• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen LAPORAN PENELITIAN KELOMPOK (Halaman 55-63)

1. Optimalisasi pidana kerja sosial sebagai upaya pengurangan beban negara dalam pembinaan terpidana tindak pidana korupsi di Indonesia, perlu segera dilakukan mengingat pertama, pidana perampasan kemerdekaan saat ini sedang mengalami ”masa krisis” karena pidana perampasan kemerdekaan saat ini termasuk salah satu jenis sanksi yang banyak memperoleh kritikan tajam dari sudut efektifitas maupun dilihat dari akibat-akibat negatif yang menyertai penggunaan pidana perampasan kemerdekaan tersebut, yaitu over kapasitas daya tampung para terpidana di Lapas (meningkatnya angka penghuni Lapas membuat pemerintah harus mengeluarkan biaya yang sangat besar guna membiayai kebutuhan Terpidana berupa makan, pakaian dan sebagainya), keterbatasan fasilitas untuk terpidana, permainan kotor di dalam Lapas (korupsi dalam Lapas), Lapas menjadi sekolah bagi pelaku kejahatan menjadi penjahat professional, dan pidana perampasan kemerdekaan membahyakan dan merusak atau menghalangi secara serius kemampuan pelaku tindak pidana untuk mulai lagi ke keadaan patuh pada hukum setelah ia dikeluarkan dari Lapas. Keadaan-keadaan ini kemudian tentu akan melahirkan efek domino pada persoalan keamanan, ketentraman dan kedamaian negara. Hal ini menjadikan pemidanaan sebagai problem dalam sistem hukum Indonesia. Sebagaimana diketahui tujuan dari pemidanaan adalah bentuk perlindungan bagi segenap tumpah darah Indonesia sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945, pemidanaan harus mempertimbangkan aspek humanis. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan pidana perampasan kemerdekaan dipandang sebagai jenis pidana yang tidak humanis, menimbulkan persoalan kemanusiaan, sangat berpotensi menjadikan terpidana mengalami ketidakbermaknaan hidup, sehingga pada jenis pidana ini, filosofi pemidanaan berupa pembinaan tidak terwujud, tidak mampu menunjang pengendalian dan pengurangan kejahatan. Sanksi pidana kerja sosial harus menempati posisi sentral dalam stelsel pidana, ini bisa dilakukan dengan mengoptimalkan penerapan sanksi pidana kerja sosial, dimulai pada tindak pidana korupsi. Di dalam pidana kerja sosial terdapat nilai-nilai yang sangat penting, yaitu rehabilitasi, reedukasi, dan resosialisasi yang sejalan dengan filosofi pemidanaan. Selain itu diperlukan adanya optimalisasi penerapan pidana kerja sosial

56

karena pidana kerja sosial sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, sebagai nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

2. Konsep pemidanaan yang berbasis local wisdom di Indonesia adalah pemidanaan yang berbasiskan Pancasila. Pancasila adalah sistem nilai bangsa dan negara Indonesia.

Pancasila sebagai nilai inti bangsa dan negara Indonesia, karena Pancasila berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia, diakui dan dijunjung tinggi oleh masyarakat, bangsa dan negara Indonesia dalam untuk berperilaku. Pancasila sebagai sistem nilai (budaya) telah melekat dengan kuatnya dalam jiwa masyarakat Indonesia sehingga sulit diganti atau diubah dalam waktu yang singkat. Pancasila sebagai sistem nilai budaya menyangkut masalah-masalah pokok bagi kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila merupakan konsepsi abstrak yang baik dan amat bernilai dalam hidup, yang kemudian menjadi pedoman tertinggi bagi kelakuan dalam masyarakat bangsa dan negara Indonesia. Sistem nilai ke-Indonesia-an mengacu kepada nilai-nilai yang dipahami, dianut, dan dipedomani bersama oleh bangsa dan negara Indonesia. Nilai-nilai inilah yang kemudian dianggap sebagai Nilai-nilai luhur, sebagai acuan pembangunan Indonesia. Nilai-nilai tersebut ada dalam Pancasila. Nilai-nilai itu antara lain adalah taqwa, iman, manusiawi, adil, bersatu, kebenaran, tertib, setia kawan, harmoni, rukun, disiplin, harga diri, tenggang rasa, ramah tamah, ikhtiar, kompetitif, kebersamaan, dan kreatif dan lain-lain. Nilai-nilai tersebut merupakan sifat/ciri khas kebudayaan suatu masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Konsep nilai ke-Indonesia-an ini kemudian diikat ke dalam satu dasar negara yaitu Pancasila. Di sini Pancasila memiliki peran yang signifikan untuk membangun harmoni sosial di masyarakat. Pemidanaan yang berbasiskan local wisdom adalah pemidanaan yang berbasiskan nilai relegiusitas, kemanusiaan, keberadaban, persatuan, musyawarah, dam keadilan. Pemidanaan yang mengakui terpidana sebagai makhluk yang memiliki keyakinan terhadap agama.

