Ha : Kinerja perusahaan tidak memediasi pengaruh tingkat suku bunga terhadapreturnsaham
Apabila Ho ditolak atau Ha diterima maka kesimpulan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:
Ha : Kinerja perusahaan memediasi pengaruh tingkat suku bunga terhadapreturnsaham
Ketentuan tingkat keyakinan yang digunakan peneliti adalah 95% dengan df (derajat kebebasan) = n-1-k
35 BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang aktif memperdagangkan sahamnya di BEI. Sampel penelitian dipilih dari populasi berdasarkan metode purposive
sampling. Purposive sampling merupakan metode pemilihan sampel dimana
sampel dipilih menggunakan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. Jumlah perusahaan yang berhasil dipilih sebagai sampel penelitian adalah 13 perusahaan manufaktur. Proses pemilihan sampel tersebut dijelaskan sebagai berikut:
Tabel 4.1 Proses Pemilihan Sampel Penelitian
Kriteria Sampel Jumlah
1. Perusahaan yang aktif memperdagangkan sahamnya di BEI selama periode 2005 sampai dengan 2011
410 2. Perusahaan yang tidak bergerak di industri manufaktur (258) 3. Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan
secara lengkap berturut - turut selama periode 2006 sampai dengan 2011
(23)
4. Perusahaan yang tidak membagikan deviden berturut -turut selama periode 2006 sampai dengan 2010
(116) 5. Perusahaan yang masa berakhir tahun fiskalnya tidak
bulan Desember
(0)
Jumlah sampel akhir 13
Tabel 4.2 Daftar Perusahaan Sampel
Sumber: Data sekunder dari tahun 2006 - 2010, diolah
1. Kinerja Perusahaan Periode 2006 - 2010
Pada penelitian iniReturn on Assets (ROA) merupakan proksi dari variabel kinerja perusahaan. Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa rasio ROA dapat memberikan gambaran baik atau tidaknya kinerja perusahaan pada suatu periode. ROA masing - masing perusahaan dihitung dengan rumus laba setelah pajak dibagi dengan total aktiva. Pada tabel 4.3 tampak bahwa besarnya rasio ROA beberapa perusahaan sangat fluktuatif dari tahun ke tahunnya kecuali perusahaan dengan kode INTP dan GGRM. Rasio ROA INTP dan GGRM selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun selama periode 2006 - 2010. Perusahaan yang memiliki rasio ROA relatif lebih kecil setiap tahunnya adalah perusahaan dengan kode MTDL. Perusahaan yang memiliki rasio ROA relatif lebih besar setiap tahunnya adalah perusahaan dengan kode MERK. ROA perusahaan MLBI mengalami peningkatan pesat dari tahun 2008 - 2010.
No Kode Nama Perusahaan
1 AKRA PT AKR Corporindo Tbk
2 MYOR PT Mayora Indah Tbk
3 INTP PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 4 BRAM PT Indo Kordsa Tbk
5 CLPI PT. Colorpak Indonesia Tbk
6 FAST PT Fastfood Indonesia Tbk 7 IKBI PT Sumi Indo Kabel Tbk 8 GGRM PT Gudang Garam Tbk 9 MERK PT Merck Tbk
10 MTDL PT Metrodata Electronics Tbk
11 TURI PT Tunas Ridean Tbk 12 UNTR PT United Tractors Tbk
Tabel 4.3 Hasil Perhitungan ROA Tahun 2006 - 2010
Kode Perusahaan ROA
