Merupakan bagian penutup yang berisi kesimpulan untuk pemakai dari terbentuknya aplikasi perangkat lunak serta saran untuk pengembangan program selanjutnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Dasar Teori
1. Teori yang berkaitan dengan topik penelitian a. Perancangan
Menurut John Burch dan Gary Grudnitski yang telah terjemahkan oleh Jogiyanto (2005:196) dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi menyebutkan bahwa: “desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah dari satu kesatuan yang utuh dan berfungsi”.
Definisi perancangan menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2005:51) yang terdapat dalam buku yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi, menjelaskan bahwa: “perancangan adalah kemampuan untuk membuat beberapa alternatif pemecahan masalah”. Azhar Susanto (2004:331) menjelaskan dalam buku berjudul Sistem Informasi Manajemen Konsep dan Pengembangannya yaitu: “perancangan adalah spesifikasi umum dan terinci dari pemecahan masalah berbasis komputer yang telah dipilih selama tahap analisis”.
Berdasarkan dua definisi perancangan tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa perancangan merupakan suatu alternatif untuk
memecahkan masalah dan yang dipilih selama tahap analisis dalam pemecahan masalah yang dihadapi perusahaan.
B. Rancang Bangun
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata rancang berarti mengatur segala sesuatu sebelum bertindak, mengerjakan atau melakukan sesuatu untuk merencanakan. Sedangkan kata bangun berarti sesuatu yang didirikan (Departemen Pendidikan Nasional, 2002). Rancang bangun berarti merencanakan atau mendesain sesuatu yang akan dibuat(Departemen Pendidikan Nasional, 2002).
C. Bimbingan Akademik (Perwalian)
1. Pengertian Bimbingan Akademik (Perwalian)
a. Adalah proses kegiatan bimbingan akademik oleh Dosen wali kepada mahasiswa (www.fh.unissula.ac.id).
b. Bimbingan akademik oleh dosen wali meliputi:
1)Penyerahan Kartu Hasil Studi (KHS), pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan batal tambah Kartu Rencana Studi (KRS).
2) Bimbingan lain berkaitan dengan proses belajar mahasiswa.
c. Pengisian KRS yang dilakukan mahasiswa melalui dosen wali untuk membicarakan tentang strategi rencana studi atau pengambilan mata kuliah dengan menunjukkan KHS terakhir.
d. Dalam hal KHS terakhir belum diterbitkan sebagaimana tercantum dalam point (c), mahasiswa dapat menyusun KRS sementara melului dosen wali maksimal 18 SKS.
Masa perwalian kedua (batal tambah) adalah masa berikutnya yakni maksimal 2 minggu setelah masa perwalian pertama dimana mahasiswa konsultasi/melakukan perwalian dengan dosen wali berkaitan dengan pembatalan, penggantian, pengurangan dan atau pengurangan mata kuliah/kredit yang diambil dengan mengisikannya dalam kartu perubahan rencana studi.
a. Mata kuliah yang akan diambil dan diisikan pada KRS dikonsultasikan dan dimintakan pengesahan pada dosen wali (sehubungan dengan KRS online perlu koordinasi BSI).
b. Lima rangkap KRS masing-masing terdiri dari lembar berwarna : 1)Putih untuk mahasiswa yang bersangkutan.
2)Merah untuk dosen wali.
3)Hijau untuk bagian pengajaran/bagian komputer Fakultas. 4)Pink untuk Biro Administrasi dan Kemahasiswaan Universitas. 5)Kuning untuk orang tua atau wali mahasiswa.
2. Mekanisme
a) Mekanisme Perwalian Pertama.
1) Biro administrasi dan kemahasiswaan universitas dan bagian pengajaran/komputer fakultas menerima lembar KRS hijau guna didata dan dibuatkan daftar kelas semester.
2) Disamping dilakukan pengisian KRS secara manual, mahasiswa juga melakukan pengisian KRS melalui KRS online pada STMIK Palangkaraya Online pada ruang pusat komputer fakultas berdasarkan KRS yang telah disetujui dan disahkan oleh dosen wali.
3) Data mengenai daftar kelas semester segera diumumkan untuk diketahui oleh seluruh mahasiswa.
