• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Kesimpulan

Berikut akan dikemukakan beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dibuat sesuai dengan pertanyaan penelitian.

1. Kondisi Objekif Remaja Tunarungu dalam Keterampilan Memelihara Kesehatan Alat-alat Reproduksi

Kedua subjek penelitian mengetahui jenis kelamin namun salah satu subjek belum mengetahui alat kelamin lawan jenisnya yakni alat kelamin pria. Sedangkan nama-nama dari alat kelamin, semua subjek belum mengetahuinya.

Salah satu dari kedua subjek dalam hal ini seorang remaja tunarungu putri hanya mengetahui jenis pembalut yang biasa digunakan pada siang hari. Kedua subjek baru mengetahui bagian atas dan bagian bawah pembalut sedangkan bagian depan dan bagian belakang belum diketahuinya.

Waktu pergantian pembalut belum diketahui oleh kedua subjek penelitian, mereka mengganti pembalut ketika dirasa pembalut yang dipergunakan sudah penuh. Sedangkan jika darah haid yang keluar sedikit, pembalut tidak mereka ganti dari pagi sampai sore bahkan sampai esok hari.

Salah satu subjek belum mahir dalam memasangkan pembalut, begitu juga pada saat mencuci pembalut dan cara membungkus pembalut sebelum

106

dibuang. Dalam hal mencuci celana dalam, salah satu subjek belum bersih mencucinya. Darah yang menempel pada celana masih terlihat. Kedua subjek menunjukkan bahwa dalam membersihkan vagina belum benar seperti yang seharusnya yaitu dari arah depan menuju arah belakang.

Kedua subjek belum mengetahui mandi junub apalagi memiliki keterampilan tentang tata cara mandi junub, istilah mandi junub pun baru diketahuinya.

2. Kebutuhan-kebutuhan Remaja Tunarungu dalam Keterampilan Memelihara Kesehatan Alat-alat Reproduksi

Kebutuhan remaja tunarungu putri pada saat haid yaitu pengetahuan dan tata cara tentang alat yang digunakan pada saat haid, pengetahuan dan tata cara mencuci pembalut serta cara membungkus pembalut sebelum membuangnya, tata cara mencuci celana dalam dan tata cara mencuci vagina yang benar. Sedangkan kebutuhan remaja tunarungu setelah mengalami haid adalah keterampilan tentang tata cara mandi junub.

3. Program Pembelajaran Memelihara Kesehatan Alat-alat Reproduksi pada Remaja Tunarungu

Program pembelajaran ini terdiri dari tiga bab yaitu bab satu berisi tentang Dasar Pemikiran, Tujuan Program, Petunjuk Pelaksanaan Program, Asesmen Peserta Dididk. Bab dua berisi tentang Pengertian, Ruang Lingkup Program, Metoda, Alat dan Media yang digunakan, Waktu Pelaksanaan

Program, Garis Besar Program Pembelajaran, Program Pembelajaran Individual dan Satuan Pembelajaran Individual. Sedangkan bab tiga berisi tentang Evaluasi Program.

B. Rekomendasi

Berdasarkan pembahasan dan temuan dari lapangan, maka ada beberapa hal yang akan direkomendasikan yaitu:

1. Bagi Orangtua

Program ini dapat dimanfaatkan oleh orangtua di rumah untuk menindaklanjuti kegiatan yang dilakukan di sekolah yang berkaitan dengan keterampilan memelihara kesehatan alat-alat reproduksi pada remaja tunarungu, sehingga remaja tunarungu memiliki rasa percaya diri ketika mengalami haid.

2. Bagi Guru

Program ini dapat dimanfaatkan oleh guru di sekolah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada remaja tunarungu yang akan mengalami masa haid untuk pertama kalinya, atau pun remaja tunarungu yang baru mengalami masa haid, serta remaja tunarungu yang sudah lama mengalami haid.

108

3. Bagi Sekolah

Program ini sebagai salah satu alternatif dalam mengakomodasi kebutuhan remaja tunarungu pada saat haid oleh karena itu diharapkan dapat diterapkan di sekolah. Pihak sekolah dapat melengkapi media pembelajaran yang dibutuhkan serta menyediakan ruangan yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan seputar haid.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini menghasilkan program yang belum diuji cobakan (hipoptetik) oleh karena itu direkomendasikan adanya penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas program sehingga dapat dipergunakan dalam lingkup yang lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

Admin, (2008). Kesehatan Reproduksi. (Online). Tersedia: http://www.kesrepro.info.com (2 Februari 2012).

Aprilia, I.D. (2010). Model Bimbingan dan Konseling untuk Mengembangkan Kemandirian Remaja Tunarungu di SLB-B Bandung. Tesis PPs UPI Bandung.Tidak diterbitkan.

