BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Penelitian ini mengangkat judul “Formasi Ideologi dalam Novel Partikel Karya Dee Lestari: Perspektif Antonio Gramsci”. Metode yang dipakai adalah metode formal dan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan dua teori, yaitu teori struktural dan teori ideologi dalam perspektif Gramsci.
Analisis struktur penceritaan dalam novel Partikel dilakukan terlebih dahulu untuk memahami sekaligus memberi gambaran mengenai tokoh dan penokohan serta latar tempat, latar suasana, dan latar sosial. Gambaran tokoh penokohan digunakan oleh peneliti untuk mendukung pembahasan mengenai formasi ideologi pada bab selanjutnya. Penelitian mengenai latar digunakan untuk mendukung bahasan mengenai ideologi-ideologi yang ada di dalam novel Partikel.
Analisis mengenai struktur cerita dalam novel Partikel menunjukkan bahwa novel ini memiliki tokoh dan penokohan serta latar yang cukup kompleks. Para tokoh yang ada dalam novel Partikel antara lain yaitu Zarah, Firas, Aisyah, Abah Hamid, Umi, dan Pak Simon. Zarah dan Firas yang memiliki sifat keras kepala dan mendambakan kekebasan. Sedangkan Abah Hamid, Aisyah, dan Umi yang begitu religius dan masih sangat menghargai tradisi. Pelbagai sifat dan karakter yang mereka miliki tersebut merupakan gambaran dan perwujudan
ideologi yang mereka miliki. Perbedaan ideologi tersebut yang kemudian menimbulkan pelbagai konflik berkepanjangan antar para tokoh.
Kemudian latar tempat yang berpindah-pindah antar benua menunjukkan bahwa Zarah mendambakan kebebasan. Ia adalah seorang yang tidak bisa dikekang dalam satu perspektif, seperti Firas, Ayahnya. Latar waktu dalam novel Partikel terjadi di antara rentang waktu tahun 1979-2003. Rentang waktu di mana ilmu pengetahuan dan teknologi sedang berkembang dan menuju era modernisasi. Di balik perkembangan teknologi dan informasi tersebut tetap terdapat banyak masyarakat yang masih memegang teguh tradisi dan juga cerita rakyat. Dan juga tahun-tahun itu adalah waktu di mana fenomena crop circle sedang marak terjadi di negara Inggris.
Beberapa ideologi yang terdapat dalam Partikel adalah ideologi liberalisme, konservatisme, teisme, panteisme, dan ideologi new age (zaman baru). Pelbagai macam ideologi tersebut kemudian ditelusuri keempat elemennya. Keempat elemen tersebut adalah elemen kesadaran, elemen material, elemen solidaritas identitas, dan elemen kebebasan. Berikut ini pelbagai ideologi yang terdapat dalam novel Partikel beserta keempat elemennya.
Pertama, ideologi liberalisme, elemen kesadaran dari ideologi liberalisme adalah belajar tidak harus melalui pendidikan formal dan juga tidak semua cerita rakyat harus dipercayai. Elemen materialnya adalah tidak menyekolahkan anaknya di dalam pendidikan formal dan tidak peduli pada apa yang dikatakan orang. Elemen solidaritas identitasnya adalah kebebasan yang ada di dalam setiap
individu. Kemudian elemen kebebasannya adalah melanggengkan kebebasan dan kepentingan pribadi yaitu melakukan pendidikan swalayan kepada anaknya dan juga bebas keluar masuk Bukit Jambul.
Kedua, ideologi konservatisme, elemen kesadarannya adalah pendidikan terbaik diperoleh melalui sekolah formal. Elemen materialnya yakni melakukan perlawanan terhadap penyimpangan nilai-nilai yang sudah ada di dalam masyarakat. Elemen solidaritas identitasnya adalah nilai-nilai yang terdapat dalam masyarakat. Adapun elemen kebebasannya yaitu nilai yang sudah ada di dalam masyarakat dapat terus berlanjut.
Ketiga, ideologi teisme, elemen kesadarannya yaitu bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Elemen materialnya adalah ajaran agama. Elemen solidaritas identitasnya adalah agama. Kemudian elemen kebebasannya yakni menjalankan kehendak Tuhan dan beribadah sesuai ajaran agama.
Keempat, ideologi panteisme, elemen kesadarannya adalah adalah tidak percaya adanya Tuhan yang personal. Elemen materialnya yaitu tidak melakukan ajaran agama dan tidak peduli terhadap agama. Elemen solidaritas identitasnya adalah penelitan sains dan ilmu pengetahuan. Kemudian elemen kebebasannya adalah percaya terhadap alam semesta namun tidak peduli siapa yang menciptakannya.
Kelima, ideologi new age (zaman baru), elemen kesadarannya adalah alam semesta ini merupakan satu kesatuan yang hidup. Alam semesta adalah makhluk yang memiliki sebuah kesadaran dan dapat berinteraksi. Elemen materialnya adalah fenomena-fenomena alam, tradisi-tradisi kuno, dan fenomena luar angkasa
seperti UFO dan Alien. Elemen solidaritas identitasnya yaitu penelitian sains dan ilmu pengetahuan. Kemudian elemen kebebasannya adalah bebas percaya bahwa alamsemesta merupakan satu kesatuan yang tunggal dan alam semesta ini memiliki kesadaran dan terhubung antara satu dengan yang lainnya.
Pelbagai ideologi yang telah ditemukan di dalam Partikel tersebut, di dalamnya terdapat suatu hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Ideologi yang dimiliki oleh para tokoh tersebut saling berelasi satu sama lain. Relasi tersebut dapat berupa hubungan pertentangan, korelasi, dan subordinasi. Susunan ideologi yang bersifat pertentangan, korelasi, dan subordinasi tersebut yang kemudian disebut dengan formasi ideologi. Dalam hal ini, formasi ideologi tidak hanya membahas mengenai ideologi yang ada dan dominan dari seorang tokoh, tetapi juga membahas hubungan antarideologi.
Di dalam Partikel, terjadi berbagai macam formasi ideologi. Formasi ideologi tersebut antara lain sebagai berikut. Pertama, ideologi konservatisme berkorelasi dengan ideologi teisme. Kedua ideologi panteisme berkorelasi dengan ideologi liberalisme dan juga ideologi new age. Selain berkorelasi, ideologi juga dapat saling bertentangan. Pertentangan pertama terjadi antara ideologi liberlaisme dan ideologi konservatisme. Kemudian kedua, ideologi teisme bertentangan dengan ideologi panteisme dan juga ideologi new age.
Tidak hanya pelbagai macam ideologi yang memiliki formasi, tetapi setiap tokoh juga memiliki formasi ideologinya. Dari semua ideologi yag dimiliki oleh tokoh-tokoh tersebut terdapat satu ideologi yang dominan. Tokoh Zarah memiliki ideologi liberalisme, panteisme dan juga new age. Ideologi dominan yang dimiliki
Zarah adalah panteisme. Kemudian tokoh Firas memiliki ideologi liberalisme, panteisme, dan juga new age. Ideologi dominan Firas adalah ideologi liberalisme. Tokoh Aisyah memiliki ideologi teisme, dan konservatisme. Ideologi dominan yang dimilikinya adalah konservatif. Kemudian Abah Hamid memiliki ideologi yang sama dengan Aisah, namun ideologi dominan Abah adalah ideologi teisme. Terakhir adalah Pak simon, ideologi Pak Simon adalah ideologi panteisme dan new age, ideologi dominannya adalah new age.