Sehingga berdasarkan ini, pemidanaan terhadap seseorang harus diarahkan pada penyadaran iman dari terpidana, sehingga ia dapat bertobat dan menjadi manusia yang beriman dan taat. Pemidanaan yang menghormati keluruhan harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan. Sehingga berdasarkan ini, pemidanaan tidak boleh menciderai hak-hak asasinya yang paling dasar yaitu jaminan atas hak hidup dan hak ini adalah hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun (non derogable rights) serta tidak merendahkan martabat terpidana dengan alasan apapun. Pemidanaan yang menumbuhkan

57

solidaritas kebangsaan dengan orang lain sebagai sesama warga negara. Sehingga berdasarkan ini, pemidanaan diarahkan pada upaya untuk meningkatkan toleransi dengan orang lain, menumbuhkan kepekaan terhadap kepentingan bangsa dan mengarahkan untuk tidak mengulangi melakukan kejahatan. Pemidanaan yang menumbuhkan semangat menumbuhkan kedewasaan sebagai warga negara yang berkhidmat, mampu mengendalikan diri, disiplin dan menghormati serta menaati hukum sebagai wujud keputusan rakyat. Pemidanaan yang mampu melahirkan kesadaran kewajiban setiap individu sebagai makhluk sosial yang menjunjung keadilan bersama dengan orang lain sebagai sesama warga masyarakat.

B. Saran

1. Pidana kerja sosial sebagai upaya pengurangan beban negara dalam pembinaan terpidana tindak pidana korupsi di Indonesia, perlu segera dioptimalkan, karenanya perlu dilakuka kajian lanjutan tentang teknis pelaksanaan pidana kerja social ini khusus kepada terpidana korupsi.

2. Seluruh jenis pidana sebaiknya juga berbasis pada local wisdom Indonesia. Terhadap hal ini juga perlu dilakukan kajian mendalam penerapan pidana kerja sosial yang berbasiskan juga pada local wisdom di masing-masing daerah.

58 DAFTAR PUSTAKA

AdminWeb, A. (2016). Sejarah Singkat Lp Banceuy Dan Lp Sukamiskin Bandung. Retrieved September 5, 2019, from Kantor Wilayah Jawa Barat Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia website:

https://jabar.kemenkumham.go.id/berita-kanwil/berita-utama/sejarah-singkat-lp-banceuy-dan-lp-sukamiskin-bandung

Apriani, L. R. (2010). Penerapan Filsafat Pemidanaan Dalam Tindak Pidana Korupsi, Kajian Putusan Nomor 19/PID.B.TPK/2008/PN.JKT.PST. Jurnal Yuisial, 3, No. 1(April), 1–14.

Arief, B. N. (2000). Kebijaksanaan Legislatif Dalam Penanggulangan Kejahatan Pidana Penjara. Semarang: Badan Penerbit Universita Diponegoro.

Asshiddiqie, J. (1996). Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia:Studi tentang Bentuk-Bentuk Pidana Dalam Tradisi Hukum Fiqh dan Relevansinya Bagi Usaha Pembaharuan KUPH Nasional. Bandung: Angkasa.

Harsono, C. I. (1995). Sistem Baru Pembinaan Narapidana. Jakarta: Djambatan.

Hikmawati, P. (2016). Pidana Pengawasan sebagai Pengganti Pidana Bersyarat Menuju Keadilan Restoratif. Jurnal Negara Hukum, 17, No. 1(Juni), 71–88. Retrieved from

https://jurnal.dpr.go.id/index.php/hukum/article/view/923/542

Hikmawati, P. (2018). Mendesaknya Perbaikan Pengelolaan Lapas Pascapenangkapan Kepala Lapas Sukamiskin. In Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI. Retrieved from

http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info Singkat-X-15-I-P3DI-Agustus-2018-188.pdf

Ibrahim, J. (2013). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif (VII). Surabaya: Bayu Media Publishing.

