IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Kesimpulan
Permasalahan yang dianalisis dalam tesis ini yang pertama adalah pengaruh orientasi etika, gender, umur dan pengetahuan tentang profesi dan skandal keuangan mahasiswa akuntansi terhadap penilaian mereka terhadap tindakan corporate
manager dan auditor. Sedang yang kedua adalah pengaruh orientasi etika, gender,
umur dan pengetahuan tentang profesi dan skandal keuangan mahasiswa akuntansi terhadap tingkat ketertarikan belajar akuntansi dan bekerja di KAP. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
Opini Mahasiswa Akuntansi terhadap Tindakan Auditor
1. Secara parsial, diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Variabel idealisme tidak menunjukkan
pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan auditor dalam skandal keuangan.
b. Variabel relativisme tidak menunjukkan
pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan auditor dalam skandal keuangan.
c. Variabel gender tidak menunjukkan pengaruh
yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan auditor dalam skandal keuangan.
d. Variabel umur tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan auditor dalam skandal keuangan.
e. Variabel pengetahuan tentang profesi
akuntansi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan auditor dalam skandal keuangan.
f. Variabel pengetahuan tentang skandal
keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan auditor dalam skandal keuangan.
2. Karena secara uji simultan, nilai probabilitasnya jauh lebih besar dari 0,05, maka model regresi tidak dapat digunakan untuk mempredikasi opini mahasiswa akuntansi terhadap tindakan auditor dalam skandal keuangan. atau dapat dikatakan bahwa idealisme, relativisme, gender, umur, pengetahuan tentang profesi akuntansi dan pengetahuan tentang skandal keuangan tidak secara bersama-sama berpengaruh terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan auditor dalam skandal keuangan.
Opini Mahasiswa Akuntansi terhadap Tindakan Corporate Manager
1. Secara parsial, diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Variabel idealisme tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan corporate manager dalam skandal keuangan.
b. Variabel relativisme tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan corporate manager dalam skandal keuangan.
c. Variabel gender tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan corporate manager dalam skandal keuangan.
d. Variabel umur tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan corporate manager dalam skandal keuangan.
e. Variabel pengetahuan tentang profesi akuntansi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan corporate manager dalam skandal keuangan.
f. Variabel pengetahuan tentang skandal keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan corporate manager dalam skandal keuangan.
2. Karena secara uji simultan, nilai probabilitasnya jauh lebih besar dari 0,05, maka model regresi tidak dapat digunakan untuk mempredikasi opini mahasiswa akuntansi terhadap tindakan corporate manager dalam skandal keuangan atau dapat dikatakan bahwa idealisme, relativisme, gender, umur, pengetahuan tentang profesi akuntansi dan pengetahuan tentang skandal keuangan tidak secara bersama-sama berpengaruh terhadap opini mahasiswa akuntansi atas tindakan corporate manager dalam skandal keuangan.
Ketertarikan Mahasiswa Akuntansi untuk Belajar Akuntansi
a. Variabel idealisme tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk belajar akuntansi.
b. Variabel relativisme tidak
menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk belajar akuntansi.
c. Variabel gender tidak menunjukkan
pengaruh yang signifikan terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk belajar akuntansi.
d. Variabel umur menunjukkan
pengaruh yang signifikan terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk belajar akuntansi. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa umur seseorang dikesankan memberikan suatu dampak terhadap pertimbangan moralnya. Individu-individu yang lebih muda cenderung lebih sedikit fokus terhadap masalah-masalah etika dari pada individu-individu yang lebih tua. Sebagai hasilnya, individu yang lebih tua akan menjadi kurang tertarik untuk belajar akuntansi karena adanya skandal akuntansi yang terjadi.
e. Variabel pengetahuan tentang
profesi akuntansi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk belajar akuntansi.
f. Variabel pengetahuan tentang
skandal keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk belajar akuntansi.
2. Karena secara uji simultan nilai probabilitasnya jauh lebih kecil dari 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk mempredikasi minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk belajar akuntansi atau dapat dikatakan bahwa idealisme, relativisme, gender, umur, pengetahuan tentang profesi akuntansi dan pengetahuan tentang skandal keuangan secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk belajar akuntansi.
Ketertarikan Mahasiswa Akuntansi untuk Bekerja di KAP
1. Secara parsial, diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Variabel idealisme tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja di KAP. b. Variabel relativisme tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan
terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja di KAP. c. Variabel gender tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan
terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja di KAP. d. Variabel umur tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan
terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja di KAP. e. Variabel pengetahuan tentang profesi akuntansi tidak
menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja di KAP.
f. Variabel pengetahuan tentang skandal keuangan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja di KAP.
2. Karena secara uji simultan nilai probabilitasnya jauh lebih besar dari 0,05, maka model regresi tidak dapat digunakan untuk mempredikasi minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja di KAP atau dapat dikatakan bahwa idealisme, relativisme, gender, umur, pengetahuan tentang profesi akuntansi dan pengetahuan tentang skandal keuangan tidak secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat dan ketertarikan mahasiswa akuntansi untuk bekerja di KAP.