Ho ditolak F tabel
KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Customer Satisfaction tidak berpengaruh terhadap Revisit intention.
Artinya semakin tinggi atau semakin rendah Customer Satisfaction yang dimiliki seseorang terhadap Traveloka, maka hal tersebut tidak mempengaruhi Revisit Intention seseorang.
2. Customer Experience berpengaruh terhadap Revisit intention. Artinya semakin tinggi atau semakin baik Customer Experience yang di dapat pada seseorang terhadap Traveloka, maka tingkat Revisit Intention seseorang juga akan meningkat.
3. Interaksi dari hasil perhitungan variabel Brand Awareness dan Customer Satisfaction terhadap Revisit Intention bahwa, Brand Awareness mampu memoderasi dan memperkuat hubungan antara Customer Satisfaction terhadap Revisit Intention.
4. Interaksi dari hasil perhitungan variabel Brand Awareness dan Customer Experience terhadap Revisit Intention bahwa, Brand Awareness mampu memoderasi dan memperkuat hubungan antara Customer Satisfaction terhadap Revisit Intention
B. Saran
Berdasarkan pada kesimpulan yang diambil, maka diusulkan beberapa saran yang mungkin dapat dilakukan, sebagai berikut:
1. Dimasa pandemic saat ini yang semua orang karantina mandiri berdampak pada tingkat intensitas mereka dalam bermain Smartphone.
Fenomena tersebut tentu dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk mengoptimalkan Customer satisfaction dengan memberikan fitur-fitur agar minat berkunjung kembali seseorang berada pada tingkat yang tinggi dan setia pada Traveloka.
36 2. Pengalaman yang dimiliki seseorang dalam mengenal Traveloka akan berbeda dari pengalaman orang lain, sehingga membentuk opini bahwa seiring berkembangnya zaman, visual, pelayanan, dan kemudahan tentu harus diperhatikan. Jika pengalaman yang didapat seseorang rendah atau buruk, akan berdampak pada kesadaran merek Traveloka.
3. Pada hasil pembahasan Brand Awareness konsumen tinggi maka konsumen akan langsung mengingat pada Traveloka, jika sebaliknya Brand Awareness rendah akan mempengaruhi Revisit Intention yang mana akan beralih menggukana Online Travel Agent lainya untuk mecegah agar Brand Awareness meningkat Traveloka dapat memperluas segmen pasarnya dan memberikan kepuasan pelanggan yang berbeda dari Online Travel Agent lainya yang bertujuan Traveloka lebih di ingat oleh konsumen.
4. Pada hasil pembahasan Brand Awareness memperkuat hubungan antara Customer Experience terhadap Revisit Intention. Apabila keberhasilan pebisnis dalam menarik perhatian dengan menyampaikan karakter atau identitas merek yang kuat dan mampu diterima oleh banyak orang, maka akan menimbulkan minat berkunjung kembali.
Hal tersebut juga bisa terjadi ketika dalam situsai seseorang sangat membutuhkan seusatu namun pada Onile Travel Agent lain kurang diminati, tapi pada Brand Awareness Traveloka yang berhasil dilakukan oleh pebisnis hingga membuat orang tersbut teringat pada produk yang sangat di acari tersebut. Begitu pun sebaliknya, jika Brand awareness yang tidak bisa diterima dan tidak mendapat kesan tersendiri bagi orang-orang tidak memungkinkan terjadinya mint berkunjung kembali.
C. Keterbatasan Masalah
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat keterbatasan dalam penelitian ini. Berikut merupakan keterbatasan pada penelitian ini :
37 1. Penelitian ini memiliki literatul atau artikel yang digunakan sebagai acuan yang masih terbatas sehingga penelitian ini banyak menemui kendala dalam pengerjaannya.
2. Penelitian ini memiliki keterbatasan variable, dimana variable yang diteliti hanya Customer Satisfaction, Customer Experience, Brand Awareness, dan Revisit Intention. Sehingga masih ada variabel lain yang dapat ditinjau kembali yang mempengaruhi Revisit Intention.
38 DAFTAR PUSTAKA
Aaker, David. 2009. The Power of Brand. Karya Freddy.
Ali Hussein. (2012). Customer’s satisfaction and brand awareness, Case: Bulsho Cooperative, Finland. University of Applied Science.
Asri Layyinatul. (2015). Pengaruh Brand Awareness, Brand Trust dan Kepuasan Terhadap Loyalitas (Studi Kasus BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta).
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Chang, Lan-lan (2013) Influence Factors on Creative Tourist’s Revisiting Intentions: The Roles of Motivation, Experience and Perceived Value. All Dissertations, paper 1084
Chen, S.-C., & Lin, C.-P. (2014). The impact of customer experience and perceived value on sustainable social relationship in blogs: An empirical study. Technological Forecasting & Social Change xxx (2014), pp. 1-11.
Cronin Jr, J.J., Brady, M.K. and Hult, G.T.M., 2000. Assessing the effects of quality, value, and customer satisfaction on consumer behavioral intentions in service environments. Journal of retailing, 76(2), pp.193-218
Darmadi, Durianto, Sugiarto, dan Tony Simanjuntak. 2004. Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Konsumen.
Ekinci, Y., Turk, E. S., & Preciado, S. (2013). Symbolic consumption of tourism destination brands. Journal of Business Research 66, 711-718.
Gentile, C., Spiller, N., & Noci, G. (2007). How to Sustain the Customer Experience: An Overview of Experience Components that Co-create Value With the Customer. European Management Journal Vol. 25, No. 5,, pp.
395–410.
Ghozali, H. I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 21 Update PLS Regresi (Cetakan ke). Semarang: Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. In Penelitian.
Jogiyanto. (2006). Metodologi Penelitian Bisnis. Metodologi Penelitian Bisnis.
Kotler, dan Keller. (2012). Manajemen Pemasaran. Edisi 12. Jakarta : Erlangga.
39 Kotler, P. & Keller, K.L. (2008). Manajemen Pemasaran (12th ed.). Jakarta: PT.
Indeks.
Meyer, C., & Schwager, A. (2007). Understanding customer experience. Harvard business review, 85(2), pp.116-126.
Petrick, J.F., 2002. Development of a multidimensional scale for measuring the perceived value of a service. Journal of leisure research, 34(2), pp.119-134.
Sari, e. N. 2016. “Analisis Faktor Dalam Menggunakan Layanan E-Bill Dengan Pendekatan Technology Acceptend Model (TAM).” 5: 1–23.
Schmitt, B. (1999). Experiential Marketing: How to Get Your Customers to Sense, Feel, Think, Act, Relate to Your Company and Branda.
NewYork:FreePass
Sugiono, S. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D
Tam, J.L.M., (2000). The effects of service quality, perceived value and customer satisfaction on behavioral intentions. Journal of Hospitality and Leisure Marketing, 6(4), pp. 31-43.
Tjiptono, Fandi dan Gregorius Candra. 2005. Service, Quality, and Satisfaction.
Yogyakarta: Andi.
Verhoef, P. C., Lemon, K. N., Parasuraman, A., Roggeveen, A., Tsiros, M., &
Schlesinger, L. A. (2009). Customer Experience Creation: Determinants, Dynamics and Management Strategies. Journal of Retailing Vol. 85. No. 1, pp.31–41
Zeithaml, Valerie A., Bitner, Mary Jo. 2006. Service marketing. New York: Mc.
Graw Hill.