• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. Jumlah Buah Sisa (buah)

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Interaksi Kompos Takakura dengan Jenis Tanaman Terung berpengaruh nyata terhadap semua parameter, kecuali tinggi tanaman dan jumlah buah sisa. Perlakuan terbaik Kompos Takakura 572 g/polybag pada Jenis Tanaman Terung.

2. Pengaruh utama Kompos Takakura nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik Kompos Takakura 572 g/polybag.

3. Respon pertumbuhan dan produksi pada Jenis Tanaman Terung nyata terhadap semua parameter pengamatan.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, untuk mendapatkan pertumbuhan serta produksi tanaman terung yang baik, disarankan menggunakan dosis kompos takakura 572 g/polybag. Penulis menyarankan untuk menggunakan Kompos Takakura dengan dosis yang lebih ditingkatkan lagi. Hal ini dikarenakan hasil penelitian dengan dosis yang telah dilakukan belum mencapai hasil yang sesuai dengan deskripsi dan masih belum maksimal.

RINGKASAN

Tanaman terung memiliki berbagai macam jenis. Berdasarkan warna buahnya, dikenal jenis terung hijau, terung putih dan terung ungu. Sedangkan dari bentuknya dikenal terung berbentuk bulat dan silindris panjang. Selain itu, dikenal pula jenis terung yang berbentuk kecil panjang, sehingga disebut terung jari atau terung telunjuk. Buah terung terkandung gizi yang cukup tinggi yaitu dalam setiap 100 g bahan buah terung segar terdapat 24 kal kalori ; 1,1 g protein ; 0,2 g lemak ; 5,5 g karbohidrat ; 15,0 mg kalsium ; 37,0 mg fosfor ; 0,4 mg besi ; 4,0 SI vitamin A ; 5 mg vitamin. C ; 0,04 vitamin B1 ; dan 92,7 g air Kadar kalium yang tinggi dan natrium yang rendah sangat menguntungkan bagi kesehatan khususnya dalam pencegahan penyakit hipertensi (Safei, 2014).

Menurut Badan Pusat Statistik (2019), produksi tanaman terung di Provinsi Riau pada tahun 2018 sebanyak 14,155,00 ton sedangkan produksi tanaman terung pada tahun 2019 mengalami penurunan produksi menjadi 10,225,00 ton. Produksi terung nasional tiap tahun cenderung meningkat namun produksi terung di Provinsi Riau masih rendah.

Kelebihan terung ungu terletak pada warna ungu yang terbentuk karena andil dari zat antosianin yang merupakan pigmen pemberi warna ungu. Zat ini merupakan senyawa flavonoid yang melindungi sel dari sinar ultraviolet. Terung ungu kaya akan zat antosianin, sehingga warna ungunya cukup mendominasi pada terung. Terung putih merupakan varietas terong hibrida dan dikenal pula sebagai terung kania. Jenis yang ada di pasar merupakan jenis albino dan white beauty.

Karakteristik terung hijau hampir sama dengan terung ungu yang membedakan hanyalah warna kulit buahnya. Kandungan mineral dalam terung hijau membawa banyak fungsi untuk tubuh manusia. Terung telunjuk merupakan salah satu jenis

terung yang bentuknya lebih panjang dan juga lonjong, serta tak terlalu tebal dan berwarna hijau sedikit warna putih dibagian ujung atasnya.

Rendahnya produksi tanaman terung di Provinsi Riau disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor yang menyebabkan rendahnya produksi pada tanaman terung adalah teknik budidaya yang belum tepat dan tanah yang kurang subur. Untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik, kita juga harus memperhatikan syarat tumbuh dan pemeliharaan diantaranya suplai unsur hara. Untuk meningkatkan unsur hara pada tanah maka perlu dilakukan pemupukan. pemupukan yang baik adalah menggunakan pupuk organik yang bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia tanah serta pertumbuhan dan produksi tanaman terung.

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari material makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Pupuk organik dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. pupuk organik mengandung banyak bahan organik dari pada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah rumah tangga, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian dan limbah kota yang dimanfaatkan sebagai pupuk (Sugianto, 2020).

