• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang (Halaman 103-107)

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan pada Bab IV yang telah dilakukan, maka dalam tesis ini dapat ditarik suatu kesimpulan terhadap kajian risiko penggunaan sumber daya air dengan sistem hybrid dan sistem penampungan air Bengawan Solo sebagai berikut:

1. Penelitian ini berdasarkan paradigma bottom-up approach, di mana penggalian gagasan untuk melakukan kajian risiko terhadap rencana penggunaan sumber daya air lebih diutamakan dengan diskusi/interview dengan masyarakat terdampak di kawasan Banyu Urip – Mojodelik - Bojonegoro terlebih dahulu, kemudian disusul diskusi/interview dengan stakeholders lainnya, yaitu DPRD Bojonegoro, instansi pemerintahan dan instansi teknik pemerintah. Yang mana hasil diskusi/interview tersebut menghasilkan perspektif yang berbeda – beda dari tiap – tiap stakeholders.

Namun setelah dilakukan identifikasi kategori jenis – jenis risiko dari seluruh perspektif stakeholders yang berbeda tersebut, dapat dikelompokkan dalam kategori jenis – jenis risiko antara lain:

a. Kategori jenis – jenis risiko rencana penggunaan sumber daya air berdasarkan perspektif masyarakat meliputi 3 (tiga) aspek, yaitu lingkungan sosial, ekonomi dan politik.

b. Perspektif DPRD Bojonegoro terkait rencana penggunaan sumber daya air dalam penelitian ini juga menunjukkan 3 (tiga) macam aspek yang risiko yang mungkin terjadi, yaitu lingkungan sosial, ekonomi dan politik.

c. Seperti halnya 2 (dua) perspektif stakeholders yang telah disebutkan, dalam hal ini instansi pemerintahan juga menunjukkan perspektif yang sama, yaitu lingkungan sosial, ekonomi dan politik

d. Stakeholders terakhir dalam penelitian ini adalah instansi teknik pemerintah, yang mana dari hasil diskusi/interview dengan yang bersangkutan dapat diketahui jenis – jenis risiko yang mungkin terjadi

dapat dikelompokkan dalam 4 (empat) aspek kategori jenis risiko, antara lain lingkungan sosial, ekonomi, manajemen dan politik.

2. Hasil identifikasi risiko yang telah ada selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan analisa risiko terkait rencana penggunaan sumber daya air. Dari hasil analisa risiko tersebut dapat diketahui bahwa risiko tertinggi dan menduduki rangking 1 (satu) dalam rencana sistem hybrid berdasarkan perspektif masyarakat, DPRD Bojonegoro dan instansi pemerintahan adalah muncul dari aspek kategori risiko ekonomi, sedangkan menurut perspektif instansi teknik pemerintah risiko tertinggi dalam rencana sistem hybrid muncul dari aspek kategori risiko lingkungan sosial dan manajemen. Untuk rencana penggunaan sistem penampungan air Bengawan Solo berdasarkan perspektif masyarakat, dan instansi pemerintahan adalah dari aspek kategori risiko ekonomi, sedangkan menurut perspektif DPRD Bojonegoro adalah lingkungan sosial dan ekonomi. Berdasarkan perspektif instansi teknik pemerintah risiko tertinggi dalam rencana sistem penampungan air Bengawan Solo adalah dari aspek kategori risiko lingkungan sosial, ekonomi dan manajemen

3. Berdasarkan hasil analisa dan dengan bantuan diagram treshold of risk levels dari masing – masing sistem rencana penggunaan sumber daya air berdasarkan perspektif stakeholders yang ada, maka dapat diketahui respon risiko tertinggi yang mungkin terjadi adalah dalam rencana sistem hybrid, di mana 2 (dua) dari seluruh stakehoders yang ada yaitu DPRD Bojonegoro dan instansi teknik pemerintah berpendapat bahwa jenis – jenis risiko yang mungkin terjadi dalam rencana sistem hybrid lebih banyak berada dalam area avoidance, masing – masing sebesar 75% dan 65%. Sedangkan perpektif masyarakat menunjukkan 50% avoidance, namun jenis – jenis risiko yang mungkin terjadi berdasarkan perspektif instansi pemerintahan dalam rencana pengguanaan sistem hybrid ini lebih banyak terdapat dalam area respon acceptance yaitu sebanyak 50%. Sedangkan dalam rencana sistem penampungan air bengawan solo 2 (dua) dari seluruh stakeholders yang ada menyebutkan bahwa jenis – jenis risiko yang mungkin terjadi cenderung berada di area respon acceptance, yaitu DPRD Bojonegoro sebesar 50% dan instansi pemerintahan sebesar 75%. Perspektif masyarakat lebih banyak

menunjukkan jenis – jenis risiko yang mungkin terjadi berada dalam area respon transfer, dan jenis – jenis risiko berdasarkan perspektif instansi teknik pemerintah lebih banyak berada dalam area respon avoidance. Hasil tersebut menjelaskan bahwa berdasarkan perspektif seluruh stakeholders yang ada, rencana penggunaan sumber daya air dengan sistem Hybrid memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan rencana penggunaan sumber daya air dengan sistem penampungan air Bengawan Solo.