Irfan, M. (2016). Kelebihan Kapasitas di Lapas Timbulkan Dampak Kemanusiaan. Pikiran Rakyat. Retrieved from https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01252779/kelebihan-kapasitas-di-lapas-timbulkan-dampak-kemanusiaan-365382

Izziyana, W. V. (2016). Korupsi Dalam Dimensi Kekuasaan. Jurnal Law Pro Justitia, 1, No.

2(Juni), 1–20.

Izziyana, W. V., & Besari, A. A. (2017). Pengintegrasian Pidana Kerja Sosial Dalam Sistem Hukum Nasional. JUSTITIA JURNAL HUKUM, 1, No. 2(Oktober), 172–190. Retrieved from http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Justitia/article/view/1148/818

Kaharuddin, K. (2007). SOSIOLOGI HUKUM : SEBUAH KAJIAN DALAM MEMAHAMI HUKUM. Jurnal Sosiologi Reflektif, I, No. 2(April). Retrieved from http://digilib.uin-suka.ac.id/656/

Kania, D. (2015). Pidana Penjara Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Yustisia, 4, No. 1(Januari-April), 55–72. Retrieved from

https://jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/download/8620/7710

Kemenkumham, K. (2018). Lembaga Pemasyarakatan di 30 Kanwil Kelebihan Kapasitas.

Retrieved from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/10/17/lembaga-pemasyarakatan-di-30-kanwil-kelebihan-kapasitas

Daftar pustaka disusun dan ditulis berdasarkan sistem nomor sesuai dengan urutan pengutipan.

Hanya pustaka yang disitasi pada usulan penelitian yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka

59

Lailatul, F. (2018). Bhinneka Tunggal Ika sebagai local wisdom bangsa Indonesia. Retrieved from latifiyyah.blogspot.com/ website:

http://al-latifiyyah.blogspot.com/2018/12/bhinneka-tunggal-ika-sebagai-local.html

Leonard, T. (2016). Pembaharuan Sanksi Pidana Berdasarkan Falsafah Pancasila Dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia. Jurnal Yustisia, 95(Mei-Agustus), 131–140. Retrieved from https://jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/download/8764/7850

Lubis, Siska Marlina; Maslihah, S. (2012). Analisis Sumber-sumber Kebermaknaan Hidup Narapidana yang Menjalani Hukuman Seumur Hidup. Jurnal Psikologi Undip, 11, No.

1(April), 28–39. Retrieved from

Mahfudh, N. I. (2017). Hukum Pidana Islam Tentang Korupsi. IN RIGHT Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 6, No. 2(Mei), 249–265.

Marlina, M. (2011). Hukum Penitensier. Bandung: Refika Aditama.

Mustaqiem, M. (2013). Pendidikan Pancasila Ideologi Negara Indonesia Dalam Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara (Cetakan Pe). Yogyakarta: Buku Litera.

Ohoiwatun, Y. A. T. S. (2017). MENALAR SEL MEWAH DI LEMBAGA

PEMASYARAKATAN. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 46, No. 1(Januari), 48–54.

Retrieved from

Ohoiwutun, Y. A. T. S. (2017). Menalar Sel Mewah Di Lembaga Pemasyarakatan. Masalah - Masalah Hukum, 46, No. 1, 48–54. Retrieved from

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/view/16221/12641

Pambudhy, A. (2018). KPK tangkap Kalapas Sukamiskin, Bandung: Terkait “jual beli keluar lapas”? BBC. Retrieved from https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44909440

Purwadiyanto, T. (2015). Analisis Pidana Kerja Sosial Dalam Hukum Positif Di Indonesia. Lex Administratum, III, No. 8(Oktober), 158–169. Retrieved from

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/administratum/article/download/10272/9858 Rijkschroeff, B. R. (2011). Sosiologi, Hukum dan Sosiologi Hukum. Bandung: Mandar Maju.

Rukmi, S. (2008). Prospek Pidana Kerja Sosial di Indonesia. Jurnal Wacana Hukum, VII No.

1(April), 75–89. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/23557-ID-prospek-pidana-kerja-sosial-di-indonesia.pdf

Sholehudin, U. (2011). Hukum dan Keadilan Masyarakat. Malang: Setara Press.