2006 2007 2008 2009 2010 AKRA 0,0538 0,0546 0,0431 0,0454 0,0406 MYOR 0,0605 0,0750 0,0671 0,1146 0,1100 INTP 0,0618 0,0976 0,1547 0,2069 0,2102 BRAM 0,0118 0,0251 0,0568 0,0533 0,0898 CLPI 0,0601 0,0595 0,0772 0,1415 0,1018 FAST 0,1426 0,1622 0,1592 0,1748 0,1618 IKBI 0,0746 0,1307 0,1541 0,0498 0,0083 GGRM 0,0464 0,0607 0,0781 0,1269 0,1349 MERK 0,3039 0,2689 0,264 0,3387 0,2735 MTDL 0,0283 0,0249 0,0233 0,0094 0,0328 TURI 0,0078 0,0567 0,0684 0,1753 0,1281 UNTR 0,0827 0,1148 0,1165 0,1564 0,1304 MLBI 0,1213 0,1350 0,2359 0,3424 0,3896
Sumber: Data sekunder dari tahun 2006 - 2010, diolah
2. Tingkat Suku Bunga (BIRate) Periode 2006 - 2010
Tingkat suku bunga yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat suku bunga BI (BI rate). BI rate merupakan tingkat suku bunga yang dijadikan acuan dari tingkat suku bunga umum baik tingkat suku bunga deposito maupun tingkat suku bunga kredit. Berdasarkan data yang diperoleh dari www.bps.go.id rata - rata tingkat suku bunga pada tahun 2005 adalah 12,75. Pada tahun 2006 dan 2007 suku bunga terus mengalami penurunan dan mengalami peningkatan kembali pada tahun 2008. Pada tahun 2009 suku bunga kembali menurun dan tahun 2010 suku bunga tetap stabil diangka 6,5. Tabel 4.4 menyajikan rata - rata suku bunga dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010.
Tabel 4.4 Data Tingkat Suku Bunga (BIRate) Tahun 2006 - 2010 Tahun BIRate(%) 2006 9,75 2007 8 2008 9,25 2009 6,5 2010 6,5
Sumber: Data sekunder dari tahun 2006 - 2010, diolah
3. ReturnSaham Periode 2006 - 2010
Return saham terdiri dari yield dan capital gain (loss). Tabel 4.5 menampilkan keadaan return saham masing - masing perusahaan sampel dari tahun 2006 - 2010.
Tabel 4.5 Hasil PerhitunganReturnSaham Tahun 2006 - 2010
Kode Perusahaan ReturnSaham 2006 2007 2008 2009 2010 AKRA 0,8851 -0,4866 -0,4630 0,6597 0,6218 MYOR 1,0183 0,1049 -0,3200 3,0351 1,4111 INTP 0,6338 0,4313 -0,4341 2,0109 0,1807 BRAM 1,0638 0,0058 -0,0195 -0,1250 0,7414 CLPI 1,4296 0,5561 0,0921 0,0242 -0,7754 FAST 0,5417 0,3709 0,2886 0,7042 0,8554 IKBI 0,9558 0,4451 -0,4783 2,4900 -0,2506 GGRM -0,0815 -0,1422 -0,4706 2,0353 2,2390 MERK 0,7284 0,3700 -0,2219 1,2912 0,3067 MTDL 0,1786 1,3375 -0,5989 0,2394 0,4598 TURI 0,0309 0,7659 -0,3613 1,3493 -0,6609 UNTR 0,8177 0,6962 -0,5670 2,6273 0,5632 MLBI 0,1528 0,0655 0,1727 2,6495 -0,7244
Sumber: Data sekunder dari tahun 2006 - 2010, diolah
Pada tahun 2007 secara rata - rata return saham perusahaan mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2006. Apabila diperhatikan secara seksama, penurunan tersebut sangat ekstrim dibeberapa perusahaan seperti AKRA, MYOR, BRAM, dan CLPI.
Penurunan nilai return saham ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain menurunnya harga saham, tidak meningkatnya harga saham, atau menurunnya jumlah deviden yang dibagikan oleh perusahaan.
Pada tahun 2008 rata - rata return saham perusahaan negatif. Hal ini disebabkan pada tahun tersebut rata - rata harga saham perusahaan sampel mengalami penurunan yang cukup signifikan. Turunnya harga saham sampai menyebabkan beberapa pemegang saham mengalami kerugian (capital loss).
