• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen LAPORAN INSENTIF RISET TERAPAN 2007 (Halaman 58-66)

5.1 Kesimpulan

1. Heritabilitas sifat ketahanan terhadap aphid dan virus mosaik, masing-masing bernilai rendah sampai sedang.

2. Metode seleksi yang dapat diterapkan pada penelitian selanjutnya adalah metode bulk dengan seleksi massa

3. Gen yang mengendalikan ketahanan terhadap aphid adalah dominan ganda dengan peran gen rerata dan interaksi aditifxdominan

4. Gen yang mengendalikan ketahanan terhadap virus mosaik adalah dominan ganda dengan peran gen rerata dan interaksi aditifxdominan serta dominanxdomian

5. Terpilih 2 seri persilangan yang akan dikembangkan pada penelitian berikutnya :

UB34041 x UB 1244 UB44074 x UB 705

5.2 Saran

Populasi F2 dari seri persilangan terpilih perlu segera diseleksi lebih lanjut untuk mendapatkan galur-galur harapan yang tahan virus mosaik dan hama aphid serta berdaya hasil tinggi.

65 DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2006. Pedoman Pelepasan Varietas Hortikultura (yang telah diperbaiki), Direktorat Perbenihan dan Sarana produksi, Dirjen Hortikultura, 127 hal.

Atiri, G.I. and G. Thottappilly. 1984. Relative Usefulness of Mechanical and Aphid Inoculation as Modes of Screening Cowpeas for Resistance Againts Cowpea Aphid-Borne Mosaic Virus. Trop. Agric. (Trinidad) 61, 289-292.

Bata, H.D., B.B. Singh, S.R. Singh and T.A.O. Ladeinde. 1987. Inheritance of Resistance to Aphid in Cowpea. Crop Sci. 27, 892-894.

Blackhurst, H.T. and J.C. Miller Jr.. (1980) Cowpea In Hibridization of Crop Plants.

pp. 327-338. American Society of Agronomy and Crop Science Society of America Publisher, Madison.

Bock, K.R. and M. Conti. 1974. Cowpea Aphid-Borne Mosaic Virus. In CMI Description of Plant Viruses No. 134.

BPS. 1993. Survei Pertanian, Produksi Tanaman Sayuran dan Buah-buahan di Indonesia. BPS, Jakarta

Brunt A.A.. 1994a. Cowpea Moroccan Aphid-Borne Mosaic Potyvirus. In Plant Viruses Online : Descriptions and Lists from the VIDE Database. Australian National University. Canberra Australia.

Brunt, A.A.. 1994b. Cowpea Aphid-Borne Mosaic Virus. Research School of Biological Science, Australia.

Crowder, L.V.. 1993. Genetika Tumbuhan (Terjemahan L.Kusdiarti dan Soetarso).

Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Departemen Pertanian. 2002. Basis Data Pertanian, Pusat Data dan Informasi Pertanian, Jakarta.

Duriat, A.S.. 1999. Prospek dan Peluang Ekspor Sayuran Indonesia serta Kendala Fitopatologisnya. Dalam Prosiding Konggres /IV dan Seminar Nasional PFI, pp. 35-49. Universitas Sriwijaya, Palembang.

Eberhart, S.A. and W.A. Russel. 1966 Stability parameter for comparing varieties.

Crop Sci. 6 : 36-40

Ferry, R.L. and B.B. Singh 1997. Cowpea Genetic : A Review of the Recent Literature. In Advance in Cowpea Research (Eds. Singh, B.B. et al.), pp. 13-29. IITA, Ibadan, Nigeria

Finlay, K.W. and G.N. Wilkinson. The analysis of adaptation in plant breeding program. Austr. J. Agron. Res. 14 : 742-754

Gomez, K.A. and A.A. Gomez. 1984. Statistical Procedures for Agricultural Research. John Willey & Sons, New York.

Hadiastono, T.. 1996. Pengaruh Intensitas Sinar terhadap Tingkat Serangan Penyakit Mosaik pada Kacang Tunggak. Agrivita 19 (3) : 118-120.

Hadiastono, T.. 2004. Pola Sebaran Vektor M. pesicae SulZ dan Intensitas Serangan Potato Leaf Roll Virus pada Tanaman Kentang, Agrivita 26 (2) : Hampton, R.O, G. Thottappily and H.W. Rossel. 1997. Viral Diseases of Cowpea

and Their Control by Resistance-Conferring Genes. In Advance in Cowpea Research (Eds. Singh, B.B. et al.), pp. 159-175. IITA, Ibadan, Nigeria

Hidayat. 2001. Analisis Stabilitas pada Tanaman Tomat dengan Metoda Non-Parameterik. Habitat XI I(4) : 258 -264.

