METODOLOGI PENELITIAN
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Partisipasi masyarakat sekitar hutan gunung Simpang ditunjukkan oleh keterlibatan berbagai pihak; pemerintahan desa, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi nonpemerintah, dan masyarakatnya melalui: menjaga hutan bersama, kesadaran kritis akan fungsi dan manfaat hutan, pelaksanaan reboisasi, pengadaan patroli hutan, dan lahirnya peraturan desa yang memuat perintah dan larangan masyarakat terhadap hutan sebagai salah satu upaya melestarikan hutan.
2. Strategi pemberdayaan yang dilakukan meliputi aspek kemasyarakatan, aspek ekologi, dan aspek ekonomi. Salah satu strategi pemberdayaan yang paling dirasakan manfaatnya adalah pemanfaatan mikrohidro yang berfungsi sebagai sarana untuk memperoleh listrik, pembuatan pengairan (irigasi) yang baik sehingga berdampak terhadap meningkatnya produktivitas (kegiatan home industri, seperti penggunaan mesin "parut kelapa", perluasan akses informasi seperti TV dan radio, serta minimnya bencana alam, seperti longsor, pengairan sawah, dan perkebunan). Adapun para pihak (stakeholders) yang terlibat antara lain: (1) masyarakat yang berdomisili di sekitar kawasan hutan gunung simpang; (2) Dinas/Instansi terkait; (3) pihak swasta yaitu perusahaan-perusahaan atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pelestarian seperti: YPAL, POKLAN, KEHATI, KONUS, MITRA SIMPANG
TILU, dan LSM lainnya; dan (4) perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan masyarakat sekitar hutan gunung Simpang. 3. Pendekatan yang dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat sekitar hutan
gunung Simpang adalah pendekatan kemasyarakatan yang meliputi tiga tahapan, yakni formal meeting, informal meeting, dan family bond (metode tungku).
4. Dampak pemberdayaan masyarakat terhadap partisipasi masyarakat ditunjukkan oleh keterlibatan dan aktivitas masyarakat sekitar hutan dalam bergotong-royong menjaga hutan, dan pengamanan wilayah hutan.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, Peneliti memberikan saran untuk mengoptimalisasikan pembeerdayaan yang telah dilakukan oleh masyarakat sekitar hutan sebagai berikut.
1.Masyarakat, tokoh, dan aparat harus memiliki persamaan persepsi terhadap langkah-langkah yang harus dilakukan dalam program pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
2.Pembagian tugas setiap aparat dan pelaksana lapangan lebih diperjelas dan dipertegas sehingga tidak terjadi tumpang tindih tugas dan wewenang.
3.Perlu diberikannya pemahaman kepada masyarakat mengenai budaya hemat energi.
4.Pelaksanaan sosialisasi lebih lanjut tentang cara menjaga dan melestarikan hutan khususnya kepada para peternak yang mengembalakan ternaknya di hutan.
5.Untuk jangka panjang perlu adanya pembudidayaan tanaman kehutanan yang sering digunakan oleh masyarakat, yang mempunyai komoditas tinggi, juga tanaman buahbuahan.
6.Penanganan jalan dalam kawasan antara Cihalimun-Londok harus ditangani secara bijaksana, tanpa merugikan masyarakat dan juga tetap terjaganya konservasi kawasan cagar alam.
7.Perlu adanya jenis-jenis kegiatan usaha yang sesuai dengan potensi, kemampuan dan keadaan alam setempat.
8.Diperlukan kelembagaan khusus yang menangani pendidikan nonformal untuk kegiatan belajar masyarakat sekitar hutan, seperti pelatihan-pelatihan kecakapan hidup, pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, PAUD, majlis taklim, dan lain sebagainya sehingga masyarakat dapat belajar dan mampu melestarikan hutan secara berkelanjutan.
DAFTARPUSTAKA
Adimihardja, K. 2004. Participatory Research Appraisal. Bandung: Humaniora Utama Press (HUP).
Adimihardja, K. 2006. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama.
Al-Jufri, F. 2010. Kebutuhan listrik dan Air. Jakarta: Kreasindo.
Arief, A. 1994. Hutan Hakikat Dan Pengaruhnya Terhadap Lingkungan. Jakarta: Obor Indonesia
Arief, A. 2001. Hutan dan Kehutanan, Yogjakarta : Kanisius.
Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Basit, A. 2010. Jelajahi Hutan Kita. Bandung: Adhi Aksara Abadi Indonesia.
Dahlan, N. 2010. Kiprah Masyarakat Dalam Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Desa
Tertinggal. Bandung: Sekolah Pascasarjana UPI.
Departemen Kehutanan. 2003. Strategi Pengelolaan Social Forestry. Departemen Kehutanan: Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Faisal, S. 1981. Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa. Usaha Nasional: Surabaya.
