• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERIMAAN Cilodong

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah disampaikan dan perhitungan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa alokasi penggunaan input-input produksi di peternakan ayam ras pedaging KBTM belum optimal. Hal ini dapat dilihat nilai keuntungan aktual yang diperoleh KBTM lebih kecil dari keuntungan pada kondisi optimal. Dengan demikian keuntungan yang diterima KBTM masih dapat ditingkatkan sebesar Rp 424 803 376 atau sebesar 28,04 persen dari keuntungan yang diperoleh selama periode penelitian. Selain itu berdasarkan hasil perhitungan LINDO dapat disimpulkan bahwa lokasi kandang Cilebut dan Pemda disarankan tidak beroperasi.

Penggunaan input-input produksi seperti pakan, tenaga kerja serta peralatan kandang masih berlebih. Sehingga keuntungan yang diperoleh tidak maksimal. Input-input produksi yang menjadi kendala aktif yaitu DOC, VOD serta penggunaan lahan dan kandang. Input-input tersebut mempunyai nilai dual tidak sama dengan nol. Input-input yang mempunyai nilai dual lebih kecil dari nol merupakan input yang dapat mengurangi keuntungan apabila ketersediaanya ditambah satu satuan. Sebaliknya input-input yang mepunyai nilai dual lebih besar dari nol, akan memberikan dampak positif jika ketersediaannya ditambah. Input produksi yang bernilai negtif yaitu input VOD.

Lokasi kandang Cilodong merupakan lokasi terbaik dalam hal penggunaan faktor-faktor produksi dibandingkan dengan lokasi kandang lainnya yang dimiliki oleh KBTM. Hal tersebut terlihat dari biaya produksi per ekor yang dikeluarkan sebesar Rp 12 368 lebih kecil bila dibandingkan dengan biaya produksi lokasi kandang lainnya. Sedangkan lokasi kandang Kelapa Dua

65 merupakan lokasi terbaik dalam hal perolehan keuntungan per ekor dibandingkan lokasi kandang lainnya. Nilai keuntungan per ekor yang diperoleh lokasi kandang Kelapa Dua mencapai Rp 1 145. Lokasi kandang yang penggunaan faktor-faktor produksi yang tidak efisien terdapat di lokasi kandang Cilebut dengan biaya produksi per ekor mencapai Rp 14 113, dengan keuntungan per ekor sebesar Rp 507. Lokasi kandang Pemda merupakan lokasi yang keuntungan per ekornya terkecil dibandingkan dengan lokasi kandang lainnya.

Keuntungan optimal yang diperoleh KBTM menurun sebesar Rp 632 617 600. Nilai fungsi tujuan ini lebih kecil 58,24 persen bila dibandingkan

dengan nilai fungsi tujuan versi awal, jika harga jual ayam ras pedaging turun lima persen (Skenario I). Sedangkan selisih solusi optimal skenario I dengan keuntungan aktual yang diterima KBTM lebih kecil sebesar Rp 457 543 024.

Keuntungan optimal yang dapat dicapai KBTM jika ketersediaan pakan turun 20 persen sebesar Rp 1 334 298 000. Nilai fungsi tujuan ini 5,32 persen lebih kecil bila dibandingkan dengan nilai fungsi tujuan optimal versi awal. Sedangkan selisih solusi optimal skenario II dengan keuntungan aktual yang diterima KBTM sebesar Rp 344 137 376. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan ketersediaan pakan sebesar 20 persen, akan menyebabkan keuntungan yang diterima KBTM selama sepuluh periode meningkat sebesar 23,99 persen.

6.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan KBTM sebaiknya tidak melakukan produksi di lokasi kandang Cilebut dan Pemda. Jika tetap berproduksi di lokasi kandang tersebut, KBTM akan menerima kerugian.

Sebaiknya KBTM melakukan alokasi penggunaan input-input produksi secara optimal dengan meningkatkan efisiensi terutama penggunaan pakan,

66 karena pada kondisi aktual kelebihan ketersedian pakan mencapai 20 persen. Kelebihan ketersedian pakan tersebut akan meningkatkan biaya, sehingga keuntungan yang diperoleh kecil.

Selain itu penggunaan tenaga kerja sebaiknya lebih dioptimalkan dengan cara mengurangi jumlah tenaga kerja yang berlebih dan meningkatkan kinerjanya. Tenaga kerja anak kandang sebaiknya memelihara minimal 3 500 ekor ayam ras pedaging selama satu periode produksi.

