• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUJIAN TEKAN SEJAJAR SERAT (kg/cm2)

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian sifat fisik dan mekanik sengon (faraserianthes falcataria) arah tangensial dengan metode perebusan dan densifikasi dapat diberikan kesimpulan sebagai berikut :

1. Nilai kadar air terendah dimiliki papan pengujian ukuran tebal 2,5 cm yaitu 10,7589 %, hingga kadar air tertinggi dimiliki oleh papan ukuran tebal 2 cm 13,4388 %.

2. Nilai kerapatan terendah dimiliki oleh papan ukuran tebal 2 cm yaitu 0,3500 gr/cm2, kemudian nilai papan tertinggi dimiliki oleh papan ukuran 3,5 cm yaitu 0,4286 gr/cm2.

3. Papan uji tekan sejajar serat terendah dimiliki oleh papan ukuran tebal 2 cm yaitu 231,6406 kg/cm2, kemudian nilai uji tekan sejajar serat tertinggi pada papan pengujian ukuran t ebal 2,5 cm yaitu 350,9805 kg/cm2.

4. Papan uji MoE terendah dimiliki oleh papan pengujian dengan ukuran tebal 3,5 cm yaitu 13,3645 kg/cm2, kemudian papan pengujian tertinggi dimiliki oleh papan pengujian ukuran tebal 2,5 cm yaitu 62261,5669 kg/cm2.

5. Papan uji MoR terendah dimiliki oleh papan pengujian dengan ukuran tebal 3,5 cm yaitu 1,4979 kg/cm2, dan papan pengujian tertinggi dimiliki oleh papan pengujian dengan ukuran tebal 3 cm yaitu sebesar 664,7844 kg/cm2. 6. Dari hasil pengujian tersebut untuk parameter pengujian sifat fisik dan sifat

mekanik papan pengujian dengan ukuran tebal sampel uji yang berbeda dengan control dengan ukuran tebal 2 cm didapatkan hasil yang baik dan kuat yaitu sampel uji dengan ukuran tebal 2 cm.

B. Saran

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai sifat-sifat kayu selain sifat fisika dan sifat mekanika juga dapat meliputi pengujian sifat kimia dan anatomi kayunya.

2. Berdasarkan hasil pengujian bahwa kualitas sifat mekanik a dari sengon belum sepenuhnya memenuhi syarat yang ingin dicapai. Sehingga perlu menambah jumlah sampling dan menambah ukuran tebal sampling yang akan diuji pada penelitian selanjutnya.

Anonim (2016). http.//co.id.mengenal kayu ( diakses pada tanggal 07 september 2016)

Bodig, J. and B, A, Jayne 1982. dalam Bandi Supraptono (2014). Perekatan Kayu, Perannya dalam Industri Kayu. Edisi Pertama. Mulawarman University Press. Universitas Mulawarman. Samarinda.

Bodig, J. and B, A, Jayne 1983.

Publishing Ltd. London.

Coleman, G. D, 1966. dalam (Nurmarini. E, 2007). Keteguhan Lentur Statis dan Keteguhan Rekat Kayu Lamina Dari Kayu Palele (BLUME) A. DC) dan Malau (Palaquium quercifolium BURCKL). Tesis Pacasarjana Ilmu Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda. (Tidak Diterbitkan)

Dwianto, W., M Inoue, dan M Norimoto 1998, Permanent Pixation Of Compressive Deformation Of Albizia Wood (Parasireanthes Falcataria), by Heat Treatment. Journal Of Tropical Forest Product.

Dwianto, W., 1999, Mechanism Of Permenant Pixation Of Radial Compressive Deformation Of Wood by Heat Or Steam Treatment Thesis Unpublishe.

Dumanauw.J.F, 1990. Mengenal Kayu. Pendidikan Industri Kayu Atas, Semarang.

Fakhri, 2001. Pengaruh Jumlah Kayu Pengisi Balok Komposit Kayu Keruing dan Sengon Terhadap Kekuatan Lentur Balok Laminasi (Glulam Beams). Thesis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Yogyakarta.