4) Jika ada mahasiswa yang belum terdaftar, kekeliruan mata kuliah, kekeliruan nama dan sebagainya dan sudah melakukan mekanisme perwalian secara benar (segera) melaporkan ke bagian pengajaran/fakultas dan biro administrasi dan kemahasiswaan STMIK Palangkaraya dengan menunjukkan KRSnya.
5) Apabila sampai dengan masa perkuliahan mulai berlangsung dan daftar kelas semester belum juga diterbitkan, mahasiswa diperbolehkan mengikuti perkuliahan mata kuliah sebagaimana dalam KRSnya dengan melaporkan kepada bagian pengajaran/fakultas.
b) Mekanisme Perwalian Kedua.
1) Hanya dapat dilakukan oleh mahasiswa yang mengikuti masa perwalian pertama.
2) Mekanisme perwalian kedua merupakan masa dimana mahasiswa melakukan batal, tambah, kurangi, ganti mata kuliah atau kredit yang diambil yang diisikan pada Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS) 3) Setelah dosen wali menyetujui dan mengesahkan isian KPRS, maka
KRS pengisian/pengajuan pada masa perwalian pertama dianggap tidak berlaku.
4) Langkah registrasi masa perwalian kedua selanjutnya sama dengan mekanisme KRS/perwalian pertama.
3. Tugas Dosen Wali Dalam Perwalian
a) Memeriksa kelengkapan yang harus dipenuhi mahasiswa perwalian seperti bukti pembayaran, pas poto dan sebagainya.
b) Mengarahkan dan membantu mahasiswa dalam hal pengambilan mata kuliah hingga pengisian KRS ataupun Kartu Perubahan Rencana Studi (KPRS).
c) Memberikan pengarahan dalam proses perkuliahan mahasiswa. D. Jenis Pemrograman Web
Pada dasarnya saat ini pemrograman web dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu : client side programming (HTML, CSS, Javascript, Jscript, VBScript) dan server side programming (PHP, ASP, Java Servelet, SGI, Perl).
1. Server Side Scripting (PHP)
Karakteristik server side-programming bekerja jika: a. Ada client yang meminta request.
b. Ekseskusi program dilakukan di server. c. Mengirimkan hasil ke client.
Keuntungan server-side programming bekerja jika:
a. Cross-platform : tidak tergantung pada browser tertentu karena program dieksekusi di server.
b. Optimasi dan pemeliharaan dilakukan di server.
c. Dapat dikembangkan menjadi aplikasi lain. Server-side tidak hanya terbatas dalam keamanan, tetapi dapat mengakses file dan database.
d. Menambah kekuatan server. Mesin server cenderung harus lebih powerful dengan beberapa tool.
e. Kode program aman: client tidak bisa mengakses kode program.
PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page Tools, adalah salah satu server-side programming yang didesain khusus untuk aplikasi web dan dapat disisipkan di antara tag HTML (Sutarman, 2003). Sifat server-side script berarti script ditempatkan dalam server dan proses pengerjaan script akan dilakukan di server. Dan kemudian hasilnya akan dikirimkan ke client, tempat pemakai menggunakan browser (Kadir, 2002).
Ciri-ciri dari dokumen PHP ditandai dengan adanya tag <?php atau <? Untuk tag awal dan diakhiri dengan tag ?>. Untuk cara penulisannya sendiri, dokumen PHP dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
a. Embedded Script
Salah Satu kelebihan yang dimiliki oleh PHP adalah kemampuannya sebagai embedded script, artinya script PHP dapat dimasukkan atau disisipkan di antara tag-tag HTML sehingga sebuah dokumen HTML dapat menjadi dinamis.
b. Non-Embedded Script
Cara penulisan dengan non-embedded merupakan pembuatan script murni PHP, dimana tag-tag HTML yang diletakkan di dalamnya (Dwi, 2003).