Aprisa. (2009). Metode Delphie . (Online). Tersedia: http://aprisa.web.ugm.ac.id. ( 24 April 2012).

Casmini. (1995). Program Keterampilan Merawat dan Kebersihan Diri Remaja Tunagrahita di SLB C/C1 Cipaganti Bandung. Tesis PPs UPI Bandung. Tidak diterbitkan.

Creasoft. (2009). Perawatan Organ Reproduksi Eksternal Wanita (Online) Tersedia: http://creasoft.wordpress.com. ( 23 Maret 2012).

Darajat, Z. (2004). Psikologi Agama. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Depdiknas. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Dokterkecil. (2011). Pendidikan Seks (Sex Education) Sejak Dini. (Online)

Tersedia: http://dokterkecil.wordpress.com. ( 23 Maret 2012).

Doni. (2012). Pembalut Wanita dan Tip Penggunaanya. (Online) Tersedia: http://news.cobadulu.com. ( 3 September 2012).

Dwp. (2006). (Online). Tersedia: www.dwp.or.id (12 Februari 2012). Hallahan, D. & Kauffman, M.J. (1991). Exceptional Children, Introduction to

Special Education. New Jersey : Prentice-Hall International Inc.

Hermansyah, I. (2012). Assesmen Kemampuan Merawat Diri. (Online). Tersedia : http://iyushermansyah.blogspot.com. (diakses 10 April 2012).

Istiwidayanti dan Soedjarwo. (1980). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan Edisi Kelima. Terjemahan dari Hurlock, E.B. Jakarta : Erlangga.

110

Junita. (2012). Durasi Pemakaian Pembalut. (Online). Tersedia: http://news.cobadulu.com. (3 September 2012).

Kesrepro. (2008). Tumbuh Kembang Remaja. (Online) Tersedia: http://www.kesrepro.info. ( 2 Februari 2012).

Kompas. (2011). Persiapan Anak Menghadapi Pubertas. (Online) Tersedia: http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak. (23 Maret 2012). Marsudi, S. (2010). Layanan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. Surakarta :Universitas Muhammadiyah Pers.

Moleong. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya. Nurhastuti. (2005). Bimbingan Seks Bagi Remaja Tunagrahita. Tesis. Program

Pascasarjana UPI Bandung. Tidak Diterbitkan.

Nurhidayati, E. (2008). Penyusunan Layanan Konseling Di SMP/MTS. Makalah. Tidak Diterbitkan

Panitia Sertifikasi Rayon X. (2011). Bahan Ajar Pendidikan Luar Biasa. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Rayon 110. UPI.

Pinoci, A. (....). (Online) Tersedia: http://aripinici. ustsarwat.com. (3 September 2012).

Purnama, T. (2009). Bimbingan Seks Dalam Mata Pelajaran Bina Diri pada Tunagrahita Remaja Ringan. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UPI.Bandung. Tidak Diterbitkan.

Rochyadi dkk. (2009). Modul Pembelajaran Individual. Jurusan pendidikan Luar Biasa FIP UPI. Bandung. Tidak Diterbitkan.

Ryan, (2011) Tersedia: http: //mithapradnyani.wordpress.com. (3 September 2012)

Sarlito, (2011) Psikologi Remaja. Jakarta. PT. Rajagrafindo Persada Satori, Dj. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta. Somad, P. (2009). Dampak Ketunarunguan. (Online)

Tersedia:http://permanariansomad.blogspot.com. (30 April 2012).

Somad, dan Hernawati. (1996). Ortopedagogik Anak Tunarungu. Depdikbud. Dirjen Dikti. PPTG. Jakarta

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sujarwati. (2002). (Online). Tersedia http://www.psychologymania.com. (23 Agustus 2012).

Sutjihati, T. (2007). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung : Refika Aditama. Sulistiawati, I. ( 2010). Pelaksanaan Pendidikan Seks pada Anak Tunagrahita di Sekolah. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UPI. Bandung. Tidak diterbitkan.

Syaodih, N. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Titiana. (2011). Hak Seksualitas dan Kesehatan. (Online) Tersedia: http://titiana- adinda.blogspot.com. (23 maret 2012).

Universitas Pendidikan Indonesia. (2011). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Press.

Wanitahamil. (2011) Langkah Awal Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita. (Online). Tersedia: http://wanitahamil-ku.com. ( 3 September 2012).

Widoyoko, E.P (2009). Optimalisasi Peran Guru Dalam evaluasi Program Pembelajaran. Disampaikan dalam Seminar Nasional di Purwerejo>Tidak diterbitkan.

Wikipedia. (2012). Pembalut Wanita (Online) Tersedi:http://id.wikipedia.org (12 Februari 2012).

Dokumen terkait