SistemDataBasePemasyarakatan. (2019a). Data Terakhir Jumlah Penghuni Per-UPT pada Kanwil. Retrieved from

http://smslap.ditjenpas.go.id/public/grl/current/monthly/kanwil/db5e00e0-6bd1-1bd1-913c-313134333039/year/2019/month/9

SistemDataBasePemasyarakatan. (2019b). Laporan UPT. Retrieved from

60

http://smslap.ditjenpas.go.id/public/krl/detail/monthly/upt/db5ec100-6bd1-1bd1-d3aa-313134333039

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2018). Penelitian Hukum Normatif (8th ed.). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiharto, G. (2016). Relevansi Kebijakan Penetapan Pidana Kerja Sosial Dalam Sistem Pemidanaan Di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Novelty, 7, No. 1(Februari), 83–95.

Sugiswati, B. (2011). Aspek Hukum Pidana Telematika Terhadap Kemajuan Teknologi Di Era Reformasi. Jurnal Perspektif, XVI No. 1(Januari), 59–72. Retrieved from http://jurnal-perspektif.org/index.php/perspektif/article/view/70/62

Sugiyarto, S. (2018). Biaya Makan Napi di Lapas Sukamiskin Rp 15 Ribu Sehari, Eks Napi Sebut Tempe Gorengnya Enak. TribunNews, p. 1. Retrieved from

https://www.tribunnews.com/regional/2018/07/23/biaya-makan-napi-di-lapas-sukamiskin-rp-15-ribu-sehari-eks-napi-sebut-tempe-gorengnya-enak

Suryadi, M. G., & Firman, C. A. (2018). Sanksi Pidana Kerja Sosial sebagai Alternatif Pidana Penjara Jangka Pendek di Indonsia. Jurnal Prosiding Ilmu Hukum, 4 No. 2(Agustus), 844–

851.

UnitedNations. (n.d.). Fifth United Nationas Congress on the Prevention of Crime and the Treatment for Offender. New York.

Waluyo, B. (2014). Optimalisasi Pemberantasan Korupsi Di Indonesia. Jurnal Yuridis, 1, No.

2(Desember), 169–182.

Wibawa, I. (2017). Pidana Kerja Sosial Dan Restitusi Sebagai Alternatif Pidana Penjara Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Media Hukum, 24, No. 2(Desember), 105–

114.

Yuntho, E. (2010). Korupsi di Hotel Prodeo. Retrieved from https://antikorupsi.org/id/news/korupsi-di-hotel-prodeo

Yuntho, E. (2018). Korupsi di Penjara. Retrieved September 15, 2019, from Indonesia Corruption Watch website: https://antikorupsi.org/id/opini/korupsi-di-penjara

Yusriando, Y. (2015). IMPLEMENTASI MEDIASI PENAL SEBAGAI PERWUJUDAN NILAINILAI PANCASILA GUNA MENDUKUNG SUPREMASI HUKUM DALAM RANGKA PEMBANGUNAN NASIONAL. Jurnal Pembaharuan Hukum, II, No.

1(Januari-April), 23–45. Retrieved from

https://www.researchgate.net/publication/318564881_IMPLEMENTASI_MEDIASI_PENA L_SEBAGAI_PERWUJUDAN_NILAINILAI_PANCASILA_GUNA_MENDUKUNG_SU PREMASI_HUKUM_DALAM_RANGKA_PEMBANGUNAN_NASIONAL

AdminWeb, A. (2016). Sejarah Singkat Lp Banceuy Dan Lp Sukamiskin Bandung. Retrieved September 5, 2019, from Kantor Wilayah Jawa Barat Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia website:

https://jabar.kemenkumham.go.id/berita-kanwil/berita-utama/sejarah-singkat-lp-banceuy-dan-lp-sukamiskin-bandung

Apriani, L. R. (2010). Penerapan Filsafat Pemidanaan Dalam Tindak Pidana Korupsi, Kajian Putusan Nomor 19/PID.B.TPK/2008/PN.JKT.PST. Jurnal Yuisial, 3, No. 1(April), 1–14.

Arief, B. N. (2000). Kebijaksanaan Legislatif Dalam Penanggulangan Kejahatan Pidana Penjara.

Semarang: Badan Penerbit Universita Diponegoro.

Asshiddiqie, J. (1996). Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia:Studi tentang Bentuk-Bentuk Pidana Dalam Tradisi Hukum Fiqh dan Relevansinya Bagi Usaha Pembaharuan KUPH Nasional. Bandung: Angkasa.

Harsono, C. I. (1995). Sistem Baru Pembinaan Narapidana. Jakarta: Djambatan.

