang luar juga dapat menjadi sarana rekreasi, olahraga, parker dan fasilitas penunjang lainnya. Adanya pendestrian untuk memberikan akses bagi para pejalan kaki dan juga sebagai pengamanan dan pembatas tapak yang dapat memberikan kesan ekslusif sesuai dari bahan yang digunakan.

Dalam dokumen KONDOMINIUM DI MAKASSAR (Halaman 72-76)

Dokumen terkait