Kelompok Bina Usahatani Muslim sebaiknya memiliki pemasok DOC yang tetap, sehingga kontinuitas produksi tetap terjaga. Sehingga DOC tidak menjadi faktor produksi langka bagi KBTM. Hal tersebut juga dapat menghindarkan KBTM menerima DOC berkualitas tidak baik. Karena DOC berkualitas tidak baik dapat menyebabkan tingginya konversi pakan dan mortalitas yang tinggi selama periode pemeliharaan.

Kelompok Bina Usahatani Muslim sebaiknya menambah jumlah kandang, sehingga jumlah ayam yang dipelihara semakin banyak. Penambahan jumlah kandang dan ayam yang dipelihara akan memberikan dampak positif terhadap keuntungan yang diterima KBTM.

67 DAFTAR PUSTAKA

Buffa, E.S. dan R.K. Sari. 1996. Manajemen Operasi dan Produksi Modern. Terjemahan. Jilid I. Edisi Kedelapan. Binarupa Aksara. Jakarta.

Doll, J.P. and Frank Orazem. 1984. Production Economics Theory With Application. Jhon Wiley and Sons Inc. Singapore.

Ermayati. 2006. Optimalisasi Produksi Usaha Budidaya Ayam Ras Pedaging (Kasus : Kelompok Peternak Mitra Perusahaan Perdana Putra Chicken, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Skripsi. Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Fadilah, R., P. Agustin, A. Sjamsirul dan P. Eko. 2007. Sukses Beternak Ayam Broiler. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Ginting, M. 2003. Analisis Tingkat Pendapatan dan Efisiensi Penggunaan Faktor- Faktor Produksi Perusahaan Peternakan Ayam BroilerPT. Prima Karsa di Bogor (Studi Kasus di Empat Lokasi Kandang). Skripsi. Program Studi Ekonomi Peternakan. Jurusan Sosial Ekonomi Industri Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Herlambang, T. 2002. Ekonomi Manajerial dan Strategi Bersaing. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Imaduddin, R. 2001. Analisis Kemitraan Pola Perusahaan Inti Rakyat Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging (Kasus PT. Ciomas Adisatwa Sukabumi). Karya Ilmiah Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Lipsey, R.G., P.N. Courant, D.D. Purvis and P.O. Steiner. 1995. Pengantar Mikroekonomi. Terjemahan. Jilid Satu. Edisi Kesepuluh. Binarupa Aksara. Jakarta.

Mulyono, S. 1991. Operations Research. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

Murjoko. 2004. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-faktor Produksi dan Pendapatan Usahatani Ayam Ras Pedaging. (Kasus : Kelompok Peternak Plasma di Kabupaten Karang Anyar pada PT. MMS Wilayah Kerja Surakarta, Jawa Tengah. Skripsi. Departemen Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi. Fakultas Pertanian. IPB.

Murni, A. 2006. Optimalisasi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi pada Peternakan Ayam Ras Pedaging MitraCV. Janu Putro di Kec. Pamijahan

68 Kab. Bogor. Skripsi. Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Nicholson, W. 2002. Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasi. Terjemahan. Edisi Kedelapan. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Rahardi, F. dan R. Hartono. 2003. Agribisnis Peternakan. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rasyaf, M. 2003. Manjemen Peternakan Ayam Petelur. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rommie. 1998. Agribisnis Peternakan Ayam Ras Pedaging dan Analisis Keuntungan Serta Efisiensi di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Karya ilmiah. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Rostini, T.1993. Otimalisasi Alokasi dan Penggunaan Input-input Produksi Ayam Broiler pada Perusahaan Peternakan Ayam Terpadu (Subur Grup) di Daerah Kramat Jati, Jakarta Timur. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Wayan, N, I, A. 2001. Optimalisasi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Suatu Kasus pada Perusahaan Peternakan Ayam Pedaging CV. Pekerja Keras, Bogor. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

70 Lampiran 1. Keuntungan Aktual dan Optimal Setiap Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging per Periode

No Penelitian Tahun

Nama Peternakan Keuntungan

Aktual (Rp)

Keuntungan

Optimal (%) Selisih (%)

Persentase (%)

