• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen Skripsi Jadi (Halaman 16-112)

Memuat pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil penelitian tugas akhir. Saran, dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan, untuk melakukan penelitian lebih lanjut

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

6

2.1 Motor Bensin

Motor bensin menghasilkan tenaga pembakaran bahan bakar dan udara (oksigen) yang ada dalam cylinder, pembakaran ini akan menimbulkan panas dan sekaligus akan mempengaruhi gas yang ada dalam cylinder untuk mengembang. Motor bensin termasuk dalam motor bakar dengan klasifikasi sebagai berikut :

1. Jenis Pembakaran :Internal Combustion Engine (ICE) 2. Operasi Siklus : Siklus Otto

3. Bahan Bakar : Bensin

4. Tipe Pengapian : Penyalaan batrei dan penyalaan magnet 5. Sistem Pengapian : Busi

6. Pemasukan Bahan Bakar : Karburator

Motor bensin yang dihasilkan sekarang merupakan perkembangan dan perbaikan mesin yang sejak semula dikenal sebagai motor Otto yang ciri khasnya dilengkapi busi dan karburator. Busi menghasilakan loncatan api listrik yang menyalakan campuran bahan-bakar dengan udara segar. Siklus ideal otto ditunjukan oleh gambar dibawah ini

2.1.1 Siklus Termodinamika

Konversi energi yang terjadi pada motor bakar torakberdasarkan pada siklus termodinamika. Proses sebenarnya amatkomplek, sehingga analisa dilakukan pada kondisi ideal dengan fluidakerja udara.Idealisasi proses sebagai berikut:

1. Fluida kerja dari awal proses hingga akhir proses

2. Panas jenis dianggap konstan meskipun terjadi perubahantemperatur pada udara

3. Proses kompresi dan ekspansi berlangsung secara adiabatik, tidakterjadi perpindahan panas antara gas dan dinding silinder.

4. Sifat-sifat kimia fluida kerja tidak berubah selama siklusberlangsung. 5. Motor dua langkah mempunyai siklus termodinamika yang samadengan

motor empat langkah.

Siklus ideal dan siklus aktual yang terjadi pada motor bakar torak ditunjukkan oleh gambar dibawah ini

Gambar 2.1 Diagram P–V siklus ideal dan siklus aktual motor otto

2.1.2 Siklus Otto (Siklus Volume Konstan)

Pada siklus Otto atau siklus volume konstan proses pembakaranterjadi pada volume konstan. Sedangkan siklus Otto tersebut ada yangberlangsung dengan empat langkah atau dua langkah. Untuk motorempat langkah sikluskerja terjadi dengan empat langkah piston atau dua poros engkol. Adapun langkahdalam siklus Otto yaitu gerakan piston dari titk puncak (TMA = Titik

Mati Atas) ke posisi bawah (TMB = Titik Mati Bawah) dalam silinder.Siklus

ideal otto ditunjukan oleh gambar dibawah ini

Keterangan gambar :

1 – 2 Proses kompresi secara isentropik 2 – 3 Proses penambahan kalor pada

volume konstan Qin = m.Cp.(T3 - T2) 3 – 4 Proses kerja isentropic

Qout = m.Cv.(T4 - T1)

4 – 1 Proses pelepasan kalor pada volume konstan

Gambar 2.2 Siklus ideal Otto

(Cengel & Boles. 1994: 382)

2.2 Siklus Kerja

Prinsip kerja motor bensin merupakan suatu siklus, yaitu rangkaian peristiwa yang selalu berulang kembali mengikuti jejak yang sama dan kembali ke semula dan membentuk rangkaian tertutup. Prinsip kerja motor bensin terdiri dari:

1. Motor bensin dengan prinsip kerja empat langkah (4 Tak) 2. Motor bensin dengan prinsip kerja dua langkah (2 Tak)

2.2.1 Motor Empat Langkah (4 Tak)

Motor empat langkah mempunyai empat gerakan piston (Gambar2.3) yaitu:

1. Langkah hisap (suction stroke). Dimana torak bergerak dari TMA (titk mati atas) menuju TMB(titik mati bawah).dalam langkah ini campuran udara dan bahanbakar dihisap ke dalam silinder. Katup hisap terbuka sedangkan katup buang tertutup.Waktu torak bergerak kebawah, menyebabkan ruang silinder menjadi vakum, masuknya campuran bahan bakar disebabkan adanya tekanan udara luar (atmospheric pressure) yang disebut langkah isap.

