• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dari hasil pemaparan yang telah disajikan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa:

Kebijakan luar negeri Indonesia terhadap NonProliferasi Nuklir (NPT) adalah Indonesia mendukung NPT karena resolusi tersebut dan implikasinya dapat memberikan kewibawaaan Indonesia di mata negara-negara internasional terjaga bahkan meningkat. Selain itu, posisi Indonesia sebagai penentang proliferasi senjata nuklir di Asia Tenggara juga diperkuat.

Mengenai perlucutan senjata, Indonesia selalu menekankan agar negaranegara nuklir memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata nuklir mereka sebagai bagian dari implementasi Artikel VI NPT dengan batas waktu yang jelas. Selain itu, Indonesia menginginkan agar proses perlucutan senjata nuklir dilakukan secara dapat diverifikasi (verifiable), tidak dapat dikembalikan (irreversible) dan

terbuka (transparent). Terkait dengan nonproliferasi, Indonesia menginginkan agar

universalitas NPT perlu terus menjadi prioritas utama dan mendesak agar negara- negara yang belum menjadi pihak untuk segera mengaksesi NPT sebagai negara non-nuklir. Mengenai pemanfaatan energi nuklir untuk maksud damai, Indonesia menginginkan agar hak setiap negara untuk memanfaatkan energi nuklir untuk maksud damai.

B. Implikasi Teori

Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia sangat mempengaruhi posisi Indonesia di mata dunia internasional. Implikasi teoritis penelitian ini berkaitan dengan teori kepentingan nasional, kapablitas nasional, dan diplomasi. Implikasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

- Implikasi yang berkenaan dengan kepentingan nasional bahwa Indoneisa senantiasa memperjuangkan kepentingan nasional dalam tataran internasional. Presiden SBY memiliki serangkaian pilihan dalam menentukan perilaku Indonesia dalam konteks regional maupun global baik yang berskala bilateral dan multilateral.

- Implikasi yang berkenaan dengan kapabilitas nasional, dalam penelitian ini ditemukan bahwa Indonesia belum menemukan kerangka politik domestik yang relatif bersifat permanen, dimana ketika politik domestik relative permanen, inilah saat yang terbaik untuk membangun kapabilitas nasional sebgaai basis pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif yang lebih solid dan sustainable. Hal ini dikarenakan dalam merumuskan dan menetapkan

kebijakan luar ngeri Indonesia terhadap NPT, Indonesia lebih mempergunakan rational choice theory.

- Implikasi berkenaan dengan diplomasi bahwa dalam era demokratisasi dan globalisasi saat ini pelaksanaan hubungan luar negeri dan diplomasi tidak lagi menjadi monopoli pemerintah. Pada masa lalu dominasi pemimpin dalam perumusan dan pelaksanaan politik luar negeri telah memarjinalkan peranan aktor nonnegara.  

DAFTAR PUSTAKA

Coplin,Wiliam D. 1992. Pengantar Politik Suatu Telaah Teoritis (terj) Mersedes

Marbun, Bandung: Bina Cipta.

Holsti,K.J. 1983. Politik Internasional, Jakarta: Erlangga.

Jemadu, Aleksius. 2008. Politik Global dalam Teori dan Praktek, Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Kusumaatmadja, Mochtar. 1983. Politik Luar Negeri Indonesia dan Pelaksanaannya Dewasa Ini, Bandung: Alumni.

Nawawi, Hadari. 1995. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sihbudi, Riza1997. Indonesia Timur Tengah, Jakarta: Gema Insan Press, hal 8-9

Sitepu, P. Anthonius. 2011. Studi Hubungan Internasional, Yogyakarta: Graha

Ilmu.

Soeprapto, R. 1997. Hubungan Internasional Sistem Interaksi dan Perilaku,

Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Viotti, Paul R dan Mark V Kauppi. 1990. International Relations Theory: Realism, Pluralism, Globalism, New York: Macmillan Publishing Company.

Yusuf, Sufri 1989. Hubungan Internasional dan Politik Luar Negeri, Sebuah Analitis Teoritis dan Uraian Tentang Pelaksanaannya, Jakarta: Sinar

Harapan.

Jurnal Elektronik:

DAFTAR PUSTAKA

Coplin,Wiliam D. 1992. Pengantar Politik Suatu Telaah Teoritis (terj) Mersedes

Marbun, Bandung: Bina Cipta.

Holsti,K.J. 1983. Politik Internasional, Jakarta: Erlangga.