Pada tahun 2009 hampir seluruh keadaan keuangan perusahaan mengalami perbaikan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai
return saham perusahaan - perusahaan tersebut. Hampir seluruh harga
saham perusahaan mengalami peningkatan yang cukup besar. Deviden yang dibagikan perusahaan pada tahun 2009 juga lebih besar apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2010 seperti mengulang kejadian pada tahun 2007. Rata - rata return saham perusahaan sampel mengalami penurunan. Seperti yang terjadi pada tahun 2007, penurunan ini terjadi akibat beberapa fakor. Beberapa faktor tersebut antara lain menurunnya harga saham, tidak meningkatnya harga saham, atau menurunnya jumlah deviden yang dibagikan oleh perusahaan.
B. Analisis Data
1. Analisis Jalur (Path Analysis)
Analisis jalur digunakan untuk menguji adanya pengaruh variabel
intervening atau mediasi. Pada dasarnya analisis jalur merupakan
perluasan dari analisis regresi berganda. Terdapat dua bentuk model persamaan regresi yang digunakan untuk menunjukkan pengaruh tingkat suku bunga terhadap return saham ketika dimediasi oleh kinerja perusahaan, yaitu:
KP = -0,24917TB +e ………(1) RS = -0,334801TB + 0,032877KP +e ………(2)
Model analisis jalur pada penelitian ini digambarkan pada gambar 4.1.
Gambar 4.1 Hasil Analisis Jalur Sumber:OutputPLS 2012, diolah
Model analisis jalur secara matematis menjadi model regresistandardized
(tanpa konstanta) karena kita ingin membandingkan berbagai jalur (Ghozali, 2011: 63). Besarnya koefisien pengaruh langsung dan tidak langsung dapat dihitung sebagai berikut:
Pengaruh langsung TB ke RS = -0,334801 0.000 0.062 0.113 TB KP RS Tingkat Bunga ROA Return Saham -0,334801 -0,24917 0,032877
Pengaruh tidak langsung TB ke KP ke RS = -0,24917 x 0,032877 Total pengaruh = -0,334801 + (-0,24917 x 0,032877) = -0,334801 – 0,00819 = -0,342991 Keterangan:
TB : Tingkat Suku Bunga KP : Kinerja Perusahaan
RS :ReturnSaham
Berdasarkan perhitungan di atas tampak bahwa ternyata koefisien pengaruh tidak langsung lebih besar dari pada pengaruh langsung. Tinggi atau rendahnya tingkat suku bunga akan berpengaruh pada kualitas kinerja perusahaan dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap return saham yang akan diperoleh para pemegang saham.
2. UjiGoodness-fit Model
Uji goodness-fit model dilakukan untuk mengevaluasi model
struktural. Uji ini dilakukan dengan melihat nilai R-square output PLS. Berdasarkan tabel 4.6 nilai R2 variabel kinerja perusahaan adalah 0,062 yang dapat diinterpretasikan bahwa variabilitas konstruk kinerja perusahaan yang dapat dijelaskan oleh variabilitas konstruk tingkat suku bunga sebesar 6,2% sedangkan 93,8% dijelaskan oleh variabel lain di luar yang diteliti. Nilai R2 variabel return saham adalah 0,113 yang dapat diinterpretasikan bahwa variabilitas konstruk return saham yang dapat
dijelaskan oleh variabilitas konstruk tingkat suku bunga dan kinerja perusahaan sebesar 11,3% sedangkan 88,7% dijelaskan oleh variabel lain yang diteliti.
Tabel 4.6 Hasil R-Square
Nama Variabel RSquare
Kinerja Perusahaan 0,062085
ReturnSaham 0,113106
Suku Bunga
Sumber:OutputPLS 2012, diolah 3. Pengujian Hipotesis Mediasi
a. Pengujian Pengaruh Langsung
Tahap pertama sebelum pengujian mediasi adalah menguji pengaruh langsung tingkat suku bunga terhadap return saham. Pengaruh tersebut signifikan apabila nilai t statistik lebih besar dari nilai t tabel. Penelitian ini merupakan uji dua sisi (two tail) dengan tingkat kesalahan 5% sehingga nilai t tabel pada penelitian ini adalah 2,00.