2. Langkah kompresi (compression stroke). Setelah mencapai TMB torak bergerak kembali ke TMA sementara katup hisap dan katup buang tertutup. Campuran bahan bakar dan udara yang terhisap akan terkurung di dalam silinder dan dimanpatkan atau dikompresi oleh torak yang bergerak ke TMA. Akibat tekanan yang tinggi maka temperatur menjadi naik maka campuran bahan bakar akan mudah terbakar disebut dengan langakah kompresi.

3. Langkah ekspansi (expansion stroke). Pada saat torak bergerak ke TMA katup isap dan buangmasih tertutup. Beberapa derajat sebelum TMA busimemercikkan bunga api, campuran bahan bakar dan udara yangmempunyai suhu tinggi ± 2000°C akan terbakar, terjadilahproses pembakaran sehingga tekanan dan temperatur naik. Danakhirnya torak bergerak menuju TMB dengan tekanan gas yangterbakar.

4. Langkah buang (exhaust stroke). Gas hasil pembakaran harus dibuang untuk melakukansiklus lagi. Maka saat torak telah melakanakan langkah kerjatorak bergerak kembali ke TMA, katup buang terbuka dan katupisap tertutup mendesak gas pembakaran keluar dari dalamsilinder melalui saluran gas buang.

Siklus kerja motor bensin empat langkah (4 Tak) ditunjukan oleh Gambar 2.3 dibawah ini.

Gambar 2.3 Siklus kerja motor empat langkah/ 4 Tak

(Aryadi, dan Karnowo, 2008 : 4)

2.2.2 Motor Dua Langkah (2 Tak)

Prinsip kerja motor dua langkah secara umum sama dengan motor empat langkah, perbedaannya terdapat pada jumla gerakan piston, pada motor dua langkah untuk menghasilkan satu langkah kerja dibutuhkan dua geakan piston atau stu putaran poros engkol, adapun prinsip kerjanya sebagai berikut :

1. Torak Bergerak dari TMA menuju TMB

Kerjadian diatas piston :Tekanan hasil pembakaran saat kompresi

Lubang buang terbuka sehingga gas sisa pembakaran keluar (Proses Buang). Lubang bilas Terbuka sehingga campuran bahan bakar dari ruang bilas akan masuk kedalam silinder mendorong gas buang (Langkah Bilas)

Kerjadian dibawah piston :Gerakan piston dari TMA (titk mati atas)

Menuju TMB (titik mati bawah) menyebabkan saluran masuk tertutup piston, sehingga di dalam bak motor terjadi kompresi

2. Torak Bergerak dari TMB menuju TMA

Kerjadian diatas piston :Saluran bilas dan saluran buang tertutup

piston, campuran bahan bakar dengan udara dalam silinder akan dikompresi (Langkah kompresi).Selanjutnya beberapa drajat sebelum mencapai TMA busi memercikan api ke dalam campuran bahan bakar dengan udara.

Kerjadian dibawah piston :Gerakan piston dari TMB (titik mati

bawah) Menuju TMA (titk mati atas) menyebabkan tekanan dalam karter turun sehingga campuran bahan bakar dengan udara masuk kedalam karter (Langkah Hisap)

Gambar 2.4 Siklus kerja motor bensin dua langkah (2 Tak)

2.2.3 Proses Pembakaran

Pembakaran didefinisikan sebagai kombinasi secara kimiawi yang berlangsung secara cepat antara oksigen dengan unsur yang mudah terbakar pada suhu dantekanan tertentu. Pembakaran terjadi karena ada tigakomponen yang bereaksi, yaitu bahan bakar, oksigen dan panas. Jika salahsatu komponen tersebut tidak ada maka tidak akan timbul reaksipembakaran.Pembakaran yang baik akan memperoleh pembebasan dari semuapanas yang dikandung bahan bakar, sementara jumlah panas yang hilangkarena tidak sempurnanya pembakaran dan adanya panas yang diserap udarapembakaran.Bila bahan bakar terbakar maka terjadi reaksi dengan oksigen membentuk karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) reaksi pembakaran secara umum dinyatakan dinyatakan sebagai berikut (Heywood, Internal Combustion Engine Fundamentals, 1988: 69)