Pupuk organik merupakan bahan pembenah tanah yang paling baik dibandingkan dengan bahan pembenah lainnya. Pada umumnya nilai pupuk yang dikandung pupuk organik terutama unsur makro nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) rendah, tetapi pupuk organik juga mengandung unsur mikro esensial lain. Pupuk organik mampu memacu dan meningkatkan populasi mikroba di dalam tanah jauh lebih besar dari pada hanya memberikan pupuk kimia. Hal ini mungkin berlaku juga dalam pembuatan kompos (Agung, 2017).

Salah satu pupuk organik yang sangat baik digunakan untuk budidaya adalah kompos takakura. Kompos takakura adalah salah satu cara pembuatan kompos dengan mendaur-ulang sampah organik dapur yang ditemukan oleh Mr.

Takakura pada tahun 2004. Pengomposan ini juga seperti pada cara pengomposan Bokashi yakni menggunakan sampah organik dan bersifat higienis. Bahan yang digunakan untuk pembuatannya adalah berbagai sisa potongan sayuran, sisa buah-buahan, nasi basi dan daun-daunan (tidak bisa yang mengandung protein seperti tulang, sisa daging dan sebagainya).

Salah satu metode pembuatan kompos yang sederhana, praktis, dan dapat diterapkan untuk skala rumah tangga adalah metode komposting Takakura. Metode takakura merupakan suatu cara pengomposan sampah organik untuk skala rumah tangga dengan menggunakan keranjang. “Proses pengomposan ala keranjang takakura merupakan proses pengomposan aerob, dimana udara dibutuhkan sebagai asupan penting dalam proses pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah menjadi kompos” (Widyawati, 2012 dalam Wahyuni, 2019).

Berdasarkan uraian diatas, penulis telah melakukan penelitian dengan judul

“Respon Pertumbuhan dan Produksi Jenis Tanaman Terung (Solanum melongena L) dengan aplikasi Kompos Takakura”.

Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Jalan Kaharudin Nasution Km 11 No. 113 Marpoyan Damai Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dimulai dari bulan Juni 2021 sampai September 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah Jenis Tanaman Terung (G) terdiri dari 4 taraf yaitu terung ungu, terung hijau, terung putih, dan terung telunjuk, sedangkan

faktor kedua adalah Kompos Takakura (A) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan dan didapat 48 satuan percobaan. Tiap satuan percobaan terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman dijadikan sebagai sampel, sehingga jumlah keseluruhan tanaman adalah 192 tanaman.

Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, persentase bunga menjadi buah, umur panen, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman dan jumlah buah sisa. Data yang diperoleh dianalisis ragam lalu dilanjutkan dengan uji beda nyata (BNJ) pada taraf 5%.

Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa interaksi Kompos Takakura dengan Jenis Tanaman Terung berpengaruh nyata terhadap semua parameter, kecuali tinggi tanaman dan jumlah buah sisa.

Perlakuan terbaik Kompos Takakura 572 g/polybag pada Jenis Tanaman Terung.

Pengaruh utama Kompos Takakura nyata terhadap semua parameter pengamatan.

Perlakuan terbaik Kompos Takakura 572 g/polybag. Respon pertumbuhan dan produksi pada Jenis Tanaman Terung nyata terhadap semua parameter pengamatan.

DAFTAR PUSTAKA

Al- Qur’an Al-An’am ayat 141 dan An-nahl ayat 10-11. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Tumbuhan dan Cuaca. Tafsir Ibnu Katsir.

Astiani, Masdar dan Fitrianti. 2018. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Pada Berbagai Jenis Tanah Dan Penambahan Pupuk NPK Phonska. Program Studi Agroteknologi. Fakultas Ilmu Pertanian. Universitas Al Asyariah Mandar. 2(3) : 60-64.

Astawan, M. 2009. Sehat Dengan Hidangan Kacang dan Biji-Bijian. Penebar Swadaya, Jakarta.

Anonimus. 2010. Budidaya Terong. http://bpp-bandung.blogspot.com/ Desember 21, 2020 10:20 am

________. 2012. Budidaya Tanaman Terung Putih Untungnya Gurih.

Ai, Nio Song dan Yunia Banyo. 2011. Konsentrasi klorofil daun sebagai indikator kekurangan air pada tanaman. Jurnal Ilmiah Sains. 11(2): 166-173.

Anwar. 2014. Pengaruh Vermikompos Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.). Skripsi. Universitas Hasanuddin Makassar.

