• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN

5.2. Kesimpulan dari Hipotesis Penelitian

5.2 Kesimpulan dari Hipotesis Penelitian  Pada sub bab ini akan dijelaskan tentang kesimpulan hipotesis yang didasarkan pada  bab sebelumnya. Hasil kesimpulan hipotesis adalah sebagai berikut:  5.2.1 Pengaruh Persepsi Kualitas terhadap Citra Merek  H1 : Persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap citra merek 

Dari  penelitian  yang  telah  dilakukan  dapat  disimpulkan  bahwa  hipotesis  yang  pertama  berbunyi  “persepsi  kualitas  berpengaruh  positif  terhadap  citra  merek”  dapat  diterima.  Hal  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  hipotesis  yang  dibangun  dalam  penelitian  ini  memiliki  kesamaan  dan  memperkuat  justifikasi  penelitian  terdahulu,  seperti  penelitian  Zeithaml (1988); Anderson dan Sullivan (1993); dan Hoeffler dan Keller (2003). 

Indikator‐indikator  dari  persepsi  kualitas  terdiri  dari  terdiri  dari  kemampuan  inti,  fitur, kualitas kesesuaian. Indikator‐indikator tersebut dilakukan berdasarkan telaah pustaka  dan  kemudian  dikembangkan  sesuai  dengan  kondisi  penelitian.  Dari  hasil  analisis  SEM  diketahui  bahwa  indikator  kualitas  kesesuaian  merupakan  indikator  yang  paling  dominan  dari  persepsi  kualitas.  Hal  ini  memberikan  pemahaman  bahwa  dengan  adanya  kualitas  kesesuaian  akan dapat meningkatkan citra merek. 

5.2.2 Pengaruh Kualitas Pesan Iklan terhadap Citra Merek 

H2 : Kualitas pesan iklan berpengaruh positif terhadap citra merek 

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang kedua  berbunyi  “kualitas  pesan  iklan  berpengaruh  positif  terhadap  citra  merek”  dapat  diterima.  Hal  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  hipotesis  yang  dibangun  dalam  penelitian  ini  memiliki  kesamaan dan memperkuat justifikasi penelitian terdahulu, seperti Steenkamp, et al (2005);  Krishnan dan Chakravarti (1993), dan Shapiro dan Krishnan (2001). 

Indikator‐indikator  dari  kualitas  pesan  iklan  terdiri  dari  pesan  dipahami,  iklan  diingat, iklan memberikan informasi yang dapat dipercaya, iklan memberikan informasi yang  jelas.  Indikator‐indikator  tersebut  dilakukan  berdasarkan  telaah  pustaka  dan  kemudian  dikembangkan  sesuai  dengan  kondisi  penelitian.  Dari  hasil  analisis  SEM  diketahui  bahwa  indikator  iklan  memberikan  informasi  yang  dapat  dipercaya  merupakan  indikator  yang  paling  dominan  dari  kualitas  pesan  iklan.  Hal  ini  memberikan  pemahaman  bahwa  ketika  iklan memberikan informasi yang dapat dipercaya akan meningkatkan citra merek. 

      5.2.3 Pengaruh Citra Merek terhadap Sikap terhadap Merek  H3 : Citra merek berpengaruh positif terhadap sikap terhadap merek  Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang ketiga  berbunyi “citra merek berpengaruh positif terhadap sikap terhadap merek” dapat diterima.  Hal  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  hipotesis  yang  dibangun  dalam  penelitian  ini  memiliki  kesamaan  dan  memperkuat  justifikasi  penelitian  terdahulu,  seperti  penelitian  Chaundhuri  (1999); dan Ruth, Hilliar dan Alpert (2002). 

Indikator‐indikator  dari  citra  merek  terdiri  dari  kesan  profesional,  kesan  modern,  melayani  semua  segmen,  perhatian  pada  konsumen.  Sedangkan  sikap  terhadap  merek  dibentuk oleh indikator merek diingat, merek disukai, merek dipilih.  

Indikator‐indikator  tersebut  dilakukan  berdasarkan  telaah  pustaka  dan  kemudian  dikembangkan  sesuai  dengan  kondisi  penelitian.  Dari  hasil  analisis  SEM  diketahui  bahwa  indikator kesan modern merupakan indikator yang paling dominan dari citra merek. Hal ini  memberikan  pemahaman  bahwa  dengan  adanya  kesan  modern  akan  dapat  membentuk  sikap terhadap merek. 