(

2 2

)

2 2 2 4 773 , 3 2 773 , 3 4 N b a O H b aCO N O b a H Ca b       + + + → +       + +

Dalam proses pembakaran bahan bakar premium yang merupakan C8H18

(CnH2n+2) terjadi reaksi kimia seperti berikut :

(

2 2

)

2 2 2 18 8 4 18 8 773 , 3 2 18 8 773 , 3 4 18 8 O N CO H O N H C       + + + → +       + +

(

2 2

)

2 2 2 18 8H 12,5O 3,773N 8CO 9H O 47,1235N C + + → + +

Dengan perbandingan antara berat bahan bakar (mfuel) dan berat udara (mair) teoritis yang terjadi pada proses pembakaran diatas adalah sebagai berikut (Heywood, 1988: 53): fuel air the m m AFR = dan air fuel the m m FAR =

Dalam kondisi normal untuk mesin bensin nilai AFRthe =12−18 dan 083 , 0 056 , 0 − = the

FAR .Bilangan oktan adalah bilangan yang menyatakan berapa

persen volume iso-oktana dalam campuran yang terdiri dari iso-oktana dan heptananormal yang mempunyai kecenderungan berdetonasi sama dengan bahan bakar tersebut.Dalam reaksi premium (C8H18) dianggap terdiri atas oktan murni dan berbentuk gas dengan komposisi 84,1 % C dan 15,9 % H, dan berat molekul premium adalah 114,15.Proses pembakaran yang terjadi pada reaksi kimia diatas pembakaran sempurna. Pembakaran sempurna adalah suatu pembakaran yang mengubah senyawa C dan H menjadi CO2 dan H2O.Namun pada prakteknya pembakaran dalam mesin tidak pernahterjadi dengan sempurna. Setelah pembakaran piston turun dan bekerjasangat cepat karena adanya tekanan yang tinggi, setelah piston mencapaibagian terbawah katup pengeluaran terbuka dan gas didalam silindermendesak keluar ke saluran pembuangan. Gas yang keluar tersebutmengandung N2, CO2, NO2, HC yang tidak terbakar dan senyawa lainnya. Proses pembakaran yang sebenarnya tidak semua energi yang dikandung dalam bahan bakar dapat dirubah menjadi energi panas, selanjutnya energi panas yang dapat dibangkitkan dari proses pembakaran juga tidakseluruhnya dapat dimanfaatkan, sejumlah energi hilang dalam bentuk :

a. Panas yang dibawa oleh gas Luang b. Panas dari bahan bakar yang tak terbakar c. Panas yang terpancar keluar ruang bakar

2.2.4 Proses Penyalaan

Campuran bahan bakar dan udara yang telah dimampatkan didalam silinder oleh piston untuk memperoleh pembakaran dan daya dorong yang akhirnya akan menghasilkan daya output memerlukan penyalaan yang tepat. Sistem penyalaan bahan bakar tersebut dilakukan oleh suatu mekanisme yang telah di sesuaikan dengan mampu nyala bahan bakar. Pembakaran terjadi di ruang bakar oleh busi yang memercikkan bunga api selanjutnya api membakar campuran bahan bakar marambat keseluruh ruang bakar dengan kecepatan tetap. Besarnya kecepatan ini biasanya antara 1,7 sampai 4,5 meter tiap detik dan disebut nyala api rata rata(rate of flame propagation). Tetapipada kenyataannya ada waktu yang diperlukan antara saat cetusan api dari busi dengan saat awal penyebaran api, hal ini disebut keterlambatan pembakaran (ignition delay).