Variabel adalah sebuah tempat dimana komputer menyimpan data memori (byte) yang dapat berubah-ubah. Semua jenis pendeklarasian varibel dalam PHP dituliskan dengan tanda dollar ($) di belakang nama varibel (Firdaus, 2007). Dalam mendeklarasikan variabel ada beberapa hal yang harus dipatuhi, diantaranya adalah :
c. Karakter yang digunakan harus diawali dengan huruf dan tidak boleh menggunakan nama variabel yang sama.
d. Tidak boleh menggunakan spasi. Tanda spasi dapat di ubah dengan tanda underscore ( _ ).
e. Tidak boleh menggunakan karakter khusus, seperti +, -, *, ?, <, >, dan lain-lain.
f. Penulisan huruf besar dan kecil harus diperhatikan pada pedeklarasian variabel PHP, karena PHP bersifat case sensitive.
Contoh :
$test=”penulisan variabel benar”; $test123=penulisan variabel benar”; $_test=”penulisan variabel benar”; $test-123=”penulisan variabel salah”; $123test=”penulisan variabel salah”;
Sedangkan untuk tipe data, PHP memiliki delapan jenis tipe data dasar, empat tipe data skalar yaitu boolean, integer, floating-point, string. Dua berikutnya adalah tipe data array dan tipe data objek, dan yang terakhir adalah
dua tipe data khusus yaitu resource dan NULL. Berbeda dengan program-program lainnya, jenis tipe data PHP tidak dapat langsung ditentukan sendiri, melainkan akan ditentukan berdasarkan untuk apan variabel tersebut digunakan pada saat program dijalankan (Firdaus, 2007).
Gambar 1. Server – Side Programming 2. Client Side Scripting (HTML)
Perbedaan utama antara server-side programming dan client-side programming adalah tempat mengeksekusi skripnya. Pada client-side programming, skrip diekseskusi di browser, sedangkan pada server-side programming, skrip dieksekusi di client (web browser).
Karakteristik client-side scripting (Sunyoto, 2008) : a. Kode program di-download bersama dengan halaman web b. Bersifat interpreter dan diterjemahkan oleh browser.
c. Model ekseskuinya simple dan skrip dapat dijadikan satu dengan HTML.
E. Konsep Pemodelan Sistem
1. Diagram Alir Data (DAD / DFD)
Sistem secara logika dapat digambarkan dengan Data Flow Diagram (DFD). Data flow diagram merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (Structured Analys and Design), yang dapat menggambarkan arus data dalam sistem secara jelas dan terstruktur sehingga menghasilkan dokumentasi sistem yang baik.
2. Notasi DFD
Simbol – simbol yang di gunakan dalam DFD terdiri dari 4 macam yaitu: a. Terminator / Kesatuan Luar ( Eksternal Entity )
Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem (Jogiyanto, 1989).
Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak.
Gambar 3. Notasi Terminator / Kesatuan Luar di DFD
Terminator dapat berupa orang, sekelompok orang, organisasi, departemen di dalam organisasi, atau perusahaan yang sama tetapi di luar kendali sistem yang sedang dibuat modelnya. Terminator dapat juga berupa
departemen, divisi atau sistem di luar sistem yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan.
b. Arus Data ( Data flow )
Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah. Arus data ini mengalir diantara proses (Process), simpanan data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Arus data ini menunjukkan arus data yang dapat berupa masukkan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.
Gambar 4. Notasi Arus Data Di DFD Arus data dapat berbentuk sebagai berikut :
1) Formulir atau dokumen yang digunakan perusahaan. 2) Laporan tercetak yang dihasilkan sistem.
3) Output dilayar komputer. 4) Masukan untuk komputer. 5) Komunikasi ucapan. 6) Surat atau memo.
7) Data yang dibaca atau atau direkam di file. 8) Suatu isian yang yang dicatat pada buku agenda. 9) Transmisi data dari suatu komputer ke komputer lain. c. Proses ( Process )
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dan hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dilakukan arus data yang akan keluar dari proses. Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang tegak dengan sudut-sudutnya tumpul.
Gambar 5. Notasi Proses di DFD
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses : 1) Proses harus memiliki input dan output.
2) Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data.
3) Sistem/bagian/divisi/departemen yang sedang dianalisis oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses.
d. Simpanan Data ( Data Store )
Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa file atau database di sistem komputer, arsip atau catatan manual, kotak tempat data di meja seseorang, tabel acuan manual, agenda atau buku. Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horizontal paralel yang tertutup di salah satu ujungnya.