Azhar, S. Samsudin, I. Madauna. 2014. Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair dan NPK terhadap Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Bone Bolango.

Azmi, U., Z. Fuady dan Marlina. 2017. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Akibat Pemberian Pupuk Organik dan Anorganik. Jurnal Agrotropika Hayati. Fakultas Pertanian Universitas Al muslim. 4(4).

Baharuddin, R. 2016. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) terhadap Pengurangan Dosis NPK 16:16:16 dengan Pemberian Pupuk Organik. Jurnal Dinamika Pertanian. 32(2) : 115-124.

Cahyono, B. 2016. Untung Besar dari Terong Hibrida. Pustaka Mina. Jakarta.

Departemen Kesehatan dan Kesehatan Sosial, (2001). Inventaris tanaman obat indonesia. Cetakan pertama. Jilid kedua, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.

Desti, D.P. 2016. Identifikasi Karakter Kualitatif dan Kuantitatif Beberapa Varietas Terung (Solanum melongena L.). Skripsi. Universitas Lampung.

Dewanto, Frobel G, dkk. 2013. Pengaruh Pemupukan Anorganik dan Organik terhadap Produksi Tanaman Jagung sebagai Sumber Pakan. Jurnal Zootek.

32(5) : 1-8.

Djafar, A dan Lamusu, D. 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Sampah Pasar Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena).

Babasal Agrocyc Journal. 1(1) : 1-6.

Edyanto. 2013. Pengaruh Pemberian Ekstrak Jamu Serbuk Terong Telunjuk Terhadap Efek Antifertilitas Pada Mencit (Mus Musculus) Jantan Sebagai Obat Kontrasepsi Alternatif. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Ekawandani, N dan A.A. Kusuma. 2018. Pengomposan sampah organik (Kubis dan Kulit Pisang) dengan menggunakan EM4. TEDC 12(1) : 38-43.

Eriyandi, B. 2008. Cara dan Upaya Budidaya Terong. CV Wahana Iptek. Bandung.

124 hlmn.

Firmanto. B. H. 2011. Sukses Bertanam Terung Secara Organik. Ankasa, Bandung.

Fitriani, Emi. 2012. Untung Berlipat Budidaya Tomat. Pustaka Baru Press , Yogyakarta.

Frita. 2015. Perlindungan Hukum Terhadap Pemuliaan dan Varietas Tanaman Terung Putih (Kania F1). Skripsi. Universitas Jember.

Ginting, B. 2020. Pengaruh Pupuk Biosugih dan NPK Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung Telunjuk (Solanum melongena L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau. Pekanbaru.

Halomoan, S. F. 2020. Pengaruh Pemberian Air Cucian Beras Putih dan Pupuk NPK Phonska Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Putih (Solanum melongena L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau. Pekanbaru.

Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.

Hariyanto, D. 2016. Aplikasi Abu Janjang Kelapa Sawit dan Bio Organik Plus pada Produksi Produksi Tanaman Pare (Momordica charantia L.). Skripsi.

Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau. Pekanbaru.

Harun. M. 2018. Pengaruh Pupuk NPK 16:16:16: terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Tanaman Terung (Solanum melongena L). Skripsi.

Universitas Islam Riau.

Haryanti, S. 2010. Jumlah dan Distribusi Stomata Pada Daun Beberapa Spesies Tanaman Dikotil dan Monokotil. Buletin Anatomi dan Fisiologi. (18) : Hal.

21- 28.

Hastuti, D.S.L. 2007. Terung Tinjauan Langsung Ke Beberapa Pasar di Kota Bogor.

USU Repository. 11 hlm.

Huruna, B., dan Maruapey A. 2015. Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L) Pada Berbagai Dosis Pupuk Organik Limbah Biogas Kotoran Sapi. Jurnal Agroforestri. 10 (03) : 218-226.

I Made Werayoga. 2015. Analisis Kualitas Kompos Limbah Upacara Agama Hindu di Denpasar dengan EM4 sebagai Dekomposer. Skripsi. Universitas Udayana Denpasar.

Indrawan, I. M. O., Widana, G. A. B., & Oviantari, M. V. (2017). Analisis Kadar N, P, K Dalam Pupuk Kompos Produksi Tpa Jagaraga, Buleleng. Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya, 9(2): 25-31.

