• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 148-152)

A. KESIMPULAN

Dari hasil survey yang telah dilakukan dapat dibuat beberapa kesimpulan antara lain : 1. Kegiatan riil bidan di lapangan meliputi pelayanan klinis dan non klinis,

administrasi, manajerial yang semuanya sudah ada dalam kompetensi bidan, tetapi ada beberapa kegiatan yang tidak ada dalam kompetensi yaitu penulisan resep, pengobatan selayaknya pengobatan umum. Jenis kegiatan yang diluar kompetensi bidan ini didukung oleh hasil wawancara mendalam dari tim kerja, stake holder dan FGD dari masyarakat (ibu/perempuan pengguna layanan bidan). Kompetensi yang lain yang diharapkan adalah manajerial skill dan komputer skill.

2. Kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh responden sudah sesuai standar kompetensi yang ada, sesuai dengan hasil wawancara mendalam dari tim kerja dan stakeholder.

3. Kendala yang dihadapai responden dalam melaksanakan kegiatan hampir semua pada aspek nonklinis seperti sarana dan prasarana kurang, pengetahuan masyarakat kurang, transportasi sulit, situasi dan koindisi yang beragam, dana dan SDM kurang, beban kerja yang banyak, monev yang kurang, dan diklat kurang. Sedangkan kendala aspek klinis hanya sedikit yaitu kompetensi pelayanan yang kurang.

B. SARAN

1. Perlu menelaah kompetensi bidan terutama pada daerah atau wilayah kerja tertentu.

2. Perlunya pelatihan klinis yang lebih diutamakan bagi bidan di fasilitas pelayanan primer, sekunder daripada bidan di administratif.

3. Pendidikan berkelanjutan bagi bidan dan menambahkan pengalaman dalam manajerial.

4. Penelitian lebih lanjut untuk melakukan analisis bivariat dan multivariat dengan sampel lebih representatif untuk bidan Indonesia.

149 REFLEKSI

A. TEKNIS

Awal September 2010, bertempat di Bogor, sebelum dilaksanakan survey di 6 (enam) provinsi yang ditentukan, yaitu DKI Jakarta, NTB, Gorontalo, Sumatra Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, panitia membuat draft instrumen survey di bidang pelayanan kebidanan. Adapun instrumen yang akan digunakan pada saat survei adalah kuesioner, catatan harian bidan, indep interview, dan Focus Group Discusion (FGD). Kegiatan revisi ke dua instrumen dilaksanakan di Padang pada tanggal 18 September 2010.

Sebelum melakukan survey pelayanan kebidanan ini membutuhkan suatu perijinan pengambilan data dan sosialisasi kegiatan disetiap instansi wilayah kerja yang akan di survey dengan tujuan agar kegiatan survey dapat berlangsung dengan optimal. Untuk itu pada tanggal 22 september 2010 diadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota/Provinsi di Bogor dan Jakarta sebagai bentuk kordinasi dari berbagai pihak pemerintah daerah yang mana daerah tersebut akan di survey.

Pada tanggal 24-25 September 2010, bertempat di Surabaya, seluruh surveyor dari 6 provinsi yang terpilih berkumpul untuk menyamakan persepsi Term Of Refrence (TOR) dan uji coba instrumen pada instansi pelayanan kesehatan di Sidoarjo Surabaya sehingga dari kegiatan tersebut dihasilkan instrumen survey yang valid dan reliable yang akan digunakan dalam survey pelayanan.

Seluruh responden berpartisipasi dalam kegiatan uji coba instrumen, pada siang harinya tim surveyor kembali berkumpul untuk mendiskusikan hasil kegiatan uji coba tersebut. Tidak semua item pertanyaan instrumen survey hasil uji coba dapat didiskusikan, hal ini disebabkan oleh kurangnya waktu. Adapun bagian instrumen yang perlu direvisi diantarannya perbaikan kalimat pertanyaan kusioner, pengkodean dari item pertanyaan, dan penambahan beberapa pertanyaan yang terkait dengan tindakan pelayanan kebidanan.

Satu hari sebelum pelaksanaan survei di bidang pelayanan di provinsi masing-masing, tim surveyer inti/penanggung jawab berkumpul di IBI Pusat untuk mengadakan pertemuan dalam rangka persiapan survey yang akan dimulai pada tanggal 4 Oktober 2010 sampai dengan selesai.

Informan 60 orang dan responden sebanyak 168 orang yang terdiri dari: Dinas Kesehatan Propinsi yaitu Kepala Dinas Kesehatan 1 orang, bidan di Subdin Yan Rujukan 1 orang, bidan di Subdin Kesga 1 orang. Dinas Kesehatan Kabupaten terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan 1 orang, bidan Koordinator Kabupaten/Kota 1 orang, bidan di Subdin Yan Rujukan 1 orang, bidan di Subdin Kesga 1 orang. RSUD yang terdiri dari Direktur 1 orang, Dokter Spesialis Anak 1 orang, Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi: 1 orang, wawancara: bidan pelaksana di Poli KB 1 orang, bidan pelaksana di Poli hamil 1 orang, bidan pelaksana di kamar bersalin 1 orang, bidan pelaksana ruang nifas 1 orang, bidan pelaksana di ruang bayi 1 orang, bidan di UGD 1 orang, bidan kepala ruangan kamar bersalin: 1 orang, bidan kepala ruangan nifas: 1 orang, bidan supervisor 1 orang. Puskesmas perawatan yang terdiri atas Kepala Puskesmas 1 orang, pelaksana di Poli 1 orang, bidan pelaksana ruang Perawatan 1 orang, bidan koordinator puskesmas 1 orang .puskesmas non perawatan Kepala Puskesmas: 1 orang, bidan Pelaksana: 1 orang, Bidan Koordinator Puskesmas: 1 orang. Rumah bersalin yang terdiri dari bidan pelaksana 1 orang, bidan penangungjawab 1 orang. Polindes terdiri atas bidan

150

pelaksana 2 orang. BPS terdiri dari Bidan Pelaksana: 2 orang. IBI Ketua IBI Cabang: 1 orang, Tokoh Masyarakat (Kepala Desa) : 1 orang, dan BKKBN Kabupaten: 1 orang.

