MINYAKGORENG vs. CPOINTERNASIONAL
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
6.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
5. Dari hasil uji kointegrasi dengan unvariate didapat hasil bahwa tidak ada kointegrasi atau hubungan antara harga minyak goreng domestik dengan harga CPO internasional. Terjadinya harga yang fluktuatif baik harga minyak goreng domestik maupun harga CPO internasional dikarenakan oleh tingginya permintaan minyak goreng di dalam negeri dan permintaan CPO di pasar internasional. Harga minyak goreng domestik lebih ditentukan oleh kebijakn yang dibuat oleh pemerintah. Namun setelah dilakukan uji kointegrasi dengan
multivariate dengan menambah variabel volume ekspor CPO domestik didapat hasil bahwa ternyata masih terdapat hubungan dalam jangka panjang antara harga minyak goreng domestik dengan harga CPO internasional yang dipicu oleh volume ekspor CPO domestik. Hal ini karena volume ekspor CPO domestik mempengaruhi ketersediaan CPO di dalam negeri dan di pasar internasional. Kemudian dilihat dari hasil Error Correction Model bahwa dalam jangka pendek tidak dapat dilihat hubungan antara harga minyak goreng domestik, harga CPO internasional dan volume ekspor CPO domestik. Namun dilihat dari nilai resid01 yaitu -0,377673 menunjukan bahwa secara perlahan-lahan akhirnya dalam jangka panjang antara harga minyak goreng domestik, harga CPO internasional dan volume ekspor CPO domestik menuju pada satu titik keseimbangan atau dengan kata lain memiliki hubungan dalam jangka panjang.
6. Dari hasil uji kointegrasi dengan unvariate didapat hasil bahwa tidak ada kointegrasi atau hubungan antara harga minyak goreng domestik dengan harga CPO domestik. Jadi kenaikan harga minyak goreng domestik bukan disebabkan oleh kenaikan harga CPO domestik. Akan tetapi kenaikan harga minyak goreng domestik lebih banyak disebabkan oleh tingginya permintaan minyak goreng di dalam negeri dan kurang tersedianya pasokan CPO di dalam negeri sebagai bahan baku utama minyak goreng. Namun setelah dilakukan uji kointegrasi dengan multivariate yaitu dengan menambahkan variabel volume ekspor CPO domestik dapat dilihat hasil bahwa ternyata masih terdapat hubungan dalam jangka panjang antara harga minyak goreng domestik dengan harga CPO domestik yang dipicu oleh volume ekspor CPO domestik. Hal ini karena volume ekspor CPO domestik mempengaruhi ketersediaan CPO di dalam negeri. Apabila volume ekspor meningkat maka ketersedian di dalam negeri menipis sehingga permintaan meningkat yang menyebabkan harga CPO tinggi. Karena harga bahan baku minyak goreng yaitu CPO tinggi dan ketersediaan di dalam negeri juga kurang tersedia maka dapat menyebabkan harga minyak goreng domestik tinggi. Kemudian dilihat dari hasil Error Correction Model bahwa dalam jangka pendek tidak dapat dilihat hubungan antara harga minyak goreng domestik, harga CPO domestik dan volume ekspor CPO domestik. Namun dilihat dari nilai resid01 yaitu -0,363125 menunjukan bahwa secara perlahan-lahan akhirnya dalam jangka panjang antara harga minyak goreng domestik, harga CPO domestik dan volume ekspor CPO domestik menuju pada satu titik keseimbangan atau dengan kata lain memiliki hubungan dalam jangka panjang.
7. Dari hasil uji kointegrasi dengan unvariate didapat hasil bahwa tidak ada kointegrasi atau hubungan antara harga CPO domestik dengan harga CPO internasional. Jadi kenaikan harga CPO di dalam negeri tidak disebabkan oleh kenaikan harga CPO di pasar internasional.Akan tetapi kenaikan harga CPO di dalam negeri maupun di pasar internasional lebih disebabkan oleh tingginya permintaan CPO baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Kenaikan harga CPO domestik baik di dalam negeri maupun di pasar internasional juga disebabkan oleh permainan para pengusaha CPO seperti pembentukan sistem kartel guna mengatur harga CPO. Namun setelah dilakukan uji kointegrasi dengan multivariate yaitu dengan menambahkan variabel volume ekspor CPO domestik dapat dilihat hasil bahwa ternyata masih terdapat hubungan dalam jangka panjang antara harga CPO domestik dengan harga CPO internasional yang dipicu oleh volume ekspor CPO domestik. Hal ini karena volume ekspor CPO domestik mempengaruhi ketersediaan CPO di dalam negeri dan di pasar internasional. Kemudian dilihat dari hasil Error Correction Model bahwa dalam jangka pendek tidak dapat dilihat hubungan antara harga CPO domestik, harga CPO internasional dan volume ekspor CPO domestik. Namun dilihat dari nilai resid01 yaitu -0,171240 menunjukan bahwa secara perlahan-lahan akhirnya dalam jangka panjang antara harga CPO domestik, harga CPO internasional dan volume ekspor CPO domestik menuju pada satu titik keseimbangan atau dengan kata lain memiliki hubungan dalam jangka panjang.
8. Dalam menanggapi dari kenaikan harga minyak goreng domestik, harga CPO domestik dan harga CPO internasional yang fluktuatif maka pemerintah mengambil beberapa kebijakan yang relevan salah satunya yaitu kebijakan pajak ekspor. Pemerintah juga membuat kebijakan DMO (domestic market obligation) yaitu agar para pengusaha CPO wajib memberi pasokan CPO di dalam negeri. Kedua kebijakan ini berguna mengendalikan harga CPO domestik dan harga minyak goreng domestik. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya terganggunya mekanisme harga minyak goreng domestk dan harga CPO domestik diakibatkan oleh terlalu banyaknya intervensi pemerintah.
6.2. Saran
Dalam penelitian ini menggunakan uji kointegrasi dengan alat analisis eviews 5.0 yang sangat sensitif terhadap data. Data penelitian menggunakan data bulanan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini belum dapat mengungkap lebih jauh pengaruh antara harga CPO internasional, harga CPO domestik dan harga minyak goreng domestik baik dalam jangka pendek maupun jangka panjnag. Atas kelemahan atau keterbatasan penelitian ini, maka saran untuk penelitian mendatang yaitu dengan mengunakan data mingguan atau harian.
Dalam penelitian ini pengujian kointegrasi hanya menggunakan 4 variabel yaitu harga CPO internasional, harga CPO domestik, harga minyak goreng domestik dan volume ekspor CPO domestik. Sehingga hasil yang didapat tidak terlalu dapat menggambarkan pengaruh-pengaruh yang nyata antar variabel baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Saran bagi peneliti yang akan melanjutkan penelitian ini adalah menambah variabel-variabel lain yang merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga CPO dan minyak goreng seperti variabel permintaan CPO dan variabel produksi CPO baik didalam negeri maupun di pasar internasional serta pendapatan nasional perkapita.