Indriani, T. 2017. Pengaruh Penyiangan Gulma. Agroteknologi. UMP 2017.

Indrawati, A. Hasibuan, S. dan Lubis, A. 2020. Pemanfaatan Serbuk Cangkang Telur Ayam dan Pupuk Kascing di Tanah Ultisol terhadap Pertumbuhan dan Produksi Terung Ungu (Solanum melongena L.). Jurnal Ilmiah Pertanian.

2(2) : 109-112.

Isroi dan Nurheti Yulirti. 2009. Kompos cara mudah, murah, dan cepat menghasilkan kompos. Yogyakarta : C.V Andi Offset

Jannah N., M. Safei., dan A. Rahmi. 2014. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.,) Varietas Mustang F-1. Fak. Pertanian, Univ. 17 Agustus 1945 Samarinda, Indonesia.

Kaleka, N. 2010. Kompos Dari Sampah Keluarga. Surakarta. Delta Media.

Karim Fahri, Nikmah Musa, Fitriah S. dan Jamin. 2013. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terong (Solanum Melongena L.) Terhadap Perlakuan Pupuk Phonska.

Lingga, P dan Marsono. 2013. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya.

Jakarta.

Mafiangga, V. 2018. Pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan NPK Grower Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau.

Pekanbaru.

Mar TT, Kyaw EP, Lynn TM, Latt ZK, Yu SS (2018). The Effects of Compost Based Biofertilizer on Eggplant (Solanum melongena L.) Growth. Int J Plant Biol Res. 6 (5) : 10-99.

Marlina, E., Edisom Anom dan Sri Yoseva. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merril). Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pekanbaru. 2(1) Marpaung, R. 2018. Pengaruh Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dan Pupuk TSP

Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna Radiata L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau. Pekanbaru.

Marviana, dkk. 2014. Respon Pertumbuhan Tanaman Terung (Solanum melongena L.).Terhadap Pemberian Kompos Berbahan Dasar Tongkol Jagung dan Kotoran Kambing Sebagai Materi Pembelajaran Biologi Versi Kurikulum 2013. JUPEMASI-PBIO. 1(1) : 161-166.

Mashudi, 2007. Budidaya Terung. Azka Press. Jakarta.52 hlmn.

Maynizal, R. 2018. Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bokashi dan Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Tanaman Pare (Momordica charantia L.). Skripsi Fakultas. Pertanian Universitas Islam Riau. Pekanbaru.

Marlina, E., Anom, E., dan Yoseva, S. 2015. Pengaruh pemberian pupuk NPK organik terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai (Glycine max (L.) Merril) (Doctoral dissertation, Riau University).

Merliana, L., Danuarta, R.M. dan Fahmi, Z. I. 2015 Media Tanam sebagai Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman Tomat. Jurnal Agroteknologi. 4(2) : 89-98.

Muchtadi TR. 2008. Teknologi Proses Pengolahan Pangan. 3rd ed. Institut Pertanian. Bogor.

Mulyani, A. dan Sarwani M. 2013. Karakteristik dan Potensi Lahan Sub Optimal untuk Pengembangan Pertanian di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan.

7(1) : 1-11.

Mulyani. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Munthe, A. 2021. Respon Pertumbuhan dan Produksi Terung Ungu (solanum melongena L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan NPK 16-16-16. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan.

Nurdini, Lulu. 2016. Pengolahan Limbah Sayur Kol menjadi Pupuk Kompos dengan Metode Takakura. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia

“Kejuangan” ISSN 1693-4393.

Pracaya. 2016. Bertanam Sayuran Organik di Kebun. Pot dan Polybag. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rezagama, A. dan Samudro, G. (2015). “Studi Optimasi Takakura dengan Penambahan Sekam dan Bekatul”. Jurnal Presipitasi. 12 (2) : 66-70.

S.P. Peni. 2008. Pro Kontra Terung Ungu Untuk Keperkasaan. Majalah Trubus No.340.Thn.XXIX.

Sahidin, A. 2018. Pengaruh Pemberian Limbah Restoran Dan Effective Microorganisme (EM4)) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Hijau (Solanum melongena L.). Skripsi. Fakultas Pertanian.

Universitas Islam Riau.

Salisbury F.B dan Ross C.W. 1995. Fisiologi Tumbuhan.Terjemahan Lukman DR dan Sumaryono. Jilid 3. Penerbit ITB Bandung.

