Bersykur Kepada Allah Swt Baik Melalui Ucapan Maupun Perbuatan
KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A. Kesimpulan
Setelah observasi, wawancara, mengamati, dan melakukan pengolahan data yang diperoleh dari sekolah berkaitan dengan implementasi program shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah dalam pembentukan akhlak siswa di SD Al Hira Permata Nadiah Medan peneliti menyimpulkan beberapa hal penting yaitu sebagai berikut:
1) Implementasi program pembiasaan shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah terhadap pembinaan akhlak siswa, yaitu sebagai berikut:
Bahwa munculnya program pembiasaan shalat dhuha di SD Al Hira Permata Nadiah Medan dilatar belakangi karena sebelum diterapkannya pembiasaan shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah, siswa kurang produktif dalam memanfaatkan waktu serta kurang baiknya sikap dan tingkah laku siswa baik terhadap sesama temannya dan juga terhadap gurunya. Dan juga untuk melatih siswa dalam memanfaatkan waktu. Implementasi program pembiasaan shalat dhuha dan shalat zuhur
berjamaah di SD Al Hira Permata Nadiah Medan sudah dilaksanakan dengan efektif dan efesien, karena ini merupakan program yang sangat diperlukan oleh siswa dalam pembinaan akhlak. Selain itu dalam pelaksanaannya juga sudah sesuai dengan ketentuan-ketentuan Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan telah dijadikan sebagai rutinitas atau kontinuitas, yaitu secara terus-menerus dilakukan oleh siswa.
2) Dampak pembiasaan shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaan terhadap pembinaan akhlak siswa di SD Al Hira Permata Nadiah Medan dapat dikatakan sudah cukup berhasil, dikarenakan:
Siswa merasa lebih tawakkal, bersyukur, dan ikhlas menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt, setelah mereka berusaha keras dan maksimal dengan cara giat dan rajin belajar, baik di rumah maupun di sekolah.
Siswa juga cukup mampu menerapkan persaudaraan yang diaplikasikan melalui silaturrahmi, sopan santun terhadap setiap orang, dapat menahan amaran dan emosi, dan juga bersikap jujur, baik perkataan maupun perbuataan.
Siswa cukup mampu menerapkan adab kesopanan terhadap setiap orang, terutama orang tua, guru dan teman-temannya, baik berupa perkataan maupun perbuatan.
3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah dalam pembentukan akhlak siswa yang penulis identifikasikan sebagai berikut:
Faktor Pendukung Lingkungan
Monitoring (Pantauan) Mutaba‟ah
Jam ibadah dan Belajar Pesantren kilat
PHBI Pentas Seni Faktor Penghambat
Latar belakang pendidikan orang tua merupakan salah satu faktor penghambat terlaksananya program shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah di SD Al Hira Permata Nadiah Medan, selain itu kurang adanya kerjasama dari beberapa orang tua siswa di dalam hal pengontrolan aktivitas siswa dirumah.
Dampak negatif kemajuan teknologi, seperti situs porno di internet yang dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak, kemudian munculnya game-game baru seperti playstation dan lain sebagainya. Semua itu dapat menghambat dalam pembentukan akhlak anak atau siswa dengan melalui pembiasaan. Misalkan anak yang keasyikan bermain playstation dan tidak diingatkan, mereka akan lupa kewajibannya sepeerti shalat dan belajar.
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan yang diperoleh dapat dikemukakan beberapa implikasi pemikiran yang berkaitan dengan implementasi program shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah dalam pembentukan akhlak siswa di SD Al Hira Permata Nadiah Medan sebagai berikut:
Implikasi Teoritis
Berdasarkan hasil penelitian semakin memperkuat teori yang menyatakan bahwa pembentukan akhlak sangat penting untuk dikembangkan dan akan berdampak bagi para peserta didik sehingga berdasarkan penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak sekolah untuk lebih meningkatkan program pembentukan ahklak siswa di sekolah melalui pembiasaan shlat dhuha dan shalat zuhur berjamaah, baik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Sehingga tidak hanya kualitas akademik atau ranah kognitif saja yang dikedepankan akan tetapi semua ranah baik itu afektif yang meliputi kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan emosi, dan spiritual.
Implikasi Praktis
Bagi peneliti yang melakukan penelitian tentang permasalahan yang berhubungan dengan pembentukan akhlak di sekolah, hasil penelitian dapat dijadikan sebagai salah satu referensi atau sumber teori yang dapat digunakan sebagai materi dan bahan penunjang dalam penelitian yang berhubungan dengan materi tersebut.Selain itu hasil penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai suatu bahan renungan bagi peneliti untuk menjadi seorang pendidik atau guru yang dapat menumbuh kembangkan pembentukan akhlak, baik dalam diri sendiri maupun untuk peserta didiknya.
Implikasi Metodologis
Hasil penelitian yang dilakukan di SD Al Hira Permata Nadiah Medan terkait dengan implementasi program shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah dalam pembentukan akhlak siswa telah diperoleh data-data yang cukuplengkap sebagai acuan dalam penulisan tesis ini. Beberapa metodepengumpulan data seperti wawancara,observasi, dan analisis dokumen telahberhasil dilakukan. Metode observasi dalam pengumpulan data mengenai implementasi program
shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah dalam pembentukan akhlak siswa merupakansalah satu metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dengan cukupbaik. Begitu pula dengan metode wawancara peneliti berhasil mendapatkaninformasi yang dibutuhkan.
Keberhasilan peneliti dalam mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi didukung dengan pengumpulan data melalui analisisdokumen. Analisis dokumen yang dilakukan peneliti di SD Al Hira Permata Nadiah Medan cukup lumayan sempurna yang dimilikisekolah, seperti profil sekolah dan profil siswa. Pengumpulan informasimelalui metode wawancara juga mengalami sedikit kendala terkait waktu.Mengingat beberapa informan yang sibuk dan adanya acara sekolahyangbersamaan dengan proses penelitian. Guna mengatasi berbagai kendala yangditemui oleh peneliti, maka untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukanpendekatan-pendekatan khusus terkait metode pengumpulan data yang akandilakukan, seperti perencanaan yang matang dan mengetahui jadwal kegiatansekolah.
C. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka ada beberapa saran yang perlu peneliti sampaikan kepada lembaga di SD Al Hira Permata Nadiah Medan diantaranya:
Kepala sekolah sebagai Pembina, manager, administrator dan supervisor seharusnya lebih memperhatikan lagi proses peribadatan shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah yang dilakukan oleh peserta didik yang ada di sekolah dan alangkah baiknya apabila kegiatan ini tetap dipertahankan dan dikembangkan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kepada guru diharapkan dalam pelaksanaanya, hendaknya kegiatan shalat dhuha dan shalat zuhur berjamaah ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh siswa dan semua guru. Dan selalu memberi motivasi dan semangat kepada siswa dalam melaksanakan kegiatan shalat dhuha dan shalat zuhur
berjamaah dengan cara memberi hadiah atau lainnya. Sehingga tidak ada unsur paksaan dalam diri siswa untuk mengikuti kegiatan ini.
Kepada orang tua hendaklah lebih memberikan perhatian yang cukup kepada anak-anaknya khususnya masalah ibadah dan pembentukan akhlaknya, karena perkembangan pada anak biasa diserahkan sepenuhnya pada lembaga pendidikan atau guru saja, karena keluarga juga sangat berperan besar dalam menentukan perkembangan perilaku atau akhlak anak.
99