Identifikasi
Nkmk proaseas
Gambar 6. Simbol Dari Simpanan Data Di DFD
F. Konsep Basis Data 1. Pengertian Basis Data
Menurut Stephens dan Plew (2000), basis data adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. Dengan basisdata, pengguna dapat menyimpan data secara terorganisasi. Setelah data disimpan, informasi harus mudah diambil. Data pun harus mudah ditambahkan ke dalam basisdata, dimodifikasi, dan dihapus.
2. Teknik Normalisasi
Pengertian normalisasi menurut Kroenke (2006) adalah proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tidak memiliki masalah.
Tujuan Normalisasi :
a. Untuk menghilangkan kerangkapan data. b. Untuk mengurangi kompleksitas.
c. Untuk mempermudah pemodifikasian data.
Proses normalisasi model data dapat diringkas sebagai berikut: a. Temukan entitas-entitas utama dalam model data.
b. Temukan hubungan antara setiap entitas.
3. ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD adalah gambar atau diagram yang menunjukkan informasi dibuat, disimpan, dan digunakan dalam sistem bisnis.
Tujuan utama dari ERD adalah untuk mewakili objek data dan hubungan antar objek data (Pressman, 2002).
Cara untuk menggambarkan terjadinya hubungan antar entitas adalah dengan menggunakan diagram hubungan antar entitas (Entity Relatioship Diagram) yang biasa disingkat dengan E-R Diagram. Sesuai dengan namanya, ada dua komponen utama pembentuk Model Entity Relationship, yaitu Entitas (Entity) dan Relasi (Relation). Entitas merupakan individu yang mewakili suatu yang nyata eksistensinya dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999).
Komponen utama ER-Model yaitu: a. Entitas
Entitas merupakan objek riil yang dapat dibedakan antara satu objek dengan objek yang lainnya yang tidak saling bergantungan. Entitas diterapkan oleh atribut yang memiliki suatu nilai. Entitas dilambangkan dengan bentuk persegi panjang, seperti gambar berikut:
b. Relasi
Relasi merupakan hubungan antar sejumlah entitas dan merupakan sumber data untuk menyimpan informasi. Relasi dilambangkan dengan diamond seperti gambar berikut :
Gambar 8. Lambang Relasi
Relasi yang terjadi diantara dua hubungan entitas (Misalkan A dan B) dapat dibedakan menjadi :
1) 1 : 1 (one to one relationship)
Dalam relasi 1 ke 1 setiap entitas pada himpunan entitas berhubungan dengan paling banyak 1 entitas A pada himpunan entitas B dan begitu sebaliknya.
2) 1 : N (one to many relationship)
Dalam relasi ini setiap entitas pada himpunan A berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan B, tetapi tidak sebaliknya setiap entitas himpunan B berhubungan dengan paling banyak 1 entitas pada himpunan entitas A.
3) N : M (many to many relationship)
Ini berarti sejumlah entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B dan demikian sebaliknya.
c. Atribut
Atribut merupakan sebutan untuk mewakili suatu entity. Atribut dalam ERD dilambangkan dengan bentuk elips, seperti gambar berikut. :
Gambar 9. Lambang Atribu
G. SQL (Structured Query Language)
SQL (yang biasa dibaca sequel) merupakan kependekan dari Structured Query Language yaitu bahasa yang dirancang khusus untuk komunikasi dengan database. SQL sengaja di rancang untuk melakukan hal secara sederhana dan efisien untuk membaca dan menulis data dari suatu database.
Perintah SQL terdiri atas dua, yaitu:
1. DDL (Data Definition Language)
Perintah DDL berfungsi untuk mendefinisikan data dan objek yang ada pada database.