1. Ermayati 2006 Kelompok Peternak Mitra PPC 55 049 334 59 791 770 -4 742 436 8,61

2. Murni 2006 Peternakan Ayam Ras Pedaging

CV. Janu Putro 512 851 260 516 709 407 -3 858 147 0,75

3. Wayan 2001

Perusahaan Peternakan Ayam Ras Pedaging

CV. Pekerja Keras

393 754 928 547 736 625 -153 981 697 39,11

4. Rostini 1993 Perusahaan Peternakan Ayam Terpadu

(Subur Grup) 491 321 288 519 253 787 -27 932 499 5,69

71 Lampiran 2. Model yang Digunakan dalam Optimalisasi

MAX 1.03468 X1 + 1.144536 X2 + 0.5065433 X3 + 0.3355364 X4 + 1.294006 X5 SUBJECT TO PAKAN) 0.002249399 X1 + 0.002340599 X2 + 0.0027292 X3 + 0.0024206 X4 + 0.0024802 X5 <= 3659.898 DOC) 0.0010901 X1 + 0.0010594 X2 + 0.0010678 X3 + 0.0010938 X4 + 0.0010655 X5 <= 1325 VOD) 0.3210291 X1 + 0.3142551 X2 + 0.3167367 X3 + 0.3244684 X4 + 0.3097508 X5 >= 387780.1 SEKAM) 0.0000545 X1 + 0.00005299999 X2 + 0.00005339999 X3 + 0.0000547 X4 + 0.00005329999 X5 >= 60.897 BATUBARA) 0.00001309999 X1 + 0.000017 X2 + 0.00001709999 X3 + 0.0000175 X4 + 0.000017 X5 >= 18.269 A.KNDNG) 0.00006059999 X1 + 0.000058 X2 + 0.00005999999 X3 + 0.00005479999 X4 + 0.00006289999 X5 >= 7.218 TK.AHLI) 0.00000202 X1 + 0.000001999999 X2 + 0.000001799999 X3 + 0.000001917999 X4 + 0.000002063 X5 >= 0.602 T.PAKAN) 0.000009090908 X1 + 0.0000145 X2 + 0.000009999999 X3 + 0.00001452054 X4 + 0.00001479365 X5 >= 1.788 T.MINUM) 0.000009090908 X1 + 0.0000145 X2 + 0.000009999999 X3 + 0.00001452054 X4 + 0.00001479365 X5 >= 1.788 SEMAWAR) 0.000003535353 X1 + 0.0000035 X2 + 0.000003 X3 + 0.000003561644 X4 + 0.000003523809 X5 >= 0.55 BROODER) 0.0000010101 X1 + 0.000000999999 X2 + 0.000000999999 X3 + 0.000001150684 X4 + 0.000001206348 X5 >= 0.183 LHNKNDNG) 0.354 X1 + 0.397 X2 + 0.347 X3 + 0.41 X4 + 0.4 X5 <= 487174.4 END

72 Lampiran 3. Hasil Optimalisasi

LP OPTIMUM FOUND AT STEP 5

OBJECTIVE FUNCTION VALUE

1) 1514964.

VARIABLE VALUE REDUCED COST X1 181705.437500 0.000000 X2 293146.656250 0.000000 X3 0.000000 0.457273 X4 0.000000 0.846351 X5 766178.625000 0.000000

ROW SLACK OR SURPLUS DUAL PRICES PAKAN) 664.754456 0.000000 DOC) 0.000000 6333.475586 VOD) 0.000000 -22.225697 SEKAM) 5.380040 0.000000 BATUBARA) 2.119873 0.000000 A.KNDNG) 68.988495 0.000000 TK.AHLI) 1.931965 0.000000 T.PAKAN) 15.449074 0.000000 T.MINUM) 15.449074 0.000000 SEMAWAR) 3.818274 0.000000 BROODER) 1.217966 0.000000 LHNKNDNG) 0.000000 3.575291

73

NO. ITERATIONS= 5

RANGES IN WHICH THE BASIS IS UNCHANGED:

OBJ COEFFICIENT RANGES

VARIABLE CURRENT ALLOWABLE ALLOWABLE COEF INCREASE DECREASE X1 1.034680 0.195813 0.471206 X2 1.144536 0.123677 0.297867 X3 0.506543 0.457273 INFINITY X4 0.335536 0.846351 INFINITY X5 1.294006 1.281068 0.141006

RIGHTHAND SIDE RANGES

ROW CURRENT ALLOWABLE ALLOWABLE RHS INCREASE DECREASE PAKAN 3659.897949 INFINITY 664.754456 DOC 1325.000000 5.724411 17.323267 VOD 387780.062500 4860.850098 1824.698364 SEKAM 60.896999 5.380040 INFINITY BATUBARA 18.268999 2.119873 INFINITY A.KNDNG 7.218000 68.988495 INFINITY TK.AHLI 0.602000 1.931965 INFINITY T.PAKAN 1.788000 15.449074 INFINITY T.MINUM 1.788000 15.449074 INFINITY SEMAWAR 0.550000 3.818274 INFINITY BROODER 0.183000 1.217966 INFINITY LHNKNDNG 487174.406250 9951.711914 24422.839844