Tabel 4.7 merupakan hasil dari pengujian tahap pertama. Pada tabel path coefficient tampak bahwa nilai t statistik 3,231932 lebih besar dari 2,00 (nilai t tabel). Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap return saham. Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya apabila pengaruh tingkat suku bunga terhadap return saham signifikan maka dapat dilakukan pengujian mediasi.
Tabel 4.7 Hasil Uji Tahap Pertama Variable Name Original Sample (O) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STER R|) T Tabel Ket Suku Bunga ->Return Saham -0,334801 0,103592 3,231932 2,00 Signifikan
Sumber:OutputPLS 2012, diolah
b. Pengujian Pengaruh Tidak Langsung
Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah kinerja perusahaan memediasi pengaruh tingkat suku bunga terhadap return
saham. Pengujian hipotesis menggunakan metode path analysis. Hipotesis akan diterima apabila pengaruh Tingkat Suku Bunga (TB) terhadap kinerja perusahaan (ROA) signifikan, dan pengaruh kinerja perusahaan (ROA) terhadap return saham (RS) juga signifikan. Pengaruh tersebut dikatakan signifikan apabila nilai t statistik lebih besar dari nilai t tabel. Penelitian ini merupakan uji dua sisi (two tail) dengan tingkat kesalahan 5% sehingga nilai t tabel pada penelitian ini adalah 2,00.
Tabel 4.8 merupakan hasil dari pengujian hipotesis dengan menggunakan metode path analysis. Pada pengujian efek mediasi,
output parameter uji signifikansi dilihat pada tabel Total Effect tidak pada tabel koefisien, karena pada efek mediasi tidak hanya dilakukan pengujian efek langsung variabel independen ke variabel dependen, tetapi juga hubungan tidak langsung antara variabel independen dengan variabel dependen (indirect effect) melalui variabel mediasi (Jogiyanto, 2009: 120). Pada tabel Total Effect tampak bahwa nilai t
statistik pengaruh TB terhadap ROA lebih besar dari 2,00, dan pengaruh ROA terhadap return saham lebih kecil dari 2,00. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh tingkat suku bunga terhadap kinerja perusahaan signifikan, akan tetapi pengaruh kinerja perusahaan terhadap return saham tidak signifikan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini tidak berhasil menolak Ho. Tabel 4.8 Hasil Uji Hipotesis Mediasi
Variable Name Original Sample (O) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STER R|) T Tabel Ket Kinerja Perusahaan -> ReturnSaham 0,032877 0,154673 0,21256 2,00 Tidak Signifikan Suku Bunga -> Kinerja Perusahaan -0,249169 0,119508 2,08495 2,00 Signifikan Suku Bunga -> ReturnSaham -0,334801 0,113344 2,95386 2,00 Signifikan
Sumber:OutputPLS 2012, diolah C. Pembahasan Hasil Penelitian
a. Pengaruh Tingkat Suku Bunga terhadapReturnSaham
Hasil pengolahan data dan pengujian secara statistik menunjukkan nilai koefisien regresi untuk variabel tingkat suku bunga adalah -0,334801 dengan nilai t statistik 3,231932. Nilai t statistik 3,231932 lebih besar daripada nilai t tabel (2,00) yang menunjukkan bahwa pengaruh tingkat suku bunga terhadapreturn saham signifikan. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnomo (2003), Fuadi (2009), dan Subalno (2009). Ketiga peneliti tersebut menyimpulkan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadapreturnsaham.
Tingkat suku bunga yang tinggi dapat menyebabkan biaya operasional perusahaan meningkat. Keadaan ini akan berdampak pada rendahnya laba yang akan diperoleh perusahaan dan return saham yang akan diperoleh para pemegang saham. Bagi para pemilik modal keadaan ini bukan merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan saham mereka. Oleh karena itu ketika tingkat suku bunga tinggi para pemilik modal cenderung lebih memilih untuk menjual saham mereka.