Tabel 1. Perintah DDL
Perintah Fungsi
Create Untuk membuat tabel, database, view dan store procedure
Alter Untuk mengubah struktur kolom, baik menambah atau menghapus kolom dan
konstrain
Drop Untuk menghapus tabel, index, view, trigger, konstrain dan store procedure
2. DML (Data Manipulation Language)
Perintah DML berfungsi untuk memanipulasi data. Tabel 2. Perintkh DML
Perintah Fungsi
Select Untuk menampilkan dan memilih data yang ditampilkan pada tabel atau view Insert Untuk menyisipkan atau memasukkan data
pada tabel
Delete Untuk menghapus data (record) dalam tabel Update Untuk mengubah isi data (record) pada
tabel
3. DCL ( Data Control Language )
Sebagai alat kontrol keamanan terhadap database dan tabelnya digunakan DCL. Dua perintah utama di dalam DCL adalah :
Tabel 3. Perintah DCL
Grant Untuk mengijinkan user
mengakses tabel dalam database tertentu
Revoke Untuk mencabut kembali ijin yang sudah pernah di berikan
sebelumnya oleh grant
1. XAMPP
Menurut Wicaksono (2008:7) XAMPP adalah sebuah software yang berfungsi untuk menjalankan website berbasis PHP dan menggunakan pengolah data MySQL di komputer lokal.
Dalam paket XAMPP sudah terdapat apache (web server), MySQL (database), PHP (server side scripting), perl, ftp server, phpmyadmin, dan berbagai pustaka bantu lainnya. Fungsi XAMPP adalah kita bisa memiliki server sendiri (localhost) untuk pembuatan website secara offline tanpa harus membeli domain, karena sudah terdiri atas program apache http server, MySQL database dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan perl.
XAMPP tersedia dalam GNU (General Public License) dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis.
2. PHP (Hypertext Preprocessor)
Menurut Anhar (2010:3) PHP adalah bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open source.
PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu
yang terbaru/up to date. Semua script PHP dieksekusi pada server di mana script tersebut dijalankan.
3. Mozilla Firefox (Browser)
Web browser adalah software yang digunakan untuk menampilkan informasi dari web server.
Gambar 10. Mozilla Firefox 4. Codeigniter
Codeigniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source digunakan untuk membangun aplikasi PHP dinamis. Tujuan utama pengembangan Codeigniter adalah untuk membantu developer untuk mengerjakan aplikasi lebih cepat daripada menulis semua code dari awal. Codeignitermenyediakan berbagai macam library yang dapat mempermudah dalam pengembangan. Codeigniter diperkenalkan kepada publik pada tanggal 28 Februari 2006 (Daqiqil, 2011).
I. Penelitian Relevan
Tkbel 4. Penelitikn ykng Relevkn
No. Penulis/
Tahun PenelitianTopik PengembanganMetode PL Hasil Perbedaan 1. Arif Setiwan, dkk, 2011 Sistem Informasi Perwalian Pada Program Studi Sistem Informasi Universitas Muria Kudus SDLC Sistem Informasi Perwalian Pada Program Studi Sistem Informasi Universitas Muria Kudus Sistem informasi perwalian pada program studi sistem informasi univesitas muria kudus menggunakan Pemrograman SQL 2. I Wayan Gede Suma Wijaya, dkk, 2013 Sistem Perwalian Online Dengan Ajax Dan Metode Mvc Menggunakan Framework Codeigniter Waterfall Sistem Perwalian Online Dengan Ajax Dan Metode Mvc Menggunakan Framework Codeigniter Sisetm perwalian online dengan ajax dan metode mvc menggunakan metode model view controller (mvc) 3. Bondan Muliawan, 2011 Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Studi Kasus di Teknik Elektro SDLC Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Studi Kasus di Teknik Elektro Universitas Diponegoro, Rancang bangun sistem informasi akademik berbasis web (Studi Kasus di Teknik Elektro
Universitas Diponegoro, STIMIK AKI, dan IAIN Walisongo STIMIK AKI, dan IAIN Walisongo Universitas Diponegoro, STIMIK AKI, dan IAIN Walisongo) merancang dan membangun sebuah Sistem Informasi Akademik (SIA) berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan server database MySQL.
A. Tinjauan Umum
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah meningkatkan taraf hidup dan kemudahan aktifitas manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu dampak teknologi yang paling dirasakan saat ini adalah dalam bidang manajemen dan informasi. Semakin dibutuhkannya sistem yang dapat menjembatani dan menjadi pengantar informasi antara pihak pengguna aplikasi dan pengguna informasi.