Haygreen, J. G dan J. L. Bowyer. 1996. Hasil Hutan dan Ilmu Kayu: Suatu Pengantar. Terjemahan SA Hadikusumo. Editor: S Praworohatmodjo. Universitas Mada University Press. Yogyakarta.

Houwink, R and G. Solomon. 1967. dalam Bandi Supraptono (2014).

Perekatan Kayu, Perannya dalam Industri Kayu. Edisi Pertama.

Mulawarman University Press. Universitas Mulawarman.

Samarinda.

.

Kollmann, F. F. P., E. Kuezi , dan AJ. Stamm, 1975. Principles of Wood Science and Technology , Vol. ll. Springer Verlag. Berli.

Kasmudjo, 1995 dalam Sutarno, 2003. Pengaruh Posisi dan Jumlah Sambungan Longitudinal Pada Balok Laminasi Kayu Sengon Terhadap Kekuatan. Semarang. Yayasan Alumni Universitas Diponegoro Fakultas Teknik Universitas Semarang

Martawijaya, A., l. Kartasujana, K. Kadir dan S. A. Prawira. 1981. Atlas Kayu Indonesia. Jilid l. Balai Penelitian dan Pengembangan Hasil hutan.

Bogor.

Murhofik, S. 2000. Pengaruh Pemadatan Arah Radial Disertai Suhu Tinggi Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Kayu Agatis (Aghatis loranthifolia salisb) dan Sengon (Paraserianthes falcataria), Skripsi Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Tidak Diterbitkan.

Nugroho, N. dan N. Ando, 2001. Depelopment Of Structural Composite Product Made From Bamboo II: Fundamental Properties Of Laminated Bamboo Lumber. In Joernal Of Wood Science.

Panshin, Aj. Dan C. De zeeuw, 1980. Texbook Of Wood Technology Megrow Hill. New York. .

Sinaga, M. dan Hadjib. 1989. Sifat Mekanis Kayu Lamina Gabungan dari Kayu Pinus Merkusi dan Eucalyptus alba. Duta Rimba No. 113-114/XV/1989. Pustlitbang Hasil Hutan. Bogor.

Stamm, A. J. 1964, dalam Dhedy Handono 2011. Densifikasi Kayu Randu (Ceiba pentandra (L.) Gaertn

Tomme, F. Ph., F. Girrardet., B. Gfeller, dan P. Navi. 1998, dalam Bandi Supraptono (2014). Perekatan Kayu, Perannya dalam Industri Kayu.

Edisi Pertama. Mulawarman University Press. Universitas Mulawarman. Samarinda.

Tsoumis. G. 1991. Science and Technology of Wood. Structure, Properties, Utilization. Van Nostrand Reinhold, New York. USA.

Tabel 2. Pengujian Kadar Air Ukuran Tebal Sampel 2 cm b

jumlah 49,5261 44,7198 107,5894

rata-rata 4,9526 4,4720 10,7589

Min 4,2929 3,8461 9,0960

jumlah 22,1874 19,5557 67,1942

rata-rata 4,43748 3,91114 13,4388

min 3,7909 3,3437 13,1648

max 5,2951 4,6528 13,8046

Tabel 4. Pengujian Kadar Air Ukuran Tebal Sampel 3 cm

Jumlah 62,6368 55,8779 120,8663

rata-rata 6,2637 5,878 12,0866

Jumlah 66,8081 59,8831 116,0261

rata-rata 6,6808 5,9883 11,6026

Min 5,7929 5,1560 10,6680

Max 7,5796 6,8328 12,4165

Tabel 6. Pengujian Kerapatan Ukuran Tebal Sampel 2 cm

Tabel 7. Pengujian Kerapatan Ukuran Tebal Sampel 2,5 cm

No M (gram) R (cm) T (cm) L (cm) V cm3 ( 2,5 cm) R gr/cm3 (2,5 cm)

