• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : PRESENTASI DAN ANALISIS DATA

KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

Pada bab ini, peneliti akan memaparkan lebih lanjut hasil penelitian yang dilakukan. Bab ini terdiri atas kesimpulan, diskusi, dan saran.

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil uji hipotesis, kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari self-direction, stimulation, achievement, dan hedonism terhadap intensi berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Akuntansi.

Kemudian berdasarkan hasil uji hipotesis yang menguji signifikansi masing-masing koefisien regresi terhadap dependent variable, diperoleh ada tiga koefisien regresi yang signifikan positif mempengaruhi intensi berwirausaha yaitu (1) self-direction; (2) stimulation; (3) achievement; dan juga diperoleh satu koefisien regresi yang signifikan negatif mempengaruhi intenti berwirausaha, yaitu (4) power. Sementara enam dimensi dependent variable lainnya tidak signifikan dalam mempengaruhi intensi berwirausaha, yaitu hedonism, security, tradition, conformity, benevolence, dan universalism.

5.2. Diskusi

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model nilai personal dari Schwartz (1992, 2006) (dalam Schwartz, 2012) yang terdiri dari 10 dimensi, yaitu : (1) conformity, (2) tradition, (3) benevolence, (4) universalism, (5) self-direction, (6) stimulation, (7) hedonism, (8) achievement, (9) power, (10) security.

64

Berdasarkan hasil analisis regresi pada bab 4, penelitian ini menemukan bahwa pada dimensi self-direction, stimulation, dan achievement memiliki pengaruh positif terhadap intensi berwirausaha, yang artinya semakin tinggi tingkat self-direction, stimulation, dan achievement dalam diri seseorang maka semakin tinggi juga intensi untuk berwirausahanya.

Dimensi self-direction adalah value yang mengarahkan individu untuk mempunyai pemikiran yang independen atau bebas. Individu yang mempunyai tingkat self-direction yang tinggi dalam dirinya dapat memutuskan, membuat, dan mencari tahu atau menyelidiki kembali suatu hal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik kemampuan seseorang dalam memutuskan, membuat dan mencari tahu suatu hal, maka semakin tinggi juga intensi untuk berwirausaha orang tersebut. Hal ini disebabkan karena mereka yang memiliki kemampuan dalam memutuskan, membuat dan mencari tahu suatu hal yang tinggi, mampu mempunyai pemikiran independen termasuk dalam memutuskan untuk membuat usaha baru atau berwirausaha, dan didukung juga dengan adanya kemampuan untuk mencari tahu sehingga mendukung adanya intensi untuk memulai usaha sendiri.

Dimensi stimulation ialah individu yang mudah merasakan kegembiraan atau keceriaan, senang terhadap hal baru, dan senang pada tantangan hidup. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin senang seseorang terhadap hal baru dan tantangan baru, maka semakin tinggi juga intensi untuk berwirausahanya.

65

Dimensi achievement ialah individu yang mengejar kesuksesan personal dengan menunjukkan kompetensinya berdasarkan standar sosial. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin individu mengejar kesuksesan personalnya, maka semakin tinggi juga intensi untuk berwirausahanya.

Selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian ini, dimensi power memiliki pengaruh negatif terhadap intensi berwirausaha. Artinya, semakin tinggi power dalam diri seseorang, maka intensi untuk berwirausahanya semakin rendah.

Dimensi power sendiri dapat mempunyai karakteristik status sosial serta martabat, pengendalian atau dominasi akan orang lain maupun sumber daya alam, yang mempunyai sifat mempunyai otoritas, kekuatan sosial, selalu menjaga kesan publik dan pengakuan sosial (Schwartz, 2012). Jadi dapat diartikan, jika berdasarkan penelitian ini bahwa semakin tinggi sifat pengendalian atau dominasi dalam diri seseorang maka semakin rendah intensi untuk berwirausahanya.

Menurut peneliti, dimensi power mempunyai pengaruh negatif dikarenakan dapat dipengaruhi oleh sampel yang diambil dalam penelitian ini, yaitu mahasiswa semester 5 sampai 9, dengan sifat power yang selalu menjaga kesan publik, dan mementingkan martabat, maka mereka akan merasa malu untuk memulai usaha sendiri dari nol, hal ini yang mempengaruhi semakin tinggi power maka semakin rendahnya intensi untuk berwirausaha.

Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan di Spanish University (2010) yang menyatakan bahwa power merupakan salah satu variabel yang memiliki pengaruh positif terhadap intensi berwirausaha. Sayangnya, hasil

66

penelitian ini tidak didukung dengan uji regresi yang dilakukan dalam hasil penelitian ini.

Selanjutnya, terdapat enam dimensi lainnya, yaitu conformity, tradition, benevolence, universalism, hedonism, dan security yang tidak memiliki pengaruh terhadap intensi berwirausaha.

Dimensi Hedonism merupakan nilai yang menyukai kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa individu yang mementingkan kesenangan dan kepuasan diri sendiri tidak mempengaruhi intensinya untuk berwirausaha. Hasil ini bertolak belakang terhadap hasil penelitian yang dilakukan Palaci dan Trejo (2001), yang menyatakan bahwa hedonism mempunyai pengaruh positif terhadap intensi berwirausaha. Menurut peneliti hasil penelitian yang berbeda ini dapat dikarenakan perbedaan sampel penelitian. Dari penelitian yang menyatakan hedonism mempunyai pengaruh terhadap Intensi Berwirausaha, mempunyai sampel bukan mahasiswa, sedangkan penelitin ini menggunakan sampel mahasiswa, dan juga terdapat perbedaan usia. Menurut peneliti, mahasiswa dengan perkembangan di masa remaja akhir masih terdapat kecenderungan untuk melakukan kesenangan dan kepuasan untuk dirinya sendiri dan masih belum terdapat adanya kecenderungan untuk memulai usaha sendiri.