2.3 Sepeda Motor

Sepeda motor merupakan alat transportasi yang banyak digunakan oleh masyarat pada saat sekarang ini. Hal ini disebabkan oleh karena nilai ekonomis ataupun kepraktisan yang dihadirkan oleh sepeda motor tersebut . Nilai ekonomis dapat kita lihat dengan harga sepeda motor yang relative terjangkau oleh masyarakat dengan ekonomi menengah dan penggunaan bahan bakar yang relatif lebih hemat dibandingkan dengan kendaraan bermotor roda 4. Sedangkan nilai kepraktisan dapat kita lihat dengan lincahnya kendaraan bermotor roda dua bila digunakan pada jalan raya yang padat.

Sistem utama yang umum membangun sebuah mesin pada sepeda motor terdiri dari berbagai sistem yang saling mendukung satu sama lainnya, adapun

sistem tersebut yaitu: Sistem bahan bakar, sistem kelistrikan, sistem utama/mesin, sistem pemasukan dan pembuangan, dan sistem penerus daya.

2.4 Bagian Utama Motor Bensin

2.4.1 Kepala Silinder Dan Silinder Blok

Cylinder head atau kepala silinder adalah bagian dari mesin dan masuk kedalam sistem utama atau engine, dimana pada motor dua langkah bagian ini terdapat combustion chamber (ruang bakar) dan lubang busi. Sedangkan pada motor empat langkah terdapat tambahan saluran masuk dan saluran buang. Nama – nama bagian pada kepala silinder ditunjukan gambar dibawah ini.

Gambar 2.5 Bagian utama cylinder head.

(Bell. A, 1999 : 21)

Squish yaitu bidang datar pada sisi terluar ruang bakar pada cylinder head

yang berfungsi mengatur arah ledakan. Kubah (Dome)merupakan bagian pusat tempat terjadinya pembakaran. Nat adalah celah (clearence) antara bibir cylinder dan squish area. Bentuk cylinder headdanblock cylinder untuk sepeda motor empat tak ditunjukan oleh gambar dibawah ini

.

Ketererangan Gambar :

Gambar 2.6 Cylinder headdancylinder block sepeda motor empat langkah

(Yamaha Genuine Part & Accessories, Part catalogueT105SE(5ER9):1 )

2.4.2 Piston

Piston berada pada bagian utama sebuah mesin, piston bergerak turun dan naik dalam cylinder. Piston berfungsi membentuk ruang bakar pada bagaian atas piston, memutar poros engkol melalui stang piston (connecting rod), dan pada

Kepala Piston

Tempat Ring

Lubang Pena

Piston Skirt

motor dua langkah (2 tak) berfungsi sebagai katup yang bertugas membuka dan menutup lubang – lubang (port) pada cylinder block. Piston bisa juga disebut torak, selalu menerima temperatur dan tekanan pembakaran yang tinggi, dan bergerak terus menerus dengan kecepatan yang tinggi. Dengan kondisi kerja yang dialami oleh piston, maka bahan yang akan dibuat piston harus memenuhi beberpa persyaratan, yaitu :ringan kuat, kokoh, tahan aus dan tahan terhadap temperatur yang tinggi, untuk memenuhi syarat seperti diatas bahan piston dapat dipakai adalah besi tuang atau paduan alumunium (aluminum alloy). Kondisi kerja pada ruang bakar menyebabkan piston menerima berbagai macam beban kerja , Adapun beban kerja pada piston berasal dari :beban yang berasal dari panas pembakaran, beban mekanik. Piston memiliki bagian kepala yang biasanya berbentuk datar tetapi ada juga kepala kepala piston yang berbentuk cebung, pada badan piston terdapat alur sebagai tempat memasang cincin piston, bentuk piston dan bagian – bagian piston ditunjukan oleh gambar dibawah ini

Gambar 2.7 Piston dan nama bagian piston

Sedangkan piston dan mekanisme penggerak piston pada sebuah mesin sepeda motor ditunjukan oleh gambar dibawah ini.

Keterangan Gambar :

16. Piston 17. Pena Piston 18. Ring Piston 19. Snap ring

Gambar 2.8 Piston dan bagian pendukung piston

(Yamaha Genuine Part & Accessories, Part catalogueV110E(4WHH):7 – 8 )

2.4.3. Mekanisme Katup

Katup merupakan komponen mesin yang berfungsi sebagai laluan udara dan bahanbakar masuk silinder (katup masuk) atau sebagai laluan gas sisa pembakaran keluar silinder (katup keluar). Untuk mengatur membuka dan menutupnya katup diperlukan mekanisme katup.