Huguenot C., M.T. Furneaux and R.I. Hamilton. 1997. Further Characterization of Cowpea Aphid-Borne Mosaic and Blackeye Cowpea Mosaic Potyviruses. In Advance in Cowpea Research (Eds. Singh, B.B. et al.), pp. 1231-239. IITA, Ibadan, Nigeria

66

Indiati, S.W. dan M. Anwari. 2004. Evaluasi Ketahanan Galur Kacang Hijau terhadap Hama Thrips, Prosiding Lokakarya PERIPI VII, PERIPI-Balitkabi Kanwil Deptan DKI. 2000. Rekomendasi Penerapan Teknologi Pengendalian

Hama Terpadu (PHT) pada Tanaman Kacang Panjang di DKI, Jakarta.

Kasno, A.; Trustinah, Moedjiono and N. Saleh. 2000. Perbaikan Hasil, Mutu Hasil dan Ketahanan Varietas Kacang Panjang terhadap CAMV melalui Seleksi Galur pada Populasi Alam Dalam Ringkasan Makalah Seminar Hasil Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian. Balitkabi, Malang.

Kuswanto, 2002. Pendugaan Parameter Genetik Ketahanan Kacang Panjang terhadap Cowpea Aphid Mosaic Virus dan Implikasinya dalam Seleksi, Disertasi. Program Doktor Universitas Brawijaya.

Kuswanto, B. Guritno, A. Kasno dan L. Soetopo. 2004. Pendugaan Jumlah dan Model Aksi Gen Ketahanan Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) terhadap Cowpea Aphid Borne Mosaic Virus (CABMV), Agrivita 26 (3) : Kuswanto, B. Guritno, L. Soetopo dan A. Kasno. 2002a. Penentuan Fase Ekspresif

Ketahanan Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) terhadap Cowpea Aphid Borne Mosaic Virus untuk Studi Genetika Ketahanan, Agrivita XXIV (3) : 193-197

Kuswanto, L. Soetopo dan S.T. Laili. 2003. Keragaman Genetik Ketahanan Galur-galur Kacang Panjang terhadap CABMV, Habitat XIV (1) : 15-21

Kuswanto, L. Soetopo, T. Hadiastono dan A. Kasno. 2004. Pendugaan Heritabilitas Arti Sempit Ketahanan Kacang Panjang terhadap CABMV Berdasarkan Struktur Kekerabatan, Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati XVI (2) : 182-189

Kuswanto, L. Soetopo, T. Hadiastono dan A. Kasno. 2005. Perbaikan ketahanan genetik kacang panjang terhadap CABMV dengan Medode Back Cross, Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati, XVII (2) : 146-154

Kuswanto, L. Soetopo, T. Hadiastono dan A. Kasno. 2005. Perakitan varietas kacang panjang tahan CABMV dan berdaya asil tinggi, Laporan PHB XI, Universitas Brawijaya, Malang.

Kuswanto, Martiningsih, T., L. Soetopo dan Ainurrasyid. 2004. Evaluasi ketahanan Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis L. Fruwirth) terhadap Penyakit Mosaik (Cowpea Aphid Borne Mosaic Virus) pada populasi BC2 dan BC3, Agrosain Kuswanto, R. Hasri, Y.Sugito dan S. Lestari. 2000. Pengujian Jumlah Anther dan

Waktu Polinasi pada keberhasilan Persilangan Kacang Panjang, Habitat XI (113) : 247-252.

Kuswanto, S Indrato, S.Soekartomo dan A. Soegiyanto. 2001. Penentuan Waktu Emaskulasi dan Polinasi pada Persilangan Kacang Panjang, Habitat XII (1) : 45-50

Kuswanto, Sri Lestari P dan A. Andriani. 2002c. Pendugaan Pengaruh Tetua Betina Sifat Ketahanan Kacang Panjang terhadap Cowpea Aphid Borne Mosaic Virus, Habitat XIII (1) : 66-71

Mather, S.K. and J.L. Jinks. 1982. Biometrical Genetics. University Press.

Muzayanah, S.. 2005. Seleksi Ketahanan Kacang Panjang (Vigna sesquipedalis L.

Fruwirth) Hasil Selfing Populasi BC4 terhadap CABMV, Skripsi, FP Unibraw, Malang

67

Noordam, D.. 1973. Identification of Plant Viruses, Methods & Experiments.

Centre for Agricultural Publishing and Documentation. Wageningen

Nurhayati, E.. 1989. Uji Kerentanan berbagai Umur Kacang Panjang (Vigna Aphid Technology. Academic Press, New York.

Patel, P.N., J.K. Mlingo, H.K. Leyna, C. Kuwite and E.T. Mmbaga. 1982. Source of Resistance Inheritance, and Breeding of Cowpea for Resistance to a Strain of Cowpea Aphid-Borne Mosaic Virus from Tanzania. Indian Journal of Genetic, 42 : 221-229.

Peraturan Menteri Pertanian 37/Permentan/OT.140/8/2006 tanggal 31 Agustus 2006, tentang Pengujian, Penilaian, Pelepasan dan Penarikan Varietas Petr, F.C. and K.J. Frey. 1966. Genotypic Correlations, Dominance, and Heritability

of Quantitative Characters in Oats. Crop Sci. 6 : 259-262.