Manajemen dan informasi secara terkomputerisasi yang berbasis internet sudah banyak digunakan dalam dunia pendidikan, misalnya seperti pendaftaran mahasiswa baru secara online, sistem informasi nilai akademik mahasiswa di perguruan tinggi, dan lain-lain. Penulis akan membangun sebuah sistem berbasis web yang dapat menjembatani hubungan antara dosen pembimbing dan mahasiswa. Sistem ini bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berkomunikasi mudah kapan saja dan dimana saja. Adapun sistem perwalian ini dikhususkan untuk STMIK Palangka Raya.
B. Analisis
Untuk membangun sebuah sistem informasi perwalian berbasis web, terlebih dahulu sistem lama di analisis dengan menganalisa kelayakan kinerja, informasi, ekonomi, keamanan system, efisiensi, dan pelayanan. Analisis ini
dikenal dengan nama analisis PIECES (Performance, Information, Economic, Control, Efficiency, Service).
1. Analisis Kinerja / Performance
Sistem yang berjalan kurang maksimal karena sistem pengolahan datanya masih belum menggunakan sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi yang maksimal, sehingga menyebabkan kesulitan dalam pencarian informasi dan pemborosan biaya dan tenaga saat mencari informasi.
2. Analisis Informasi / Information
Informasi merupakan komoditas yang sangat penting bagi pemakai akhir, informasi yang tepat waktu, relevan, dan akurat dapat dihasilkan oleh suatu sistem informasi yang baik.
Lebih lambatnya sistem lama yang sedang berjalan sekarang dalam pemberian informasi tentang pembimbing akademik mahasiswa karena mahasiswa harus datang ke kampus terlebih dahulu untuk melihat pengumuman dan berkonsultasi ke dosen pembimbing akademiknya. Dengan berjalannya sistem lama ini maka akan membuat pemakai akhir atau mahasiswa akan mengeluarkan biaya (untuk bensin motor dan uang saku ke kampus) dan tenaga untuk mencari informasi yang diinginkan.
3. Analisis Ekonomi / Economic
Berdasarkan penilaian secara ekonomi, sistem lama lebih banyak memakan biaya dan tenaga, baik itu untuk sekolah tinggi ataupun untuk
mahasiswanya. Pada sistem yang berjalan, sebagai media penyimpanan, masukan dan keluaran masih sebagian menggunakan kertas. Mahasiswa juga diharuskan datang ke kampus untuk mencari informasi mengenai pembimbing akademiknya, sehingga membutuhkan biaya dan tenaga lebih. 4. Analisis Kontrol / Control
Kontrol diperlukan untuk mengendalikan data dan informasi di dalam suatu perguruan tinggi untuk mendeteksi suatu kesalahan atau kerusakan yang terjadi. Pada sistem informasi yang baru nantinya data dan informasi mengenai pemilihan dosen pembimbing akademik akan disimpan dalam media penyimpanan terkomputerisasi sehingga lebih aman, serta dosen pembimbing akademik dan mahasiswanya akan menjadi lebih mudah berkonsultasi karena dapat melalui sistem informasi yang berbasis web. 5. Analisis Efisiensi / Efficiency
Efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebut digunakan secara optimal, sehingga tidak terjadi pemborosan. Pada sistem lama penyampaian informasi dosen pembimbing akademik masih menggunakan cara manual, menyebabkan efisiensi dari sistem ini kurang. Dengan adanya sistem baru nantinya diharapkan membuat pemakaian sistem secara maksimal dengan membuat lebih efisiennya waktu pengolahan data, uang, tenaga, dan peralatan.
6. Analisis Layanan / Service
Pelayanan merupakan faktor utama dalam suatu organisasi untuk para konsumennya. Proses pengolahan data pada sistem lama masih manual karena membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga lebih untuk menyelesaikannya sehingga membuat pelayanannya tidak memudahkan dan memuaskan untuk para pemakai akhir atau mahasiswa.
7. Analisis Kebutuhan Sistem
Analisis kebutuhan sistem ini menjabarkan komponen-komponen