Gambar 2.9 Mekanisme katup

2.5 Sistem Bahan Bakar (Fuel System)

Sistem bahan bakar sepeda motor didukung oleh dua sistem utama, yaitu :saluran bahan bakar (fuel line), dan karburator (carburator). Saluran bahan bakar dan karburator pada sepeda motor ditunjukan oleh gambar dibawah ini

Gambar 2.10 Saluran bahan bakar pada sepeda motor

(Yamaha Genuine Part & Accessories, Part catalogueV110E(4WHH):38)

Karburator adalah komponen utama mesin konvensional sebagai tempat proses pencampuran antara bahan bakar dan udara. Hasil dari proses pencampuran bahan bakar udara harus homogen mungkin sehingga setelah masuk silinder dan mengalami proses pembakaran akan menghasilkan daya yang besar dan ekonomis.Prinsip dan konstruksi dasar karbutator pada Gambar 2.11 memperlihatkan bentuk dasar karburator sederhana. Karburator dibagi dalam

dua bagian yaitu ruang pencampur (mixing chamber) dimana bahan bakar dicampur dengan udara; dan ruang pelampung float chamberdimana tersimpan sejumlahbensin dalam volume tetap.Dibagian tengah mixing chamber terdapat penampang yang mengecil, bagiandisebut venturi. Main nozzle yang terletak di tengah venturi akan mengeluarkan bensinpada saat motor berada di atas putaran idling. Di sebelah bawahnya terdapat throttlevalve dan nozzle untuk kecepatan rendah. Throttle ini merupakan katup yang berbentukpiringan dan berfungsi mengatur jumlah campuran bahan bakar-udara yang akan masulkkedalam silinder motor

Gambar 2.11 Cara kerja sebuah karburator sederhana

(Aryadi, dan Karnowo, 2008 : 66)

Throttle dihubungkan dengan pedal akselerasi atau pedal gas yang terletak diruangan kemudi untuk memudahkan pengaturan kecepatan oleh si pengemudi. Katup choke terletak di atas venturi dan berfungsi mengatur jurnlah udara yang

masuk ke dalam karburator.Ruang pelampung merupakan suatu tempat seperti cawan (mangkuk.) yang dibuatdengan cara dituang dan digabungkan integral dengan mixing chamber. Di dalamnyaterdapat pelampung dan katup jarun (needle valve). Bensin yang diterima dari pompaditampung pada ruang pelampung dan pelampung berfungsi memelihara tinggipermukaan yang tetap.Pada saat motor melakukan langkah isap, tekanan di dalam silinder akan turunsehubungan dengan gerak torak kebawah yang memperbesar volume ruangan. Akibat perbedaan tekanan ini udara akan mengalir kedalam silinder melalui saringan udara, karburaotr dan intake manifold. Bila udara tersebut mengalir pada saluran yang menyempit (pada venturi), maka kecepatannya bertambah dan tekanannya turun, sehingga bensin keluar melalui main nozzle. Kemudian bensin tadi tertiup oleh arus udarayang deras dan terjadilah penguapan. Campuran udara bahan bakar yang telah menguapini terus masuk ke dalam silinder. Prinsip kerja karburator ini hampir tidak ada bedanyadengan semprotan pembasmi nyamuk yang biasa digunakan di rumah.

2.6 Sistem Kelistrikan (Electrical System))

Sistem kelistrikan pada sepeda motor terdiri dari :sistem pengapian (ignation system), sistem pengisian, sistem penerangan dan indikator, sistem stater. Sistem pengapian hanya terdapat pada motor bensin, adapun fungsi dari sistem pengapian adalah untuk menhasilkan tegangan tinggi dengan menadakan bunga api diantara elektroda busi , sehingga campuran bahan bakar dengan udara

sempurna walupun dengan kecepatan mesin yang berubah – ubah, skema sistem pengapian ditunjukan gambar dibawah ini

Gambar 2.12Sistem pengapian sepeda motor

(AHTC, Pengantara praktek listrik, 2006 : 31)

