• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen TESIS ERWINSYAH HASIBUAN /FIS (Halaman 43-49)

5.1 Kesimpulan

Keramik berpori dengan karbon abu cangkang kelapa sawit sebagai fiter gas buang kendaraan berbahan bakar bensin dengan katalik konverter MgO, pada pemanasan sampai suhu 1100 0C dan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Keramik berpori dengan bahan baku MgO, cangkang kelapa sawit, dan clay telah berhasil dibuat dan mempunyai prospek yang baik untuk menggantikan katalis konverter tradisional yang sudah dipakai selama ini 2. Hasil uji kermik berpori dapat mengurangi polusi udara dari gas buang

kendaraan bermotor sebesar 1,55% - 4,64 % CO, 0,63% - 1,81% CO2, 18,21% - 21,97% HC.

3. Keramik berpori dengan bahan baku MgO, cangkang kelapa sawit, dan clay memberikan penurunan polusi udara terbesar pada komposisi 15%

abu cangkang kelapa sawit dan 55% MgO.

4. Bahan keramik berpori yang telah diuji, kemudian didapat data yaitu Porositas 38,42% - 58,37%, Densitas 1,10 x 103 Kg/m3 - 1,15 x 103Kg/m3, Permeabilitas 73,55 Pa – 357,94 Pa, kekerasan 121,2 HV – 168,2 HV, kuat tekan 0,85 MPa – 2,04 MPa , kuat impak 0,18 – 0,33 (KJ/m2), susut massa 24,95% - 29,13%, Susut volum 5,53% -6,01%.

5. Hasil grafik uji XRD menunjukkan adanya puncak-puncak yang sangat rapat, sehingga menyulitkan analisa search-match puncak-puncak lainnya.

5.2 Saran

1. Perlu dilakukan pengujian lanjutan dengan mengubah komposisi penambahan persentase abu cangkang kelapa sawit dengan memadu campuran bahan penyusun keramik berpori lainnya, misalnya abu tempurung kelapa dan lainnya.

2. Perlu dilakukan pengujian Gas Analyzer dengan suhu mesin melebihi 200oC.

3. Perlu kajian ulang untuk pemilihan bahan campuran yang lebih baik untuk campuran keramik berpori

4. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai desain dan nilai ekonomis untuk aplikasi.

BAB I

PENDAHULUHAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kemajuan teknologi dan ekonomi yang cepat mengakibatkan semakin tingginya kebutuhan akan transportasi. dalam hal lain lingkungan alam yang mendukung kehidupan manusia semakin terancam kualitasnya. Pengaruh negatif dari pencemaran udara semakin bertambah. Kualitas udara di kota-kota semakin memprihatinkan dengan bertambahnya jumlah kenderaan bermotor, akibatnya semakin terasa akan bahaya global warming.

Data BPS tahun 1999, di beberapa propinsi terutama di kota-kota besar seperti Medan, Surabaya dan Jakarta, emisi kendaraan bermotor merupakan kontribusi terbesar terhadap konsentrasi NO2 dan CO di udara yang jumlahnya lebih dari 50%. Penurunan kualias udara yang terus terjadi selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa betapa pentingnya digalakka usaha-usaha pengurangan emisi ini. Baik melalui penyuluhan kepada masyarakat ataupun dengan mengadakan penelitian bagi penerapan teknologi pengurangan emisi (Rachmariska, 2009).

Bahan pencemaran yang paling utama terdapat di dalam gas buang kendaraan bermotor adalah karbon monoksida (CO), berbagai senyawa hidrokarbon (HC), berbagai senyawa oksida nitrogen (NOx) dan senyawa sulfur (SOx), serta particular debu termasuk timbel (Pb). CO merupakan gas beracun yang apabila terhirup berlebihan dapat menyebabkan kematian mendadak.

Demikian halnya dengan NOx dan HC, keduanya merusak paru-paru sedikit demi sedikit (Joskar 2007).

Dari segi lingkungan gas buang kendaraan bermotor juga cendrung membuat kondisi tanah dan air menjadi asam. Pengalaman di Negara maju membuktikan bahwa kondisi seperti ini dapat menyebabkan terlepasnya ikatan tanah atau sedimen dengan beberapa logam sehingga logam tersebut dapat mencemari lingkungan (Gabriel, J.F, 2001).

Mengingat luasnya sebab-sebab yang diakibatkan oleh pencemaran gas buang kendaraan bermotor tersebut maka terlintas keinginan untuk

menghilangkan pencemaran yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor dengan cara membuat semacam filter yang dibuat dengan bahan keramik berpori yang ditempatkan pada knalpot kendaraan.

Dengan mengikuti Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bahan kita merasa perlu untuk membuat keramik berpori dalam mengabsorbsi penurunan kadar emisi gas buang kendaraan bermotor. Dari masa lampau keramik berpori sudah dikenal hingga saat sekarang ini banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan antara lain untuk keperluan rumah tangga, industri mekanik, elektronika, sebagai bahan filter, bahkan juga pada bidang teknologi ruang angkasa.

Saat ini sudah banyak dikembangkan berbagai macam teknologi yang ditujukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat aktivitas mesin-mesin kendaraan dan industri.