61

Hikmawati, P. (2016). Pidana Pengawasan sebagai Pengganti Pidana Bersyarat Menuju Keadilan Restoratif. Jurnal Negara Hukum, 17, No. 1(Juni), 71–88. Retrieved from

https://jurnal.dpr.go.id/index.php/hukum/article/view/923/542

Hikmawati, P. (2018). Mendesaknya Perbaikan Pengelolaan Lapas Pascapenangkapan Kepala Lapas Sukamiskin. In Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI. Retrieved from

http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info Singkat-X-15-I-P3DI-Agustus-2018-188.pdf

Ibrahim, J. (2013). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif (VII). Surabaya: Bayu Media Publishing.

Irfan, M. (2016). Kelebihan Kapasitas di Lapas Timbulkan Dampak Kemanusiaan. Pikiran Rakyat.

Retrieved from https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01252779/kelebihan-kapasitas-di-lapas-timbulkan-dampak-kemanusiaan-365382

Izziyana, W. V. (2016). Korupsi Dalam Dimensi Kekuasaan. Jurnal Law Pro Justitia, 1, No. 2(Juni), 1–20.

Izziyana, W. V., & Besari, A. A. (2017). Pengintegrasian Pidana Kerja Sosial Dalam Sistem Hukum Nasional. JUSTITIA JURNAL HUKUM, 1, No. 2(Oktober), 172–190. Retrieved from

http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Justitia/article/view/1148/818

Kaharuddin, K. (2007). SOSIOLOGI HUKUM : SEBUAH KAJIAN DALAM MEMAHAMI HUKUM.

Jurnal Sosiologi Reflektif, I, No. 2(April). Retrieved from http://digilib.uin-suka.ac.id/656/

Kania, D. (2015). Pidana Penjara Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Yustisia, 4, No. 1(Januari-April), 55–72. Retrieved from

https://jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/download/8620/7710

Kemenkumham, K. (2018). Lembaga Pemasyarakatan di 30 Kanwil Kelebihan Kapasitas.

Retrieved from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/10/17/lembaga-pemasyarakatan-di-30-kanwil-kelebihan-kapasitas

Lailatul, F. (2018). Bhinneka Tunggal Ika sebagai local wisdom bangsa Indonesia. Retrieved from latifiyyah.blogspot.com/ website:

http://al-latifiyyah.blogspot.com/2018/12/bhinneka-tunggal-ika-sebagai-local.html

Leonard, T. (2016). Pembaharuan Sanksi Pidana Berdasarkan Falsafah Pancasila Dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia. Jurnal Yustisia, 95(Mei-Agustus), 131–140. Retrieved from https://jurnal.uns.ac.id/yustisia/article/download/8764/7850

Lubis, Siska Marlina; Maslihah, S. (2012). Analisis Sumber-sumber Kebermaknaan Hidup Narapidana yang Menjalani Hukuman Seumur Hidup. Jurnal Psikologi Undip, 11, No.

1(April), 28–39. Retrieved from

Mahfudh, N. I. (2017). Hukum Pidana Islam Tentang Korupsi. IN RIGHT Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 6, No. 2(Mei), 249–265.

Marlina, M. (2011). Hukum Penitensier. Bandung: Refika Aditama.

Mustaqiem, M. (2013). Pendidikan Pancasila Ideologi Negara Indonesia Dalam Bermasyarakat,

62

Berbangsa, dan Bernegara (Cetakan Pe). Yogyakarta: Buku Litera.

Ohoiwatun, Y. A. T. S. (2017). MENALAR SEL MEWAH DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 46, No. 1(Januari), 48–54. Retrieved from

https://www.google.com/search?q=MENALAR+SEL+MEWAH+DI+LEMBAGA+PEMASYARAK ATAN+Y.A.+Triana+Ohoiwutun%2C+Samsudi+Fakultas+Hukum+Universitas+Jember&rlz=1 C1CHBF_enID877ID877&oq=MENALAR+SEL+MEWAH+DI+LEMBAGA+PEMASYARAKATAN+Y .A.+Triana+Ohoiwutun%2C+Samsudi+Fakultas+Hukum+Universitas+Jember&aqs=chrome..