2.7 Knalpot (Exhaust Pipe System)

Fungsi exhaust system (sistim saluran buang) ialah mengeluarkan gas-gas bekas yang dikumpulkan dari dalam silinder-silinder. Exhaust system ini terdiri dari exhaust manifold, exhaust pipe (pipe buang), dan muffler (peredam suara). Exhaust Manifold. Fungsi exhaust manifold (saluran buang) ialah mengumpulkan gas-gas buang darisilinder-silindr kesatu tempat dan disalurkan melalui pipe buang (exhaust pipe). Exhaustmanifold ini dipasangkan pada tiap exhaust port yang terdapat pada setiap silinder. Gas buang yang keluar dari motor masih mempunyai tekanan sebesar 3 ~ 5 kg/cm2dan suhunya kira-kira 600 ~ 800 °C, masih pula terkandung panas sebesar 35 ~ 39%dan gas hasil pembakaran, Bila pada tekanan dan suhu yangn tinggi langsung dibuang keatmosfir, maka ekspansi yang mendadak dari gas tersebut akan menimbulkan ledakanyang keras. Untuk

mencegah hal ini maka gas buang disalurkan melalui muffler agartekanan dan suhunya turun sehingga ledakan keras tadi tidak akan terjadi. Bentuk dan ukuran knalpot yang digunakan untuk sepeda motor empat tak berbeda dengan bentuk dan ukuran knalpot dua tak. Pada knalpot empat tak terdiri dari tiga komponen utama, yaitu : pipa primer, pipa kolektor, pipa ekor. Sedangkan pada knlpot untuk sepeda motor dua tak terdiri dari komponen – komponen sebagai berikut : pipa kepala, diffuser, pipa paralel, baffle, stinger.

Gambar 2.13 Knalpot untuk sepeda motor empat tak (exhaust pipe system)

Gambar 2.14 Knalpot untuk sepeda motor dua Tak (Exhaust system)

(Yamaha Genuine Part & Accessories, Part catalogueV110E(4WHH):13)

2.8 Sistem Pelumasan

Semua elemen mesin yang terbuat dari logam akan bergerak relatif antara satu dengan lainnya dapat mengalami hambatan yang besar karena gesekan permukaan. Karena hal tersebut, fungsi pelumas menjadi sangat penting. Dengan pelumasan dapat dihindari kontak langsung dari dua bagian logam mesin yang bergesekan.Pada Gambar 2.15 diperlihatkan pelumasan poros dengan bantalannya. Komponen- komponen mesin akan terselimuti oleh lapisan pelumas sehingga antara bagian satu dan lainnya seperti tidak bersentuan. Kondisi akan menimbulkan gaya gesek yang kecil antara komponen mesin. Secara garis besar fungsi pelumasan adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi gesekan yang timbul antar komponen mesin sehingga pergerakankomponen mesin menjadi lebih ringan.

2. Menyerap panas yang timbul karena pergesekan antara komponen-komponen mesin, hal ini menguntungkan karena komponen mesin terhindar dari overheatingatau panas berlebih.

3. Khusus pada pelumasan di silinder akan memperbaiki kerapatan antara torak dansilinder.

4. Mencegah abrasi dan korosi komponen-komponen mesin.Untuk menjamin keberlangsungan proses pelumasan pada waktu operasi mesin sehingga komponen-komponen mesin terlumasi semua, pelumas harus disirkulasikan. Sistem yang menjamin keberlangsungan proses pelumasan pada mesin disebut sistem pelumasan.

Gambar 2.15 Pelumasan pada bantalan

( Aryadi, dan Karnowo, 2008 : 49)

Bagian-bagian yang bergerak dalam mesin dilumasi dengan empat macam cara yaitu dengan cara percikan (splash), tekanan (force feed), gabungan dari percikan serta tekanan, yang terakhir adalah pelumasan campur bahan bakar dengan pelumas (patrol lubrication).