74 Lampiran 4. Model Optimalisasi Skenario I

MAX 0.3645327 X1 + 0.4416833 X2 - 0.2244274 X3 + 0.3496685 X4 + 0.5702352 X5 SUBJECT TO PAKAN) 0.002249399 X1 + 0.002340599 X2 + 0.0027292 X3 + 0.0024206 X4 + 0.0024802 X5 <= 3659.898 DOC) 0.0010901 X1 + 0.0010594 X2 + 0.0010678 X3 + 0.0010938 X4 + 0.0010655 X5 <= 1325 VOD) 0.3210291 X1 + 0.3142551 X2 + 0.3167367 X3 + 0.3244684 X4 + 0.3097508 X5 >= 387780.1 SEKAM) 0.0000545 X1 + 0.00005299999 X2 + 0.00005339999 X3 + 0.0000547 X4 + 0.00005329999 X5 >= 60.897 BATUBARA) 0.00001309999 X1 + 0.000017 X2 + 0.00001709999 X3 + 0.0000175 X4 + 0.000017 X5 >= 18.269 A.KNDNG) 0.00006059999 X1 + 0.000058 X2 + 0.00005999999 X3 + 0.00005479999 X4 + 0.00006289999 X5 >= 7.218 TK.AHLI) 0.00000202 X1 + 0.000001999999 X2 + 0.000001799999 X3 + 0.000001917999 X4 + 0.000002063 X5 >= 0.602 T.PAKAN) 0.000009090908 X1 + 0.0000145 X2 + 0.000009999999 X3 + 0.00001452054 X4 + 0.00001479365 X5 >= 1.788 T.MINUM) 0.000009090908 X1 + 0.0000145 X2 + 0.000009999999 X3 + 0.00001452054 X4 + 0.00001479365 X5 >= 1.788 SEMAWAR) 0.000003535353 X1 + 0.0000035 X2 + 0.000003 X3 + 0.000003561644 X4 + 0.000003523809 X5 >= 0.55 BROODER) 0.0000010101 X1 + 0.000000999999 X2 + 0.000000999999 X3 + 0.000001150684 X4 + 0.000001206348 X5 >= 0.183 LHNKNDNG) 0.354 X1 + 0.397 X2 + 0.347 X3 + 0.41 X4 + 0.4 X5 <= 487174.4 END

75 Lampiran 5. Hasil Optimalisasi Skenario I

LP OPTIMUM FOUND AT STEP 17

OBJECTIVE FUNCTION VALUE

1) 632617.6

VARIABLE VALUE REDUCED COST X1 181705.437500 0.000000 X2 293146.656250 0.000000 X3 0.000000 0.537344 X4 0.000000 0.106449 X5 766178.625000 0.000000

ROW SLACK OR SURPLUS DUAL PRICES PAKAN) 664.754456 0.000000 DOC) 0.000000 5319.502930 VOD) 0.000000 -19.676025 SEKAM) 5.380040 0.000000 BATUBARA) 2.119873 0.000000 A.KNDNG) 68.988495 0.000000 TK.AHLI) 1.931965 0.000000 T.PAKAN) 15.449074 0.000000 T.MINUM) 15.449074 0.000000 SEMAWAR) 3.818274 0.000000 BROODER) 1.217966 0.000000 LHNKNDNG) 0.000000 2.492427

76

NO. ITERATIONS= 17

RANGES IN WHICH THE BASIS IS UNCHANGED:

OBJ COEFFICIENT RANGES

VARIABLE CURRENT ALLOWABLE ALLOWABLE COEF INCREASE DECREASE X1 0.364533 0.136506 0.553717 X2 0.441683 0.103876 0.102825 X3 -0.224427 0.537344 INFINITY X4 0.349669 0.106449 INFINITY X5 0.570235 1.505392 0.120274

RIGHTHAND SIDE RANGES

ROW CURRENT ALLOWABLE ALLOWABLE RHS INCREASE DECREASE PAKAN 3659.897949 INFINITY 664.754456 DOC 1325.000000 5.724411 17.323267 VOD 387780.062500 4860.850098 1824.698364 SEKAM 60.896999 5.380040 INFINITY BATUBARA 18.268999 2.119873 INFINITY A.KNDNG 7.218000 68.988495 INFINITY TK.AHLI 0.602000 1.931965 INFINITY T.PAKAN 1.788000 15.449074 INFINITY T.MINUM 1.788000 15.449074 INFINITY SEMAWAR 0.550000 3.818274 INFINITY BROODER 0.183000 1.217966 INFINITY LHNKNDNG 487174.406250 9951.711914 24422.839844