69i57.1462j0j8&sourceid=chrome&ie=UTF-8#

Ohoiwutun, Y. A. T. S. (2017). Menalar Sel Mewah Di Lembaga Pemasyarakatan. Masalah - Masalah Hukum, 46, No. 1, 48–54. Retrieved from

https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mmh/article/view/16221/12641

Pambudhy, A. (2018). KPK tangkap Kalapas Sukamiskin, Bandung: Terkait “jual beli keluar lapas”? BBC. Retrieved from https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44909440 Purwadiyanto, T. (2015). Analisis Pidana Kerja Sosial Dalam Hukum Positif Di Indonesia. Lex

Administratum, III, No. 8(Oktober), 158–169. Retrieved from

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/administratum/article/download/10272/9858 Rijkschroeff, B. R. (2011). Sosiologi, Hukum dan Sosiologi Hukum. Bandung: Mandar Maju.

Rukmi, S. (2008). Prospek Pidana Kerja Sosial di Indonesia. Jurnal Wacana Hukum, VII No.

1(April), 75–89. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/23557-ID-prospek-pidana-kerja-sosial-di-indonesia.pdf

Sholehudin, U. (2011). Hukum dan Keadilan Masyarakat. Malang: Setara Press.

SistemDataBasePemasyarakatan. (2019a). Data Terakhir Jumlah Penghuni Per-UPT pada Kanwil. Retrieved from

http://smslap.ditjenpas.go.id/public/grl/current/monthly/kanwil/db5e00e0-6bd1-1bd1-913c-313134333039/year/2019/month/9

SistemDataBasePemasyarakatan. (2019b). Laporan UPT. Retrieved from

http://smslap.ditjenpas.go.id/public/krl/detail/monthly/upt/db5ec100-6bd1-1bd1-d3aa-313134333039

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2018). Penelitian Hukum Normatif (8th ed.). Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiharto, G. (2016). Relevansi Kebijakan Penetapan Pidana Kerja Sosial Dalam Sistem Pemidanaan Di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Novelty, 7, No. 1(Februari), 83–95.

Sugiswati, B. (2011). Aspek Hukum Pidana Telematika Terhadap Kemajuan Teknologi Di Era Reformasi. Jurnal Perspektif, XVI No. 1(Januari), 59–72. Retrieved from http://jurnal-perspektif.org/index.php/perspektif/article/view/70/62

Sugiyarto, S. (2018). Biaya Makan Napi di Lapas Sukamiskin Rp 15 Ribu Sehari, Eks Napi Sebut Tempe Gorengnya Enak. TribunNews, p. 1. Retrieved from

https://www.tribunnews.com/regional/2018/07/23/biaya-makan-napi-di-lapas-sukamiskin-rp-15-ribu-sehari-eks-napi-sebut-tempe-gorengnya-enak

Suryadi, M. G., & Firman, C. A. (2018). Sanksi Pidana Kerja Sosial sebagai Alternatif Pidana Penjara Jangka Pendek di Indonsia. Jurnal Prosiding Ilmu Hukum, 4 No. 2(Agustus), 844–

851.

UnitedNations. (n.d.). Fifth United Nationas Congress on the Prevention of Crime and the Treatment for Offender. New York.

63

Waluyo, B. (2014). Optimalisasi Pemberantasan Korupsi Di Indonesia. Jurnal Yuridis, 1, No.

2(Desember), 169–182.

Wibawa, I. (2017). Pidana Kerja Sosial Dan Restitusi Sebagai Alternatif Pidana Penjara Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Media Hukum, 24, No. 2(Desember), 105–

114.

Yuntho, E. (2010). Korupsi di Hotel Prodeo. Retrieved from https://antikorupsi.org/id/news/korupsi-di-hotel-prodeo

Yuntho, E. (2018). Korupsi di Penjara. Retrieved September 15, 2019, from Indonesia Corruption Watch website: https://antikorupsi.org/id/opini/korupsi-di-penjara

Yusriando, Y. (2015). IMPLEMENTASI MEDIASI PENAL SEBAGAI PERWUJUDAN NILAINILAI PANCASILA GUNA MENDUKUNG SUPREMASI HUKUM DALAM RANGKA PEMBANGUNAN NASIONAL. Jurnal Pembaharuan Hukum, II, No. 1(Januari-April), 23–45. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/318564881_IMPLEMENTASI_MEDIASI_PENAL_

SEBAGAI_PERWUJUDAN_NILAINILAI_PANCASILA_GUNA_MENDUKUNG_SUPREMASI_HUK UM_DALAM_RANGKA_PEMBANGUNAN_NASIONAL

Dalam dokumen LAPORAN PENELITIAN KELOMPOK (Halaman 55-63)

Dokumen terkait