Pelaksanaan survey di setiap provinsi dilakukan pada waktu yang tidak bersamaan, Survey di provinsi NTB dilakukan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 4-6 Oktober 2010, Sumatra Barat selama 3 (tiga) hari 6-8 Oktober 2010, Jawa Timur 3 (tiga) hari 5-7 Oktober 2010, Jawa Barat dan Gorontalo 3 (tiga) hari 7-9 Oktober 2010, dan terlama adalah di Provinsi DKI Jakarta selama 10 (sepuluh) hari tanggal 5-15 Oktober 2010 dikarenakan survey dilakukan di 2 (dua) wilayah yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Selain itu responden yaitu Ka. Dinas sangat sulit ditemui akibat padatnya aktivitas jadwal kegiatan mereka. Namun dalam pelaksanaan, seluruh responden berpartisipasi. Hasil survey dikumpulkan dan diolah oleh tim surveyer di provinsi masing-masing sampai dengan tanggal 14 Oktober 2010. Tanggal 15 – 23 Oktober 2010 data di gabungkan. Tanggal 28 Oktober 2010 Pukul. 19.00 WIB dilakukan penyajian hasil data yang didapat pada survey di bidang pelayanan kebidanan di 6 provinsi terpilih dan ditemukan banyak laporan yang belum dianalisis. Tanggal 29 Oktober 2010 pukul. 08.00 WIB s.d selesai dilanjutkan kegiatan berupa pembentukan kelompok untuk menyelesaikan perbaikan dari hasil pengolahan data. Adapun kelompok tersebut adalah membuat bagian laporan, menganalisis substansi, membuat tekhnik pelaksanan survey, refleksi dari kegiatan survey yang telah dilakukan dan membuat leason learn, serta rekomendasi.

B. SUBTANSI

Tujuan dari pelaksanaan survey di bidang pelayanan pada 6 provinsi adalah untuk mengidentifikasi jenis kegiatan riil yang dilakukan bidan di seluruh tatanan Pelayanan Kesehatan, aktivitas bidan pada setiap tatanan pelayanan, mengidentifikasi kesesuaian antara standar kompetensi dan aktivitas Bidan di tempat praktik dan kendala yang dihadapi Bidan dalam melakukan praktik di wilayah kerjanya. Adapun hal-hal yang ditanyakan berkaitan dengan kegiatan bidan dipelayanan terdiri dari klinis dan non klinis. Klinis yaitu: antenatal care, intranatal care, post natal care, bayi baru lahir, pelayanan keluarga berencana, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, posyandu, pustu, KIE, dan PONED. sedangkan Non klinis administrasi, management, dan koordinator.

Dari hasil survey didapatkan bahwa kegiatan pelayanan klinis pada umumnya sudah sesuai dengan standar pelayanan dan kompetensi. Walaupun masih ada beberapa pelayanan yang bukan merupakan standar kompetensi seperti pengobatan dan pertolongan patologis. Tetapi masih ada masyarakat yang menggunakan jasa dukun, paranormal dan tabib.

Respon dari responden terhadap kegiatan survey ini sangat baik diharapkan kegiatan ini terus berlanjut dan dapat menjadi perpanjangan tangan mereka untuk wilayah kerjanya karena masih ada beberapa pelayanan mempunyai kendala seperti: sarana prasarana yang kurang memadai, kurangnya dukungan manajerial, pengetahuan masyarakat yang kurang, adat istiadat wilayah setempat, situasi dan kondisi wilayah kerja, kualitas pelayanan kurang, transportasi, dana, SDM yang kurang, kurangnya informasi ilmu kebidanan, daya tampung rumah sakit yang kurang memadai sehingga kesulitan dalam merujuk pasien, penempatan SDM yang belum sesuai dengan job desk-nya, tingkat perekonomian masyarakat yang rendah, dan kurangnya koordinasi antar program.

151

Selain kendala yang dilaporkan kepada surveyer juga terdapat dukungan yang menjadi semangat para pemberi pelayanan kesehatan adapun dukungan tersebut seperti: dukungan dari keluarga, lintas sektor, lintas program, hubungan bawahan dan atasan yang baik, pelatihan, ijin praktik yang mudah, Jamkesmas, dana BOK (Biaya Operasional Kesehatan), Jamkesda, moril, materil, reward bulanan, reinforcment, psikologis, suport, organisasi profesi, dan tersedianya dana pelatihan.

Disamping kendala dan dukungan, responden memberikan beberapa saran untuk perbaikan kegiatan pelayanan kebidanan kedepannya yaitu: mengadakan pelatihan-pelatihan dan seminar sebagai peningkatan pengetahuan SDM, menetapkan standar pelayanan kebidanan yang baru, peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kebidanan, insentif bidan ditingkatkan, melakukan studi banding, subsidi pemerintah ditingkatkan, dan peningkatan peran serta masyarakat.

152

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang (Halaman 148-152)

Dokumen terkait