Setelah dilakukan analisa multi kriteria dengan metode AHP (Analythical Hierarchy Process) terhadap perspektif seluruh stakeholders dalam rencana penggunaan air dengan sistem penampungan air Bengawan Solo, diketahui bahwa kategori risiko yang relatif lebih penting adalah risiko lingkungan sosial, dan bobot tertinggi ditunjukkan oleh risiko lingkungan sosial berdasarkan perspektif Instansi Pemerintahan sebesar 1,86, dan secara keseluruhan memiliki nilai CR yang konsisten yaitu 0,00 (nol).

Hasil analisa sensitivitas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa lingkungan sosial merupakan kategori risiko terbesar dan stakeholder yang memiliki risiko lebih penting adalah masyarakat. Dan dapat diketahui bahwa risiko seluruh stakeholders sensitif ketika bobot awal dirubah menjadi lebih kecil ataupun menjadi lebih besar, namun risiko seluruh stakeholders tersebut tidak konsisten, karena selalu berubah mengikuti berubahnya bobot awal.

Dan Setelah dilakukan validasi hasil pembahasan berdasarkan perspektif stakeholders terhadap data faktual yang diperoleh dari data sekunder, hasil validasi tersebut dapat memperkuat hasil perspektif yang ada, bahwa rencana penggunaan sumber daya air dengan sistem hybrid cenderung memiliki tingkat nilai risiko yang lebih tinggi dari pada menggunakan sistem penampungan air Bengawan Solo. Hal tersebut juga ditunjukkan oleh nilai risko tertinggi dalam masing – masing jenis risiko yang ada, di mana nilai jenis risiko dalam rencana penggunaan sumber daya air dengan sistem hybrid mayoritas lebih tinggi dibanding dengan nilai jenis risiko dalam rencana penggunaan sumber daya air dengan sistem penampungan air Bengawan Solo.

5.2. Saran

Dari kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian terkait kajian risiko penggunaan sumber daya air ini, maka dapat diberikan saran – saran sebagai berikut:

1. Dalam rencana penggunaan sumber daya air untuk proyek eksplorasi minyak dan gas bumi di kawasan Banyu Urip – Mojodelik Bojonegoro, jika dilihat dari aspek manajemen risiko akan lebih baik dan bermanfaat jika memilih untuk menggunakan sistem penampungan air Bengawan Solo, yang mana sistem tersebut dinilai memiliki kemungkinan risiko dan dampak negatif lebih ringan dibandingkan dengan sisitem hybrid.

2. Untuk peneliti yang berminat terhadap topik yang sama, maka disarankan dalam penelitian tersebut dapat dilakukan di wilayah studi eksplorasi lain dan terhadap stakeholders lain, sehingga dapat dilakukan penelitian secara komperehensif dan dapat dibandingkan dengan hasil penelitian dalam tesis ini.

3. Untuk peneliti selanjutnya, dalam menjalankan penelitian dengan dasar paradigma bottom-up approach dibutuhkan strategi – strategi yang lebih jitu seperti membentuk acara (FGD) focus group discussion yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan serta dalam waktu yang lebih lama, sehingga dapat benar – benar mengetahui karakteristik masyarakat setempat dan dapat benar – benar menumbuhkan jiwa masyarakat yang partisipatif.

4. Komunikasi dan koordinasi antar pihak – pihak terkait dalam proyek ini harus benar – benar dilakukan secara intens, dan lebih menekankan dalam sifat transparan serta memikirkan keberlanjutan hidup masyarakat terdampak pada khususnya dan seluruh masyarakat serta lingkungan daerah Bojonegoro pada umumnya. Karena sejatinya Sumber daya alam bukanlah warisan yang harus dinikmati dengan semena – mena, melainkan bekal kehidupan yang harus dinikmati dengan perencanaan, proses dan pengendalian dengan sebaik – baiknya.

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang (Halaman 103-107)