Hanafi, A. 1981. Memasyarakatkan Ide-ide baru. Yogyakarta: Usaha Nasional-Surabaya Indonesia.
Heru R., dan Sumartono. 2009. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembangunan
Ekonomi Desa. Jurnal. Jurusan Ilmu Administrasi Publik, FIA UB.
Jean F.J. 2005. Partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan lindung gunung tumpa.
Tesis sekolah pascasarjana IPB bogor. Tidak diterbitkan.
Kamil, M. 2008. Pusat Budaya dan Belajar Masyarakat. Bandung: Dewa Ruchi.
Kartasasmita, G. 1996, Pembangunan Untuk Rakyat, Memadukan Pertumbuhan dan
Pemerataan, Pustaka Cidesindo, Jakarta.
Kindervatter, S. 1979. Non-Formal Education as an Empowering Process with Case
Studies from Indonesia and Thailand. Amherst Massachusetts: Centre for
International Education, University of Massachusetts.
Kurniawan T., at al. 2010. Warga Gunung Simpang Swadaya Lindungi Hutan. [Online]. Tersedia: http://www. VHR Media.com
Lawang, R. M.Z. 1994. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka. Lawang, R. M.Z. 1994. Pengantar Sosiologis. Jakarta: Universitas Terbuka.
Manullang, S. at al. 2008. Alternatif Pengembangan Masyarakat di era Globalisasi
Community Development. Yogyakarta: Pusat Pelajar
Mardikanto, T. 1992. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Miles, B. M. dan Michael. H., 1984. Qualitative Data Analysis, A Sourcebook of New
Methods, SAGE Publication Inc. Beverly Hill: California.
Nurrochmat, D.R. 2005. Strategi Pengelolaan Hutan: Upaya Menyelamatkan Rimba
yang Tersisa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Notoatmojo, S. 2003. Pengembangan Sumber daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Onny, S. P., dan A. M. W. Pranaka. 1996. Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan dan
Implementasi. Jakarta: CSIS
Pratiwi, N. 2010. Mengenal Peristiwa Alam. Jakarta: Trans Manidri Abadi. Rakhmawati, N. 2009. Oksigen. Tangerang: Citralab.
Roesmidi. 2006. Pemberdayaan Masyarakat. Sumedang: Alqaprint.
Samsudin, U. 1976. Dasar-dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian. Bandung: Bina Cipta.
Sastropoetro, S. 1986. Partisipasi, Komunikasi, Persuasi dan Disiplin dalam
Pembangunan Nasional. Bandung: PT Alumni.
Setiawan, I., dan Nurfajriyah. 2010. Ensiklopedia Pengetahuan Umum Seri Pemerintahan
Indonesia dan Kegiatan Masyarakat. Tangerang: Citralab.
Slamet, Margono. 1978. Kumpulan Bacaan Penyuluhan Pertanian Bogor. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Soewarman, H. E. 2009. Pemberdayaan Melalui PNFI. Bandung: BPPNFI Regional VIII. Soleh, R., at al. 2010. Sisi Lain Masyarakat Hulu Mengelola Hutan Desa (trladan dari
seputar cagar alam gunung simpang, jawa barat). Bandung: Pusat Informasi
Lingkungan Indonesia (PILI Green-Network).
Subrata, P. 2010. Manfaat Air bagi Kita. Tangerang: Citralab. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sudjana. D. 2001. Pendidikan Luar Sekolah (Wawasan Sejarah Perkembangan Falsafah
Teori Pendukung Asas), Falah Production, Bandung.
Suharto, E., Ph. D. 2010. Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat, Bandung: Refika aditama.
Sukmawati, R., dan Siti M. 2010. Tanah, Fungsi,dan kegunaannya. Tangerang: Citralab. Soleh, M. 2010. Air Sebagai sumber kehidupan. Bandung: Sinergi
Soemarwoto, O. 1992. Melestarikan Hutan Tropika, Jakarta: Obor Indonesia.
Taridala, Y., dan Sarlan, A. 2010. Pranata Hutan Rakyat. Jakarta: Multi Kreasi Satudelapan.
Trisnamansyah, S. (1986). Pendidikan Kemasyarakatan. Bandung: FIP IKIP Universitas Pendidikan Indonesia. (2008). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI. Widayastuti, S. 2004, Patologi Hutan, Yogayakarta: Universitas Gajah Mada.s
YPAL. 2007. Profil Hutan Gunung Simpang. Bandung
Lembaga penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia. 2001,
Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervansi komunitas (pengantar
pada pemikiran dan pendekatan praktis). Jakarta: Lembaga penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia.
………… 2009. Peran PR dalam Membangun Citra Perusahaan melalui . Aryani, Situ Nur. 2006. Penerapan CSR yang Lebih Strategis. Dokumen
http://www.bisnis.com/, Sabtu, 01 April 2006.
PERATURAN-PERATURAN :
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kehutanan