Keramik berpori sebagai filter partikulat gas buang kendaraan diesel juga telah dilakukan oleh Debora (2008) dengan memanfaatkan limbah sekam padi yang dihasilkan dari penggilingan padi, sekam yang diambil adalah lapisan beras yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan, Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa dengan penambahan aditif semakin besar susut volum, densitas, kekerasan dan kuat tekan cenderung menurun sedang massa dan porositas cenderung bertambah. Pengujian menunjukkan susut bakar 1,62–2,14 %, Porositas 23,25 – 50,11% dan densitas 1,104 – 1,193 %. Untuk absorbsi gas radikal, setiap penambahan aditif 5 % maka gas CO, CO2 dan HC dapat diabsorbsi masing-masing sebesar 1%, 2 % dan 4 % sedang penambahan aditif 15% absorbsi untuk gas CO sebesar 5 %.

Joskar (2008) memanfaatkan bahan dasar limbah pulp yaitu grit,dreg, dan biosludge dengan aditif kaolin untuk pembuatan keramik berpori dengan hasil yang diperoleh 36,21% –97,14% CO, 25,64 %–95,97% CO2 dan 36,47 %–87,87%

HC. Karakteristik yang diperoleh dari bahan keramik yang telah diuji yaitu porositas 27,96 % – 54,27 %, kuat tekan 0,98 MPa – 69,58 Mpa, kuat pukul 1,49x10-2 MPa – 4,05x10-2 MPa, kekerasan 87 MPa – 127 MPa.

Sorahatua (2009) dengan memanfaatkan limbah pada pulp membuat filter gas buang yang berhasil mengurangi polusi udara dari gas buang kendaraan

bermotor dengan absorbsi gas sebesar 9,56 %–47,41% CO, 1,23 %–43,11% CO2

dan 6,15 %–48,87% HC. Disamping itu kadar O2 meningkat dari 81,29 % – 607,19%. Karakteristik yang diperoleh dari bahan keramik yang telah diuji yaitu porositas 23,25% – 50,11 %, kuat tekan 0,98MPa – 30,87 MPa, kuat pukul 1,49x10-2 MPa– 2,64x10-2 MPa, kekerasan 87MPa–126 MPa.

Sembiring (2010) dengan memanfaatkan limbah padat pulp membuat filter gas buang dengan yang berhasil mengurangi polusi udara dari gas buang kendaraan bermotor dengan absorbsi gas sebesar 36,21%–97,14% CO, 25,64%–

95,97% CO2 dan 36,47%–87,87% HC. Dan pertambahan O2 dari 400,12% – 1264,03 %. Karakteristik fisis yang diperoleh dari bahan keramik yang telah diuji yaitu susut bakar 1,97%–4,07 %, porositas 27,96% – 54,27 % dan densitas 1,14 g/cm2–1,20 g/cm3 sedangkan pengujian mekanis diperoleh kuat tekan 2,98 MPa–69,58 MPa, kuat impak 1,49x10-2MPa– 4,05x10-2 MPa dan kekerasan 87 MPa –127 MPa.

Berdasarkan uraian di atas dan untuk mengefesiensikan penggunaan keramik, maka dalam penelitian ini akan dirancang suatu keramik berpori dari Magnesium Oksida (MgO) dengan campuran Clay dan abu cangkang kelapa sawit yang dipakai sebagai filter gas buang kendaraan bermotor berbahan bakar bensin.

1.2 RUANG LINGKUP MASALAH

Ruang lingkup masalah dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui pembuatan keramik berpori dengan Magnesium Oksida (MgO) digunakan sebagai filter gas buang kendaraan bermotor berbahan bakar bensin.

1.3 PEMBATASAN MASALAH

Untuk dapat memfokuskan dan memaksimalkan penelitian ini, maka permasalahan dalam penelitian harus dibatasi. Dengan demikian asumsi dan pembatasan dilakukan sebagai berikut:

1. Pembuatan alat berupa keramik berpori dengan mengunakan Magnesium Oksida (MgO), abu cangkang kelapa dan clay.

2. Penelitian hanya difokuskan pada persentasi pengurangan polusi gas buang hasil pembakaran kendaraan bermotor CO, HC, dan CO2 setelah dilewatkan melalui filter knalpot

3. Penelitian dilakukan pada mobil Toyota tahun pembuatan 1987 berbahan bakar bensin premium (C6H12).

1.4 PERUMUSAN MASALAH

Adapun yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah : a. Apakah peran keramik berpori bermanfaat untuk mereduksi/merubah

karakter gas CO, HC, CO2 yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin.

b. Berapakah besar gas CO, HC, dan CO2 yang berasal dari gas buang kendaran bermotor dengan bahan bakar besin dapat berkurang jika dilewatkan dari keramik berpori?

1.5 TUJUAN PENELITIAN

Yang menjadi tujuan penelitian ini antara lain :

a. Mengurangi polusi udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

b. Mengurangi efek rumah kaca yang menimbulkan global warning.

c. Mencari alternatif bahan katalik konverter yang relatif lebih murah dibandingkan dengan bahan katalik konverter tradisional (yang sudah dipakai selama ini).

1.6 MANFAAT PENELITIAN

Hasil dari penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan kesehatan lingkungan dan pelestarian alam bagi kehidupan yang akan datang.

BAB II

Dalam dokumen TESIS ERWINSYAH HASIBUAN /FIS (Halaman 43-49)

Dokumen terkait