77 Lampiran 6. Model Optimalisasi Skenario II

MAX 1.03468 X1 + 1.144536 X2 + 0.5065433 X3 + 0.3355364 X4 + 1.294006 X5 SUBJECT TO PAKAN) 0.002249399 X1 + 0.002340599 X2 + 0.0027292 X3 + 0.0024206 X4 + 0.0024802 X5 <= 2910.435 DOC) 0.0010901 X1 + 0.0010594 X2 + 0.0010678 X3 + 0.0010938 X4 + 0.0010655 X5 <= 1325 VOD) 0.3210291 X1 + 0.3142551 X2 + 0.3167367 X3 + 0.3244684 X4 + 0.3097508 X5 >= 387780.1 SEKAM) 0.0000545 X1 + 0.00005299999 X2 + 0.00005339999 X3 + 0.0000547 X4 + 0.00005329999 X5 >= 60.897 BATUBARA) 0.00001309999 X1 + 0.000017 X2 + 0.00001709999 X3 + 0.0000175 X4 + 0.000017 X5 >= 18.269 A.KNDNG) 0.00006059999 X1 + 0.000058 X2 + 0.00005999999 X3 + 0.00005479999 X4 + 0.00006289999 X5 >= 7.218 TK.AHLI) 0.00000202 X1 + 0.000001999999 X2 + 0.000001799999 X3 + 0.000001917999 X4 + 0.000002063 X5 >= 0.602 T.PAKAN) 0.000009090908 X1 + 0.0000145 X2 + 0.000009999999 X3 + 0.00001452054 X4 + 0.00001479365 X5 >= 1.788 T.MINUM) 0.000009090908 X1 + 0.0000145 X2 + 0.000009999999 X3 + 0.00001452054 X4 + 0.00001479365 X5 >= 1.788 SEMAWAR) 0.000003535353 X1 + 0.0000035 X2 + 0.000003 X3 + 0.000003561644 X4 + 0.000003523809 X5 >= 0.55 BROODER) 0.0000010101 X1 + 0.000000999999 X2 + 0.000000999999 X3 + 0.000001150684 X4 + 0.000001206348 X5 >= 0.183 LHNKNDNG) 0.354 X1 + 0.397 X2 + 0.347 X3 + 0.41 X4 + 0.4 X5 <= 487174.4 END

78 Lampiran 7. Hasil Optimalisasi Skenario II

LP OPTIMUM FOUND AT STEP 8

OBJECTIVE FUNCTION VALUE

1) 1434298.

VARIABLE VALUE REDUCED COST X1 593659.625000 0.000000 X2 22334.873047 0.000000 X3 0.000000 0.999486 X4 0.000000 0.849939 X5 613974.750000 0.000000

ROW SLACK OR SURPLUS DUAL PRICES PAKAN) 0.000000 952.277283 DOC) 0.000000 46.493778 VOD) 0.000000 -3.607322 SEKAM) 5.366051 0.000000 BATUBARA) 0.325205 0.000000 A.KNDNG) 68.672203 0.000000 TK.AHLI) 1.908492 0.000000 T.PAKAN) 13.015689 0.000000 T.MINUM) 13.015689 0.000000 SEMAWAR) 3.790499 0.000000 BROODER) 1.179659 0.000000 LHNKNDNG) 22562.062500 0.000000

79

NO. ITERATIONS= 8

RANGES IN WHICH THE BASIS IS UNCHANGED:

OBJ COEFFICIENT RANGES

VARIABLE CURRENT ALLOWABLE ALLOWABLE COEF INCREASE DECREASE X1 1.034680 0.195813 0.001175 X2 1.144536 0.000643 0.297867 X3 0.506543 0.999486 INFINITY X4 0.335536 0.849939 INFINITY X5 1.294006 INFINITY 0.001437

RIGHTHAND SIDE RANGES

ROW CURRENT ALLOWABLE ALLOWABLE RHS INCREASE DECREASE PAKAN 2910.435059 84.708458 6.986227 DOC 1325.000000 0.308849 12.830630 VOD 387780.062500 4332.598633 100.084351 SEKAM 60.896999 5.366051 INFINITY BATUBARA 18.268999 0.325205 INFINITY A.KNDNG 7.218000 68.672203 INFINITY TK.AHLI 0.602000 1.908492 INFINITY T.PAKAN 1.788000 13.015689 INFINITY T.MINUM 1.788000 13.015689 INFINITY SEMAWAR 0.550000 3.790499 INFINITY BROODER 0.183000 1.179659 INFINITY LHNKNDNG 487174.406250 INFINITY 22562.062500

Dokumen terkait