1. Sistem percikan. Minyak lumas akan terbawa oleh batang spoon atau dipper pada waktu pistonbergerak ke bawah kemudian pelumas dipercikkan oleh

ujung bagian bawah connectingrod kepada dinding silinder dan bearing. Konstruksi sistem percikan cukup sederhana,tetapi kendalanya ialah bahwa minyak lumas sangat sulit melalui celah-celah yang sempit. Oleh karenanya sistem ini sekarang jarang sekali digunakan. gambar 2.16

Gambar 3.16 Pelumasan sistem percik

(Aryadi, dan Karnowo, 2008 : 49)

2. Sistem penyaluran paksa. Mesin yang kompleks terutama pada multisilinder mempunyai banyak bagianbagianyang sempit dan jauh dari jangkauan tangki pelumas. Padahal semua komponentersebut harus dilumasi, untuk itu diperlukan sistem pelumasan yang mampumensirkulasikan pelumas ke seluruh komponen atau bagian mesin yang membutuhkan. Untuk mensirkulasikan minyak pelumas, pelumas dipompa sehingga mempunyai energiyang cukup untuk sampai ke bagian-bagian yang harus dilumasi dengan tekanan tertentu.Minyak pelumas terkumpul dalam karter dihisap oleh pompa minyak melalui saringanminyak. Dari sini minyak disalurkan ke bagian-bagian mesin melalui lubang-lubangminyak yang terdapat pada blok silinder, poros engkol dan sebagainya. Sesudah minyakmelakukan pelumasan pada bagian-bagian mesin, minyak kembali lagi ke karter Keuntungan dengan

sistem ini bahwa semua bagian-bagian pada mesin dapat dilumasi dengan baik. Kerugiannya jika pompa minyak rusak, maka sistem ini tidak dapat bekerja.

3. Sistem kombinasi percikan dan tekanan. Dalam sistem ini dipergunakan kedua sistem, sistem percikan dan tekanan.

Sistem campuran bahan bakar pelumas. Sistem ini dipakai pada motor dua langkah (2 tak). Pelumas dan bahan bakardengan komposisi campuran kurang lebih 1: 30 sampai 1 :50 akan berfungsi sebagipelumas dan sekaligus perapatan antara silinder dan piston pada waktu mesin bekerja.Kerugiannya adalah pelumas ikut terbakar sehingga metode ini sangat boros pelumas

2.9 Sistem Pendinginan

Mesin bensin merupakan mesin panas yang mengubah energi kimia bahan bakar melalui proses pembakaran. Dari proses pembakaran tersebut dihasilkan energi yang akan digunakan untuk menjalankan kendaran. Tidak semua energi dapat diubah menjadi energi berguna, tetapi hanya kira-kira 25% digunakan sebagai tenaga penggerak, sebagian lainnya sekitar 45% hilang terbawa gas buang dan hilang akibat gesekan-gesekan, sedangkan sisanya kira-kira 30% diserap oleh bagian-bagian mesin itu sendiri. Panas yang diserap ini harus segera dibuang untuk menghindari panas yang berlebihan yang dapat pula mengakibatkan mesin menjadi retak dan terjadi kegagalan operasi mesin.Untuk itu sistem pendinginan dimaksudkan untuk mengatasi keadaan tersebut. Selain itu juga untuk memelihara suhu yang tetap dalam mesin, sebab mesin yang terlampau dingin akan mengakibatkan pemakaian bensin menjadi boros. Secara garis besar pendinginan

mesin dibagi menjadi dua, yaitu dengan pendinginan air dan pendinginan udara. Pemilihan sistem pendinginan menggunakan udara atau pendinginan air bergantung dari jenis mesinnya.Kebanyakan untuk mesin satu silinder menggunakan pendinginan udara, dan sebagian menggunakan pendinginan air, seperti ditunjukan oleh Gambar 2.17 dan Gambar 2.18 dibawah ini.

Gambar 2.17 Sistem pendingian Udara

Gambar 2.18 Sistem pendingian Air

30

Konversi energi yang terjadi pada motor bakar torakberdasarkan pada siklus termodinamika. Proses sebenarnya amatkomplek, sehingga analisa dilakukan pada kondisi ideal dengan fluidakerja udara.Idealisasi proses sebagai berikut :Fluida kerja dari awal proses hingga akhir proses, panas jenis dianggap konstan meskipun terjadi perubahantemperatur pada udara, proses kompresi dan

Dalam dokumen Skripsi Jadi (Halaman 16-112)

Dokumen terkait