Samadi, B. 2001. Budidaya Terung Hibrida. Penerbit Kansius. Yogyakarta. 67 hlm.

Santosa, S. J. dan Sumarni. 2016. Pengaruh konsentrasi ekstrak teh dan macam media terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong di polybag. Joglo.

28 (2) : 71–77.

Sasongko, J. 2010. Pengaruh Macam Pupuk NPK dan Macam Varietas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.).

Skripsi. Universitas Sebelas Maret.

Setyaningrum, H.D dan Cahyo, S. 2012. Panen sayur secara rutin di lahan sempit.

Penebar Swadaya, Jakarta.

Sianipar, P. 2018. Pengaruh Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dan NPK Mutiara 16:16:16 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Terung Gelatik (Solanum

melongena L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau.

Pekanbaru.

Sianturi, D. 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Kascing dan NPK Mutiara (16:16:16) Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Terung Gelatik (Solanum melongena L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau.

Pekanbaru.

Sinaga, A, S., B. Guritno dan Sudiarso. 2017. Pengaruh Dosis Kompos Sampah Rumah Tangga Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Buncis Tipe Tegak (Phaseolus vulgaris L.). Jurnal Produksi Tanaman. 5(6) : 947-956.

Sinta, R. 2018. Pertumbuhan Bibit Terung Putih (Solanum Melongena L.) Pada Volume Media Semai dan Konsentrasi Pupuk Yang Berbeda. Skripsi.

Institut Pertanian Bogor.

Sriyanto, Astuti dan Sujalu, P.A. 2015. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu dan Terung Hijau (Solanum melongena L). Jurnal Agrifor. 14(1) : 39-44.

Suge, J. K., M. E. Omunyin, and E. N. Omami. (2011). "Effect of organic and inorganic sources of fertilizer on growth, yield and fruit quality of eggplant (Solanum melongena L)." Archives of Applied Science Research 3(6) : 470-479.

Sumitro, S., Rosmawaty, T., dan Ernita, E. 2018. Pengaruh Utama Aplikasi Bokashi Limbah Padat Kelapa Sawit dan NPK Organik Pada Tanaman Terong.

Buletin Pembangunan Berkelanjutan. 2(1) : 64-80.

Sunarjono,H,A,A, Soetasad dan S. Muryanti. 2003. Budidaya Terung lokal dan Terung Jepang. Penebar Swadaya: Jakarta.

Sunarjono. H. 2013. Bertanam 30 Jenis Sayuran. Penebar Swadaya. Jakarta.

Susanto. 2008. Sistem Informasi Akuntansi Struktur Pengendalian Resiko Pengembangan. Cetakan Pertama. Lingga Jaya, Bandung.

Syahdiman. 2012. Kualitas Unsur Hara Makro Kompos Bahan Baku Eceng Gondok (Euchornia crassippes) dan Peranannya terhadap Tanaman. Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Surabaya, Surabaya.

Titis, I. 2017. Pengaruh Penyiangan Gulma dan Dua Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung (Solanum melongena L.). Skripsi.

Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Wahyudi. 2011. Meningkatkan Hasil Panen Sayuran Dengan Teknologi EM4.

Wahyuni S, Rokhimah AN, Mawardah A, Maulidya S. 2019. Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Skala Rumah Tangga Dengan. Indones J Community Empower. 2019;1161:51– 4.

Wisnu Rahmatullah, Yuni Krisnawati, Yunita Wardianti. 2019. Pengaruh Kompos Limbah Kulit Nangka (Artocarpus Heterophyllus) Dengan Metode Takakura Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Tomat Ceri (Lycopesicum Esculantum Mill). Jurnal Biosilampari. 1(1) : 16-22.

Ying, G.H., Ibrahim, M.H. (2013). “Local knowledge in waste management: a study of Takakura home method”. JECET. 2(3): 528-533.

Zuhrufah, Munifatul I., dan Sri H. 2015. Pengaruh Pemupukan Organik Takakura dengan Penambahan EM4 terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.). Jurnal Biologi. 4(1) : 13-35.

Zulkifli dan Herman. 2012. Respon Jagung Manis (Zea mays saccharata Stut) terhadap Dosis dan Jenis Pupuk Organik. Jurnal Agroteknologi. 2(2) : 33-36.

Dokumen terkait