Jemadu, Aleksius. 2008. Politik Global dalam Teori dan Praktek, Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Kusumaatmadja, Mochtar. 1983. Politik Luar Negeri Indonesia dan Pelaksanaannya Dewasa Ini, Bandung: Alumni.

Nawawi, Hadari. 1995. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sihbudi, Riza1997. Indonesia Timur Tengah, Jakarta: Gema Insan Press, hal 8-9

Sitepu, P. Anthonius. 2011. Studi Hubungan Internasional, Yogyakarta: Graha

Ilmu.

Soeprapto, R. 1997. Hubungan Internasional Sistem Interaksi dan Perilaku,

Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Viotti, Paul R dan Mark V Kauppi. 1990. International Relations Theory: Realism, Pluralism, Globalism, New York: Macmillan Publishing Company.

Yusuf, Sufri 1989. Hubungan Internasional dan Politik Luar Negeri, Sebuah Analitis Teoritis dan Uraian Tentang Pelaksanaannya, Jakarta: Sinar

Harapan.

Jurnal Elektronik:

Aboul Enein, Sameh. 2010. NPT 2010: The Beginning of a New Constructive Cycle. (Online) Vol.40, No. 9 Washington: Arms Control Association

(http://search.proquest.com/docview/821295732/1368BA4BCFA534 87108/1?accountid=50257)

Barry H Steiner. 2004. Review of International Studies. (Online), Vol. 30, No. 4 Bunn, George. 2003. The Nuclear Nonproliferation Treaty: History and Current

Problems. Political Science Journal. (Online), Vol. 33, No. 10,

Washington: Arms Control Association,

(http://search.proquest.com/docview/211242485/1368B05B77EBFE2B6/5 ?accou tid=50257, diakses 01 Mei 2012).

__________and John B Rhinelander. 2008. LOOKING BACK: The Nuclear Nonproliferation Treaty Then and Now. (Online), Volume 38 No. 6 p.56- 60 Washington Arms Control Association

(http://search.proquest.com/docview/211268059?accountid=50257, diakses 01 Mei 2012)

Du Preez, Jean. 2005. The 2005 NPT Review Conference: Can It Meet the

Nuclear Challenge? (Online), Vol. 35, No.3 Washington: Arms Control Association,

(http://search.proquest.com/docview/211297899/1368B48E2E13DA10E30 /4?accountid=50257, diakses 02 Mei 2012)

Kimball, Daryl G, Peter Crail. 2010. Highlights of the Final Document of the 2010 Nuclear Nonproliferation Treaty Review Conference. (Online) Volume 40 No. 6 Washington: Arms Control Association

Oliver, Thränert. 2008. Would We Really Miss The Nuclear Nonproliferation Treaty? International Journal. (Online), Volume 63, No. 2, Toronto:

Canadian International Council

(http://search.proquest.com/docview/220865650/1368B05B77EBFE2B6/1

?accountid=50257, diakses 02 Mei 2012)

Weatherbee, Donald E. 2005. INDONESIAN FOREIGN POLICY: A Wounded

Phoenix, (Online), Nomor 21, Singapore: Institute of Southeast Asian

Studies

(http://search.proquest.com/docview/216936829?accountid 0257, diakses 29 Mei 2012)

2005. “Politik Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.” Jurnal Penelitian Ilmu Politik. (Online) Vol.2 No.1. Jakarta: LIPI

2010. “ Indonesia Urges Nuclear States To Put Pressure On Israel To Accede To NPT”. Political Science Journal. (Online), London: BBC Worldwide

Limited

Surat Kabar:

Obama, Barack H. 2011. “Statement on Indonesia's Ratification of the Comprehensive Test Ban Washington: TreatyDaily Compilation of Presidential Documents” (Online)

Majalah:

“Without Advancing Nuclear-Weapon-Free Middle East, Recasting Norm Against Nuclear Weapons Possesion, Non-ProliferationTreaty Will Come Up Short” Washington DC: HT Media Ltd, 2010.

Sumber internet lainnya:

http://www.deplu.go.id/Documents/pptm%202009.pdf PERNYATAAN PERS

TAHUNAN MENTERI LUAR NEGERI RI (PPTM) 2009 Jakarta, 6 Januari 2009 RINGKASAN EKSEKUTIF, diakses Januari 2012

http://www.deplu.go.id/Documents/pptm%202009.pdf PERNYATAAN PERS

TAHUNAN