Tingkat bunga rendah akan mendorong masyarakat untuk melirik investasi saham. Hal ini logis karena tingkat suku bunga rendah akan memicu ekspansi sektor riil akibatnya output meningkat demikian pula pendapatan perusahaan. Peningkatan output dan pendapatan perusahaan akan menaikan penerimaan dari modal yang ditanamkan atau deviden. Oleh karena itu minat investor untuk menanamkan uangnya di pasar modal sangat bergantung pada ekspektasi terhadap tingkat bunga (Negara, 2001: 176).
b. Pengaruh Berjenjang antara Tingkat Suku Bunga, Kinerja Perusahaan, dan
ReturnSaham
Hasil pengolahan data dan pengujian mediasi secara statistik pada tabel 4.8 menunjukkan beberapa hal, yaitu:
1) Pengaruh tingkat suku bunga terhadapreturnsaham signifikan dengan nilai t statistik 2,95386.
2) Pengaruh tingkat suku bunga terhadap kinerja perusahaan signifikan dengan nilai t statistik 2,084953.
3) Pengaruh kinerja perusahaan terhadap return saham tidak signifikan dengan nilai t statistik 0,21256.
Berdasarkan hasil analisis jalur tersebut tidak ditemukan adanya pengaruh berjenjang antara tingkat suku bunga, kinerja perusahaan, dan return
saham. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh tingkat suku bunga terhadap return saham tidak dimediasi oleh kinerja perusahaan. Hasil ini tidak sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Samsul (2006: 201), Sudiyatno (2010), dan Negara (2001: 176). Namun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suardani (2009). Hasil penelitian beliau menyimpulkan bahwa kinerja perusahaan yang diproksi dengan Return on Equity (ROE) tidak berhasil memediasi pengaruh tingkat suku bunga terhadapreturnsaham.
Pengaruh tingkat suku bunga terhadap return saham signifikan karena nilai t statistik (2,95386) lebih besar dari pada nilai t tabel (2,00). Hasil pengujian ini konsisten dengan hasil pengujian pada tahap pertama. Pengujian tahap pertama merupakan pengujian langsung pengaruh tingkat bunga terhadap return saham sedangkan pengujian kedua terdapat unsur variabel mediasi.
Pengaruh tingkat suku bunga terhadap kinerja perusahaan signifikan karena nilai t statistik (2,084953) lebih besar daripada nilai t tabel (2,00). Dalam penelitian ini variabel kinerja perusahaan diproksi dengan ROA. Temuan ini sejalan dengan teori yang disampaikan oleh Negara (2001: 176). Semakin tinggi tingkat bunga akan menyebabkan
besarnya biaya operasional perusahaan. Semakin besar biaya operasional perusahaan maka akan berpengaruh terhadap kinerja. Di sisi lain kedaan tersebut juga dapat berpengaruh terhadapcash flowperusahaan.
Temuan tersebut juga mendukung penelitian yang dilakukan oleh Sudiyatno (2010). Beliau menemukan bahwa tingkat bunga berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Menurut beliau ketidakstabilan tingkat bunga dapat berdampak pada biaya operasional secara keseluruhan sehingga dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan.
Pengaruh kinerja perusahaan terhadap return saham tidak signifikan karena nilai t statistik (0,21256) lebih kecil daripada nilai t tabel (2,00). Hal tersebut tidak sejalan dengan teori yang disampaikan oleh Negara dan Samsul. Baik atau buruknya kinerja perusahaan dapat berpengaruh terhadap jumlahreturnsaham yang akan diperoleh pemegang saham. Apabila kinerja perusahaan buruk maka pemegang saham akan menerima deviden yang lebih rendah atau tidak menerima deviden tergantung dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kinerja perusahaan yang baik akan meningkatkan harga saham perusahaan. Sehingga hal ini akan mempengaruhi besarnya return saham yang akan diperoleh pemegang saham.
Hasil penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Subalno (2009) dan Ulupui (2005). Kedua peneliti tersebut menyimpulkan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap return
dan beberapa penelitian terdahulu, namun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wibowo (2005). Beliau menyimpulkan bahwa ROA tidak berpengaruh signifikan terhdap return
49
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh temuan bahwa tingkat suku bunga berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, akan tetapi kinerja perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan tidak memediasi pengaruh tingkat suku bunga terhadap
returnsaham atau dengan kata lain penelitian ini tidak berhasil menolak Ho.