H4 : Sikap terhadap merek berpengaruh positif terhadap minat beli 

Dari  penelitian  yang  telah  dilakukan  dapat  disimpulkan  bahwa  hipotesis  yang  keempat  berbunyi  “sikap  terhadap  merek  berpengaruh  positif  terhadap  minat  beli”  dapat  diterima.  Hal  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  hipotesis  yang  dibangun  dalam  penelitian  ini  memiliki  kesamaan  dan  memperkuat  justifikasi  penelitian  terdahulu,  seperti  penelitian  Peyrot  dan  Van  Doren  (1994);  Bentler  dan  Spencer  (dlm  Sulistyo,  1999);  dan  Wu  dan  Lo  (2009). 

Indikator‐indikator  dari  sikap  terhadap  merek  terdiri  dari  merek  diingat,  merek  disukai, dan merek dipilih. Sedangkan minat beli dibentuk oleh indikator mencari informasi  tentang  tempat  pembelian,  mencari  informasi  tentang  harga,  dan  keinginan  segera  membeli.  

Indikator‐indikator  tersebut  dilakukan  berdasarkan  telaah  pustaka  dan  kemudian  dikembangkan  sesuai  dengan  kondisi  penelitian.  Dari  hasil  analisis  SEM  diketahui  bahwa  indikator  merek  diingat  merupakan  indikator  yang  paling  dominan  dari  sikap  terhadap  merek.  Hal  ini  memberikan  pemahaman  bahwa  dengan  merek  diingat  maka  dapat  meningkatkan minat beli. 

5.2.5 Pengaruh Persepsi Kualitas terhadap Minat Beli 

H5 : Persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap minat beli 

Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang kelima  berbunyi “persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap minat beli” dapat diterima. Hal ini 

dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang dibangun dalam penelitian ini memiliki kesamaan  dan  memperkuat  justifikasi  penelitian  terdahulu,  seperti  penelitian  Zeithaml,  Berry,  dan  Parasuraman (1996); dan Mittal, Kumar, dan Tsiros (1999). 

Indikator‐indikator  dari  persepsi  kualitas  terdiri  dari  kemampuan  inti,  fitur,  dan  kualitas  kesesuaian.  Sedangkan  minat  beli  dibentuk  oleh  indikator  mencari  informasi  tentang  tempat  pembelian,  mencari  informasi  tentang  harga,  dan  keinginan  segera  membeli. 

Indikator‐indikator  tersebut  dilakukan  berdasarkan  telaah  pustaka  dan  kemudian  dikembangkan  sesuai  dengan  kondisi  penelitian.  Dari  hasil  analisis  SEM  diketahui  bahwa  indikator  kualitas  kesesuaian  merupakan  indikator  yang  paling  dominan  dari  persepsi  kualitas.  Hal  ini  memberikan  pemahaman  bahwa  adanya  kualitas  kesesuaian  akan  dapat  meningkatkan minat beli. 

5.2.6 Pengaruh Kualitas Pesan Iklan terhadap Minat Beli 

H6 : Kualitas pesan iklan berpengaruh positif terhadap minat beli 

Dari  penelitian  yang  telah  dilakukan  dapat  disimpulkan  bahwa  hipotesis  yang  keenam  berbunyi  “kualitas  pesan  iklan  berpengaruh  positif  terhadap  minat  beli”  dapat  diterima.  Hal  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  hipotesis  yang  dibangun  dalam  penelitian  ini  memiliki  kesamaan  dan  memperkuat  justifikasi  penelitian  terdahulu,  seperti  penelitian  Cobb‐Walgren (1995). 

Indikator‐indikator  dari  kualitas  pesan  iklan  terdiri  dari  pesan  dipahami,  iklan  diingat, iklan memberikan informasi yang dapat dipercaya, dan iklan memberikan informasi  yang jelas. Sedangkan minat beli dibentuk oleh indikator mencari informasi tentang tempat  pembelian, mencari informasi tentang harga, dan keinginan segera membeli. 

Indikator‐indikator  tersebut  dilakukan  berdasarkan  telaah  pustaka  dan  kemudian  dikembangkan  sesuai  dengan  kondisi  penelitian.  Dari  hasil  analisis  SEM  diketahui  bahwa  indikator  iklan  memberikan  informasi  yang  dapat  dipercaya  merupakan  indikator  yang  paling  dominan  dari  kualitas  pesan  iklan.  Hal  ini  memberikan  pemahaman  bahwa  iklan  memberikan informasi yang dapat dipercaya akan dapat meningkatkan minat beli. 

Dokumen terkait