Poespodarsono, S.. 1988. Dasar-Dasar Ilmu Pemuliaan Tanaman. PAU IPB, Bogor.

Prabaningrum, L. 1996. Kehilangan Hasil Panen Kacang Panjang (Vigna sinensis Stikm) akibat Serangan Kutu Kacang Aphis craccivora Koch. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komoditas Sayuran, pp 355-359.

Saleh, H. Ariawan, T. Hadiastono dan S. Djauhari. 1993. Pengaruh Saat Infeksi CAMV terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Komponen Hasil Tiga Varietas Kacang Tunggak. Dalam Risalah Seminar Hasil Penelitian Tanaman Pangan Tahun 1992. (Ed. A. Kasno dkk.) Balittan, Malang.

Saleh, N. dan Y. Baliadi. 1998. Pengenalan dan Pengendalian Penyakit Utama pada Kacang Tunggak. Dalam Kacang Tunggak (Ed. A. Kasno dan A.

Winarto). pp. 100-119

Schreiner, I.. 2000. Cowpea Aphid (Aphis craccivora Koch). Agricultural Pest of the Pasific, 6, ADAP, Guam

Semangun, H.. 1991. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia.

Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Singh R.K. and B.D. Chaudhary. 1979. Biometrical Methods in Quantitative Genetic Analysis. Kalyani Publishers, Ludhiana New Delhi.

Singh S.R. and D.J. Allen. 1980. Pest, Disease, Resistance and Protection in Cowpea, In Advance in Legume Science, Royal Botanic Gardens, Kew, UK Smith, C.M.. 1989. Plant Resistance to Insect, A Fundamental Approach. John

Willey & Son., Canada.

Soetopo, L. dan N. Saleh. 1992. Perbaikan Ketahanan Genetik Tanaman terhadap Penyakit. Dalam Prosiding Simposium Pemuliaan Tanaman I. (Ed. A.Kasno et al..) pp.348-363. PPTI Jawa Timur

Stoll, G.. 1988. Natural Crop Protection in the Tropics. Arecol, Switzerland.

Sudjana. 2002. Metode Statistika. Penerbit Tarsito, Bandung, 508 hal

Sulyo, Y. 1984. Pengaruh Perbedaan Waktu Inokulasi CAMV terhadap Hasil Kacang Panjang. Buletin Penelitian Hortikultura XI, 11-15.

Sumardiyono, Y.B., Supratoyo dan Samsuri 1997. Penularan Penyakit Mosaik Kacang Panjang oleh Aphis Craccivora. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 3(1) : 32-37

Sumarno. 1992. Pemuliaan untuk Ketahanan terhadap Hama. Dalam Prosiding Simposium Pemuliaan Tanaman I. (Ed. A.Kasno dkk.) pp.348-363. PPTI Jawa Timur.

68

Suwarso. 1995. Genetika Ketahanan Tembakau Lumajang terhadap Penyakit Lanas dan Pengaruh Sumber Ketahanan terhadap Hasil Panen dan Kualitas Krosok. Disertasi Program Doktor, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Triharso. 1996. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada University Press., Yogyakarta.

Ulrichs, C.. 2001. Cowpea Aphid, Aphis craccivora Koch, Sternorrhyncha : Aphididae, AVRDC, Taiwan.

Untung, K., 2001. Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu sebagai Paradigma Baru PHT, Makalah Disampaikan pada Rapat Koordinasi program PHT-PR di Depok, 13 Nopember

Untung, K.. 2000. Pengendalian Hama Terpadu dengan Pendekatan Interdisipliner. Gallusia, Majalah Peternakan Indonesia, XIII (16)

Yulianingsih, R. 2003. Uji Beda Ketahanan terhadap CABMV pada Kacang Panjang Populasi BC1 dan BC2, serta Persilangan untuk Pembentukan Populasi BC2, Skripsi, FP Unibraw, Malang

69 Lampiran :

Foto kegiatan Penelitian

Searah jarum jam : daun diserang aphid, sulur diserang aphid, musuh aphid muncul pada musim hujan, tanaman untuk kegiatan persilangan, bunga diserang aphid dan sulur diserang aphid parah

70

Searah jarum jam : peneliti dan mahasiswa peneliti sedang melakukan persilangan, peneliti dan anggota peneliti, peneliti dan anggota peneliti, kegiatan persilangan, kegiatan persilangan, anggota peneliti dan mahasiswa peneliti

71

Searah jarum jam : peneliti dan anggota peneliti saat panen, tenaga lapang sedang merawat tanaman, kondisi tanaman saat berpolong, peneliti bersama anggota peneliti dan para mahasiswa yang sedang dan akan penelitian

72

Dalam dokumen LAPORAN INSENTIF RISET TERAPAN 2007 (Halaman 58-66)

Dokumen terkait