Dimensi Security merupakan nilai yang mementingkan keamanan, keharmonisan, dan kestabilan sosial atau hubungan dengan orang lain ataupun dengan diri sendiri. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa individu yang mementingkan kestabilan sosial yang tinggi tidak mempengaruhi intensi

67

untuk berwirausaha. Menurut peneliti individu dengan security yang dominan dalam dirinya, mempunyai sifat perhatian terhadap keamanan keluarga, keamanan nasional, juga tata sosial, sifat-sifatnya inilah yang membuat tidak adanya kecenderungan untuk memulai usaha yang baru.

Dimensi Tradition merupakan nilai yang menghormati, berkomitmen, dan menerima tradisi budaya atau agama. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa individu dengan komitmen tinggi terhadap tradisinya tidak mempengaruhi intensi berwirausaha. Menurut peneliti, hasil ini dapat dipengaruhi oleh faktor tidak adanya atau sedikitnya sampel yang mempunyai tradisi untuk berwirausaha di keluarganya maupun lingkungannya.

Dimensi Conformity ialah nilai yang mempunyai pengendalian atau pembatasan tindakan, kecenderungan, dan dorongan yang kemungkinan dapat mengecewakan atau menyakiti orang lain ataupun melanggar norma. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa individu dengan pengendalian diri yang tinggi tidak mempengaruhi intensinya untuk berwirausaha. Maka menurut peneliti individu dengan conformity yang dominan dalam dirinya terlalu patuh, disiplin, dan membatasi tindakannya sehingga tidak adanya pemikiran untuk memiliki inovasi atau ide-ide untuk melakukan sesuatu yang berbeda, contohnya dengan membuka usahanya sendiri.

Dimensi Benevolence merupakan nilai yang menjaga dan meningkatkan kesejahteraan orang-orang terdekat. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa individu yang senantiasa meningkatkan dan menjaga kesejahteraan orang-orang terdekatnya ternyata tidak mempengaruhi intensi berwirausaha. Menurut

68

peneliti individu dengan benevolence yang dominan dalam dirinya terlalu fokus pada sifatnya yang suka membantu teman secara sukarela, maka tidak adanya kecenderungan untuk membuka usahanya sendiri.

Dimensi Universalism merupakan nilai yang mempunyai pemahaman, apresiasi, toleransi, dan perlindungan kesejahteraan atau keselamatan semua manusia atau alam. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa individu yang mengapresiasi dan melindungi kesejahteraan manusia maupun alam tidak mepengaruhi intensi berwirausahanya. Menurut peneliti, individu yang mempunyai apresiasi, toleransi, dan perlindungan kesejahteraan yang tinggi terhadap alam sekitarnya tidak mempengaruhi intensinya untuk berwirausaha dikarenakan fokusnya terhadap alam disekitarnya sehingga tidak adanya pengaruh terhadap adanya keinginan untuk membuka usahanya sendiri.

5.3 Saran

Pada penelitian ini, penulis membagi saran menjadi dua, yaitu saran metodologis dan saran praktis. Penulis memberikan saran secara metodologis sebagai bahan pertimbangan untuk perkembangan penelitian selanjutnya. Selain itu, penulis juga menguraikan saran secara praktis sebagai bahan kesimpulan dan masukan bagi pembaca sehingga dapat mengambil manfaat dari penelitian ini.

5.3.1 Saran Metodologis

1. Mempertimbangkan hasil penelitian ini yang menemukan bahwa kecilnya sumbangan variabel independen terhadap intensi berwirausaha, peneliti lain yang tertarik meneliti variabel dependen yang sama agar melibatkan variabel

69

independen lain yang memengaruhi tingkat intensi berwirausaha selain variabel independen dalam penelitian ini.

2. Untuk peneliti selanjutnya disarankan sebelum mengambil data kepada sampel penelitian, lebih baik melakukan pilot study terlebih dahulu. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk mengetahui variabel apa sebenarnya yang dapat mempengaruhi intensi berwirausaha pada mahasiswa. Sebagai contoh, dalam penelitian-penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa self-efficacy, locus of control, adversity quotient dan emotional quotient, faktor lingkungan juga faktor demografis mempunyai pengaruh terhadap intensi berwirausaha.

5.3.2 Saran Praktis

1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi positif bagi mahasiswa dan juga instansi pendidikan yang terkait dalam penelitian ini khususnya, yaitu Fakultas Ilmu Ekonomi & Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga dikarenakan sudah terdapat mata kuliah Kewirausahaan bagi mahasiswanya yang mengambil Jurusan Akuntansi.

2. Dari hasil penelitian ini, nilai yang mempunyai pengaruh positif terhadap berwirausaha pada mahasiswa adalah self-direction, stimulation, dan achievement. Maka mungkin dapat dilakukan suatu kegiatan atau langkah konkret guna meningkatkan ketiga nilai tersebut dalam diri mahasiswa-mahasiswanya agar lebih banyak lagi mahasiswa yang mempunyai kecenderungan untuk berwirausaha.

3. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan guna menstimulasi mahasiswa untuk mempunyai intensi berwirausaha, contohnya dapat dilakukan seminar atau workshop tentang kewirausahaan, ataupun mengadakan semacam lomba mengenai ide-ide untuk berwirausaha mahasiswanya.

70

Dokumen terkait