Tabel 8. Pengujian Kerapatan Ukuran Tebal Sampel 3 cm

Tabel 9. Pengujian Kerapatan Ukuran Tebal Sampel 3,5 cm

No M (gram) R (cm) T (cm) L (cm) V cm3 ( 3 cm) R gr/cm3 (3,5 cm)

jumlah 66,8081 24,7200 25,1000 25,1900 156,1521 4,2860 rata-rata 6,6808 2,4720 2,5100 2,5190 15,6152 0,4286 Min 5,7929 2,3600 2,3100 2,3800 14,6066 0,3819 Max 7,5796 2,6700 2,6600 2,6100 17,0901 0,4825

Tabel 10. Pengujian pengembangan tebal papan ukuran 2 cm

Tabel 13. Pengujian pengembangan tebal papan ukuran 3,5 cm

Rata-rata 2,24 2,71 20,75590038

MIN 2,19 2,65 15,21739130

Jumlah 59,6926 99,6566 202,8565 Rata-rata 19,89753 33,2188 67,6188

MIN 18,2863 32,012 57,6472

Jumlah 83,2633 75,21650 270,8757 Rata-rata 27,75443 52,83023 90,2919

MIN 27,1687 51,0614 87,9309

MAX 28,4254 55,4303 95,0027

Tabel 16. Pengujian penyerapan air papan ukuran 3 cm No Mn (gram) Mw (gram) Wa (%) 3 cm

1 29,4246 56,6050 92,3730

2 22,3986 42,1850 88,3376

3 23,0156 43,5030 89,01527

Jumlah 74,8388 142,293 269,7259 Rata-rata 24,94626 47,431 89,9086

MIN 22,3986 42,185 88,3376

Jumlah 66,8013 136,571 313,4540624 Rata-rata 22,2671 45,52366 104,4846875 MIN 21,9728 44,1144 97,14963734 MAX 22,4524 46,4441 111,3708767

Tabel 18. Pengujian Uji Tekan Sejajar Serat Ukuran Tebal Sampel 2 cm

No F Maks Dimensi Contoh Uji

Tabel 19. Pengujian Uji Tekan Sejajar Serat Ukuran Tebal Sampel 2,5 cm

Tabel 20. Pengujian Uji Tekan Sejajar Serat Ukuran Tebal Sampel 3 cm

No F Maks Dimensi Contoh Uji

Tabel 21. Pengujian Uji Tekan Sejajar Serat Ukuran Tebal Sampel 3,5 cm

Tabel 22. Pengujian MoE Ukuran Tebal Sampel 2 cm

No b (cm) a (cm) L MoE (kg/cm2) 2 cm

Tabel 23. Pengujian MoE Ukuran Tebal Sampel 2,5 cm

Tabel 24. Pengujian MoE Ukuran Tebal Sampel 3 cm

No b (cm) a (cm) L MoE (kg/cm2) 3 cm

Tabel 25. Pengujian MoE Ukuran Tebal Sampel 3,5 cm

Tabel 27. Pengujian MoR Ukuran Tebal Sampel 2,5 cm

Tabel 29. Pengujian MoR Ukuran Tebal Sampel 3,5 cm

No b (cm) a (cm) L F Maks MoR (Kg/cm2) 3,5 cm

1 2,29 36,5 30 106 1,5635

2 2,28 36,5 30 94 1,3926

3 2,25 36,5 30 94 1,4104

4 2,27 36,4 30 90 1,3458

5 2,20 36,5 30 92 1,4125

6 2,31 36,5 30 120 1,7547

7 2,30 36,0 30 120 1,8116

8 2,27 36,0 30 110 1,6826

9 2,34 36,5 30 72 1,0393

10 2,20 36,5 30 102 1,5660

Jumlah 22,71 363,92 300 1000 14,9790 Rata-Rata 2,271 36,392 30 100 1,4979

MIN 2,20 36,00 30,00 72,00 1,0393

MAX 2,34 36,51 30 120 1,8116

Gambar 10. Proses pengampelasan

Gambar 11. Penjemuran bahan baku

Gambar 12. Pengecekan kadar air sebelum perebusan

Gambar 13. Proses perebusan

Gambar 14. Proses hot press

Gambar 15. Proses cold press

Gambar 16. Proses pemotongan sampel

Gambar 17. Pengukuran sebelum pengujian

Gambar 18. Proses perendaman

Gambar 19. Pengujian MoE dan MoR

Dokumen terkait