• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI A.Tinjauan Pustaka

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A.Kesimpulan

Prestasi belajar Matematika siswa SDN 1 Lemahireng menempati urutan terendah jika dibandingkan dengan orestasi belajar pada mata pelajaran lain. Padahal, dari hasil wawancara dengan 30 siswa terdapat 27 siswa mengaku menyukai mata pelajaran Matematika, dan sebanyak 23 siswa menyatakan suka mengerjakan tugas / menyelesaikan soal Matematika. Oleh karena itu, diperlukan metode pemberian tugas yang diterapkan sesuai dengan syarat-syarat pemberian tugas.

Pembelajaran Matematika dengan menerapkan metode pemberian tugas dapat ditempuh melalui siklus hingga mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu: 70 % atau 21 siswa mengalami peningkatan prestasi belajar Matematika dan seluruh siswa mencapai KKM ( 60 ).

Siklus I: Pembelajaran Matematika dengan menerapkan metode pemberian tugas kelompok. Terdapat 20 atau 67 % siswa mengalami peningkatan prestasi. Nilai rata – rata kelas sebelum tindakan adalah 55,6 berubah menjadi 68,3 setelah tindakan siklus I. Siklus II: Pembelajaran Matematika dengan menerapkan metode pemberian tugas berpasangan. Siswa yang mengalami peningkatan prestasi sebanyak 25 atau 83 % siswa. Rata-rata kelas 75,6. Siklus III: Pembelajaran Matematika dengan menerapkan metode pemberian tugas individu. Sebanyak 29 atau 97 % siswa telah mengalami peningkatan prestasi, rata-rata kelas 82,9 dan semua siswa telah mencapai KKM.

Dari keseluruhan siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui penerapan metode pemberian tugas dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika pada siswa kelas V SD Negeri I Lemahireng, kecamatan Kemusu, kabupaten Boyolali.

66 Penetapan prosedur dalam penelitian ini didasarkan pada pembelajaran yang menerapkan metode pemberian tugas pada mata pelajaran Matematika untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika. Bentuk dan strategi yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 3 siklus. Siklus I dilakukan pembelajaran Matematika dengan menerapkan metode pemberian tugas kelompok, berlanjut ke siklus II dilakukan pembelajaran Matematika dengan menerapkan metode pemberian tugas berpasangan, kemudian siklus III dilakukan pembelajaran mandiri dengan metode pemberian tugas individu. Pada tiap siklus terdapat empat langkah kegiatan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.

Berdasarkan kriteria dan temuan studi yang dikembangkan seperti yang diuraikan dalam Bab IV, maka penelitian ini layak dipergunakan untuk membantu guru dalam menghadapi permasalahan yang sejenis. Di samping itu perlu penelitian lebih lanjut tentang upaya guru untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini layak digunakan dan dikembangkan oleh guru yang menghadapi permasalahan sejenis, terutama untuk meningkatkan prestasi belajar Matematika siswa.

C. Saran

Berdasarkan hasil analisis terhadap data penelitian dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut :

1. Kepada guru sebaiknya mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode pemberian tugas yang sesuai dengan aturan dan syarat pemberian tugas yang efektif dan menyenangkan demi tercapainya tujuan pembelajaran.

2. Kepada calon guru / peneliti lain hendaknya selalu berupaya mencari model / bentuk pembelajaran dengan penerapan metode pemberian tugas yang lebih variatif, efektif, dan efisien.

68 DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi & Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Amir. 2007. Dasar-dasar Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: Sebelas Maret University.

Amirin, Tatang M.2009. Sbjek Penelitian, Responden Penelitian, dan Informan (Narasumber) Penelitian. Tatang Manguni.wordpress.com.

Arnie Fajar. 2004. Portofolio Dalam Pembelajaran IPS. Bandung: ROSDA. Bukhori M. 1997. Pengantar Psikologi Pendidikan. Bandung: Jermore. Dimyati & Mudjiono. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdikbud.

Dwi Wahyuning S. 2004. Pengajaran Matematika dengan Metode Resitasi pada Sub Pokok Bahasan Logaritma Bilangan Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa Kelas 1 SMUN 1 Karangnongko Klaten. (Skripsi Sarjana S1). Surakarta: FKIP UMS. Tidak Diterbitkan.

Esterberg. 2002. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data.

(http//www.infoskripsi.com)

Fadhilah. 2004. Pengaruh Pemberian Tugas Terstruktur terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Perbandingan pada Siswa Kelas II Semester I SLTP Muhammadiyah 2 Comal-Pemalang. (Skripsi Sarjana S1). Surakarta: FKIP UMS. Tidak Diterbitkan.

FKIP. 2003. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta: UNS.

Hamzah B.Uno. 2007. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta : Bumi Aksara.

Jogiyanto Hartono. 2006. Pembelajaran Metode Kasus. Yogyakarta : Andi Offset LPP UNS. Metode Mengajar. 11 Juli 2008. (http://.www.lpp.uns.ac.id)

Luluk Setyaningrum. 2007. Pengaruh Metode Pemberian Tugas yang Dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Kreativitas Siswa pada Pokok Bahasan Pecahan. (Skripsi Sarjana S1). Surakarta: FKIP UMS. Tidak Diterbitkan.

69 Marminah. 2009. Peningkatan Pemahaman Konsep Hitung melalui Pembiasaan Mengerjakan Soal – Soal Matematika Siswa Kelas 1 SDN 1 Ngadirojo Ampel Boyolali Tahun Pelajaran 2008/2009. (Skripsi Sarjana S1). Surakarta: FKIP UNS. Tidak Diterbitkan.

Mel Silberman. 2001. Active Learning : 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : Yappendis.

Moch Ichsan. 2002. Strategi Belajar Mengajar Matematika di Sekolah Dasar. Semarang. Depdikbud.

Muhibin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Rosda Karya.

Mulyono Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan. Jakarta: Rineka Cipta.

M. Ngalim Purwanto. 2004. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung : Remaja Rosdakarya. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.

__________________ 1990. Psikologo Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.

Nana Sudjana. 1982. Pedoman Praktis Mengajar. Bandung: CV Dermaga.

___________ 1988. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: CV. Sinar Pers.

Oemar Hamalik. 1989. Metodologi pengajaran ilmu pendidikan. Jakarta. Mandar Maju Ban.

Poerwadarminta. 1985. Kamus umum bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka. Rusda Koto Sutadi dkk, 1996. Belajar dan Pembelajaran. IKIP Semarang.

Roestiyah N.K. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA.

Suhaenah Suparna. 2001. Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.

70 Suharsimi Arikunto. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi

Aksara.

Sumadi Surya Brata. 1993. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Suradin. Teknologi Informasi dan Komunikasi. 7 Maret 2008.

(http://suradin.wordpress.com)

Susan Stainback. 1998. (http//www.infoskripsi.com)

Susilo. 2007. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta : Pustaka Book Publisher.

Sutratinah Tirtonegoro. 2001. Anak Supernormal dan Program Pendidikannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Syaiful Bahri Djamarah. 1984. Prestasi belajar dan kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.

Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

TIM FKIP UNS. 2007. Strategi Belajar Mengajar. UNS Surakarta.

Dokumen terkait